Ketiga sudah sampai dirumah sakit , Dewa berjalan duluan seraya menggandeng erat tangan istrinya , sedang Siska berjalan sendirian dibelakang mereka .
Hatinya benar-benar merasa nyeri melihat bagaimana posesifnya Dewa pada sang istri . Pikirannya tiba-tiba melayang mengingatkan kenangan manis yang pernah ia dapatkan dari Dewa .
Jujur , pria yang tengah menggandeng tangan istri nya itu adalah tipe pria yang setia pada pasangannya . Ia tak akan main-main dengan perasaannya jika sudah menemukan wanita yang mampu meluluhkan hati nya .
Saat ketiga nya hendak masuk kedalam ruang rawat Bunga , tak sengaja berpapasan dengan Eyang Wijaya dan Mama Dewi .
"Dewa.. Bulan ?" panggil mama Dewi memastikan jika yang ia lihat adalah putra nya dan juga menantu nya .
"Mama ? mama ngapain kenapa disini?" tanya Bulan lalu mencium punggung tangan mertua nya dan juga Eyang Wijaya .
"Mama antar Eyang cek kesehatan sayang , kalian ngapain disini ? Siapa yang sakit ?" cecar mama Dewi
Kedua nya terdiam tak ada yang menjawab , hingga mata mama Dewi tak sengaja melirik Siska yang berdiri dibelakang Dewa .
"Siska ?" ucap Mama Dewi lirih
Siska yang sedari tadi menunduk , kini mendongak menatap mama Dewi yang masih berstatus mertua nya .
"Iy-iya mah .." sahut Siska terbata-bata
Mama Dewi langsung mendekati Siska dan memeluk nya ."Kamu apa kabar nak ? Kemana aja kamu selama ini ? Kita semua nyariin kamu ".
Siska membalas pelukan mama Dewi , tangis yang ia tahan-tahan akhirnya tumpah juga . Ia juga bahagia bisa melihat mama mertua nya yang masih menyayangi nya .
"Siska baik mah , mama gimana kabar nya ?" ucap Siska lalu melepas pelukan mama Dewi dan menghapus air mata nya.
"Mama baik sayang .."
Bulan yang melihat interaksi kedua nya pun hanya bisa meremat jari nya . Meskipun Mama Dewi juga menyayangi nya sebagai menantu tapi tetap saja rasa iri seketika timbul dilubuk hati nya .
Hingga suara deheman dari Eyang mengalihkan atensi semua nya .
"Dewa .. Bulan , kenapa kalian disini ? Apa ada yang sakit ?" Eyang Wijaya bersuara setelah sedari tadi hanya terdiam .
"Anak Dewa sakit yang ". Jawab Dewi
"Anak ?" pekik Mama Dewi terkejut
"Kamu hamil sayang ?" sontak mama Dewi mengalihkan pandangannya pada Bulan .
"Enggak mah , maksud mas Dewa anak dari mbak Siska ". Ucap Bulan lirih
"Maksud nya ? Siska punya anak dengan Dewa , begitu ?" tanya Mama Dewi memastikan
"Iya mah ". Kali ini Siska yang menjawab
Bola mata Mama Dewi membulat tak percaya , bahkan saking syok nya ia sampai membungkam mulutnya dengan telapak tangan .
"Dimana cucu Oma ? Dia sakit apa ?" cecar mama Dewi
Bergegas Siska melangkahkan kaki nya dan mendorong pintu ruang rawat yang ada disamping tempat mereka mengobrol .
Ceklekkk ...
"Mama ..." seru seorang gadis kecil berusia 8 tahun dengan selang infus yang menancap dipunggung tangan mungil nya dengan bibir yang pucat .
Semua orang langsung mengalihkan pandangannya menatap gadis kecil itu yang wajah nya mirip sekali dengan Dewa .
Sejenak jantung Dewa merasakan getaran kuat kala melihat buah hati nya untuk pertama kali nya .
"Putri papa .." gumam Dewa lirih bersamaan dengan air mata yang tiba-tiba menetes dari pelupuk mata tajam nya .
Siska segera mendekat dan memeluk putri kecilnya ."Sayang , udah bangun ?"
"Bunga dari tadi nyariin mbak terus , gak mau makan juga ". Kata Ranti pengasuh Bunga .
"Maaf ya sayang , tadi mama jemput papa dulu kesini ". Ucap Siska
Mendengar kata 'papa' , seketika Bunga mengurai pelukan mama nya dan menatap Dewa dengan tatapan penasaran .
"Apa dia papa Bunga mah ?" tanya Bunga dengan begitu polos nya .
