pengganggu

Kehidupan baru Anggun dan Galang baru saja dimulai,seperti biasanya Galang mengalami morning sickness saat pagi hari dan tidur dipangkuan Anggun menjadi obat mujarab baginya.

"Hari ini ada meeting penting?",tanya Anggun sembari mengusap kepala Galang.

Galang mengangguk,"Apa aku perlu ikut bekerja?",tanya Anggun.

Galang membuka mata nya menatap manik mata Anggun,Istrinya ini selalu terlihat cantik,"Temani aku saja,sebab hanya sebentar setelah meeting selesai kita pergi honeymoon",ucap Galang.

Anggun berpikir sejenak,"Aku sudah hamil kak,apa perlu honeymoon?",tanya Anggun,pikir Anggun honeymoon bukannya untuk pengantin baru yang ingin segera memiliki momongan,sedangkan dirinya kan sudah hamil jadi tak perlu honeymoon juga.

"Kalau begitu babymoon?,tak perlu keluar negeri hanya didalam negeri saja,karena papa dan mama sudah mewanti-wanti,jangan jauh-jauh,yang dekat jaraknya saja,sebab kondisimu yang sedang hamil",ucap Galang.

"Kalau begitu dirumah saja,nanti setelah anak kita lahir baru kita bertiga pergi jalan-jalan",ucap Anggun.

Galang nampak berpikir,bila hanya dirumah pasti banyak pengganggu,dari adik satu-satunya kedua mertuanya bahkan kedua orang tuanya,oh tidak walaupun bukan malam pertama setidaknya Galang menginginkan quality time hanya berdua,untuk menciptakan memori indah masa pengantin baru untuk sang istri yang kelak bila menjadi kenangan indah dihari tua.

"Kalau menginap dihotel bagaimana?",tanya Galang berusaha memberikan ide.

"Sayang uang nya kak,lebih baik dirumah saja,"ucap Anggun.

"Terserah kamu saja",ucap Galang sambil bangun dari pangkuan Anggun.

Anggun menatap Galang yang tiba-tiba beranjak dari pangkuannya menuju kamar mandi,"Apa dia kecewa?",batin Anggun.

Anggun menyiapkan pakaian kerja Galang untuk pertama kalinya,Galang yang baru keluar dari kamar mandi mengerutkan dahi,menatap Anggun,"Aku siapkan baju kerjanya",ucap Anggun,Galang hanya diam,dia tak percaya bila begini rasanya diladeni seorang istri.Anggun melihat respon Galang yang diam menjadi serba salah.

"Tapi kalau tidak sesuai selera kak Galang biar aku ambilkan lagi",ucap Anggun tak enak hati akan mengambil kemeja yang ia siapkan tadi.

Galang menahan tangan Anggun dan mendekatinya,Anggun menahan nafas saat Galang mengucapkan terimakasih sebab bau mint dari mulut Galang apa lagi ditambah senyum Galang membuat dada Anggun berdebar.

"Segeralah bersiap,kita ke kantor bersama",ucap Galang segera memakai kemejanya.

Anggun mengangguk,kemudian bersiap sedangkan Galang memakai baju yang sudah disiapkan Anggun istrinya,rasa bahagia membuncah didada Galang sebab perhatian kecil ini menjadikan Galang suami yang dihargai.

Mereka berdua berangkat bersama sampai kantor pun mereka jalan beriringan dengan senyum membalas sapaan pegawai lainnya.

Didalam ruangan Galang dibantu Anggun untuk mempersiapkan berkas untuk meeting,selesai meeting Siska menghampiri menyela ditengah antara Anggun dan Galang,"Kamu ini mengganggu saja",gerutu Galang terhadap Siska.

"Suka-suka aku",ledek Siska menggandeng lengan Anggun,Galang menatap Siska dengan pandangan tak suka.

"Kakak ipar temani aku ngopi yuk",ajak Siska.

"Eits,tidak bisa,Anggun hari ini ada janji denganku",ucap Galang,diperjalan akan ke kantor tadi Anggun ingin menggantikan acara honeymoon mereka dengan jalan-jalan atau kencan ala anak muda,Anggun mengangguk.

"Maaf ya Sis,aku ada janji dengan kak Galang hari ini",ucap Anggun,Siska berdecak.

"Bagaimana kalau double date saja,kamu ajak kak Reza",ucap Anggun kepada Siska yang cemberut.

"Biar aku hubungi Reza",ucap Galang gerak cepat daripada kencan dengan Anggun ada pengganggunya lebih baik menghubungi pawang pengganggunya bukan?.

"Enggak mau,aku hanya ingin dengan Anggun,"ucap Siska memeluk erat lengan Anggun.

