Bab 16

....

Damian merasa sempit seperti ada benda yang memeluk tubuh nya erat, dengan perlahan Damian membuka kedua nata nya, beberapa kali dia terus membuka dan menutup matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.

Siena? Tadi malam dia tidur bersama ku di sofa.

Damian yang hendak bangun mengurungkan niat nya saat melihat wajah cantik Siena saat tertidur, perlahan tangan Damian menyingkirkan helaian rambut Siena yang menutup wajah cantik Siena.

Cantik. Mengapa aku baru menyadari nya?

Siena merasakan sentuhan tangan seseorang yang sedang bermain dengan rambut nya, Siena membuka kedua mata nya merasa sangat terkejut saat dia sadar saat ini dia sedang memeluk erat tubuh Damian.

"Maaf!" ujar Siena bergegas bangun dengan wajah merah merona.

Astaga Aku kelepasan.

Damian pun ikut bangun dengan senyuman tipis seolah dia tidak masalah sama sekali jika Siena memeluk tubuh nya.

"Mengapa kamu terkejut seperti aku akan merusak tubuh mu?" tanya Damian dengan nada santai.

"Kamu kan melarang aku menyentuh mu jika kamu belum mencintai ku," jawab Siena.

"Benarkah? seperti nya aku tidak pernah berkata seperti itu," balas Damian membuat Siena meragukan ingatan nya.

Mungkin aku berlebihan karena baru bangun tidur jadi ingatan ku berantakan.

"Maaf jika aku salah ingat."

"Mengapa kamu tidur dengan ku? kamu tidak suka tidur di kamar mewah mu nyonya Duchess?" tanya Damian dengan di akhiri senyuman manis nya yang seolah merendahkan Siena.

"Tadi malam aku ingin berbicara dengan mu. Tapi saat aku datang kamu sudah tertidur di sofa. Aku takut tidur sendiri jadi aku ikut tidur dengan mu. Memang nya aku tidak boleh tidur dengan mu? jika kamu-" Damian mengarahkan jari telunjuk nya tepat di bibir Siena membuat Siena berhenti berbicara.

"Aku tidak melarang mu tidur dengan ku. Kamu bebas tidur dengan ku kapan saja kamu mau," sela Damian dengan nada menggoda.

perlahan jari Damian mengusap bibir manis Siena membuat Siena hanya bisa mematung kebingungan.

"Jangan sentuh bibir ku," tegas Siena marah.

"Kenapa?"

"Berikan aku ciuman selamat pagi, bagaimana?" minta Siena menggoda berharap Damian kesal padanya.

Damian terdiam sesaat namun tanpa ragu dia menarik dagu Siena kemudian dengan cepat dia memberikan kecupan singkat di bibir Siena.

"Sudah ku berikan," ucap Damian dengan gugup lalu dia melangkah pergi dari sana membuat Siena yang masih mematung langsung tersenyum nakal.

"Dia sudah berani rupanya. Aku pikir dia tidak akan mau memberikan nya, jika begini sudah pasti Damian akan menjadi milik ku hahahaa!" ucap Siena dengan bangga seperti seseorang yang baru saja memenangkan hadiah satu miliar.

Siena sangat senang usaha nya bertahan tidak lah menjadi sia-sia, walau Damian di takdirkan untuk Lucia bukan berarti takdir tidak bisa di ubah oleh Siena. Mungkin Lucia akan datang kehidupan Damian namun bukan lagi menjadi sosok yang dia cintai melainkan hanya gadis biasa yang tidak menarik lagi.

"Kapan Lucia akan datang? aku berharap dia datang hanya sebagai orang lain bukan sosok yang di cintai Damian lagi. Aku tidak ingin kisah ki berakhir disini saja," gumam Siena kesal.

...............

Damian dan Siena sarapan bersama seperti biasa nya, suasana ruangan makan tentu saja menjadi sedikit lebih baik karena sebelum nya mereka selalu saja sarapan terpisah terutama Damian yang selalu berusaha menghindar dari Siena.

Damian biasa nya selalu kabur saat aku mengajak nya sarapan bersama. Mungkin itu karena masa lalu nya yang membuat nya takut memberikan perasaan cinta dan kasih sayang.

"Siena bagaimana jalan-jalan nya kemarin? kamu membuat masalah?" tanya Damian sinis.

"Tidak tapi kamu yang membuat masalah," balas Siena membuat Damian kebingungan.

"Apa maksud mu?"

"Banyak anak miskin di kota terlantar, kamu tidak memberikan dana bantuan pada mereka? wali kota macam apa kamu Duke?" ujar Siena sinis.

"Ya itu salah satu masalah ku. Aku sedang mencari dalang yang mengambil dana bantuan yang selalu aku berikan setiap bulan," jawab Damian dengan santai menurunkan nada suara nya.

Siena tidak begitu ingat siapa dalang di balik korupsi uang rakyat. Siena yang terlalu menikmati dunia ini perlahan ingatan nya mulai melupakan naskah asli cerita ini.

Mengapa akhir akhir ini ingatan ku tentang cerita asli novel ini pudar? aku seperti mulai melupakan cerita asli nya.

"Kenapa kamu diam? ada yang menganggu mu?" tanya Damian.

"Tidak ada."

Aku harus berusaha terus mengingat cerita ini agar tidak salah langkah. Ayo Siena kamu pasti bisa mengingat siapa dalang korupsi di kota ini.

Siena yang berusaha mengingat tampak membuat Damian khawatir karena sikap Siena yang berubah aneh tiba-tiba, Siena tidak bisa mengingat siapa dalang nya karena ingatan nya mulai pudar.

"Siena kamu yakin tidak ada masalah?" tanya Damian sekali lagi.

"Aku hanya memikirkan sesuatu namun aku sama sekali tidak bisa mengingat nya, seperti nya ingatan ku sedikit kacau," ujar Siena dengan nada ragu.

"Perlu aku panggil tabib sekarang?"

"Tidak aku baik baik saja."

Astaga kenapa ingatan ku sangat aneh hari ini, aku melupakan sebuah masalah penting sekarang, bagaimana cara ku membantu anak-anak malang itu?

"Aku kembali ke kamar duluan, Terima kasih atas makanan nya."

Siena melangkah pergi ke kamar nya membuat Damian kembali khawatir dengan sikap Siena.

"Ada apa dengan dia? dia selalu saja membuat ku khawatir."

"Tuan Duke maaf menyela seperti nya Nyonya Duchess mungkin merasa kesepian dia selalu pergi seorang diri, bagaimana jika kalian berdua pergi bersama?"

"Saya sangat sibuk, tidak punya waktu untuk pergi bersama Siena."

...........

Terpopuler

Comments

Armyati

Armyati

akhirnya up jg kak author 😍🙏 mkcieh byk kak ditunggu kelanjutannya 🤗 semangat semangat semangat 💪💪💪

2024-11-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!