Memaafkan

Galang membawa Anggun kedalam ruangannya,"Mau istirahat?",tanya Galang.

Anggun mengerutkan dahi,sambil melihat sekeliling hanya ada meja dan kursinya,sebuah sofa panjang dan juga lemari buffet serta meja dan kursi kerja Galang,kenapa Galang menyuruhnya istirahat,apa Galang menyuruhnya rebahan dan guling-guling di lantai.

Anggun menggeleng,Galang menuju lemari buku kemudian mendorong sedikit lemari,Anggun hanya memperhatikan,tiba-tiba lemari berfungsi sebagai pintu.

"Istirahat didalam,ibu hamil jangan terlalu kecapean",ujar Galang tersenyum memandang wajah istrinya yang sepertinya penasaran.

Anggun masih diam memperhatikan sekeliling,"Ayo masuk",ajak Galang.

Anggun mengerutkan dahi,ada kamar?,apa jangan-jangan Galang sering tidur disini?,bersama Eliana?.

"Ayok",ajak Galang,Anggun menggeleng,enggan namun penasaran.

"Istirahat ditempat tidur itu lebih nyaman,kalau kamu tidak nyaman ada aku,aku akan keluar,yang terpenting istriku istirahat",ujar Galang memegang lembut tangan Anggun mengajak masuk kedalam ruangan rahasia,saat akan masuk kedalam Galang menghidupkan lampu, Anggun menghentikan langkah,Anggun takjub bukan karena ukuran kamar dan fasilitas apa yang ada didalamnya namun karena lukisan yang terpajang,walaupun hanya beberapa namun sangat indah.

"Ini semua...

"Hasil karya ku",ucap Galang bangga.

"Jadi lukisan itu?",tanya Anggun mengingat lukisan dirinya dan Galang seperti layaknya sepasang pengantin.

"Hasil karyaku juga",ujar Galang.

Anggun mengurungkan niatnya untuk bertanya soal Eliana yang pernah istirahat disini atau tidak,mungkin tidak pernah,sebab ada banyak lukisan wajahnya.

Namun bisa jadikan karena lukisan dirinya membuat Eliana seolah memusuhinya.

"Istirahatlah bila perlu apa-apa aku didepan mengerjakan pekerjaan",ucap Galang akan meninggalkan Anggun namun dicegah.

"Tunggu",ucap Anggun memegang tangan Galang,Galang menatap istrinya yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.

"Apa...Tidak jadilah",ucap Anggun ragu sambil melepaskan tangan Galang kemudian menuju tempat tidur berukuran besar tersebut dan segera berbaring.Galang menatap heran istrinya ini,Galang tak jadi keluar dari kamar dia menyusul istrinya yang berbaring,Anggun diam saat Galang memeluknya.

"Kamu wanita pertama dan satu-satunya yang tau ruangan ini",bisik Galang,Anggun menoleh kearah belakang menatap wajah Galang.

"Bukan urusanku",ucap Anggun cuek dan berbalik memunggungi Galang,namun tersenyum lega.

Anggun entah kenapa seperti disihir,memejamkan matanya lalu tertidur pulas,dijam bekerja yang biasanya dia sibuk dengan file,kertas dan data sekarang merasa nyaman,ditambah pelukan suaminya.

"Ah,sungguh nyaman tak ada duanya",

Galang mendengar nafas teratur Anggun,Galang mencium pipi dan kening istrinya,kemudian tersenyum bahagia,tak menyangka bisa memeluk bahkan memiliki cinta pertamanya walau dengan jalur darurat.

Galang dengan perlahan keluar dari ruangan,kemudian keluar dari kamar rahasianya.

Di kontrakan Eliana ada petugas berseragam akan membawa Eliana,jelas dari pihak Papa Pras dan papa Adi,Kenzo bernegosiasi dengan bapak berseragam,"Ken,tidak apa,ini memang kesalahan ku",ucap Eliana pasrah

"Mari ikut dengan kami,maka kami tidak akan menarik paksa anda",ucap petugas.

"Dengar,aku pasti akan mengeluarkanmu dari penjara,tunggu aku",ucap Kenzo kepada Eliana.

