Reza mengutarakan niatnya melamar Siska,"Tapi benar kan Siska tidak hamil?",tanya Papa Adi kepada Reza.
"Tidak pa,aku berani bersumpah kalau tidak sekarang periksa ke dokter,"terang Siska,Reza mengangguk,"Ide bagus itu,mungkin kalau Siska menolak aku hamili saja",batin Reza.
"Kenapa kamu tadi berbohong membuat jantungan saja",ujar Mama Ririn.
Reza hanya tersenyum",Untuk masalah ini sebaiknya dibicarakan dengan ayah mu dulu",ujar Papa Adi.
"Ini hidupku om,aku yang menentukan,Siska adalah pilihanku,dan aku percaya akan hidup bahagia dengannya",jelas Reza.
"Iya aku tau,namun ini bukan hal yang sepele Reza,setidaknya libatkan keluarga",ujar Mama Ririn.
Reza menunduk,Reza lupa bahwa dia tak memiliki keluarga,dia dibesarkan dipanti asuhan,bertemu dengan orang yang mengaku ayah kandungnya belum lama ini."Keluarga kami tak memandang latar belakang siapa pun yang akan menjadi menantu kami",ujar Papa Adi.
Setelah itu Reza berani mengangkat kepalanya rasa percaya dirinya kembali ada,"Besok saya akan membawa ibu panti kemari untuk meminang Siska secara resmi",ujar Reza mantap,Siska bingung.
"Pa,kenapa jadi seperti ini,yang mau dipinang itu Siska bukan papa kenapa papa yang manggut-manggut tanpa meminta pendapat dari ku",ucap Siska kesal.
"Karena papa yakin Reza pemuda yang baik,ulet,pekerja keras dan tanggung jawab tak seperti pacar-pacar mu yang kamu kenalkan kepada kami",ucap Papa Adi.
Reza sedikit membusungkan dada karena dibela papa mertua,"Siska tidak mau,titik",ucap Siska menolak.
"Besok kami tunggu kedatangan orang tua mu nak Reza",ujar Mama Ririn.
"Baik om",ucap Reza.
Siska semakin kesal,dan meninggalkan orang tua serta Reza berjalan dengan menghentakan kakinya.
Setelah Reza pulang,"Papa kenapa mengambil keputusan seperti itu?,apa tidak kasihan dengan Siska?,papa tidak bertanya apa pun dengan Siska,"ucap Mama Ririn.
"Ma,papa hanya ingin yang terbaik untuk putri kita,lambat laun Siska akan menerima Reza,seperti mama yang menerima papa",ucap Papa Adi.
"Sekarang zamannya beda pa",ucap Mama Ririn.
"Ada alasan tertentu kenapa papa menerima lamaran Reza ma",ujar Papa Adi.
Mama Ririn hanya menghela nafas.Papa Adi memandang keluar jendela menerawang jauh.
Di kediaman keluarga Prasetyo.
"Ini enak,sejak kapan kak Galang bisa masak",ucap Anggun menyuap salad buah.
"Sejak lama",ucap Galang.
Anggun melahap habis salad buah buatan Galang,Galang merasa bahagia.
"Ada yang diinginkan lagi?",tanya Galang,Anggun menggeleng.
"Kak,apa aku belum boleh pergi keluar?",tanya Anggun.
"Memangnya mau kemana?",tanya Galang.
"Aku hanya ingin keluar saja dari kamar ini,bosan sudah tiga hari hanya berbaring ditempat tidur",ujar Anggun.
Galang berpikir sejenak,"Kita ke taman saja bagaimana?",tanya Galang.
"Boleh",ucap Anggun senang.
Galang mengajak Anggun ke taman dekat komplek perumahan mereka,sedangkan Siska yang sedang kesal,marah,kecewa,lelah memutuskan untuk kerumah Anggun,mungkin dengan sedikit cerita bisa mengurangi sesak di dada.
Anggun menghirup udara,rasanya bebas,saat sore seperti ini taman ramai dengan para orang tua,entah itu ditemani anak,cucu bahkan hanya berdua mungkin mengulang masa romantis mereka.
"Mau sesuatu?",tanya Galang,Galang berusaha menjadi suami siaga sebelum istrinya meminta dia menawarkan.
Anggun menoleh kearah Galang,"Tidak kak",ucap Anggun mereka duduk dibangku taman mengamati semua orang dengan keheningan.
"Apa yang kakak sukai dari diriku?",tanya Anggun tiba-tiba.
''Semuanya",ucap Galang,Anggun berdecak.
"Salah satunya?,paling tidak satu yang membuat kakak bisa sangat yakin untuk mencintaiku?,hal yang berkesan",ucap Anggun.
"Mungkin saat kamu memberikan coklat untuk ku",ucap Galang membuat Anggun menatap Galang.
Anggun mengingat-ingat kejadian itu,Anggun mengangguk,coklat yang ditolak oleh Kenzo dan dia berikan kepada Galang karena waktu itu bentuk ucapan terimakasih sebab mengantarnya pulang.
"Kenapa berkesan bagi kakak?",tanya Anggun.
"Sebab aku tak pernah diberikan coklat oleh siapa pun termasuk keluarga ku,semua orang mengira karena watak ku seperti ini tak menyukai coklat,padahal sebaliknya dan dari itu aku meyakini kamu pasti akan bisa memahami ku",jelas Galang.
"Dalam sekali pemikiran kakak",ucap Anggun.
"Setidaknya keinginanku untuk menjadikan dirimu miliku sudah terwujud",
"Memang ada lagi yang kakak inginkan?",
Galang mengangguk,"Boleh aku tau?",
"Aku menginginkan istriku mencintaiku,mempunyai banyak anak dengan mu dan bisa menua bersama dirimu",
Anggun tertegun,tak bisa berkata-kata dirinya memang belum bisa mencintai Galang.
"Papa dan mama menghadiahi tiket honeymoon untuk kita,apa kamu mau...
Anggun menoleh kearah belakang sebab ada yang memanggilnya,suara yang sangat dikenal memanggil nama Anggun,Anggun dan Galang menoleh ke sumber suara,seorang gadis yang melambaikan tangan,Galang menghela nafas,"Perusuh datang",batin Galang.
"Anggun",teriak Siska,kemudian menghampiri pasutri tersebut.
"Ayo ikut aku",ucap Siska menarik tangan Anggun,Galang mencegahnya.
"Eh,jangan asal tarik Anggun,Siska",ucap Galang memperingati.
"Kak,aku pinjam Anggun sebentar ya,pliss ini darurat",ucap Siska memohon.
"Memangnya mau dibawa kemana?,kalau Anggun pergi denganmu Aku juga ikut",ucap Galang melepaskan tangan Siska yang memegang tangan Anggun.
"Aku hanya butuh Anggun bukan kamu kak",ucap Siska.
"Tapi aku suaminya",ujar Galang tegas.
Siska mengalah membiarkan Galang ikut dengan mereka,Siska memohon kepada Anggun untuk bicara kepada orang tuanya agar tidak menerima lamaran Reza.
Anggun menceritakan kejadiannya,"Reza pemuda yang baik,kakak setuju bila dia menikahi mu",ucap Galang,dia berpikir bila adiknya ini segera menikah maka tidak ada pengganggu lagi,dan lebih cepat Siska menikah bukankah lebih baik.
"Kak,aku tidak meminta pendapatmu,aku sedang curhat dengan Anggun sahabatku",ujar Siska kesal.
"Telinga ku mendengarnya Siska",ucap Galang tak mau mengalah,Anggun hanya menghela nafas menjadi pendengar bagi kakak dan adik tersebut.
"Oh my god,kenapa semenjak menikah dengan Anggun kakak menjadi sangat cerewet,bisa diam tidak",ucap Siska.
"Hah,kamu sendiri semenjak Anggun menjadi istri ku menjadi sangat-sangat galak",ucap Galang tak mau kalah.
"Kak,bisa tidak diam dulu kalau tidak keluar dari sini dulu,aku ingin dengar curhatan Siska dengan tenang",ujar Anggun menjadi penengah.
"Baiklah aku diam",ucap Galang menurut kepada Anggun,Siska menatap Galang dengan sinis.
Siska kembali menceritakan kejadian-kejadian yang dialami,dari selalu diganggu David,fitting gaun Anggun hingga orang lain mengira Siska dan Reza calon mempelai pengantinnya.
Belum lagi papa Adi yang tiba-tiba menerima lamaran Reza dan menyuruh orang tua Reza untuk melamar secara resmi."Aku bingung,jadi aku minta tolong kepadamu untuk membujuk papa agar membatalkan menerima lamaran kak Reza",ucap Siska,Anggun dan Galang saling pandang.
"Kapan acaranya?",tanya Galang.
"Besok",ucap Siska.
"Apa!!",ucap Galang dan Anggun bersamaan karena terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments