Setelah berbincang dengan para tetua , Sadewa bergegas menuju kamar nya . Dilihat nya sang istri masih belum sadarkan diri dengan ditemani oleh Mama Dewi dan juga Bunda Via yang duduk disofa sudut kamar .
"Belum sadar juga mah ?" tanya Dewa pada Mama Dewi .
"Belum Wa , padahal sedari tadi mbak Via juga udah ngecek kondisi nya terus ". Jawab mama Dewi
Dewa menghela nafas pelan lalu duduk di sisi ranjang , tangan kekar nya meraih jemari lentik istri nya .
"Nak Dewa ..." panggil Bunda Via
Dewa menoleh menatap Bunda Via ."Ya bunda ?"
"Boleh Bunda tanya sesuatu sama kamu nak ?" ucap Bunda Via lembut
"Silahkan bunda ".
Bunda Via menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan , mata nya melirik ke arah mama Dewi kemudian beralih menatap Dewa .
"Kenapa kamu memilih Bulan untuk kamu jadikan pengganti nya , padahal disana tadi masih banyak wanita-wanita cantik dan sebaya umurnya dengan kamu ?". Tanya Bunda Via hati-hati takut menyinggung perasaan Dewa maupun mama Dewi
"Tak ada alasan yang bisa Dewa berikan sebagai jawaban dari pertanyaan Bunda . Dewa hanya mengikuti naluri dari hati Dewa , Bunda . Mungkin memang Bulan ditakdirkan Allah untuk menjadi istri Dewa , meskipun dengan cara yang seperti ini ". Ucap Dewa menjabarkan perasaannya
"Tapi Dewa janji , akan berusaha menjadi suami yang menyayangi dan bertanggung jawab atas segala hidup Bulan ", imbuh nya
"Apa ucapan mu bisa Bunda pegang nak ?" ujar Bunda Via
"Insya Allah bunda ". Sahut Dewa tegas .
"Mama juga berharap begitu Wa , semoga kamu bisa menepati janji mu itu ". Sela mama Dewi
Dewa mengangguk seraya mengulas senyum tipis .
.
"Bunda ..." lirih Bulan kemudian mengerjapkan kedua matanya
"Bunda disini sayang " sahut Bunda Via lalu beranjak dari duduk nya dan mendekati ranjang
Dewa yang mendengar suara Bulan , langsung memutar badannya dan menatap pemilik bulu mata lentik itu .
"Bunda.." ucap Bulan lalu berusaha bangun dari dan bersandar pada headboard ranjang . Tiba-tiba dirinya kembali menangis karena teringat akan kejadian dia yang dinikahkan oleh Sadewa tadi .
"Cup .. Sayang ". Ujar Bunda Via kemudian memeluk Bulan dan mengusap punggung putri nya lembut .
"Bulan gak mau nikah Bunda .. Via pengen ngejar cita-cita Bulan " Bulan sesegukan dipelukan Bunda Via
"Bunda paham sayang .."
Dewa yang mendengar itu tertegun , tenggorokannya seakan sulit untuk menelan ludah nya .
Apa tindakan nya salah , telah menikahi gadis muda yang tengah berpelukan dengan mertua nya itu? Batin Dewa
"Bunda , boleh tinggalkan kami berdua ?" pinta Dewa
Bunda Via segera mengurai pelukannya dan mengangguk .
"Sayang , bunda keluar sebentar ya .. Sudah jangan nangis lagi ". Ucap Bunda Via lembut seraya menghapus air mata yang masih membasahi pipi mulus putri nya .
Bulan menggeleng kepala nya kuat dan memegang tangan Bunda Via erat."Gak mau bunda , jangan tinggalin Bulan sendiri "
Bunda Via segera melepas genggaman tangan itu lalu melangkah keluar dari kamar Sadewa bersama dengan mama Dewi .
Sadewa segera menutup pintu kamar nya dan mengunci nya , kemudian ia kembali melangkah mendekati ranjang .
"Om Dewa jahat , kenapa nikahin Bulan ? Bulan gak cinta sama om Dewa... Bulan masih mau ngejar cita-cita Bulan om , tolong lepasin Bulan ".Mohon Bulan seraya menangkup kan kedua tangannya memohon pada Dewa .
Dewa yang melihat itu langsung menarik tubuh ramping Bulan lalu memeluknya erat .
"Maafkan saya Bulan , maafkan saya ..." ucap Dewa sembari mengecupi puncak kepala Bulan berkali-kali .