Eliana mengangguk,Eliana ikut dengan petugas berwajib itu,sedangkan Kenzo segera pergi menemui Galang atau tidak Anggun.

"Anggun",gumam Kenzo segera melajukan ke tempat kerja Anggun.

Sesampainya dikantor,Kenzo dengan wajah khawatir segera menerobos masuk dan membuat keributan,Security memanggil Galang sebab ada orang yang ingin bertemu dengannya atau tidak dengan Sekertaris Anggun.

Galang segera menemui orang yang dimaksud pihak keamanan,bila yang menyangkut Anggun juga harus berurusan dengannya.

Galang mengerutkan dahi,"Seperti tak asing lelaki ini",batin Galang mengamati sosok pria tampan tinggi dan bertubuh atletis.

"Anda mencariku?",tanya Galang,

Kenzo segera berlutut dihadapan Galang,"Tolong bebaskan El,aku mohon",ucap Kenzo memohon,Galang mundur.

"Maaf,kalau itu harus mengikuti prosedur hukum,karena bukan kuasaku lagi",ucap Galang sebab papa mertuanya yang melaporkan Eliana ke polisi.

"Tapi El sedang mengandung,dia sedang hamil",ucap Kenzo,Siska yang tau bila ada yang mencari kakaknya segera menyusul Galang,Siska takut bila Eliana yang datang.

Namun Siska dikejutkan oleh pernyataan Kenzo,"Kakak juga menghamili Eliana!!!??",ucap Siska mengagetkan Kenzo dan Galang.

"Tidak,siapa?,bukan aku,mungkin dia",ucap Galang panik dan menunjuk Kenzo.

"Kenzo,kenapa kamu kemari!",ucap ketus Siska.

"Aku...

Galang memotong,"Aku hanya tidur dengan Anggun,aku orang pertama untuk Anggun,begitu juga sebaliknya",ucap Galang pamer,Galang teringat dengan nama lelaki itu,lelaki yang membuat Anggun bisa menutup hatinya untuk lelaki manapun.Siska dan Kenzo hanya saling pandang,"Aneh",batin keduanya.

Kenzo memgingat niat awalnya.

"El,ditangkap polisi aku mohon agar kakak mu untuk menarik kasusnya,karena El sedang hamil,aku takut terjadi apa-apa dengan El dan calon bayinya",ujar Kenzo.

"Itu sudah resikonya,kalau tidak mau kebakar jangan main api",ujar Galang menyolot.

Kenzo bingung,"Apa aku boleh bertemu Anggun?",tanya Kenzo.

"Tidak boleh!!",ucap Galang tegas,"Enak saja mau bertemu istriku,mau apa kamu,mau godain istriku,tidak bisa dia milikku",batin Galang menatap penuh permusuhan.Galang kemudian pergi,saat Kenzo akan memohon lagi.

"Tolong adiknya Galang,kalau tidak untuk El untuk calon anak kami",ucap Kenzo memohon.

Siska membelalakan matanya,"Kalian punya anak lagi tanpa menikah!!??",tanya Siska terkejut.

"Itu tidak penting yang penting sekarang tolong bujuk kakakmu untuk mencabut tuntutannya",ujar Kenzo,Siska menghela nafas.

"Maaf,Ken,sepertinya tidak bisa,saranku cari saja pengacara setidaknya bisa meringankan hukuman untuk El,karena bukan kuasa ku melainkan orang tua kami yang pegang kendali",ucap Siska meninggalkan Kenzo.

Kenzo kecewa,namun benar kata Siska dia harus mencari pengacara sambil berusaha menemui Anggun,hanya Anggun harapan saru-satunya untuk menarik tuntutan itu.

Kenzo pergi dari kantor Galang dengan wajah sedih dan kecewa,Kenzo menguatkan hatinya demi calon istri dan calon anaknya serta keluarga kecil yang bahagia.

Kenzo akan menunggu Anggun pulang kerja dan menemuinya.

Anggun merasa sangat sumpek karena ada yang memeluknya,saat Anggun membuka mata nya,Anggun membelalakan mata,Anggun berteriak.

"Ada apa!?,ada apa?",ucap Galang bingung.

