.........
"Siena!" panggil Damian yang baru saja datang menemui Siena.
Siena dengan wajah malas menatap wajah pria yang baru saja datang ke hadapan nya setelah sekian lama terus menghilang seperti awan mendung yang tidak ingin datang.
"Ingin bertengkar dengan ku lagi?" tanya Siena dengan ketus.
Fina yang berada di sana langsung pamit pergi karena dia tidak ingin berada di tengah situasi rumah tangga majikan nya.
"Aku ingin kita buat perjanjian," ucap Damian membuat Siena terkejut.
"Perjanjian apa?"
"Jika dalam satu tahun kita terus seperti ini lebih baik kita berpisah saja," ucap Damian membuat Siena terkejut.
Siena menghela nafas panjang, bukan ini yang dia inginkan tapi kenapa selalu saja dia terus gagal dalam mencoba mencintai suami nya sendiri sekarang.
"Setuju."
Damian terkejut mendengar jawaban Siena yang setuju saja.
"Kamu tidak keberatan?" tanya Damian kebingungan.
"Untuk apa aku bertahan dengan suami yang sama sekali tidak mau mencintai istri nya. Lebih baik aku cari laki-laki lain di luar sana untuk mencintai ku," jawab Siena dengan bangga.
"Memang nya akan ada yang mau dengan wanita seperti mu?" ketus Damian marah.
"Kau lupa? Aku ini sangat terkenal sebagai wanita paling cantik di benua ini," ucap Siena dengan senyuman manis nya.
Damian mengerutkan kening nya kesal, Siena tidak mengerti mengapa Damian seperti marah saat dia berkata seperti itu padahal harus nya Siena yang marah karena Damian membuat perjanjian konyol.
"Kau tidak ingin aku dengan laki-laki lain kan?"
Siena beranjak berdiri kemudian dia berjalan mendekat ke hadapan Damian, tatapan mata Damian terus mengarah pada diri nya.
"Cobalah mencintai aku atau kita akhir saja pernikahan ini." Siena tersenyum dengan tatapan dalam membuat Damian terkejut.
Wajah Damian tampak sangat tetang saat Siena menatap nya, Siena bahkan belum sempat menyentuh dada bidang Damian yang sangat menggoda itu.
"Jika kamu berani mencintai wanita lain di belakang ku. Kamu tidak akan pernah melihat ku lagi," tegas Siena.
Siena hendak melangkah pergi dari sana namun Damian langsung menahan tubuh nya membuat Siena sedikit terkejut.
"Aku akan mencintai dan kamu harus berjanji harus mencintai ku, bukan laki-laki lain," tegas Damian meminta.
Siena tersenyum bangga karena seperti nya cara dia mendekati Damian sedikit berhasil membuat Damian hanya ingin mencinta diri nya saja.
"Kau ini sangat lucu ya. Kau tau selama ini aku tidak pernah jatuh cinta dengan laki-laki lain, aku hanya memainkan mereka untuk kesenangan ku saja. Tapi kamu itu sekarang spesial untuk ku jadi aku akan mencoba mencintai mu suami ku," ucap Siena menggoda sambil merapikan kera kemeja Damian yang sangat berantakan.
Damian tidak bisa menahan nya lagi, wajah nya berubah merah sekarang membuat Siena ikut terkejut karena Siena tidak sangka dia minim pengalaman tapi bisa menggoda seorang laki-laki yang di nobatkan sebagai hati batu.
"Suami ku?" gumam Damian mengulangi ucapan Siena yang memanggilnya seperti itu.
"Ya suami ku. Kamu ingin aku memanggil mu seperti itu?"
"Tidak. Itu berlebihan!" bantah Damian kemudian dia langsung pergi dari sana.
"Astaga. Jantung ku ikut berdetak kencang karena ulah ku sendiri," gerutu Siena sedari tadi berusaha menahan rasa aneh yang bergejolak.
............
Malam hari yang buruk karena hujan terus turun bersamaan dengan kilatan petir yang terlihat jelas di langit membuat suasana malam sangat menyeramkan, Siena yang tidak bisa tidur memilih duduk di dekat jendela sambil melihat hujan yang bagi nya itu cukup menenangkan walau suara petir sedikit merusak.
"Lucia. Kapan dia akan datang kepada Damian? mereka akan bersama selama aku masih ada disini? apakah aku hanya akan menjadi penghalang saja?" gumam Siena memikirkan bagaimana jika Lucia datang ke hadapan Damian.
Lucia dan Damian bertemu di hari pemakaman Siena. Sebuah keluarga bangsawan dari kelas bawah datang ke pemakanan Siena, keluarga bangsawan itu adalah keluarga Lucia. Lucia yang polos dan baik hati merasa kasihan melihat Damian yang seperti berusaha menahan rasa sedih, Lucia perlahan mencoba mendekati Damian dengan memberikan sapu tangan nya dengan wajah polos nya, padahal saat itu Damian sama sekali tidak menangis.
"Memang nya Damian akan menangis di hari pemakanan orang tidak penting seperti ku?" gumam Siena sambil menghela nafas panjang.
"Aku tidak mati jadi pertemuan itu tidak akan pernah terjadi dengan cara itu, tapi mungkin akan berusaha dengan cara yang lain untuk mempertemukan Lucia dan Damian."
"Bagaimana cara agar Damian tidak tertarik dengan Lucia di saat mereka bertemu? Apa aku harus mencoba cara itu untuk merebut hati Damian?" seru Siena mempertimbangkan dia bisa tidak menggunakan cara yang dia pelajari dari sebuah buku.
"Siena!" panggil Damian yang baru saja datang ke kamar nya.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Siena heran karena dia pikir Damian masih ogah tidak dengan nya lagi.
"Baiklah aku akan pergi."
"Hei! tidurlah dengan ku malam ini," ujar Siena langsung membuat Damian segera berbaring di tempat tidur nya.
Siena tersenyum tipis, kemudian dia berjalan menghampiri Damian yang hendak tidur.
"Ada apa?"
"Kau tidak tertarik bermain dengan tubuh ku sebelum tidur?" tanya Siena langsung membuat Damian bangun.
"Kau sudah gila? aku tidak akan menyentuh mu sebelum aku mencintaimu!" tegas Damian terkejut.
"Padahal aku sudah siap jika kamu ingin punya anak dengan ku," seru Siena sedikit kecewa.
"Dasar gila."
..............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Armyati
gemez dech ah sama mereka😍🤭 lannjjuuuttttt kakkk 🙏 semangat 💪💪
2024-10-10
0