Dewa yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya , langsung keluar dari kamar mandi dan mendapati sang istri sudah terlelap tidur dengan kaki yang menjuntai kebawah .
Dewa mendekat dan membenarkan posisi tidur Bulan . Tak lupa Dewa juga menarik selimut untuk menutupi tubuh istri nya , kemudian ia berbalik badan lalu melangkahkan kaki nya menuju ruang walk in Closet , tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Bulan membuat Dewa limbung dan jatuh menimpa tubuh Bulan , dengan sigap Dewa menumpu tubuhnya sendiri dengan sikunya .
Dan Bulan langsung memeluk tubuh kekar Dewa yang masih bertelanjang layak nya memeluk guling .
"Oh shit ! Dia tidur atau hanya pura-pura ?" gumam Dewa menunduk menatap wajah cantik Bulan .
Dengan hati-hati Dewa melepaskan pelukan itu , ia ingin segera memakai baju . Tapi sialnya, Bulan makin mengeratkan pelukannya .
"Damn it, benar-benar menguji iman ku rupa nya kau ?"
Semakin Dewa berontak berusaha melepaskan pelukan itu , Bulan semakin erat pula memeluk nya . Dan ini adalah jurus terakhir Dewa untuk bisa lepas dari Bulan . Dewa menempelkan hidung bangir nya pada mata Bulan lalu menggesekkan nya pelan .
Plakkk ..
Sial , bukannya bangun justru pipi Dewa mendapat hadiah tamparan dari istri nya .
"Aaarggghhh ...." teriak Dewa seketika membuat Bulan terjingkat kaget dan langsung duduk . Kesadarannya bahkan belum sepenuh nya terkumpul .
"Ada apa ? Apa yang terjadi?" tanya Bulan dengan polos nya seraya mengucek kedua mata nya.
Dewa segera bangkit dan berdiri menghadap Bulan dengan berkacak pinggang .
"O-om Dewa ngapain dikamar ku ?"
Dewa berdecak gemas melihat tingkah istri kecil nya . Kemudian Dewa melangkah mendekati Bulan dan bertumpu disisi ranjang dengan lutut kanannya . "Apa maksudmu menguji keimanan saya hm?" ujar Dewa dingin
"Ma-maksud om Dewa apa ? Bulan gak nguji om yaa .. Kita gak lagi ujian agama , kenapa bisa om bilang kalo Bulan nguji keimanan om Dewa?" sahut Bulan masih belum paham dengan keadaan .
"Kamu jangan nantangi saya ya ... Saya bisa saja langgar janji saya kalo kamu masih bertingkah seperti ini ". Tegas Dewa
"Bulan gak bertingkah ya om , Bulan aja dari tadi tidur terus bangun karena denger teriakan Om Dewa . Ngapain sih om Dewa teriak-teriak kayak simpanse kesasar dihutan , ini dirumah om gak usah teriak kan bisa ". Cerocos Bulan terus membela diri .
Dewa membulatkan mata nya mendengar dirinya disebut simpanse oleh istri nya sendiri . Berani sekali Bulan ini . Apa dia gak mikir bisa saja Dewa menghukum nya karena seenaknya mengatai suaminya sendiri seperti itu.
"Kamu ..." geram Dewa seraya menunjuk Bulan dengan jari telunjuk nya . "Aaarghhh bisa mati muda saya kalo begini cara nya ". Dewa mengusap wajah nya dengan kasar merasa pusing dengan kelakuan sang istri .
"Sudah sana mandi , jangan bikin saya naik darah ". Titan Dewa lalu beranjak dari ranjang dan berjalan masuk ke walk in Closet meninggalkan Bulan yang masih bingung sambil menggendikkan kedua bahu nya .
Bulan tak mau ambil pusing dengan ucapan Dewa , ia bergegas turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi .
Dewa yang baru saja selesai mengenakan pakaian langsung keluar dari ganti dan tak mendapati istri nya didalam kamar , tapi Dewa bisa mendengar ada suara orang bernyanyi didalam kamar mandi .
Sembari menunggu Bulan selesai mandi , Dewa memilih duduk disofa dan memainkan ponsel nya . Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka , menampilkan Bulan yang keluar dengan handuk yang melilit ditubuh ramping nya hanya sebatas dada sampai paha dengan rambut panjang nya yang tergerai basah hingga menetes kelantai .