Anggun baru tersadar kalau itu Galang suaminya,"Maaf kak aku terkejut",

Galang mengangguk sambil tersenyum,"Jam berapa sekarang?",

"Jam dua siang",

"Lama sekali aku tidur,"

"Mau kemana?",

"Menyelesaikan pekerjaan,aku tidak mau lembur",

"Tidak perlu,sudah sini tidur lagi",

"Tapi kak",

"Aku bos mu,dan aku suami mu,jadi istri harus nurut sama suami",

Anggun menuruti kemauan Galang,bukan tidur namun mengamati isi kamar,"Kak,kenapa kakak tak menjual hasil lukisannya,"

"Itu hasil kerja kerasku tak mungkin aku jual toh aku tak kekurangan uang,melukis hanya hobi ku,bukan pekerjaan ku",

Setelah lama menemani Galang berbaring,karena kalau tidur tak mungkin bisa menjawab semua pertanyaan Anggun.Galang dan Anggun pulang,saat ditengah jalan Galang dan Anggun dihadang oleh Kenzo.

Motor Kenzo diberhentikan ditengah jalan,kemudian Kenzo menghampiri Anggun,"Anggun tolong maafkan El,tolong bebaskan El,El sedang hamil",ucap Kenzo,Anggun menoleh Galang,Galang menggeleng.

"El hamil anak siapa?",tanya Anggun menatap tajam Galang.

"Yang jelas bukan anak ku,anak pria itu mungkin",ucap Galang,Anggun membuka kaca jendela mobil.

"Kita bicarakan dicafe sebelah sana",ucap Anggun,Kenzo tersenyum sumringah mengiyakan.

Sedangkan Galang berdecak,"Kakak ikut atau aku sendiri yang temui pria itu",ucap Anggun,Galang hanya diam.

"Berarti aku sendiri yang akan menemui,dan asal kakak tau pria itu yang selama aku tunggu",ucap Anggun.

"Aku ikut",ucap Galang melajukan mobil menuju cafe dekat kantor mereka.

Kenzo tanpa basa basi mengutarakan niat dan tujuannya,"Aku jamin El tidak akan mengganggu kalian lagi,aku janji akan membawa El jauh dari kota dan dari kalian",ujar Kenzo.

Anggun menatap Galang dan juga memegang tangannya,"Kita maafkan saja ya kak",ucap Anggun,Galang mengerutkan dahi,apa karena pria ini Anggun seperti ini,apa karena permohonan pria

Didepannya ini,Galang sungguh tak suka dengan pria didepannya ini.

"Aku mohon Anggun,aku tau kamu gadis yang baik",ujar Kenzo.

"Dia bukan gadis lagi,dia sekarang istri dan calon ibu dari anak ku",ujar Galang tak terima istrinya dipuji pria lain.

"Iya,maksudku istri dan calon ibu yang baik",ucap Kenzo tetap memuji.

"Aku akan pertimbangkan",ucap ketus Galang.

"Kak,"tegur Anggun.

"Baiklah,tapi dengan syarat kamu harus menikahi..

"Anggun",celetuk Kenzo membuat Galang menatap tajam Kenzo,Kenzo tertawa melihat Galang yang cemburu,"Aku memang akan menikahi Eliana kemudian akan membawanya pergi dari kota ini",ucap Kenzo.

"Baiklah,aku akan bicarakan ini dengan papa dan papa mertua ku,semoga beliau bisa mempertimbangkannya",ucap Galang.

"Nanti aku akan membantu untuk bicara kepada papa",ucap Anggun,Galang menatap tak senang.

"Terimakasih",ucap Kenzo merasa lega.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Jujur saja aku paling gak suka oeran Anggun yg Lemah dan cepat goyah,Untung banget aku bukan Anggun,Mana mau aku apa lagi yg merayu2 itu adalah Kenzo, orang yg bikin kamu kecewa dan terluka,dan sekarang dia malah merayu2 demi utk wanita lain,Ogeb si Anggun,Harusnya Eliana sendiri yg memohon,Bukannya Kenzo..

