"Ayo om , tolongin Bulan .. Tangan Bulan gak sampai ". Pinta Bulan seraya tangannya mencoba mengaitkan br* itu .
Dewa mendekat dan langsung meraih kedua pengait br* , sejenak mata nya terpaku menatap punggung mulus istri nya . Tanpa sadar wajah nya mendekat dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Bulan . Sangat menenangkan dan membangkitkan naluri nya .
"Gak usah pakai br* saja , gak baik buat kesehatan ". Bisik Dewa beralasan
Tubuh Bulan seketika meremang saat terkena terpaan nafas dari Dewa , bulu kuduk nya berdiri .
"Tapi gak nyaman om , Bulan gak terbiasa .." sahut Bulan
Dewa segera memutar tubuh Bulan agar berhadapan dengannya . Mata nya sudah diselimuti kabur gairah .
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa hm?" ucap Dewa lembut seraya menarik tubuh Bulan agar menempel pada tubuh kekarnya , lalu tangan Dewa terangkat mengusap kedua lembut punggung mulus Bulan .
"T-tapi om ..."
"Sst , jangan lagi membantah . Nurut kalo dibilangin sama suami . Sekarang saya mau tanya , kamu mau dapat pahala gak ?" ujar Dewa
"Mau om , gimana cara nya ?" sahut Bulan lalu mendongakkan kepala nya menatap wajah tampan Dewa dengan penampilan rambut yang sudah acak-acakan , justru terlihat sexy dimata Bulan .
Dewa tersenyum menyeringai , seolah ada angin segar yang menerpa wajah nya . Istri kecil nya ini terlalu polos atau mungkin pura-pura polos ?
Dewa segera menggendong Bulan ala bridal style dan membawa nya keluar dari ruang walk in Closet .
"Aakhhh om ..." pekik Bulan terkejut , reflek ia mengalungkan kedua tangannya pada leher kokoh Dewa .
Sesampainya dikamar , Dewa langsung membaringkan Bulan dengan hati-hati diatas ranjang . Dewa langsung menarik handuk yang masih menempel menutupi bagian depan istri nya lalu membuang nya kesembarang arah .
"Om malu ..." seru Bulan seraya menutup bagian dada menggunakan kedua tangannya .
Dewa menarik pelan tangan itu ," jangan ditutupi , saya suka lihat nya ".
Tapi Bulan tetap kekeuh berusaha menutupi kedua aset depannya menggunakan selimut , Dewa yang tidak sabar langsung menarik selimut itu dan membuangnya asal . Kemudian Dewa mendorong tubuh Bulan membuat gadis itu jatuh telentang diatas ranjang , Dewa segera mengungkung nya .
"Om lepas .." berontak Bulan
"Jangan bergerak, nanti senjata milik saya bisa nembus punya mu ..." bisik Dewa tepat ditelinga Bulan .
Bulan membulatkan mata nya mendengar Dewa memiliki senjata , ia ketakutan dan diam tak lagi bergerak menuruti ucapan Dewa .
"Om , bisa ditaruh dulu gak ? Bulan takut ". Ucap Bulan lirih
Dewa mengangkat kepala nya menatap Bulan ."Apa yang ditaruh ?" tanya nya
"Senjata nya , katanya om punya senjata . Bulan takut ketembak om ". Ujar Bulan dengan polos nya
Dewa langsung menenggelamkan kembali kepala nya disela telinga Bulan . Rasanya kesal sekali mendengar kepolosan istri kecil nya itu .
"Om .." panggil Bulan
"Hm.." sahut Dewa berdehem
"Bisa minggir gak , badan om Segede gapura kabupaten . Bulan gak kuat om ". Bulan mendorong tubuh kekar Dewa dengan sekuat tenaga karena merasa sesak nafas ditindih oleh Dewa .
"Sebentar saja , 5 menit lagi sampai pusing saya hilang ". Kata Dewa
"Om Dewa sakit ?" tanya Bulan sembari menempelkan telapak tangannya dikening Dewa .
"Tidak , hanya pusing saja karena butuh dilepaskan .." jawab Dewa dengan ambigu
"Ha?? Apa yang dilepaskan om ?" cicit Bulan bingung
"Sudahlah jangan banyak tanya jika tak mau membantu , makin pusing saya dengar kamu terus mengoceh seperti beo ". Ejek Dewa
Bulan mengerucutkan bibirnya sebal karena disamakan dengan burung beo . Enak saja dia cantiknya seperti bidadari kayangan begini kok disamakan dengan burung , apa rabun mata suami nya itu .