"Apa salah Bulan Om ? Kenapa Om tega renggut masa depan Bulan ?"
Bulan terisak-isak dalam dekapan Dewa , bahkan Bulan juga memukul-mukul dada bidang Dewa .
Dewa diam tak membalas , ia biarkan istrinya itu melampiaskan kemarahan serta kekecewaannya . Dewa hanya terus mengusap punggung Bulan memberikan ketenangan pada gadis itu , setelah dirasa Bulan mulai tenang . Dewa segera mengurai pelukannya dan menghapus air mata Bulan dengan ibu jari nya .
Dewa kecupi mata sembab Bulan dengan dalam .
"Maaf jik saya menikahi mu dengan cara seperti ini. Tapi semua ini juga demi menutupi reputasi keluarga saya .." ucap Dewa
"Om bisa berpikir menjaga reputasi keluarga Om sendiri , tapi Om gak bisa mikir kalo tindakan om udah ngehancurin masa depan orang lain ". Teriak Bulan menggebu-gebu
"Saya gak hancurin masa depan kamu , kamu tetap masih bisa kejar cita-cita mu . Hanya status mu saja yang berubah sekarang , dengar ..." Dewa mencengkeram kedua bahu Bulan dan menatap intens wajah cantik sang istri .
" Saya tidak akan menyentuh mu selama kamu menjadi istri saya , saya juga bebasin kamu bergaul dengan siapapun asal kamu tau batasan sebagai istri , hm?" ucap Dewa tegas
"Tapi om-"
"Tapi apa ?" sela Dewa
"Aku gak mau orang-orang tau tentang pernikahan ini , terutama teman-teman bulan " ujar Bulan sendu
"Kita bisa sembunyikan pernikahan ini , hm.."
"Tapi Bulan gak siap om , Bulan juga gak cinta sama om . Mending kita cerai saj-.."
Belum selesai Bulan berbicara, bibir nya dilumat habis oleh Dewa .
"Jangan ucapkan kata itu , saya tidak suka dan saya tidak segan-segan memberikan kamu hukuman jika bicara seperti itu lagi , kau paham ?" ucap Dewa menatap dingin ke arah Bulan .
Bulan hanya menganggukkan kepala nya paham .
"Good girl . Sekarang kita mulai jalani pernikahan ini dengan semesti nya . Dan hari ini kamu juga ikut tinggal bersama saya ". Ujar Dewa
Bulan hanya pasrah meskipun didalam hati nya ingin memberontak .
Dewa tersenyum tipis melihat istri nya itu penurut .
Dewa juga berharap semoga pernikahannya dengan gadis muda didepannya ini bisa menjadi pernikahan pertama dan selama nya .
"Mau keluar sekarang ?" ajak Dewa
Bulan mengangguk , kemudian Dewa mengulurkan tangannya agar Bulan berpegangan .
"Istriku ..." ucap Dewa lirih seraya mengecup sayang kening Bulan .
Bulan yang diperlakukan seperti itu merasa canggung . Selama ini belum pernah ada seorang pria selain Ayah Harsa yang berani mencium nya seperti apa yang Dewa lakukan .
Dan Dewa juga orang pertama yang mencium bibir nya .
Oh , astaga Dewa sangat beruntung sekali !
Sudah dapat istri daun muda , masih segel seluruh tubuh nya .
"Bulan .." panggil Dewa saat ia akan meraih handle pintu dan membuka nya
"Ya om ?" jawab Bulan pelan
"Bisa tidak jangan panggil saya om . Sekarang saya suami mu ". Ujar Dewa
"Mau panggil apa ? Bulan udah terbiasa panggil Om sama seperti Silvia ". Ucap Bulan
"Terserah mau panggil apa asal jangan om . Saya berasa seperti pedofil ". Kata Dewa
"Bukankah memang fakta nya ?" celetuk Bulan
Dewa yang mendengar itu membulatkan mata nya lalu menunduk menatap wajah Bulan .
Tinggi badan Bulan yang hanya sebatas lengan Dewa , membuat Bulan seperti berdiri disamping Gapura .
"Apa kamu bilang ? Coba bicara sekali lagi ?"
"Om kan memang pedofil .."
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
safana
ya wajar wajar aja sih menikah meskipun terpaut jauh usia mereka tapi semuda apa usia istrinya tetap harus melayani nya
2025-02-13
0
Raufaya Raisa Putri
waduhh... first kiss ny ngg berkesan
2024-12-12
0
🍒⃞⃟🦅Rivana84
ngopi dulu thor😁
2024-10-20
0