2024-10-18

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

ialah gak mungkin juga dia bawak Eliana kedalam,Eliana juga pastinya marah kalo tau kamarnya penuh dgn poto2 lukisan mu Anggun..😀

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertunangan
2 Pura-pura tak melihat
3 Selingkuh
4 Menolak percaya
5 Rencana
6 pesta
7 Tak terjadi apa-apa.
8 Pengakuan mengejutkan.
9 Benar-benar Hamil.
10 Canggung
11 Milikku
12 Tunangan berulah.
13 Memohon
14 Memaafkan
15 Cemburu
16 salah paham
17 Hamil anakku
18 lamaran dadakan.
19 pesta pernikahan dan pesta tunangan
20 pengganggu
21 Jangan ganggu aku.
22 Cobaan.
23 Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24 Cinta seperti apa?
25 Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26 Guna-guna vs pesona Siska
27 Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28 Tragedi salah kamar
29 Honeymoon
30 candaan.
31 wanita dari masalalu
32 Wanita masalalu
33 Buaya betina
34 cinta lama
35 Gagal
36 Silahturahmi cinta pertama.
37 lahirnya pewaris
38 Istri vs cinta pertama.
39 Latihan Ala Jihan.
40 Kecewanya seorang Siska.
41 Maaf
42 Damai
43 Twins.
44 kelahiran baby twins.
45 Bahagia yang sempurna.
46 Calon suami Jihan
47 Gao?
48 Calon suami koma?,aku harus apa?
49 Gao sadar
50 Lanjutkan
51 Pembalasan Jihan.
52 Alasan pergi
53 bukan penitipan anak
54 Menyalahkan.
55 butuh alasan.
56 Hanya melanjutkan hidup.
57 Kerusuhan Jihan
58 Bertemu saudara
59 Cemburu
60 Menjemput yang berharga
61 perhatian wujud cinta
62 Ungkapan perasaan ala Jihan.
63 Balasan.
64 Hidup dengan damai.
65 Semua bahagia
66 Kehidupan Ken.
67 Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68 keinginan.
69 Bertemu
70 Pelajaran dari Jihan.
71 Keputusan
72 Hukuman untuk Kenzo
73 Status mode awal.
74 Surprise
75 Kejutan yang membuat terkejut.
76 Akhir yang bahagia.
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Pertunangan
2
Pura-pura tak melihat
3
Selingkuh
4
Menolak percaya
5
Rencana
6
pesta
7
Tak terjadi apa-apa.
8
Pengakuan mengejutkan.
9
Benar-benar Hamil.
10
Canggung
11
Milikku
12
Tunangan berulah.
13
Memohon
14
Memaafkan
15
Cemburu
16
salah paham
17
Hamil anakku
18
lamaran dadakan.
19
pesta pernikahan dan pesta tunangan
20
pengganggu
21
Jangan ganggu aku.
22
Cobaan.
23
Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24
Cinta seperti apa?
25
Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26
Guna-guna vs pesona Siska
27
Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28
Tragedi salah kamar
29
Honeymoon
30
candaan.
31
wanita dari masalalu
32
Wanita masalalu
33
Buaya betina
34
cinta lama
35
Gagal
36
Silahturahmi cinta pertama.
37
lahirnya pewaris
38
Istri vs cinta pertama.
39
Latihan Ala Jihan.
40
Kecewanya seorang Siska.
41
Maaf
42
Damai
43
Twins.
44
kelahiran baby twins.
45
Bahagia yang sempurna.
46
Calon suami Jihan
47
Gao?
48
Calon suami koma?,aku harus apa?
49
Gao sadar
50
Lanjutkan
51
Pembalasan Jihan.
52
Alasan pergi
53
bukan penitipan anak
54
Menyalahkan.
55
butuh alasan.
56
Hanya melanjutkan hidup.
57
Kerusuhan Jihan
58
Bertemu saudara
59
Cemburu
60
Menjemput yang berharga
61
perhatian wujud cinta
62
Ungkapan perasaan ala Jihan.
63
Balasan.
64
Hidup dengan damai.
65
Semua bahagia
66
Kehidupan Ken.
67
Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68
keinginan.
69
Bertemu
70
Pelajaran dari Jihan.
71
Keputusan
72
Hukuman untuk Kenzo
73
Status mode awal.
74
Surprise
75
Kejutan yang membuat terkejut.
76
Akhir yang bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!