Siska menoleh melirik kearah Dewa , dan Dewa segera melangkahkan kakinya lebar kearah Bunga dan langsung memeluk erat putri kecil nya itu .
Bulan, mama Dewi dan Eyang juga ikut masuk kedalam ruang rawat Bunga .
"Sayang , my princess ... ini papa sayang ". Ucap Dewa dengan lembut seraya mengecupi puncak kepala Bunga berkali-kali .
"Papa kemana saja ? Bunga kangen sama papa ". Ujar Bunga
"Maaf sayang , maaf jika papa baru bisa ketemu Bunga sekarang . Papa juga kangen sama Bunga ". Kata Dewa sendu .
Bulan dan mama Dewi yang melihat interaksi anak dan ayah itu hanya bisa menangis terharu dan juga menyunggingkan senyum tulus .
"Jangan pergi lagi ya pa , Bunga pengen ditemenin papa terus ". Pinta Bunga
"Gak akan sayang , papa akan disini terus temenin putri kecil papa ". Ucap Dewa
Bunga melepas pelukan itu lalu mengangkat jari kelingking nya dihadapan Dewa . "Janji ya pah ?"
Dewa membalas nya dengan cara menautkan jari kelingkingnya yang besar pada jari mungil Bunga ."Janji sayang ".
Bunga melirik kearah Mama Dewi , Eyang Wijaya dan juga Bulan .
"Papa mereka siapa ?" tanya Bunga
"Dia Oma Dewi , nenek nya Bunga ... Yang duduk dikursi roda itu Eyang buyut Wijaya , dan yang berdiri disebelah Oma itu --"
"Haii cantik , Aunty boleh kenalan ?" ujar Bulan menyela ucapan suami nya . Dan berjalan mendekati ranjang Bunga dan berdiri disamping Dewa .
"Boleh , Aunty cantik banget sama kayak Mama .." puji Bunga
"Oh iya ? Tapi seperti nya lebih cantikan mama Siska deh dari pada Aunty .." ucap Bulan merendahkan diri
"Iya Aunty , Bunga gak bohong ,Aunty cantik banget . Nama Aunty siapa ?" tanya Bunga
"Makasih sayang ... Nama Aunty Bulan" sahut Bulan lalu mencubit lembut pipi Bunga .
"Terus aunty ini siapa nya papa ? Tadi Bunga lihat papa gandengan tangan Tante erat banget ". Kata Bunga mengungkapkan apa yang dilihat nya .
Bulan terdiam tak menjawab pertanyaan Bunga , hati kecilnya tak tega jika ia harus mengatakan jika dia adalah istri papa nya .
Dewa yang paham akan perubahan ekspresi sang istri langsung menarik tangan istri nya dan menggenggam nya erat .
"Bunga boleh papa beritahu sesuatu ?"
Bulan menoleh menatap wajah Dewa seraya menggelengkan kepala nya , agar pria itu tak memberitahukan yang sebenarnya . Ia takut gadis kecil ini akan membenci dirinya ataupun papa nya . Padahal Bulan bisa melihat dengan jelas tadi jika gadis kecil ini sangat bahagia bisa bertemu papa nya .
Apa Dewa akan tega mengatakan yang sebenarnya ?
"Mas jangan ..." pinta Bulan lirih sambil menggelengkan kepala nya pelan . Seolah memohon pada Dewa agar tak mengatakan semua nya sekarang .
"Kasih tau apa pah ?" tanya Bunga penasaran .
Tapi Dewa semakin meremat kuat tangan Bulan yang berada dalam genggamannya . Pria itu menatap dalam Bulan mengisyaratkan jika semua nya akan baik-baik saja .
Dewa menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan .
"Bunga sayang, sebenar nya aunty Bulan itu ...."
.
.
.
Haiii , jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ... Terimakasih 🌹♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Erna Wati
mengalahkan saja bulan sakit hati yg ada nanti biarkan dewa bahagia bersama anak nya
2025-01-21
0
Ariastini
kasihan bulan,tinggalin aja dewa,biar dewa menyelesaikan masa lalunya dulu dengan Siska,aq sampai nangis bacanya 😭😭
2024-08-17
4
Alisa Erlani
jdi rumit harus nya kmu dewa sbelum memulai sesuatu mslh lma d selesaikan dlu ini msa lalu belum selesai udah mulai yg bru jdi bingung bulan pastinya bakalan mengalah klau dewa mau kmbli ke masa lalu tp misalnya itu terjadi mudah2an bulan dptkan kebahagiaan nya lebih dri waktu bersama dewa
2024-08-16
1