Di kamar Galang.
Anggun maupun Galang hanya saling diam,tak ada yang bersuara.Hanya helaan nafas saja yang terdengar.
Hingga bunyi perut mengalihkan semuanya,"Kamu lapar?",tanya Galang.
"Maaf",lirih Anggun memegang perutnya yang bunyi,sambil menunduk kan kepala karena malu.
"Aku ambilkan makan mau?",tanya Galang.
"Tidak perlu pak,nanti saya ambil sendiri",tolak Anggun.
"Kok pak?",protes Galang tak senang.
"Hah",Anggun bingung mau memanggil apa,bukannya tak masalah bukan dia panggil Galang pak,secara dia atasannya,tapi kenapa ini protes.
Suara ketukan pintu mengalihkan keduanya, tanpa permisi,Siska main nyelonong masuk saja sambil membawa nampan berisi makanan,"Ini makan dulu kakak ipar,jangan lupa minum vitamin agar keponakan ku sehat dan cepat besar",ucap Siska.
Galang mengerutkan dahi menatap interaksi Siska dan Anggun,"Kenapa lihat-lihat!!,aku cantik ya",ucap Siska kepada Galang,Galang tersenyum adiknya sudah mau berbicara lagi dengannya,"PD",ejek Galang.
"Oh,kamu curi-curi pandang ke Anggun ya",tebak Siska.
"Istri sendiri,emang enggak boleh?,udah sah juga",ujar Galang enteng.
"Cie sudah mengakui istri",goda Siska.
"Kenyataannya memang istriku",ucap Galang mengakui.
"Istri tolong luka suami diobati ya,biar enggak infeksi",ucap Siska kemudian meninggalkan keduanya.
Anggun baru berani memperhatikan wajah Galang,benar wajahnya terdapat beberapa luka lebam,Anggun mau membuka obatnya,"Makanlah terlebih dahulu,aku bisa mengobati sendiri",ucap Galang mengambil obat.
Anggun mengurungkan niatnya,Galang menolak,begitu pemikiran Anggun,padahal Galang berbicara seperti itu supaya Anggun segera makan karena merasa kasihan kepada istrinya menahan lapar,apa lagi ada calon anak diperut Anggun.
Galang mengobati pelipis dan sudut bibirnya,sedang Anggun hanya terdiam,Galang menoleh kearah Anggun,"Kenapa tidak dimakan?,apa ingin sesuatu?",tanya Galang.
Anggun menggeleng,"Ada apa?",tanya Galang.
"Maaf kak,karena bertanggung jawab kepada anak yang aku kandung,kakak dan Eliana gagal menikah",ucap Anggun menyesal.
Galang mengerutkan dahi,"Kakak boleh kok bila mau menjalin hubungan dengan Eliana",ucap Anggun.
"Kamu ini bicara apa",ucap Galang tak suka.
"Ya bila dinovel yang aku baca seperti itu,kalau pemeran pria terpaksa menikahi pemeran wanita,si pria masih menjalin hubungan dengan kekasihnya bila tak diijinkan pasti menganiaya pemeran wanita,"ucap Anggun.
Galang tersenyum geli,"Ini dunia nyata Anggun,bagi ku menikah cukup sekali,istri pun cukup satu",ucap Galang meyakinkan.
"Aku kan bukan kriteria kakak",ujar Anggun.
"Kata siapa?",tanya Galang.
"Kakak sendiri yang bilang",ucap Anggun.
Galang duduk disamping Anggun,menangkup kedua pipi Anggun,"Memang bukan gadis kriteriaku,tapi istri idamanku",ucap Galang,Anggun mengerutkan dahi,Saat Galang akan mengecup kening Anggun.
Pintu kamar kembali terbuka,"Bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk!!",hardik Galang kesal tanpa melihat siapa yang masuk.
"Apa mama mengganggu?",tanya Mama Ririn heran.
Galang berdecak dikira Siska,Mama Ririn menatap Galang aneh,"Sayang,resepsi kalian sudah kami tentukan dua minggu setelah ini",ucap Mama Ririn kepada Anggun membiarkan putra sulungnya yang mukanya ditekuk.
Setelahnya Mama Dan Papa Pras ikut masuk kedalam kamar.Mana Pras mendekati Anggun.
"Mama dan papa akan pulang",ujar papa Pras
"Aku ikut",seru Galang.
Semua orang menatap Galang heran,"Ada yang salah?",tanya Galang.
