Bab 5

"Ayo om , tolongin Bulan .. Tangan Bulan gak sampai ". Pinta Bulan seraya tangannya mencoba mengaitkan br* itu .

Dewa mendekat dan langsung meraih kedua pengait br* , sejenak mata nya terpaku menatap punggung mulus istri nya . Tanpa sadar wajah nya mendekat dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Bulan . Sangat menenangkan dan membangkitkan naluri nya .

"Gak usah pakai br* saja , gak baik buat kesehatan ". Bisik Dewa beralasan

Tubuh Bulan seketika meremang saat terkena terpaan nafas dari Dewa , bulu kuduk nya berdiri .

"Tapi gak nyaman om , Bulan gak terbiasa .." sahut Bulan

Dewa segera memutar tubuh Bulan agar berhadapan dengannya . Mata nya sudah diselimuti kabur gairah .

"Mulai sekarang kamu harus terbiasa hm?" ucap Dewa lembut seraya menarik tubuh Bulan agar menempel pada tubuh kekarnya , lalu tangan Dewa terangkat mengusap kedua lembut punggung mulus Bulan .

"T-tapi om ..."

"Sst , jangan lagi membantah . Nurut kalo dibilangin sama suami . Sekarang saya mau tanya , kamu mau dapat pahala gak ?" ujar Dewa

"Mau om , gimana cara nya ?" sahut Bulan lalu mendongakkan kepala nya menatap wajah tampan Dewa dengan penampilan rambut yang sudah acak-acakan , justru terlihat sexy dimata Bulan .

Dewa tersenyum menyeringai , seolah ada angin segar yang menerpa wajah nya . Istri kecil nya ini terlalu polos atau mungkin pura-pura polos ?

Dewa segera menggendong Bulan ala bridal style dan membawa nya keluar dari ruang walk in Closet .

"Aakhhh om ..." pekik Bulan terkejut , reflek ia mengalungkan kedua tangannya pada leher kokoh Dewa .

Sesampainya dikamar , Dewa langsung membaringkan Bulan dengan hati-hati diatas ranjang . Dewa langsung menarik handuk yang masih menempel menutupi bagian depan istri nya lalu membuang nya kesembarang arah .

"Om malu ..." seru Bulan seraya menutup bagian dada menggunakan kedua tangannya .

Dewa menarik pelan tangan itu ," jangan ditutupi , saya suka lihat nya ".

Tapi Bulan tetap kekeuh berusaha menutupi kedua aset depannya menggunakan selimut , Dewa yang tidak sabar langsung menarik selimut itu dan membuangnya asal . Kemudian Dewa mendorong tubuh Bulan membuat gadis itu jatuh telentang diatas ranjang , Dewa segera mengungkung nya .

"Om lepas .." berontak Bulan

"Jangan bergerak, nanti senjata milik saya bisa nembus punya mu ..." bisik Dewa tepat ditelinga Bulan .

Bulan membulatkan mata nya mendengar Dewa memiliki senjata , ia ketakutan dan diam tak lagi bergerak menuruti ucapan Dewa .

"Om , bisa ditaruh dulu gak ? Bulan takut ". Ucap Bulan lirih

Dewa mengangkat kepala nya menatap Bulan ."Apa yang ditaruh ?" tanya nya

"Senjata nya , katanya om punya senjata . Bulan takut ketembak om ". Ujar Bulan dengan polos nya

Dewa langsung menenggelamkan kembali kepala nya disela telinga Bulan . Rasanya kesal sekali mendengar kepolosan istri kecil nya itu .

"Om .." panggil Bulan

"Hm.." sahut Dewa berdehem

"Bisa minggir gak , badan om Segede gapura kabupaten . Bulan gak kuat om ". Bulan mendorong tubuh kekar Dewa dengan sekuat tenaga karena merasa sesak nafas ditindih oleh Dewa .

"Sebentar saja , 5 menit lagi sampai pusing saya hilang ". Kata Dewa

"Om Dewa sakit ?" tanya Bulan sembari menempelkan telapak tangannya dikening Dewa .

"Tidak , hanya pusing saja karena butuh dilepaskan .." jawab Dewa dengan ambigu

"Ha?? Apa yang dilepaskan om ?" cicit Bulan bingung

"Sudahlah jangan banyak tanya jika tak mau membantu , makin pusing saya dengar kamu terus mengoceh seperti beo ". Ejek Dewa

Bulan mengerucutkan bibirnya sebal karena disamakan dengan burung beo . Enak saja dia cantiknya seperti bidadari kayangan begini kok disamakan dengan burung , apa rabun mata suami nya itu .