.
Tidak seperti yang dikatakan Dewa diawal tadi , bilang nya hanya 5 menit nyata nya sampai 1 jam lamanya untuk Dewa kembali menetralkan naluri pria yang tiba-tiba bergejolak karena melihat tubuh molek sang istri . Dan Bulan , gadis itu justru sudah lelap tertidur dengan tubuh yang masih bertelanjang dan belum sempat mengenakan pakaian serta rambut yang sudah hampir kering .
Dewa bangkit dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istri nya . Kemudian Dewa meraih ponsel nya yang ada diatas nakas , mata elang nya melirik kearah jendela yang belum ditutupi gorden nya .
"Sudah sore ternyata ..." gumam Dewa seraya melirik jam yang menempel didinding .
Bergegas Dewa keluar dari kamar dan menuruni anak tangga . Dewa berniat ingin memasak untuk Bulan , seingat nya tadi dia dan Bulan belum sempat makan siang jadi Dewa berinisiatif membuatkan makan malam untuk mereka berdua .
Dewa membuka lemari pendingin dan melihat bahan apa yang bisa ia gunakan untuk memasak , sayang nya semua bahan-bahan dikulkas sudah habis . Terpaksa Dewa harus keluar sebentar kesupermarket untuk membeli bahan-bahan tersebut .
Meskipun Dewa mempekerjakan banyak maid dirumah nya , jam kerja mereka hanya sampai sore selebihnya mereka harus kembali ke kamar masing-masing yang terletak dipavilliun belakang rumah utama .
Dewa kembali masuk kedalam kamar untuk berganti baju dan mengambil kunci mobil serta dompet , setelah itu ia bergegas keluar rumah menuju supermarket . Tapi sebelum itu Dewa memerintahkan Asisten nya untuk berjaga dirumah jika sewaktu-waktu Bulan bangun dan mencari keberadaan dirinya .
Hanya membutuhkan waktu 30 menit , mobil yang Dewa kendarai sudah sampai diparkiran basement supermarket . Dewa langsung turun dari mobil dan melangkahkan kaki nya masuk kedalam supermarket tapi lupa Dewa juga meraih troli untuk menaruh barang-barang belanjaan nya .
Bergegas Dewa langsung menuju tempat bahan-bahan memasak . Dengan cekatan tangan kekar nya mengambil bahan yang diperlukan , setelah selesai memilih bahan pokok dapur Dewa langsung menuju bagian rak Snack . Dewa pikir istri nya pasti suka ngemil , jadi Dewa berinisiatif untuk membelikan beberapa Snack makanan yang mungkin disukai oleh Bulan .
Dirasa semua nya selesai , Dewa langsung melangkahkan kaki nya menuju kasir . Sembari mengantre Dewa merogoh ponsel nya disaku celana dan mengecek apakah ada pesan masuk dari Asistennya atau tidak .
"Dewa ?"
Mendengar ada yang memanggil nya , Dewa langsung menoleh memutar badannya .
"Kamu ?" tunjuk Dewa pada orang itu
"Ini beneran Dewa ?" tanya orang itu lagi
"Memang yang kau lihat siapa ? hantu ?" sarkas Dewa
Orang itu tanpa aba-aba langsung memeluk Dewa didepan banyak orang yang sedang mengantre dikasir .
"Lepasin Ra , malu dilihatin banyak orang ..." tegur Dewa pada orang tadi yang bernama Ira . Dewa mendorong tubuh Ira agar melepaskan pelukan itu .
Ira langsung melepaskan pelukan itu sembari mengerucutkan bibir nya. "Kamu gak kangen sama aku Wa ?" tanya nya
"CK! Jaga batasan mu Ra . Ingat kamu sudah bersuami ". Peringat Dewa mengingatkan Ira
"Iya-iya aku tau , cuma kaget aja lihat Dewa si workaholic ternyata bisa punya waktu luang meskipun cuma belanja ke supermarket ". Ucap Ira
"By the way , happy wedding .. Selamat atas pernikahan mu dengan Ghania . Maaf gak bisa hadir , kau lihat ini ?" imbuh Ira seraya memperlihatkan perut nya yang menyembul .
"Saya gak jadi nikah sama dia ..." ujar Dewa datar
"Serius ?" pekik Ira
"Hm..."
"Sayang ..." panggil seorang pria dari belakang Ira sembari mendorong troli dan menggendong bayi .
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments