Bab 15

Dikediaman Eyang Atmaja ...

"Selamat yaa Sinta atas empat bulan kehamilan kamu .." ucap Mama Dewi

"Makasih Tante " sahut Sinta

"Loh , Dewa sama Arimbi gak ikut tan?" tanya Sinta ketika tak melihat anak-anak mama Dewi .

"Arimbi gak ikut sama satria karena ada acara lain , kalo Dewa ya begitu lah kamu tau sendiri dia kan pengantin baru " ujar Mama Dewi sambil terkekeh pelan diakhir kalimat .

"Oh iya , Sinta lupa . Siapa nama istri Dewa Tan? Kemarin belum sempat kenalan " tanya Sinta

"Nama nya Bulan ,kapan-kapan biar tante suruh Dewa ajak Bulan kemarin ". Kata Mama Dewi lalu tangannya terangkat mengusap perut Sinta yang sudah terlihat menyembul .

"Tante gak sabar deh , mau gendong cucu dari Dewa ..." imbuhnya

"Semoga Bulan cepat nyusul ya Tan".

"Aamiin ".

Para pria juga berkumpul dan mengobrol . Entah apa yang mereka obrolkan mungkin tak jauh dari pembahasan bisnis .

.

.

.

Sedangkan Dewa dan Bulan , tengah dalam perjalanan pulang menuju kerumah nya . Dengan mengendarai mobil pribadinya dan Dewa yang menyetir .

Tangan kanan Dewa fokus memegang stir kemudi , sedang tangan kiri menggengam erat jemari Bulan . Selama diperjalanan pria itu tak henti-hentinya mengecupi punggung tangan istrinya dengan sayang .

"Mas fokus ". Tegur Bulan ketika melihat suaminya itu terus meliriknya , bukan fokus kearah jalanan .

"Mas fokus sayang , cuma cantik nya kamu tuh bikin mas pengen lirik-lirik terus . Sayang kalo dianggurin ". Gombal Dewa

Bulan hanya tersenyum malu mendengar nya ,"Ternyata mas Dewa bisa ngegombal juga ya .."

"Mas serius sayang , coba kamu senyum ". Pinta Dewa

"Gak ah .."

"Sekali aja sayang ". Mohonnya

Bulan menurut dan langsung menyunggingkan senyum cantiknya .

"Aduhh sayang ..." pekik Dewa seraya memegang dada nya

"Mas , mas kenapa ?" tanya Bulan dengan panik

"Kita singgah rumah sakit sebentar yaa ". Ucap Dewa serius

"Mas , mas sakit ?"

"Iya sayang , jantung mas tiba-tiba berdebar kencang lihat manis nya senyum istri mas ". Gombal Dewa

"Mas .."

Plakkk ..

Bulan memukul lengan suaminya .

"Sakit sayang ". Rintih Dewa mengaduh kesakitan

"Gak lucu mas , Bulan udah panik beneran tau gak sih ". Sungut Bulan lalu memalingkan wajah nya menatap luar jendela dengan bersedekap dada .

"Maaf sayang , mas cuma bercanda ". Ucap Dewa seraya meraih tangan istrinya .

Bulan langsung menepis tangan Dewa . Ia benar-benar marah dengan pria itu , bisa-bisa nya hal seperti itu dibuat bercandaan .

"Sayang , maafin mas ". Mohon Dewa , tapi Bulan tak menggubris nya . Ia masih memalingkan wajah nya enggan menatap Dewa . Tingkah Bulan yang merajuk seperti itu justru terlihat menggemaskan Dimata Dewa . Terlihat seperti anak kecil yang pingin es krim tapi tak dituruti .

Dewa langsung menepikan mobilnya kepinggiran jalan yang sepi tak ada kendaraan berlalu lalang , bahkan di samping kanan kiri jalan adalah hutan .

Bulan menoleh menatap suaminya bingung .

"Mas kenapa berhenti ?" tanya Bulan dengan wajah yang sudah mulai ketakutan .

"Gapapa , mas mau cari angin segar saja ". Sahut Dewa santai lalu ia keluar dari mobil. Ia membiarkan Bulan sendirian didalam mobil .

Setelah itu Dewa berjalan agak menjauh dari tempatnya ia memarkirkan mobil , tapi ia masih tetap mengawasi dari kejauhan . Dewa sengaja melakukan itu karena ia ingin memberikan sedikit pejalaran pada istrinya agar tak gampang marah dan mendiamkannya .

Dan benar saja , didalam mobil Bulan langsung ketakutan . Bahkan keringat dingin sudah keluar membasahi kening juga telapak tangannya . Ia ingin keluar menyusul Dewa tapi takut karena diluar keadaan gelap , hanya diterangi lampu-lampu jalan yang jaraknya sangat berjauhan .

Bulan langsung meraih ponselnya , lalu mendial nomor Dewa . Sialnya , pria itu meninggalkan ponselnya didashboard mobil .

"Mas Dewa kemana sih ? Bulan kan takut ". Gumam Bulan dengan tangan yang gemetaran takut jika tiba-tiba ada orang jahat atau mungkin binatang buas .

Tak berselang lama , pintu kaca mobil diketuk oleh seseorang .

Tok...

Tok...

Tok..

"Aakhh ..." teriak Bulan ketakutan lalu memejamkan matanya dan menutup kedua telinga nya dengan kedua telapak tangannya .

"Ya Allah , mas Dewa ... Bulan takut ".

"Buka .." teriak orang itu

"Pergi .. Jangan dekati mobil ini ". Sentak Bulan tanpa menoleh ataupun membuka matanya .

Sedang yang mengetuk pintu mobil itu , menghela nafas pelan ia adalah Dewa . Tadi Dewa keluar sebentar untuk merokok . Sebenarnya Dewa bukanlah pencandu rokok berat , hanya saja tiba-tiba pikirannya kacau kala mengingat kakak ipar nya memuji istri nya . Demi apapun Dewa tak rela ada pria lain melirik istri nya itu .

Dewa langsung menarik handle pintu mobil dan membuka nya .

"Tolong pergi , jangan apa-apakan saya .." mohon Bulan begitu ketakutan .

"Ini mas sayang ..."

Mendengar suara Dewa , perlahan Bulan membuka mata nya dan menurunkan kedua tangannya lalu menatap wajah tampan sang suami yang berada tepat didepan wajah nya .

"Mas Dewa , Bulan takut .. mas kemana aja ". Ucap Bulan dan langsung memeluk erat leher Dewa .

Dewa membalas pelukan itu sambil mengusap pelan punggung istrinya yang bergetar karena menangis .

"Maaf sayang , tadi mas keluar karena mau merokok sebentar . Mas gak mau terpapar asap nya ". Kata Dewa

"Bulan takut mas , jangan tinggalin Bulan ". Ujar Bulan lalu mengurai pelukan itu .

"Gak akan sayang , maafin mas ya ..." pinta Dewa seraya menghapus air mata Bulan yang membasahi pipi mulus gadis itu .

Bulan mengangguk mengiyakan permintaan maaf Dewa . Tak mungkin juga ia bisa marah dengan Dewa lama-lama .

"Pulang sekarang ?" tanya Dewa

"Iya mas , Bulan gak mau disini gelap banget . Bulan takut ". Ucap Bulan

"Ya sudah ayo ". Dewa lalu memakaikan kembali seatbelt untuk Bulan , setelah itu ia menutup pintu mobil dan segera masuk kekursi kemudi . Tak lupa ia juga memasang seatbelt untuk dirinya sendiri .

Perlahan Dewa melajukan mobilnya , tanpa mereka sadari ada empat pasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan .

.

"Kau lihat itu , pria yang kau puja-puja akan setia pada mu justru terlihat bahagia dengan wanita pilihannya .. Apa kau tak menyesal ? Kalau aku jadi kau sudah pasti akan ku rebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik ku ". Ucap orang itu meracuni pikiran wanita yang duduk disamping nya .

"Tak ada yang perlu disesali , aku sudah memutuskan nya sejak awal ". Sahut wanita itu

"Apa kau tak kasihan dengan anak mu nanti ? Bagaimana jika dia menanyakan dimana ayah nya ? Apa yang akan kau jawab ". Ujar orang itu dan terus menghasut wanita disamping nya .

"Itu akan menjadi urusanku , asal melihat dia sudah bahagia . Aku pun ikut bahagia meski separuh hati ku merasakan terluka ". Kata sang wanita .

"Kau itu wanita bodoh yang pernah ku temui ". Umpat orang itu tak habis pikir .

.

.

.

Haii , jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen . Terima kasih 🌹♥️

Terpopuler

Comments

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

dia ikhlas tp tmn e yg g ikhlas n pingin ngerebut dewae wuakkkkkkkk #asalnebaksaja

2025-01-05

0

Erna Wati

Erna Wati

apa kah mantan nya dewa hamil anaknya dewa kasih an sekali km bulan

2025-01-21

0

Azlina85

Azlina85

Nahhhhhh pelakor udah muncul.. Yg benar sj sihhhhhhh..

2025-03-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!