Bab 17

"Papa?" Bulan bergumam lirih , hatinya tiba-tiba serasa dihujam ribuan belati mendengar ucapan wanita yang bertamu kerumah nya . Tubuhnya membeku , bahkan hanya untuk mengeluarkan suara saja lidah nya terasa kelu .

Dewa berbalik badan menatap istrinya yang berdiam diri dengan wajah yang sudah pucat pasi , ia segera menghampiri nya dan langsung memeluknya erat .

"Sayang ..."

"Apa benar yang dikatakan mbak Siska mas ? Mas sudah memiliki anak ?" Bulan bertanya dengan tatapan kosong menatap lurus kedepan .

Sedang Siska hanya bisa melihat pemandangan yang begitu menggores hati nya . Pria yang masih memenuhi relung hati nya itu kini sudah memiliki wanita lain dihidup nya .

"Sayang mas bisa jelaskan.."

"Apa mbak Ghania juga memiliki anak sama kamu mas ?"

Dewa menggeleng kuat seraya mengeratkan pelukannya pada Bulan ."Enggak sayang , tolong dengarkan mas dulu ".

Bulan mengurai pelukan itu , tapi Dewa semakin kuat memeluknya .

"Boleh Bulan bertemu dengan Bunga ?" pinta Bulan

"Sayang .. Plis " , Dewa memohon pada istri nya agar dia mendengarkan penjelasannya dahulu .

"Kamu boleh bertemu dengan Bunga , asal kamu dengarkan mas dulu ".

"Silahkan mas , akan Bulan dengarkan ". Ucap Bulan dengan mata yang sudah memerah menahan air nya agar tidak tumpah .

Dewa segera membawa istri nya duduk berhadapan dengan Siska . Dewa menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan . Entah dari mana ia harus memulai bercerita , semua nya terasa rumit untuk dijelaskan . Bahkan ia sudah melupakan semua nya .

"Tatap mas sayang .." pinta Dewa lalu meraih dagu istrinya agar menatap dirinya .

Hati Siska terasa mencelos mendengar Dewa memanggil Bulan dengan sebutan 'sayang' , dulu sebutan itu pernah ia dengar ketika dirinya menjadi satu-satunya wanita yang Dewa miliki . Tapi sekarang ia harus menelan semua kesakitan itu sendiri , itu juga karena perbuatannya yang tega pergi meninggalkan Dewa tanpa penjelasan apapun .

Bulan menurut dan segera menatap wajah tampan sang suami yang sudah mengeraskan rahang nya menahan ledakan emosi yang begitu menggetarkan jiwa nya .

Jujur , Dewa ragu untuk menceritakan semua nya . Tapi ia harus bercerita agar tak menjadi salah paham berkelanjutan nanti nya .

Dewa menarik telapak tangan istrinya dan mengecupnya , ia kembali menarik nafas sebelum akhir nya mulai bercerita .

"Sebenarnya mas pernah menikah dengan Siska .."

Deg...

Seketika tubuh Bulan membatu ditempatnya , tapi ia berusaha menahannya . Bulan masih diam tak menyela ucapan suami nya , ia ingin mendengar semua cerita yang keluar dari bibir Dewa .

"Dan , Bunga adalah anak mas dengan Siska ... Tapi mas belum pernah memandang wajah anak mas sejak ia masih bayi , karena ibu nya memilih pergi meninggalkan mas 8 tahun yang lalu .."

Dewa menjeda ucapannya , ia ingin tau reaksi sang istri .

"Lanjutkan mas ..." ucap Bulan datar

"Dan--"

"Mas Dewa belum menceraikan ku " sela Siska menatap sendu kearah kedua nya .

"Siska ..." Bentak Dewa dengan suara yang begitu menggelegar .

Sungguh demi apapun , Dewa takut Bulan akan salah paham dan langsung memilih pergi meninggalkannya , Dewa tak siap akan hal itu .

"Apa Bulan sudah merusak rumah tangga kalian ?" ucap Bulan dengan bibir yang bergetar , air matanya sudah meluncur deras membasahi pipi mulus nya .

"Sayang ..." Dewa menoleh menatap wajah sang istri , jujur Dewa tak suka melihat wanita nya ini menangis karena nya .

"Tidak sayang , kamu tidak merusak apapun . Disini mas dan dia yang salah .." kata Dewa dengan emosional nya ."Dia yang telah memilih pergi dari mas tanpa memberikan alasan yang jelas , dan membawa pergi anak mas sayang .."

Bulan berusaha mencerna kata-kata Dewa , semua terasa begitu menyakitkan hati kecil nya . Tapi siapa yang bisa menyalahkan takdir , semua orang pasti punya masa lalu . Dan kita bukan Tuhan yang bisa menghakimi kesalahan orang , kita hanya bisa memaafkannya bukan ?

"Bagaimana dengan mbak Ghania mas ? Apa mas juga memiliki anak dengan nya ?" ujar Bulan dengan begitu sendu .

Demi apapun , Bulan sudah siap mendengar fakta yang menggores hatinya lagi . Ia siap merasakan remuk hatinya jika Dewa menjawab 'iya' .

"Tidak sayang , mas gak punya anak dengan Ghania . Dia hanya mas jadikan pelampiasan karena tak kunjung menemukan mu . Mas seperti orang hidup tanpa nyawa setelah dia meninggalkan mas sayang .."Ujar Dewa menatap Siska dengan tatapan dingin ."Tapi setelah mas bertemu dengan mu , hidup mas seperti berwarna lagi . Separuh hidup mas ada dikamu , bahkan mas rela bertaruh nyawa asal kamu tak meninggalkan mas sayang .. Pliss ". Sambung nya seraya menarik tangan halus Bulan dan mengecupnya bertubi-tubi .

"Bukankah Bulan juga jadikan mas pelampiasan karena mbak Ghania pergi tepat dihari pernikahan kalian ?". Dan lagi Bulan menyudutkan Dewa dengan pertanyaan yang membuat hati Dewa mencelos .

"Gak sayang , justru mas senang karena dengan begitu mas bisa memperistri kamu ..."

"Mas .." Siska menyela pembicaraan dua sejoli itu .

Dewa dan Bulan menatap kearah Siska bersamaan . Siska menelan ludahnya susah payah ketika ditatap kedua nya dengan tatapan yang begitu dingin bercampur sendu .

Siska paham jika ia tak seharus nya masuk kedalam rumah tangga pria yang masih berstatus suami nya itu .

"Tolong mas , sekali ini saja Siska mohon . Tolong bantu Bunga sekarang mas . Dia sakit dan butuh donor darah mas , pihak rumah sakit kehabisan stok infus darah yang dibutuhkan . Jadi Siska terpaksa menemui mas Dewa karena golongan darah kalian sama . Setelah itu Siska janji tak akan mengganggu rumah tangga kalian lagi dan tolong ceraikan Siska mas .." ucap Siska lirih diakhir kalimat .

Dewa hanya diam tak menjawab ucapan Siska , jujur naluri nya sebagai seorang ayah tiba-tiba menguar ketika mendengar anak nya sakit , tapi rasa benci nya pada sang ibu juga begitu besar .

"Mas .." panggil Bulan lirih

Dewa menoleh menatap netra sang istri yang begitu meneduhkan jiwa nya .

Bulan tersenyum lalu menarik tangan Dewa dan menggenggam nya erat . "Boleh Bulan bertemu dengan Bunga ? Bulan juga pengen kenalan sama anak mas Dewa ". Ujar Bulan lembut

Dewa mengeraskan rahang nya mendengar permintaan sang istri . Wanita lain mungkin akan langsung membenci nya ketika mengetahui jika ia memiliki anak dengan wanita lain , tapi wanita muda didepannya ini apa ? Dia bahkan tak menampakkan kecewa nya dihadapan sang suami , meskipun ia tau jika hatinya sudah hancur berkeping-keping .

Dewa beruntung karena Tuhan telah mengirimkan malaikat tak bersayap berwujud wanita berparas cantik seperti istri kecilnya ini .

"Mas .." panggil Bulan sekali lagi karena Dewa hanya diam sambil terus menatap nya .

"Boleh sayang , kita berangkat sama-sama ".

mendengar itu , Bulan langsung menyunggingkan senyum cantiknya. Dewa bisa merasakan jika istri nya ini benar-benar memiliki hati yang tulus .

"Bisa kita berangkat sekarang mas , Bulan gak sabar pengen kenalan sama Bunga . Pasti dia cantik seperti mama nya ..." ucap Bulan dengan penuh kegetiran .

"Kamu yang lebih cantik sayang ..."

.

.

.

Haiii jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ... Terimakasih 🌹♥️

Terpopuler

Comments

Sarah Yuniani

Sarah Yuniani

lhoh kalo udah nikah , kenapa ribut pengen nikah lagi ? belum cerai lagi

2025-01-27

0

Erna Wati

Erna Wati

sedih banget/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/

2025-01-21

0

🍒⃞⃟🦅Rivana84

🍒⃞⃟🦅Rivana84

OMG 😱😱😱

2024-10-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!