"Sayang ..." panggil seorang pria dari belakang Ira sembari mendorong troli dan menggendong bayi .
Dewa dan Ira menoleh bersamaan , ternyata dia adalah Bima suami Ira sekaligus teman kuliah Dewa .
"Kenapa gak nungguin aku , langsung pergi gitu aja " sungut Bima , kemudian menatap Dewa .
"Hei bro apa kabar ?" Bima lalu mengepalkan tangan nya tos dengan tangan Dewa .
"Seperti yang kau lihat ". Jawab Dewa singkat
"Ku dengar hari ini kau menikah , selamat atas pernikahan mu ". Ujar Bima
"Hm , terimakasih .."
"Hubby , Dewa tadi bilang nikah nya bukan dengan Ghania " sela Ira
"Serius ? Lalu dengan siapa ? Apa pernikahan mu batal ? Malang sekali nasib mu Wa" celetuk Bima
Dewa yang mendengar itu berdecak kesal , Bima bertanya tanpa ada jeda titik koma . Mirip perempuan jika sudah bergosip .
"Aku tetap menikah , tapi bukan dengan wanita itu ". Kata Dewa , ia enggan menyebut nama mantan kekasih nya itu .
Hati Dewa terlalu kecewa dengan kepergian Ghania disaat detik-detik ia akan mengucapkan janji suci , dan itu sukses membuat Dewa serta keluarganya hampir saja kehilangan muka jika saja Dewa tak menarik Bulan untuk ia jadikan sebagai ganti mempelai pengantin wanita nya .
"Lalu dengan siapa ?" tanya Bima penasaran
"Nanti kau akan tahu ". Sahut Dewa lalu maju mendorong troli dan mengangkat belanjaannya diatas meja kasir .
"Totalnya 3 juta rupiah pak .." kata kasir
Dewa segera meraih dompet dan mengeluarkan kartu debit milik nya . Lalu Dewa meraih tas belanjaannya kemudian melenggang keluar dari supermarket .
Dewa langsung meletakkan tas belanja nya di bagasi belakang mobil . Setelah itu Dewa masuk kedalam kursi kemudi , dan mulai melajukan mobil nya keluar dari parkiran basement .
Sedang didepan pintu supermarket , Bima dan Ira berdiri saling pandang menatap mobil yang Dewa kendarai .
"Sayang , aku penasaran siapa istri Dewa ". Ujar Bima
"Kamu jangan macam-macam yaa hubby, apa kamu berniat menikung Dewa ?" ketus Ira
"Mana mungkin , Kamu saja sudah cukup sayang ". Sahut Bima lalu mencubit gemas dagu istrinya
"Ahh hubby .." ucap Ira seraya memalingkan wajah nya karena malu .
Ira adalah sepupu Dewa , anak kedua dari Tante Leni . Dan Tante Leni adalah adik kandung mama Dewi .
Eyang Wijaya adalah ayah kandung dari papa Andra , dan papa Andra memiliki satu saudara perempuan yang bernama Melani .
.
.
.
Kini mobil yang Dewa kendarai telah sampai di rumah mewah miliknya , Dewa segera memasukkan mobil nya kedalam garasi setelah itu ia meminta Asisten Rei untuk mengambil barang belanjaannya dan membawanya masuk kedalam rumah .
Dewa bergegas menaiki lantai dua , dimana kamar utama miliknya berada . Dengan perlahan Dewa mendorong pintu kamar , takut membangunkan istrinya jika masih tidur . Sayang nya , Dewa tak melihat Bulan diatas ranjang .
"Kemana gadis itu ?" gumam Dewa seraya menutup kembali pintu nya .
Hoekk..
Hoekk ..
Dewa mengernyitkan kening nya ketika mendengar suara orang muntah dikamar mandi , buru-buru Dewa melangkahkan kaki nya ke kamar mandi . Dewa melihat Bulan sedang muntah di wastafel , dengan telaten tangan kekar nya memijat tengkuk Bulan .
"Minggir om , ini menjijikan ..." pinta Bulan tanpa menolehkan kepala nya tapi ia tau jika Dewa lah yang sedang memijat tengkuk nya .
"Kau ini kenapa ? Belum ku sentuh tapi sudah muntah-muntah , jangan bilang kau hamil dengan orang lain ?" tuduh Dewa seraya memicingkan mata nya menatap Bulan lewat pantulan cermin .
Bulan langsung membasuh bibir nya dan segera berbalik badan .
Plakkk ...
"Sembarangan ! Bulan masih perawan ting-ting yaa ". Sahut Bulan tak terima seraya memukul lengan Dewa .
"Ya bisa saja kamu bilang nya gitu , jaman sekarang mana ada gadis perawan . Luar nya saja kelihatan lugu tapi dalam nya sudah pro ". Ucap Dewa dengan santai nya
Bulan berdecih tak terima , ia langsung melenggang keluar tanpa mengucapkan terimakasih pada Dewa .
Dewa segera menyusul Bulan keluar dan tanpa diduga , Bulan melepaskan selimut yang membungkus tubuh nya tadi tepat dihadapan Dewa .
"Heii ... Heii ... Apa maksud mu ?" teriak Dewa sembari berkacak pinggang dan menunjuk Bulan dengan sebelah tangannya .
Bulan memutar badannya juga berkacak pinggang seolah menantang Dewa . "Kenapa ?" sahut Bulan dengan wajah tengil nya .
Dewa melangkah mendekat , sontak Bulan memundurkan langkah nya hingga jatuh telentang diatas kasur . Dewa langsung melompat dan menindih tubuh ramping Bulan .
"Minggir om .." pekik Bulan sambil mendorong tubuh kekar Dewaa
"Kamu ngapain nantangin saya ? sudah siap saya bobol gawang perawanmu itu hm?" ujar Dewa sembari tersenyum miring dan menaikkan sebelah alisnya .
"Bukannya tadi om bilang kalo gadis jaman sekarang gak ada yang perawan , jujur aja saya juga sudah gak perawan ". Ucap Bulan berbohong .
"Berarti udah pro kan ? Mau coba rudal saya juga ?" goda Dewa sambil memainkan alisnya naik turun .
"Boleh , tapi gak gratis om . Semua yang sudah pernah berhubungan dengan saya harus ada imbalannya ". Ujar Bulan tangannya terangkat mengusap dada bidang Dewa.
Dewa menggeram tertahan kala jemari lentik Bulan seolah memancing kembali gairah nya . Sial , ternyata istri kecilnya ini benar-benar menantang nya .
"Ambil semua yang kamu mau , uang ? Rumah ? Mobil ?" tawar Dewa
"Bulan gak butuh itu semua ".
"Mau kamu apa ?" tanya Dewa sambil memejamkan mata nya tatkala jemari Bulan semakin nakal bermain hingga kepusar .
"Jiwa dan raga om , apa om sanggup ?" ucap Bulan lalu mendongak menatap wajah tampan Dewa yang sudah diselimuti kabut gairah .
"Baiklah akan saya berikan , tapi berikan hak saya sekarang ". tutur Dewa kemudian mencengkeram pergelangan tangan Bulan dan menatap dalam mata bulat istrinya .
"Gak jadi lah om , semua lelaki sama saja . Bilangnya dikasih tapi nanti juga diambil lagi ". Bulan lalu mendorong tubuh kekar Dewa dan melepaskan tangannya dari tangan Dewa kemudian ia beranjak dari ranjang .
Dewa membulatkan matanya , Bulan seperti mempermainkan diri nya yang sudah terlanjur bergejolak hingga ke ubun-ubun . Dewa langsung menarik tubuh Bulan dan mengungkung nya kembali .
"Kamu jangan mempermainkan saya Bulan ". Tegas Dewa
Bulan yang melihat sorot kemarahan dari mata Dewa , langsung menciut nyali nya . Dewa menatap tajam Bulan seolah-olah tengah menelanjangi gadis itu .
"Kamu yang menawarkan diri untuk saya dan saya berhak atas dirimu karena saya suami mu ". Ucap Dewa dingin
"T-tapi saya tadi hanya bercanda om ". Sahut Bulan terbata-bata karena takut akan kemarahan Dewa .
"Hidup saya terlalu serius untuk kamu ajak bercanda Bulan , saya gak mau tau . Kamu yang sudah pancing naluri saya yang udah saya tahan-tahan ". Kata Dewa
"Gak mau om .. Bulan gak mau kasih kehormatan Bulan pada orang yang gak Bulan cintai ". Teriak Bulan tepat didepan wajah Dewa .
"Jangan berteriak didepan saya Bulan ". Bentak Dewa
.
.
.
Note : hai teman-teman readers semua nya . Bisa author minta sesuatu sama kalian ? Boleh gak kalo misal udah baca karya othor tolong tinggalin jejak . Like atau pun komen , gapapa deh terserah kalian mau komen apa yang penting ninggalin jejak dikarya othor .
Othor sangat berharap banget dukungan dari kalian , karena itu ngaruh banget dikarya yang othor buat . Jadi othor cuma minta tolong teman-teman readers semuanya dengan suka rela mau like atau komen . Boleh komen tentang karakter tokoh atau tata bahasa kepenulisan othor , yang penting komen .
Buat yang udah like dan komen makasih yaa ... Othor sayang kalian banyak-banyak ♥️♥️🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
safana
si bulan mh kaya ngasih ikan sama kucing ya jelas ya jelas kagak bkl tahan
2025-02-13
0
ulfaulya
semangaaat
2025-01-27
0
🍒⃞⃟🦅Rivana84
trus org tua nya Silvia siapa & yg mna thorrr
2024-10-20
0