.

Tidak seperti yang dikatakan Dewa diawal tadi , bilang nya hanya 5 menit nyata nya sampai 1 jam lamanya untuk Dewa kembali menetralkan naluri pria yang tiba-tiba bergejolak karena melihat tubuh molek sang istri . Dan Bulan , gadis itu justru sudah lelap tertidur dengan tubuh yang masih bertelanjang dan belum sempat mengenakan pakaian serta rambut yang sudah hampir kering .

Dewa bangkit dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istri nya . Kemudian Dewa meraih ponsel nya yang ada diatas nakas , mata elang nya melirik kearah jendela yang belum ditutupi gorden nya .

"Sudah sore ternyata ..." gumam Dewa seraya melirik jam yang menempel didinding .

Bergegas Dewa keluar dari kamar dan menuruni anak tangga . Dewa berniat ingin memasak untuk Bulan , seingat nya tadi dia dan Bulan belum sempat makan siang jadi Dewa berinisiatif membuatkan makan malam untuk mereka berdua .

Dewa membuka lemari pendingin dan melihat bahan apa yang bisa ia gunakan untuk memasak , sayang nya semua bahan-bahan dikulkas sudah habis . Terpaksa Dewa harus keluar sebentar kesupermarket untuk membeli bahan-bahan tersebut .

Meskipun Dewa mempekerjakan banyak maid dirumah nya , jam kerja mereka hanya sampai sore selebihnya mereka harus kembali ke kamar masing-masing yang terletak dipavilliun belakang rumah utama .

Dewa kembali masuk kedalam kamar untuk berganti baju dan mengambil kunci mobil serta dompet , setelah itu ia bergegas keluar rumah menuju supermarket . Tapi sebelum itu Dewa memerintahkan Asisten nya untuk berjaga dirumah jika sewaktu-waktu Bulan bangun dan mencari keberadaan dirinya .

Hanya membutuhkan waktu 30 menit , mobil yang Dewa kendarai sudah sampai diparkiran basement supermarket . Dewa langsung turun dari mobil dan melangkahkan kaki nya masuk kedalam supermarket tapi lupa Dewa juga meraih troli untuk menaruh barang-barang belanjaan nya .

Bergegas Dewa langsung menuju tempat bahan-bahan memasak . Dengan cekatan tangan kekar nya mengambil bahan yang diperlukan , setelah selesai memilih bahan pokok dapur Dewa langsung menuju bagian rak Snack . Dewa pikir istri nya pasti suka ngemil , jadi Dewa berinisiatif untuk membelikan beberapa Snack makanan yang mungkin disukai oleh Bulan .

Dirasa semua nya selesai , Dewa langsung melangkahkan kaki nya menuju kasir . Sembari mengantre Dewa merogoh ponsel nya disaku celana dan mengecek apakah ada pesan masuk dari Asistennya atau tidak .

"Dewa ?"

Mendengar ada yang memanggil nya , Dewa langsung menoleh memutar badannya .

"Kamu ?" tunjuk Dewa pada orang itu

"Ini beneran Dewa ?" tanya orang itu lagi

"Memang yang kau lihat siapa ? hantu ?" sarkas Dewa

Orang itu tanpa aba-aba langsung memeluk Dewa didepan banyak orang yang sedang mengantre dikasir .

"Lepasin Ra , malu dilihatin banyak orang ..." tegur Dewa pada orang tadi yang bernama Ira . Dewa mendorong tubuh Ira agar melepaskan pelukan itu .

Ira langsung melepaskan pelukan itu sembari mengerucutkan bibir nya. "Kamu gak kangen sama aku Wa ?" tanya nya

"CK! Jaga batasan mu Ra . Ingat kamu sudah bersuami ". Peringat Dewa mengingatkan Ira

"Iya-iya aku tau , cuma kaget aja lihat Dewa si workaholic ternyata bisa punya waktu luang meskipun cuma belanja ke supermarket ". Ucap Ira

"By the way , happy wedding .. Selamat atas pernikahan mu dengan Ghania . Maaf gak bisa hadir , kau lihat ini ?" imbuh Ira seraya memperlihatkan perut nya yang menyembul .

"Saya gak jadi nikah sama dia ..." ujar Dewa datar

"Serius ?" pekik Ira

"Hm..."

"Sayang ..." panggil seorang pria dari belakang Ira sembari mendorong troli dan menggendong bayi .

.

.

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!