"Halo,calon adik ipar nanti malam kita double date ya,nanti aku share tempatnya",ujar Galang.

"Oke",jawab Reza.

"Ih,Males dengan kalian berdua",ucap Siska meninggalkan kakak dan sahabatnya itu.

Anggun dan Galang hanya tersenyum melihat tingkah Siska yang bete.Galang merangkul pinggang Anggun menuju ruangan mereka.

"Sayang istirahat dulu",ucap Galang menasehati,seolah enteng sekali kata sayang terucap dari bibir Galang untuk Anggun.

"Kak,baru juga kerja sudah disuruh istirahat saja",ucap Anggun.

"Kerja sama suami sendiri juga,sana istirahat dulu,lagian ini hanya mengatur jadwal untuk besok kan,aku akan ingat sendiri",ucap Galang mendekati meja Anggun.

"Nanti",ucap Anggun,masih tetap fokus dengan layar komputernya.

"Apa perlu aku gendong?",tanya Galang.

"Memang kuat?",tanya Anggun meremehkan Galang.

"Wah,nantangin ini istri",ucap Galang menggulung lengan kemejanya,dan benar membopong tubuh Anggun.

"akh,tidak,tidak,aku hanya bercanda",ucap Anggun terkejut dengan tingkah random suaminya itu.

Saat Galang berhasil menggendong Anggun,Papa Adi tiba-tiba masuk,"Kalian kenapa?",tanya Papa Adi.

Anggun memukul bahu Galang untuk menurunkannya,"Anggun ingin minta gendong pa",ucap Galang beralasan.

Papa menatap Anggun,Anggun hanya menunduk malu,"Mungkin bawaan bayi pa",sambung Galang.

"Oh,nyidam?,yang penting jangan keras-keras teriaknya tidak enak dengan pegawai lain,nanti dikirain ngapain",ucap Papa Adi.

"Mau ngapa-ngapain juga sah-sah jaja pa,sudah halal gini",Gumam Galang,Anggun memukul lengan Galang karena mendengar gumaman suaminya.

"Apa?",tanya Papa Adi.

"Iya pa",ucap Galang.

"Galang nanti pulang kantor tolong temui papa ada sesuatu yang ingin papa sampaikan",ucap Papa Adi.

"Kalian berdua kerumah",sambung Papa Adi.

"Oke pa",jawab Galang dan Anggun hanya mengangguk,setelah papa Adi pergi Galang dengan cepat mencium pipi Anggun,Anggun hanya merasa aneh dengan tingkah Galang.

David tersenyum dengan licik,otaknya mempunyai ide berlian saat melihat potongan video yang baru saja dia tonton,David yang sedang galau tadi tak sengaja bertemu papa Adi Candra,dia akan menyapa untuk mengambil hatinya namun dia urungkan sebab papa dari Siska tersebut bertemu dengan seorang wanita,mereka berdua juga berpelukan,momen ini tak boleh dilewatkan David segera mengambil ponsel dan merekamnya.

"Setidaknya,dengan ini bisa untuk mengambil hati calon papa mertua,bila tak mau videonya aku sebarkan dan berujung rumah tangganya yang berantakan",gumam David,setidaknya kalau tidak bisa dapat Siska kembali bisa mendapat pundi-pundi.

Galang dan Anggun singgah sebentar dikediaman Papa Adi,Anggun bersama nama Ririn sedangkan Galang menemui papa Adi,tak berselang lama Siska datang dan ikut mengobrol bersama Anggun serta mamanya.

"Ada apa pa?,apa ada sesuatu yang penting?",tanya Galang.

Papa Adi tersenyum mendengar pertanyaan sang putra,"Papa akan mendonorkan sumsum tulang belakang papa untuk tante Kirana",ucap Papa Adi.

Setelah pulang dari kediaman orang tua Galang,Anggun dan Galang segera bersiap untuk berkencan.

Setelah bersiap ternyata Siska sudah ada diruang tamu mereka,"Pengganggu datang lagi",batin Galang saat melihat Siska.

"Wah,kak Anggun cantik sekali",puji Siska melihat Anggun.

"Terimakasih",ucap Anggun.

"Istri saya memang cantik,kenapa kamu sudah ada disini?",tanya heran Galang,bukannya bersama dengan Reza malah kesini,pasti mau buat rusuh ini anak,batin Galang.

"Sekalian kak jalannya,bukannya double date kan?",tanya Siska.

"Konsepnya enggak gitu Siska,kamu dengan Reza aku dengan Anggun,jangan nebeng,aku enggak mau satu mobil denganmu",ucap Galang menjelaskan.