Dewa mendongak , berusaha menelan ludah nya susah payah . Bangs*t , hanya melihat kemolekan tubuh istri kecil nya bisa membangunkan senjata Laras panjang yang tertutup dibalik celana training nya .
"Cepat pakai baju mu ". Ucap Dewa seraya memalingkan wajah nya menatap ponsel yang ia genggam .
"Bulan gak bawa baju om ". Jawab Bulan
"Sudah saya sediakan didalam sana ". Tunjuk Dewa dengan jari telunjuk nya.
Bulan mengikuti arah jari telunjuk Dewa dan segera menganggukkan kepalanya .
"oke .." Bulan langsung masuk kedalam walk in Closet dan mencari baju yang sudah di sediakan oleh Dewa .
Sedang diluar Dewa buru-buru menghirup udara sebanyak mungkin untuk menetralkan degub jantung nya yang berdetak cepat . Mata nya melirik kearah senjata nya masih membuat sesak didalam celana.
"Sial ... Sial ... Apa aku bisa tahan , sedangkan aku pernah merasakan nikmat nya surga dunia ". Gumam Dewa kemudian ia meraup wajah nya kasar dan menyenderkan tubuh nya disandaran sofa .
.
Didalam ruang walk in Closet Bulan terus saja mencari pakaian yang pas untuk ia kenakan .
"Katanya udah disediain tapi ini apa ? Semua baju kurang bahan begini ..." ujar Bulan berbicara sendiri seraya mengambil salah satu set lingerie berwarna merah menyala .
Bulan bergidik ngeri membayangkan , jika ia harus mengenakan pakaian itu . Bulan menghela nafas pelan , mau tak mau dia harus memakai itu karena didalam lemari khusus wanita hanya pakaian model seperti itu semua .
Bulan mengambil set baju tidur dengan piyama satin yang mungkin bisa menutup bagian inti-inti tubuh nya .
"Oh astaga , ini br* nya kekecilan buat ku " gerutu Bulan lirih
Bulan membuka pintu ruang walk in Closet dan menyembulkan kepala nya keluar . Mata nya menyisir sekitar mencari keberadaan Dewa . Dilihat nya Dewa sedang bersandar disofa dengan memejamkan mata nya .
"Om ..." panggil Bulan
Dewa mendengar istrinya memanggil langsung membuka mata nya dan menoleh menatap Bulan .
Bulan melambaikan tangannya meminta Dewa agar mendekat , Dewa menurut dan segera beranjak dari sofa .
"Apa ?" tanya Dewa
Bulan langsung menarik tangan Dewa agar ikut masuk kedalam walk in Closet .
"Kenapa belum pakai baju ?" ucap Dewa
Dan Bulan segera meraih br* yang tadi ia kenakan untuk diperlihatkan pada Dewa .
"Om , apa tidak ada ukuran yang agak besaran dikit ? Ini gak muat buat aku om , sesak nafas aku kalo pakai ". ujar Bulan
"Coba lihat .." Bulan mempraktikannya dengan menempelkan br* itu di buah dada nya . Dewa yang melihat itu menelan ludah nya susah payah , jakun nya naik turun .
"Gak muat kan ?" imbuhnya
"Pakai saja sementara , besok kita beli yang baru ". Kata Dewa seraya memalingkan wajah nya
Benar-benar menguji keimanan gadis kecil ini . batin Dewa
"Tolong kaitkan om , tangan Bulan gak sampai ". Pinta Bulan lalu memutar badan nya . Kemudian membuka handuk yang melilit ditubuh nya hingga menampakkan punggung putih nan mulus milik nya .
"Oh Damn it ! Apa aku salah jika ku terkam sekarang istri kecil ku ini ? Dia benar-benar membuat senjata laras panjang ku kembali meronta-ronta ". Dewa bermonolog sendiri dalam hati nya
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
safana
katanya gak akan memaksa TPI knapa baju yang di sediakan baju kurang bahan semua om,🤦🤦
2025-02-13
0
Erna Wati
tahan sabar orang sabar pasti mujur/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
2025-01-21
0
Linda Wati
Aduh sabar dong Dewa jgn buru 2
2024-11-19
1