Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Eyang Wijaya , sontak Dewa menghentikan aktivitasnya lalu mendongak menatap wajah Eyang Wijaya yang masih tampan meski usianya sudah tak lagi muda .
Dewa menarik nafas lalu menghembuskannya kasar .
"Dewa tak ingin lagi membahas tentang wanita itu Yang , dan tolong jangan pernah mengucapkan nama wanita itu didepan Dewa maupun Bulan . Dewa baru berusaha membuka hati untuk Bulan dan menerima pernikahan ini Yang. Jadi Dewa mohon pengertiannya Yang , dan itu juga berlaku untuk seluruh keluarga tanpa terkecuali ". Ucap Dewa dengan lugas
"Baik Eyang mengerti Wa , memang sebaiknya seperti itu. Kamu juga harus menyayangi dan mencintai istri mu seperti Eyang yang sudah menganggapnya cucu jauh sebelum kalian menikah , kau paham Wa ?" Kata Eyang Wijaya
"Hm.. Dewa paham Yang ".
"Ya sudah , Eyang mau istirahat dulu ". Pamit Eyang Wijaya kemudian beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar .
Papa Andra juga langsung berdiri dan mendekati putra nya , menepuk pelan bahu Sadewa .
"Papa percaya sama kamu Wa .." ucap Papa Andra lalu berbalik badan dan masuk kedalam kamar nya .
Dewa meraup kasar wajah nya seraya menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa , matanya terpejam sesaat ketika merasakan sesak yang tiba-tiba menghujam jantungnya.
"Aargghh .." teriak Dewa frustasi sembari mengacak-acak rambutnya .
"Mas .." panggil Bulan pelan sambil menepuk pelan bahu suaminya
Dewa menoleh ."Sayang " , ia langsung berdiri dan menarik tangan Bulan .
"Ada apa hm?" ucap Dewa lembut , terlihat istrinya itu syok karena mendengar teriakannya .
"Tadi Bulan disuruh mama buat panggil mas , papa sama Eyang . Makan siang sudah siap ". Jawab Bulan lirih
"Biar mas yang panggil , kamu tunggu saja diruang makan ". Titah Dewa dan diangguki oleh Bulan.
Dewa tersenyum tipis lalu mencuri kecupan dibibir Cherry milik Bulan.
"Mas..". cicit Bulan , matanya menyisir keadaan sekitar takut ada yang melihat Dewa ketika mencium nya .
Dewa hanya terkekeh pelan seraya mengusap puncak kepala Bulan , kemudian ia bergegas memanggil Eyang Wijaya dan juga Papa Andra . Sedang Bulan langsung kembali ke dapur.
"Udah kamu panggil nak ?" tanya Mama Dewi sambil menata makanan diatas meja
"Udah mah , tapi mas Dewa bilang biar dia saja yang panggilin Eyang sama Papa ". Jawab Bulan
"Ya sudah , sini bantuin mama tata piringnya ". Pinta Mama Dewi
Bulan segera mendekati mama Dewi dan membantu nya .
Tak berselang lama para pria datang dan duduk dikursi masing-masing . Eyang Wijaya duduk dikursi paling ujung , sedang Dewa dan papa Andra duduk berhadapan dan nanti kedua istrinya akan duduk disamping suaminya masing-masing .
"Wah , masak apa mah ?" tanya Papa Andra
"Soto medan pah ". Kata Mama Dewi
"Kesukaan kita semua nih ". Ucap Papa Andra
"Iya pah , yang masak Bulan loh pah . Cobain deh ". Mama Dewi langsung mengambilkan makan untuk Papa Andra dan juga Eyang Wijaya .
Dewa yang melihat Bulan hendak mengambilkan makan untuknya , langsung memegang tangan gadis itu. "Sayang , nanti biar mas ambil sendiri saja ". Ucapnya lembut
"Tapi mas ..."
Dewa tak menjawab dan segera mengambil makan untuknya dan juga Bulan .
"Makasih mas , harusnya Bulan yang ladenin mas Dewa . Bukan mas Dewa yang ladenin Bulan ". Ujar Bulan lirih
"Gapapa , mas lagi belajar jadi suami yang pantas buat kamu . Ayo makan ". Ucap Dewa lalu menaruh piring makanan dihadapan Bulan seraya menyunggingkan senyum tampannya .
"Wah mah , ini enak banget sotonya ". Puji papa Andra
"Iya , Eyang juga belum pernah ngrasain soto medan seenak ini ". Kata Eyang Wijaya menyahut ucapan Papa Andra
Sontak Bulan langsung menoleh menatap Papa Andra dan Eyang Wijaya bergantian sembari tersenyum . Dia bernafas lega , ternyata keluarga suaminya menyukai masakannya . Meskipun ia masih perlu banyak belajar tentang memasak .
"Benerkan kata mama , masakan Bulan memang paling enak . Mama juga gak nyangka kalo bakal punya mantu pinter masak begini ". Mama Dewi juga memuji masakan Bulan .
Dewa yang mendengar itu juga menyunggingkan senyum senang , Mama dan papa nya begitu terbuka menerima kehadiran Bulan sebagai menantu nya . Tak membanding-bandingkan gadis itu dengan yang lainnya.
"Mas juga mau dimasakin kayak gini tiap hari .." bisik Dewa
"Boleh , apapun buat mas Dewa .." sahut Bulan
Dewa langsung mengecup puncak kepala Bulan dengan sayang . Ternyata Tuhan memberikan dia kebahagian setelah ia rasakan kekecewaan .
Ditinggal pergi saat pernikahan berlangsung justru menjadikan keberkahan buat Dewa . Dia bisa mendapatkan gantinya seorang gadis cantik dan lemah lembut seperti Bulan .
.
.
Selesai makan siang , semua orang kembali kamarnya masing-masing termasuk Bulan yang kini sudah ada didalam kamar milik suaminya .
Nuansa kamar yang bercat abu-abu serta wangi parfum maskulin milik Dewa , begitu mendominasi kamar . Didalam kamar juga terdapat beberapa koleksi mobil mainan yang harga nya mungkin sampai puluhan juta yang tersusun rapi dilemari kaca .
"Astaga ternyata mas Dewa juga seorang kolektor ". Gumam Bulan ketika dia melihat-lihat koleksi milik Dewa .
Tak berselang lama suara pintu kamar terbuka .
Ceklekk ...
"Sayang , mas kira kamu tidur jadi mas buka pintu nya pelan ". Kata Dewa lalu menutup kembali pintu nya dan segera menghampiri istrinya.
"Gak bisa tidur mas , kamar mas Dewa gelap . Bulan takut nanti kalo ada hantu gimana ". Selorohnya
Dewa tertawa kencang mendengar ucapan istrinya . Mana ada hantu siang-siang begini , pikir Dewa .
"Loh , kamu gak tau kan ?" ucap Dewa mencoba menakut-nakuti istrinya
"Tau apa mas ?" tanya Bulan penasaran
"Disini memang ada hantu nya .." kata Dewa dengan wajah serius
Seketika Bulan langsung memeluk erat tubuh tegap Dewa ."Mas Dewa jangan bercanda ya , gak lucu tau ". Sungutnya
"Mas serius sayang .. Sini " Dewa melepas pelukan itu dan segera menarik tangan Bulan .
"Gak mas , Bulan gak mau .."
"Sebentar saja , hantunya tadi bisikin mas kalo mau kenalan sama kamu .."
"Gak mau mas " Tolak Bulan dengan wajah yang sudah ketakutan .
"Sebentar saja sayang " Dewa langsung menarik tangan Bulan dan berdiri dihadapan cermin besar disudut kamarnya .
"Sayang coba lihat cermin itu .." pintanya
Bulan menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk erat tubuh Dewa serta menenggelamkan wajahnya didada bidang suaminya.
Sebenarnya Dewa menahan tawanya melihat ekspresi ketakutan dari wajah istri nya . Gemas sekali rasanya.
"Ada mas sayang , gak usah takut . Ayo lihat sebentar saja cerminnya . Hantunya mau bilang sesuatu nih .." bujuk Dewa
Dengan terpaksa Bulan melepas pelukan itu lalu menatap cermin yang ada dihadapannya ini. Dewa bertepuk tangan dua kali dan seketika lampu menyala dengan sendirinya .
Dewa langsung memegang kedua bahu istrinya , lalu ia sedikit membungkuk dan menyandarkan kepalanya dibahu Bulan . Tangan kekarnya melingkar memeluk tubuh ramping gadis itu , dengan wajah yang ia jajarkan dengan wajah Bulan .
"Lihat sayang , wajah cantik mu sudah begitu menghantui hati dan pikiran mas , sampai mas gak ada bosan-bosannya memandingi ciptaan Tuhan yang indah ini ... I love you Rembulan Anjani " ucap Dewa tulus kemudian ia mencium pipi mulus Bulan .
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak like dan komen. .. terimakasih ♥️🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Tyaz Wahyu
pesan 1 kloningannya si dewa dong Thor biar setiap hari diajak "perang" trs wuakkkkkkkk
2025-01-05
2
DickyMaya Syahputra
so sweat
2024-12-26
0
🍒⃞⃟🦅Rivana84
secepat itukah kau bisa mencintai Bulan Wa?
2024-10-20
0