Bab 12

Blusshhh....

Pipi Bulan bersemu merah mendengar ucapan dan perlakuan manis Dewa . Ia langsung berbalik badan dan kembali memeluk tubuh tegap suaminya .

"Mas .." panggil Bulan mendongak menatap wajah tampan suaminya .

"Iya sayang " sahut Dewa seraya mengusap punggung mulus Bulan dari balik blouse istrinya kenakan.

"Bulan mau jujur deh ". Ujar Bulan

Dewa menaikkan sebelah alisnya penasaran ."Soal ?"

"Sebenarnya , Bulan udah lama suka sama mas Dewa ".

"Really ?" seru Dewa terkejut

Bulan mengangguk

"Sejak kapan ?" tanya pria itu penasaran

"Sejak Silvia ngajak Bulan main kerumah untuk pertama kalinya dan itu juga saat pertama kita bertemu . Mas inget gak ?" kata Bulan mengingatkan

Dewa mencoba mengingat-ingatnya ."Oh iya mas inget , gadis lugu dan pendiam itu kan ? Mas ingat , karena gadis itu sering ketahuan curi-curi pandang kearah mas ". Ujarnya

"Mas Dewa tau ?" tanya Bulan dengan polosnya

Dewa terkekeh mendengarnya lalu mencium kening istrinya dengan sayang ."Mas malah gak nyangka kalo gadis itu bakal jadi istri mas " . Dewa tersenyum tipis mengingatnya .

"Bulan juga gak nyangka mas , soalnya dulu mas orangnya cuek juga acuh banget . Bulan mau nyapa aja canggung banget . Eh , gak tau nya sekarang malah tinggal serumah ". Ucap Bulan

"Juga tidur seranjang ..." sambung Dewa

Bulan tersenyum malu mendengarnya .

"Mas juga mau bilang sesuatu , kalo mas juga sudah menyukai seorang gadis jauh sebelum mas ketemu sama dia (Ghania) . Jujur mas langsung jatuh cinta sama kebaikannya bahkan mas gak bisa lupain gadis itu sampai sekarang ..." Ucap Dewa

Mendengar itu , senyum yang mengembang diwajah cantik Bulan seketika memudar . Ia langsung melepaskan pelukan itu .

Dewa mencondongkan sedikit badannya dan mensejajarkan wajahnya tepat didepan wajah Bulan .

"Kenapa mukanya murung gitu ? Kamu cemburu ,hm?"

Bulan menggeleng pelan , hatinya tiba-tiba terasa nyeri seperti dihujam belati yang sangat tajam . Apa ada wanita lain selain Ghania yang Dewa sukai ? pikir

Bulan mulai overthingking memikirkannya .

Dewa tersenyum gemas melihat perubahan ekspresi dari wajah istrinya , terlihat sekali jika gadis ini tengah berusaha menutupi rasa cemburu nya .

Kemudian Dewa langsung menegakkan kembali badannya lalu mengangkat tubuh ramping Bulan dan mendudukkan nya dietalase penyimpanan jam tangan serta dasi mahal nya .

"Mas !!" pekik Bulan terkejut

Dewa lalu menumpu tubuhnya dengan kedua tangan berpegangan pada pinggiran etalase dengan posisi mengunci pergerakan Bulan . "Boleh mas lanjutkan ceritanya sayang ?" tanyanya lembut

Bulan mengangguk tak bersemangat . Jujur saja mood nya tiba-tiba menguar entah kemana mendengar pengakuan yang Dewa ucapkan .

Dewa menyunggingkan senyum tipis lalu melanjutkan ceritanya seraya menatap dalam wajah cantik istrinya .

"Mas jatuh cinta sama seorang gadis yang mas temui dirumah sakit . Waktu itu ada seorang nenek-nenek yang baru saja mengalami kecelakaan , nenek itu butuh donor darah kebetulan waktu itu rumah sakit sedang kehabisan stok darah yang nenek itu butuhkan . Entah , Tuhan seperti mengirimkan seorang malaikat tak bersayap dengan suka rela mau menolong nenek itu dengan cara mendonorkan darah nya . Mas langsung terkesan dengan sikapnya yang suka menolong dan tanpa pamrih . Tapi sayang ketika mas pengen kenalan sama gadis itu , ternyata dia sudah ada yang punya ...."

"Tunggu ..." Bulan menyela cerita Dewa

"Ya sayang ? Apa ada sesuatu ?" ujar Dewa seraya menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum miring seolah tau apa yang istrinya itu pikirkan .

"Dirumah sakit mana mas lihat gadis itu ?" tanya Bulan

"Mahardika sayang " jawab Bulan

Tunggu dulu , Bulan tidak ingin terlalu percaya diri dengan menebak nya .

"Kapan mas ketemu gadis itu ?" cecar Bulan begitu penasaran.

"Tepatnya tiga tahun yang lalu , memang kenapa sayang ? Apa kau mengingat sesuatu ?" ujar Dewa ."Sebentar mas punya fotonya , mas ambil ponsel dulu ".

Kemudian Dewa berbalik badan dan berjalan kearah nakas untuk mengambil ponselnya , setelah itu ia segera kembali mendekati istrinya .

"Ini fotonya sayang ..." Dewa menunjukkan foto yang ia ambil tiga tahun yang lalu .

Bola mata Bulan membulat melihat foto yang ditunjukkan Dewa , bahkan ia sampai reflek membungkam mulutnya dengan telapak tangannya .

"Mas inikan ?" cicit Bulan tak percaya

"Iya ini gadis yang mas maksud , cantik kan ?" puji Dewa

"Inikan Bulan mas , kok Bulan gak sadar ya kalo ada yang diam-diam fotoin Bulan ?" Ujarnya

Dewa menghela nafas pelan lalu kembali meletakkan ponselnya disamping Bulan ."Bagaimana bisa sadar , kalo kamu saja fokus sama pacar mu itu ..." gerutu Dewa

"Mas cemburu nih ?" goda Bulan

"Enggak , ngapain mas cemburu . Lagian mas tetap pemenangnya karena berhasil memperistri kamu ". Jawab Dewa sinis

Bulan tersenyum geli mendengar nya . Lalu tangannya terangkat mengusap rahang tegas suaminya .

"Dia bukan pacar Bulan mas , Bulan gak pernah pacaran . Dia cuma teman sekolah aja kok gak lebih ". Ucap Bulan lembut

"Mulai dari mas ngucapin janji suci kemarin hingga seterusnya , cuma mas Dewa lelaki pertama untuk Bulan ..." sambungnya seraya memainkan jemari lentiknya didada bidang Dewa .

Dewa menggeram tertahan merasakan jemari lentik istrinya mengusap lembut dadanya . Entahlah , semenjak dirinya menyetub*hi Bulan malam itu . Kini dirinya mudah sekali terangsang hanya karena sentuhan-sentuhan dari jemari Bulan .

Dewa langsung mencengkeram pelan pergelangan tangan Bulan .

"Sayang ..." ucap Dewa dengan nafas yang mulai memburu

"Iya mas ". Sahut Bulan dengan suara yang ia buat semanja mungkin .

Tak salahkan jika ia merendahkan dirinya dihadapan suami nya ? Toh mereka pasangan halal .

"Jangan coba-coba menguji kesabaran mas lagi seperti malam itu . Mas bukan orang yang sabar sayang ". Bisik Dewa tepat ditelinga Bulan

"Bulan gak menguji kesabaran mas Dewa kok , tapi ..."

"Tapi apa sayang ku ?" desis Dewa dengan suara serak menahan hasrat nya .

"Boleh Bulan meminta sesuatu ?" tanya Bulan , tangannya bahkan dengan berani sudah turun menyetuh benda keras dan menonjol dari balik celana Dewa .

"Oh shit ! Ahh .. " umpat Dewa mendesah merasakan miliknya diremas pelan oleh jemari lentik Bulan .

"Apa yang kamu mau sayang ? Jangan mempermainkan ku .."

"Boleh Bulan minta teman bermain dirumah ?" ucap Bulan

"Sesuai permintaan mu sayang , kita buat teman bermain untuk mu dirumah sebanyak-banyaknya ..."

Dewa langsung menggendong Bulan dengan posisi kaki gadis itu melingkar dipinggang nya , mirip seperti koala . Kemudian Dewa merebahkan perlahan tubuh Bulan diatas ranjang . Dan segera mengungkung tubuh ramping Bulan .

"i want you now , baby ..." bisik Dewa lalu menyambar bibir chery milik Bulan .

Melumatnya kasar dan menuntut , tangan kekarnya sudah merambat turun melepaskan satu persatu kancing blouse yang Bulan kenakan . Setelah terlepas tangan Dewa melingkar dibalik punggung Bulan dan melepaskan pengait b** .

Tangan satunya menahan tengkuk Bulan memperdalam ciuman itu .

"Aakhh ..." satu desahan lolos dari bibir Bulan .

.

.

.

Haii jangan lupa tinggalin jejak like dan komen . Biar author makin rajin up yaa .. Terimakasih 🌹♥️

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

lama2 g jd dokter nih cz sdh hamil duluan si bulan ni,tiap hari digempur trs sm dewa wuakkkkkkkk

2025-01-05

0

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

belum jadindokter bulan udah tekdung wkwk

2025-01-15

0

🍒⃞⃟🦅Rivana84

🍒⃞⃟🦅Rivana84

kirain aku ungkapan cinta Dewa sma Bulan cuma omong kosong doang,,, ternyata sma2 punya rasa yg sma.. 😅

2024-10-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!