Bab 4

Dewa yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya , langsung keluar dari kamar mandi dan mendapati sang istri sudah terlelap tidur dengan kaki yang menjuntai kebawah .

Dewa mendekat dan membenarkan posisi tidur Bulan . Tak lupa Dewa juga menarik selimut untuk menutupi tubuh istri nya , kemudian ia berbalik badan lalu melangkahkan kaki nya menuju ruang walk in Closet , tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Bulan membuat Dewa limbung dan jatuh menimpa tubuh Bulan , dengan sigap Dewa menumpu tubuhnya sendiri dengan sikunya .

Dan Bulan langsung memeluk tubuh kekar Dewa yang masih bertelanjang layak nya memeluk guling .

"Oh shit ! Dia tidur atau hanya pura-pura ?" gumam Dewa menunduk menatap wajah cantik Bulan .

Dengan hati-hati Dewa melepaskan pelukan itu , ia ingin segera memakai baju . Tapi sialnya, Bulan makin mengeratkan pelukannya .

"Damn it, benar-benar menguji iman ku rupa nya kau ?"

Semakin Dewa berontak berusaha melepaskan pelukan itu , Bulan semakin erat pula memeluk nya . Dan ini adalah jurus terakhir Dewa untuk bisa lepas dari Bulan . Dewa menempelkan hidung bangir nya pada mata Bulan lalu menggesekkan nya pelan .

Plakkk ..

Sial , bukannya bangun justru pipi Dewa mendapat hadiah tamparan dari istri nya .

"Aaarggghhh ...." teriak Dewa seketika membuat Bulan terjingkat kaget dan langsung duduk . Kesadarannya bahkan belum sepenuh nya terkumpul .

"Ada apa ? Apa yang terjadi?" tanya Bulan dengan polos nya seraya mengucek kedua mata nya.

Dewa segera bangkit dan berdiri menghadap Bulan dengan berkacak pinggang .

"O-om Dewa ngapain dikamar ku ?"

Dewa berdecak gemas melihat tingkah istri kecil nya . Kemudian Dewa melangkah mendekati Bulan dan bertumpu disisi ranjang dengan lutut kanannya . "Apa maksudmu menguji keimanan saya hm?" ujar Dewa dingin

"Ma-maksud om Dewa apa ? Bulan gak nguji om yaa .. Kita gak lagi ujian agama , kenapa bisa om bilang kalo Bulan nguji keimanan om Dewa?" sahut Bulan masih belum paham dengan keadaan .

"Kamu jangan nantangi saya ya ... Saya bisa saja langgar janji saya kalo kamu masih bertingkah seperti ini ". Tegas Dewa

"Bulan gak bertingkah ya om , Bulan aja dari tadi tidur terus bangun karena denger teriakan Om Dewa . Ngapain sih om Dewa teriak-teriak kayak simpanse kesasar dihutan , ini dirumah om gak usah teriak kan bisa ". Cerocos Bulan terus membela diri .

Dewa membulatkan mata nya mendengar dirinya disebut simpanse oleh istri nya sendiri . Berani sekali Bulan ini . Apa dia gak mikir bisa saja Dewa menghukum nya karena seenaknya mengatai suaminya sendiri seperti itu.

"Kamu ..." geram Dewa seraya menunjuk Bulan dengan jari telunjuk nya . "Aaarghhh bisa mati muda saya kalo begini cara nya ". Dewa mengusap wajah nya dengan kasar merasa pusing dengan kelakuan sang istri .

"Sudah sana mandi , jangan bikin saya naik darah ". Titan Dewa lalu beranjak dari ranjang dan berjalan masuk ke walk in Closet meninggalkan Bulan yang masih bingung sambil menggendikkan kedua bahu nya .

Bulan tak mau ambil pusing dengan ucapan Dewa , ia bergegas turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi .

Dewa yang baru saja selesai mengenakan pakaian langsung keluar dari ganti dan tak mendapati istri nya didalam kamar , tapi Dewa bisa mendengar ada suara orang bernyanyi didalam kamar mandi .

Sembari menunggu Bulan selesai mandi , Dewa memilih duduk disofa dan memainkan ponsel nya . Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka , menampilkan Bulan yang keluar dengan handuk yang melilit ditubuh ramping nya hanya sebatas dada sampai paha dengan rambut panjang nya yang tergerai basah hingga menetes kelantai .

