Hari ini Siska dan Anggun berangkat bekerja seperti biasa,pekerjaan mereka adalah sama-sama sekertaris.
Siska menjadi sekertaris dari Adicandra Mataram papanya sendiri sedangkan Anggun menjadi sekertaris Galang Candrama.
Saat makan siang Anggun menangkap sosok yang tak asing,"Sis",ucap Anggun.
Siska yang mengerti lirikan Anggun,mengambil tisu dan melihat apa yang dimaksud Anggun,dan kebetulan bersitatap dengan objek yang dimaksud.
"Apa coba melakukan itu",gerutu Siska,Melihat Eliana membisikan sesuatu kepada pria kemudian tertawa bersama.
"Aku merasa dia sengaja enggak sih",ucap Anggun yang tak habis fikir dengan apa yang dia lihat.
Siska menghela nafas,"Aku tak tau",ucap Siska.
"Kamu tak mau memfotonya dan mengirim kepada Galang",ucap Anggun.
"Percuma,kak Galang akan lebih percaya kebohongan wanita itu dibanding aku",ucap Siska dengan matanya menatap Eliana masuk didalam perusahaan ayahnya.
DiDalam ruangan Galang.
"Sayang",panggil Eliana dengan manja
Galang segera menyambut Kekasihnya dengan senyuman,"Makan siang dulu",ucap Eliana dengan nada lembut.
"Sebentar aku selesaikan ini dulu",ucap Galang fokus dengan kertas-kertas.
Eliana cemberut,"Aku cemburu!!",ucap Eliana.
Galang tersenyum kemudian menghampiri kekasihnya,"Masa cemburu dengan kertas",ucap Galang.
"Habisnya,tunangannya disini dicuekin sih",ucap Eliana dengan nada manja.Galang mencubit pipi Eliana,"Dengan siapa tadi kesini?",tanya Galang.
"Jelas dengan ojek dong",ucap Eliana,Galang mengangguk.
Galang dan Eliana bekerja diperusahaan yang berbeda,Galang seorang Direktur diperusahaan papanya sedangkan Eliana hanya seorang karyawan biasa.
Kenapa mereka bisa dekat hingga berpacaran,sebab Galang tak sengaja menyerempet Eliana saat mengendarai mobilnya,Galang bertanggung jawab untuk membiayai pengobatan Eliana dan juga iba saat tau bila Eliana korban broken home.
Eliana begitu terpukul saat kedua orang tuanya memutuskan berpisah,sehingga Eliana tak sadar bila berada ditengah jalan dan tak sengaja tersenggol mobil Galang.
Galang mulai tertarik saat mengetahui kehidupan Eliana,seorang gadis sederhana yang mandiri,ceria dan juga mudah akrab dengan siapa saja,orangnya juga asyik untuk diajak cerita,hari demi hari membuat Galang nyaman.
Galang pun memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Eliana,dan juga mengutarakan niatnya menjadikan seorang kekasih.Eliana menyambut dengan gembira.
Selang hanya satu tahun,Galang melamar Eliana dan sekarang menjadi tunangannya.
Eliana keluar dari ruangan Galang,ternyata dikursi depan ruangan kekasihnya sudah ada sahabat dari calon adik iparnya,Eliana mendekati Anggun,"Awas kalau kamu menggoda calon suamiku",ancam Eliana sambil menunjuk wajah Anggun.
Anggun terkejut,kemudian dengan santai,"Kenapa?,kamu takut kalah saing dengan ku",ucap Anggun.
Eliana tertawa mengejek,"Galang tak suka cewek menor kaya lo",ucap Eliana.
"Ya,ya,ya,si paling natural",ucap Anggun sambil mengerjakan pekerjaannya.
"Kamu...
Eliana tak melanjutkan dan bersikap manis saat calon ayah mertuanya datang,"Papa",sapa Eliana menyalami calon ayah mertuanya.
"Kamu disini?",tanya Adi candra heran.
"Tadi mas Galang ingin makan siang bareng pa",ucap Eliana bersikap selembut mungkin.
"Oh,saya tinggal dulu",ucap Adi candra masuk kedalam ruangan putranya.
Eliana tersenyum manis namun berubah sinis saat berpapasan dengan Siska,Siska berpura-pura muntah untuk mengejek Eliana,Eliana melototkan kedua matanya.
Anggun bergumam,"Dasar Bunglon",gumam Anggun.
"Aku dengar ya,awas kalian berdua",ancam Eliana.