"Kakak ini pelit sekali,padahal dulu angan-angan ku menjadikan Anggun kakak ipar agar aku bisa selalu dekat dan curhat kapan pun,nyatanya kak Galang yang menyabotase sahabat ku",ucap Siska.

"Sudah-sudah,ayo berangkat dan nanti tinggal kasih tau Reza",ucap Anggun.

"Tunggu sayang,Reza akan kemari",ucap Galang membuat Siska cemberut.

Episodes
1 Pertunangan
2 Pura-pura tak melihat
3 Selingkuh
4 Menolak percaya
5 Rencana
6 pesta
7 Tak terjadi apa-apa.
8 Pengakuan mengejutkan.
9 Benar-benar Hamil.
10 Canggung
11 Milikku
12 Tunangan berulah.
13 Memohon
14 Memaafkan
15 Cemburu
16 salah paham
17 Hamil anakku
18 lamaran dadakan.
19 pesta pernikahan dan pesta tunangan
20 pengganggu
21 Jangan ganggu aku.
22 Cobaan.
23 Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24 Cinta seperti apa?
25 Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26 Guna-guna vs pesona Siska
27 Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28 Tragedi salah kamar
29 Honeymoon
30 candaan.
31 wanita dari masalalu
32 Wanita masalalu
33 Buaya betina
34 cinta lama
35 Gagal
36 Silahturahmi cinta pertama.
37 lahirnya pewaris
38 Istri vs cinta pertama.
39 Latihan Ala Jihan.
40 Kecewanya seorang Siska.
41 Maaf
42 Damai
43 Twins.
44 kelahiran baby twins.
45 Bahagia yang sempurna.
46 Calon suami Jihan
47 Gao?
48 Calon suami koma?,aku harus apa?
49 Gao sadar
50 Lanjutkan
51 Pembalasan Jihan.
52 Alasan pergi
53 bukan penitipan anak
54 Menyalahkan.
55 butuh alasan.
56 Hanya melanjutkan hidup.
57 Kerusuhan Jihan
58 Bertemu saudara
59 Cemburu
60 Menjemput yang berharga
61 perhatian wujud cinta
62 Ungkapan perasaan ala Jihan.
63 Balasan.
64 Hidup dengan damai.
65 Semua bahagia
66 Kehidupan Ken.
67 Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68 keinginan.
69 Bertemu
70 Pelajaran dari Jihan.
71 Keputusan
72 Hukuman untuk Kenzo
73 Status mode awal.
74 Surprise
75 Kejutan yang membuat terkejut.
76 Akhir yang bahagia.
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Pertunangan
2
Pura-pura tak melihat
3
Selingkuh
4
Menolak percaya
5
Rencana
6
pesta
7
Tak terjadi apa-apa.
8
Pengakuan mengejutkan.
9
Benar-benar Hamil.
10
Canggung
11
Milikku
12
Tunangan berulah.
13
Memohon
14
Memaafkan
15
Cemburu
16
salah paham
17
Hamil anakku
18
lamaran dadakan.
19
pesta pernikahan dan pesta tunangan
20
pengganggu
21
Jangan ganggu aku.
22
Cobaan.
23
Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24
Cinta seperti apa?
25
Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26
Guna-guna vs pesona Siska
27
Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28
Tragedi salah kamar
29
Honeymoon
30
candaan.
31
wanita dari masalalu
32
Wanita masalalu
33
Buaya betina
34
cinta lama
35
Gagal
36
Silahturahmi cinta pertama.
37
lahirnya pewaris
38
Istri vs cinta pertama.
39
Latihan Ala Jihan.
40
Kecewanya seorang Siska.
41
Maaf
42
Damai
43
Twins.
44
kelahiran baby twins.
45
Bahagia yang sempurna.
46
Calon suami Jihan
47
Gao?
48
Calon suami koma?,aku harus apa?
49
Gao sadar
50
Lanjutkan
51
Pembalasan Jihan.
52
Alasan pergi
53
bukan penitipan anak
54
Menyalahkan.
55
butuh alasan.
56
Hanya melanjutkan hidup.
57
Kerusuhan Jihan
58
Bertemu saudara
59
Cemburu
60
Menjemput yang berharga
61
perhatian wujud cinta
62
Ungkapan perasaan ala Jihan.
63
Balasan.
64
Hidup dengan damai.
65
Semua bahagia
66
Kehidupan Ken.
67
Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68
keinginan.
69
Bertemu
70
Pelajaran dari Jihan.
71
Keputusan
72
Hukuman untuk Kenzo
73
Status mode awal.
74
Surprise
75
Kejutan yang membuat terkejut.
76
Akhir yang bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!