Dikediaman Eyang Atmaja ...
"Selamat yaa Sinta atas empat bulan kehamilan kamu .." ucap Mama Dewi
"Makasih Tante " sahut Sinta
"Loh , Dewa sama Arimbi gak ikut tan?" tanya Sinta ketika tak melihat anak-anak mama Dewi .
"Arimbi gak ikut sama satria karena ada acara lain , kalo Dewa ya begitu lah kamu tau sendiri dia kan pengantin baru " ujar Mama Dewi sambil terkekeh pelan diakhir kalimat .
"Oh iya , Sinta lupa . Siapa nama istri Dewa Tan? Kemarin belum sempat kenalan " tanya Sinta
"Nama nya Bulan ,kapan-kapan biar tante suruh Dewa ajak Bulan kemarin ". Kata Mama Dewi lalu tangannya terangkat mengusap perut Sinta yang sudah terlihat menyembul .
"Tante gak sabar deh , mau gendong cucu dari Dewa ..." imbuhnya
"Semoga Bulan cepat nyusul ya Tan".
"Aamiin ".
Para pria juga berkumpul dan mengobrol . Entah apa yang mereka obrolkan mungkin tak jauh dari pembahasan bisnis .
.
.
.
Sedangkan Dewa dan Bulan , tengah dalam perjalanan pulang menuju kerumah nya . Dengan mengendarai mobil pribadinya dan Dewa yang menyetir .
Tangan kanan Dewa fokus memegang stir kemudi , sedang tangan kiri menggengam erat jemari Bulan . Selama diperjalanan pria itu tak henti-hentinya mengecupi punggung tangan istrinya dengan sayang .
"Mas fokus ". Tegur Bulan ketika melihat suaminya itu terus meliriknya , bukan fokus kearah jalanan .
"Mas fokus sayang , cuma cantik nya kamu tuh bikin mas pengen lirik-lirik terus . Sayang kalo dianggurin ". Gombal Dewa
Bulan hanya tersenyum malu mendengar nya ,"Ternyata mas Dewa bisa ngegombal juga ya .."
"Mas serius sayang , coba kamu senyum ". Pinta Dewa
"Gak ah .."
"Sekali aja sayang ". Mohonnya
Bulan menurut dan langsung menyunggingkan senyum cantiknya .
"Aduhh sayang ..." pekik Dewa seraya memegang dada nya
"Mas , mas kenapa ?" tanya Bulan dengan panik
"Kita singgah rumah sakit sebentar yaa ". Ucap Dewa serius
"Mas , mas sakit ?"
"Iya sayang , jantung mas tiba-tiba berdebar kencang lihat manis nya senyum istri mas ". Gombal Dewa
"Mas .."
Plakkk ..
Bulan memukul lengan suaminya .
"Sakit sayang ". Rintih Dewa mengaduh kesakitan
"Gak lucu mas , Bulan udah panik beneran tau gak sih ". Sungut Bulan lalu memalingkan wajah nya menatap luar jendela dengan bersedekap dada .
"Maaf sayang , mas cuma bercanda ". Ucap Dewa seraya meraih tangan istrinya .
Bulan langsung menepis tangan Dewa . Ia benar-benar marah dengan pria itu , bisa-bisa nya hal seperti itu dibuat bercandaan .
"Sayang , maafin mas ". Mohon Dewa , tapi Bulan tak menggubris nya . Ia masih memalingkan wajah nya enggan menatap Dewa . Tingkah Bulan yang merajuk seperti itu justru terlihat menggemaskan Dimata Dewa . Terlihat seperti anak kecil yang pingin es krim tapi tak dituruti .
Dewa langsung menepikan mobilnya kepinggiran jalan yang sepi tak ada kendaraan berlalu lalang , bahkan di samping kanan kiri jalan adalah hutan .
Bulan menoleh menatap suaminya bingung .
"Mas kenapa berhenti ?" tanya Bulan dengan wajah yang sudah mulai ketakutan .
"Gapapa , mas mau cari angin segar saja ". Sahut Dewa santai lalu ia keluar dari mobil. Ia membiarkan Bulan sendirian didalam mobil .
Setelah itu Dewa berjalan agak menjauh dari tempatnya ia memarkirkan mobil , tapi ia masih tetap mengawasi dari kejauhan . Dewa sengaja melakukan itu karena ia ingin memberikan sedikit pejalaran pada istrinya agar tak gampang marah dan mendiamkannya .
Dan benar saja , didalam mobil Bulan langsung ketakutan . Bahkan keringat dingin sudah keluar membasahi kening juga telapak tangannya . Ia ingin keluar menyusul Dewa tapi takut karena diluar keadaan gelap , hanya diterangi lampu-lampu jalan yang jaraknya sangat berjauhan .
Bulan langsung meraih ponselnya , lalu mendial nomor Dewa . Sialnya , pria itu meninggalkan ponselnya didashboard mobil .
"Mas Dewa kemana sih ? Bulan kan takut ". Gumam Bulan dengan tangan yang gemetaran takut jika tiba-tiba ada orang jahat atau mungkin binatang buas .
Tak berselang lama , pintu kaca mobil diketuk oleh seseorang .
Tok...
Tok...
Tok..
"Aakhh ..." teriak Bulan ketakutan lalu memejamkan matanya dan menutup kedua telinga nya dengan kedua telapak tangannya .
"Ya Allah , mas Dewa ... Bulan takut ".
"Buka .." teriak orang itu
"Pergi .. Jangan dekati mobil ini ". Sentak Bulan tanpa menoleh ataupun membuka matanya .
Sedang yang mengetuk pintu mobil itu , menghela nafas pelan ia adalah Dewa . Tadi Dewa keluar sebentar untuk merokok . Sebenarnya Dewa bukanlah pencandu rokok berat , hanya saja tiba-tiba pikirannya kacau kala mengingat kakak ipar nya memuji istri nya . Demi apapun Dewa tak rela ada pria lain melirik istri nya itu .
Dewa langsung menarik handle pintu mobil dan membuka nya .
"Tolong pergi , jangan apa-apakan saya .." mohon Bulan begitu ketakutan .
"Ini mas sayang ..."
Mendengar suara Dewa , perlahan Bulan membuka mata nya dan menurunkan kedua tangannya lalu menatap wajah tampan sang suami yang berada tepat didepan wajah nya .
"Mas Dewa , Bulan takut .. mas kemana aja ". Ucap Bulan dan langsung memeluk erat leher Dewa .
Dewa membalas pelukan itu sambil mengusap pelan punggung istrinya yang bergetar karena menangis .
"Maaf sayang , tadi mas keluar karena mau merokok sebentar . Mas gak mau terpapar asap nya ". Kata Dewa
"Bulan takut mas , jangan tinggalin Bulan ". Ujar Bulan lalu mengurai pelukan itu .
"Gak akan sayang , maafin mas ya ..." pinta Dewa seraya menghapus air mata Bulan yang membasahi pipi mulus gadis itu .
Bulan mengangguk mengiyakan permintaan maaf Dewa . Tak mungkin juga ia bisa marah dengan Dewa lama-lama .
"Pulang sekarang ?" tanya Dewa
"Iya mas , Bulan gak mau disini gelap banget . Bulan takut ". Ucap Bulan
"Ya sudah ayo ". Dewa lalu memakaikan kembali seatbelt untuk Bulan , setelah itu ia menutup pintu mobil dan segera masuk kekursi kemudi . Tak lupa ia juga memasang seatbelt untuk dirinya sendiri .
Perlahan Dewa melajukan mobilnya , tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan .
.
"Kau lihat itu , pria yang kau puja-puja akan setia pada mu justru terlihat bahagia dengan wanita pilihannya .. Apa kau tak menyesal ? Kalau aku jadi kau sudah pasti akan ku rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku ". Ucap orang itu meracuni pikiran wanita yang duduk disamping nya .
"Tak ada yang perlu disesali , aku sudah memutuskan nya sejak awal ". Sahut wanita itu
"Apa kau tak kasihan dengan anak mu nanti ? Bagaimana jika dia menanyakan dimana ayah nya ? Apa yang akan kau jawab ". Ujar orang itu dan terus menghasut wanita disamping nya .
"Itu akan menjadi urusanku , asal melihat dia sudah bahagia . Aku pun ikut bahagia meski separuh hati ku merasakan terluka ". Kata sang wanita .
"Kau itu wanita bodoh yang pernah ku temui ". Umpat orang itu tak habis pikir .
.
.
.
Haii , jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen . Terima kasih 🌹♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Tyaz Wahyu
dia ikhlas tp tmn e yg g ikhlas n pingin ngerebut dewae wuakkkkkkkk #asalnebaksaja
2025-01-05
0
Erna Wati
apa kah mantan nya dewa hamil anaknya dewa kasih an sekali km bulan
2025-01-21
0
Azlina85
Nahhhhhh pelakor udah muncul.. Yg benar sj sihhhhhhh..
2025-03-16
0