Semua orang hanya menggeleng.
Anggun dan Galang kerumah kediaman orang tua Anggun,Galang tersenyum senang sebab dirumah Anggun tak ada yang mengganggu seperti Siska sebab dia anak tunggal,iya kali bila dirumahnya bisa berduaan dan berdekatan dengan Anggun,yang ada pasti ada Siska,buktinya tadi masuk kamar nya tanpa permisi seperti biasa karena menganggap Anggun sahabatnya,dia tak menganggap aku kakak nya.
Sampai di kediaman papa Pras,"Galang,aku ingin bicara sesuatu dengan mu",ucap Papa Pras.
"Baik om",ucap Galang mengiyakan.
"Aku tunggu diruang kerja",ujar Papa Pras.
Galang mengangguk,sebelumnya Galang tak pernah kerumah ini lagi semenjak bekerja,namun menurut Galang rumah Anggun seperti rumah milik kedua orang tuanya,"Nyaman".
Aneh bukan?,Galang merasa dirumahnya sendiri bahkan tau tempat kerja Papa Pras,"Aku menemui om Pras dulu",ucap Galang kepada Anggun,Anggun mengangguk
Mama Pras dan Anggun hanya saling pandang,Anggun mengangguk.Anggun menuju kamarnya bersama Mama Pras,"Ma",panggil Anggun.
"Apa?",tanya Mama Pras.
"Apa aku harus tidur satu kamar dengan Galang?",tanya Anggun.
Mama Pras mendekati putrinya,membenarkan rambut putrinya itu dan ia selipkan ditelinga,"Kalian sudah suami istri,sepatutnya satu kamar",jawab Mama Pras.
"Apa Anggun nanti tak boleh bekerja lagi?,seperti Mama dan Tante Ririn?"tanya Anggun.
"Tinggal Galang maunya bagaimana?,izin dulu dengan suami,kalau diperbolehkan bekerja,Anggun bekerja seperti biasa kalau tidak boleh...
"Dirayu lah,kalau perlu paksa",ujar Mama Pras mengajari.
"Ma",rengek Anggun,mama Pras tertawa.
"Nurut sayang,yang patuh",ucap Mama Pras.
Anggun memang berharap menemukan suami namun bukan seperti ini,ini terlalu cepat dan mendadak,dengan orang yang sudah dikenal pula dan parahnya dia sebagai perebut dari tunangan Galang,pelakor bukan sih?.
Ditambah Galang pasti tidak mencintainya,Anggun resah dan khawatir,bila kisah rumah tangganya seperti novel yang dia baca tentang derita seorang istri dadakan,tapi inikan kecelakaan dan dunia nyata,toh bila dia dicampakan oleh Galang dia masih punya orang tua yang sayang dengannya dan poin plusnya Anggun anak orang kaya.
Anggun tak mau menjadi bodoh sebab baktinya kepada suami,sehingga harus menyakiti diri sendiri seperti protagonis wanita didalam novel,"Aku akan menjadi protagonis wanita kuat",batin Anggun.
Didalam ruang kerja papa Pras terasa canggung,bukan tapi tegang.
"Galang",panggil Papa Pras.
"Iya om",jawab Galang mantap.
"Anggun putri satu-satunya yang kami miliki,putri yang kami sayang dan cintai",ucap Papa Pras.
"Tolong jaga putriku,cintai dan sayangi dia,bila Anggun membuat kesalahan tegur dia dengan halus,dan bila kamu kelak tak merasa cocok dengan putri ku lagi kembalikan dia kepadaku dengan baik-baik",mohon Papa Pras
"Baik om,aku akan mencintai dan menyayangi Anggun melebihi om",ucap Galang.
Papa Pras mengangguk,"Dan aku tak akan pernah mengembalikan Anggun kepada om,aku akan menjamin itu",sambung Galang.
Papa Pras mengerutkan dahi heran saat Galang membuka kancing kemejanya sambil menunjukan sesuatu,membuat Papa Pras membelalak matanya.
Kemudian Galang keluar dari ruang kerja papa Pras dengan bangga.,"Bocah edan", umpat Papa Pras kepada Galang,sesudah Galang pergi.Papa Pras kemudian lega dan tersenyum senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Apaan tuh Tatoo nama Anggun kah?😀😀😀
2024-10-18
0
Qaisaa Nazarudin
Waahh pengertian banget nih adek ipar..👍👍👍😂😂
2024-10-18
0