Dewa mendongak , berusaha menelan ludah nya susah payah . Bangs*t , hanya melihat kemolekan tubuh istri kecil nya bisa membangunkan senjata Laras panjang yang tertutup dibalik celana training nya .

"Cepat pakai baju mu ". Ucap Dewa seraya memalingkan wajah nya menatap ponsel yang ia genggam .

"Bulan gak bawa baju om ". Jawab Bulan

"Sudah saya sediakan didalam sana ". Tunjuk Dewa dengan jari telunjuk nya.

Bulan mengikuti arah jari telunjuk Dewa dan segera menganggukkan kepalanya .

"oke .." Bulan langsung masuk kedalam walk in Closet dan mencari baju yang sudah di sediakan oleh Dewa .

Sedang diluar Dewa buru-buru menghirup udara sebanyak mungkin untuk menetralkan degub jantung nya yang berdetak cepat . Mata nya melirik kearah senjata nya masih membuat sesak didalam celana.

"Sial ... Sial ... Apa aku bisa tahan , sedangkan aku pernah merasakan nikmat nya surga dunia ". Gumam Dewa kemudian ia meraup wajah nya kasar dan menyenderkan tubuh nya disandaran sofa .

.

Didalam ruang walk in Closet Bulan terus saja mencari pakaian yang pas untuk ia kenakan .

"Katanya udah disediain tapi ini apa ? Semua baju kurang bahan begini ..." ujar Bulan berbicara sendiri seraya mengambil salah satu set lingerie berwarna merah menyala .

Bulan bergidik ngeri membayangkan , jika ia harus mengenakan pakaian itu . Bulan menghela nafas pelan , mau tak mau dia harus memakai itu karena didalam lemari khusus wanita hanya pakaian model seperti itu semua .

Bulan mengambil set baju tidur dengan piyama satin yang mungkin bisa menutup bagian inti-inti tubuh nya .

"Oh astaga , ini br* nya kekecilan buat ku " gerutu Bulan lirih

Bulan membuka pintu ruang walk in Closet dan menyembulkan kepala nya keluar . Mata nya menyisir sekitar mencari keberadaan Dewa . Dilihat nya Dewa sedang bersandar disofa dengan memejamkan mata nya .

"Om ..." panggil Bulan

Dewa mendengar istrinya memanggil langsung membuka mata nya dan menoleh menatap Bulan .

Bulan melambaikan tangannya meminta Dewa agar mendekat , Dewa menurut dan segera beranjak dari sofa .

"Apa ?" tanya Dewa

Bulan langsung menarik tangan Dewa agar ikut masuk kedalam walk in Closet .

"Kenapa belum pakai baju ?" ucap Dewa

Dan Bulan segera meraih br* yang tadi ia kenakan untuk diperlihatkan pada Dewa .

"Om , apa tidak ada ukuran yang agak besaran dikit ? Ini gak muat buat aku om , sesak nafas aku kalo pakai ". ujar Bulan

"Coba lihat .." Bulan mempraktikannya dengan menempelkan br* itu di buah dada nya . Dewa yang melihat itu menelan ludah nya susah payah , jakun nya naik turun .

"Gak muat kan ?" imbuhnya

"Pakai saja sementara , besok kita beli yang baru ". Kata Dewa seraya memalingkan wajah nya

Benar-benar menguji keimanan gadis kecil ini . batin Dewa

"Tolong kaitkan om , tangan Bulan gak sampai ". Pinta Bulan lalu memutar badan nya . Kemudian membuka handuk yang melilit ditubuh nya hingga menampakkan punggung putih nan mulus milik nya .

"Oh Damn it ! Apa aku salah jika ku terkam sekarang istri kecil ku ini ? Dia benar-benar membuat senjata laras panjang ku kembali meronta-ronta ". Dewa bermonolog sendiri dalam hati nya

.

.

.

Terpopuler

Comments

safana

safana

katanya gak akan memaksa TPI knapa baju yang di sediakan baju kurang bahan semua om,🤦🤦

2025-02-13

0

Erna Wati

Erna Wati

tahan sabar orang sabar pasti mujur/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/

2025-01-21

0

Linda Wati

Linda Wati

Aduh sabar dong Dewa jgn buru 2

2024-11-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!