Ponsel Eliana berdering,"Ah,iya kamu sudah menunggu dibawah,aku akan kesana",ucap Eliana dengan nada menggoda.
Anggun tak bisa berkata-kata,kemudian fokus lagi dengan kerjaannya.
Galang dan Adi candra beserta Siska keluar dari ruangan Galang,"Anggun persiapkan berkas untuk meeting hari ini",perintah Galang
"Sudah pak,dan agenda setelah ini bertemu dengan klien dari Singapur jam empat sore,saya juga sudah reservasi salah satu restoran",ucap Anggun.
Galang mengangguk,Pak Adi Candra pun mengangguk senang.
Galang,papanya,Siska dan Anggun memasuki ruang rapat.
Setelah selesai rapat Galang dan Anggun lanjut pergi menuju restoran untuk bertemu klien dari Singapur.
"Dia sangat pintar dan cantik,kami akan bekerja sama dengan perusahaan anda",ucap Mr.Singapur.
"Terimakasih",ucap Galang senang.
"Anda beruntung mendapatkan wanita seperti saudari Anggun,"ucap Mr.singapur.
Galang dan Anggun saling tatap kemudian mengangguk,Klien sudah pergi.
"Kamu pulang lah dulu,aku akan disini bersama kekasih ku",ucap Galang,Anggun mengangguk.
"Oh,baik pak,selamat bersenang-senang",ucap Anggun sopan.
Anggun pulang sebelumnya sudah memesan taxi online,Anggun merasa lelah sekali tapi tidak apa ini juga untuk pengalamannya kelak saat dia sudah siap memimpin perusahaan milik ayahnya.
Anggun menatap keluar jendela mobil,"Berhenti sebentar pak",pinta Anggun.
Anggun melihat Eliana bersama dengan pria yang mengantarnya tadi sedang berciuman didalam mobil,"Jalan pak",ucap Anggun.
Anggun memotret Eliana dan pria tak dikenal,Anggun merasa kasihan kepada Galang namun untuk apa toh Galang sudah cinta mati dengan Eliana,setiap kesalahan yang Eliana perbuat sepertinya gampang sekali Galang memaafkannya,Siska mungkin,ya Anggun merasa kasihan dengan Siska yang akan mendapat kakak ipar mirip bunglon seperti Eliana yang sudah menyakiti hati Siska sebab kepergok bermesraan dengan David kekasih Siska.
Anggun hendak mengirimkan foto tersebut kepada Siska namun dia urungkan,"Aku simpan sajalah",ujar Anggun.
Kemudian Anggun berselancar didunia maya,disana dia mengomentari satu postingan dari seorang kelaki yang jauh di negara orang.
"Aku masih menunggumu",tulis Anggun,kemudian tersenyum.
Anggun mengomentari postingan Kenzo Alvaro,lelaki yang bisa membuat jantung Anggun berdebar-debar walau hanya menyebut namanya,lelaki yang bisa membuat Anggun tak dekat dengan lelaki manapun karena janji untuk menunggunya,lelaki yang sampai saat ini belum pernah menyatakan cinta atau sayangnya kepada Anggun sebab masih mencintai wanita masalalunya,Kenzo sudah mengatakan kepada Anggun untuk tidak berharap padanya namun Anggun tetap kekeh menunggu hingga Kenzo mau membuka hatinya untuknya.
Miris bukan?sukses dalam karir belum tentu sukses dalam percintaan.Kadang tak jarang Siska menjodoh-jodohkannya dengan teman bahkan dengan kakaknya namun Anggun tetap setia menunggu Kenzo Alvaro.
Setelah sampai rumah Anggun segera bebersih,saat sedang mengistirahatkan punggungnya.
Siska mengirim pesan kepada Anggun,"Jalan yuk?",isi pesan Siska.
"Mager",balas Anggun.
"On the Way",tulis Siska.
Anggun menghela nafas,dan benar tak berselang lama pintu kamarnya terbuka,"Ayo temani aku",ajak Siska.
"Aku capek Sis",ujar Anggun.
"Kita harus datang ke opening cafe kak Reza",ucap Siska.
"Reza?,siapa lagi?",tanya Anggun bingung.
"Itu yang naksir kamu,udah buruan ganti aku tunggu",ucap Siska menarik dan mendorong Anggun kedalan walk in closet.
"Bilang saja mau makan gratis",tebak Anggun.
"Betul,cus kita berangkat",ucap Siska menarik tangan Anggun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments