Galang dan Anggun sampai dikediaman orang tua Anggun,Galang masuk kedalam rumah tanpa berbicara dan terkesan cuek dengan Anggun,Anggun hanya mengamati,"Tadi perhatian sekarang cuek,ini manusia apa bunglon sih,sikapnya berubah-ubah",batin Anggun.
Anggun mengikuti Galang menuju kamarnya,saat masuk kedalam kamar Anggun tak mendapati Galang,mungkin masih di kamar mandi karena suara air yang berisik.
Galang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dibagian bawahnya,Anggun hanya membelalakan matanya menatap aneh Galang yang berlenggang kedalam walk in closet.
Sedangkan Galang sengaja,biar Anggun tau tubuh nya juga tak kalah atletis seperti pria pujaannya itu.Galang berpikir apa lagi kira-kira ya?,agar istrinya itu memandangnya.
Anggun segera membersihkan diri,setelah selesai dia mendapati Galang yang hanya menggunakan celana pendek tanpa memakai baju sedang memainkan ponselnya duduk ditepian tempat tidur,ya Galang bertelanjang dada,Anggun menghela nafas.
"Kenapa kak Galang tidak pakai baju?,apa tidak membawa baju atau kaos?",tanya Anggun.
"Aku sengaja seperti ini",ucap Galang masih fokus dengan poselnya.
Anggun mengerutkan dahi,apa ini efek aku hamil juga?,pikir Anggun.
"Nanti kalau masuk angin bagaimana?",tanya Anggun ikut duduk disamping Galang,Galang menatap istrinya itu."Siapa yang lebih tampan?yang lebih bagus tubuhnya?",tanya Galang.
"Maksudnya?",tanya Anggun tak paham.
"Aku atau Ken itu?",tanya Galang dengan nada datar.
Anggun menghela nafas,"Jangan bilang kakak cemburu?",ujar Anggun,Galang hanya diam.
"Aku tak suka dengan pria itu",ujar Galang kembali fokus dengan ponsel.
"Kalau soal tubuh siapa yang bagus aku tidak tau,karena aku tidak pernah melihat Ken telanjang dada seperti ini",Ucap Anggun,Galang seperti menanti jawaban selanjutnya,"Tapi soal tampan,sepertinya kak Galang unggul 2 persen dari Ken",ucap Jujur Anggun membuat simpul tipis di bibir Galang.
"Apa kamu sedang memujiku?",tanya Galang.
"Bisa dibilang seperti itu",ucap Anggun.
Galang mengelus pipi Anggun,"Aku mencintaimu,jadi wajar bukan bila aku cemburu,dan aku melarangmu untuk melihat tubuh pria selain tubuhku",ucap Galang mengikis jarak mendekatkan wajahnya terhadap Anggun,mata Galang tertuju pada bibir ranum milik istrinya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka,Papa Pras terkejut begitu juga Galang dan Anggun."Oh,papa mengganggu ya?papa cuma mau bicara dengan Galang,nanti keruangan papa",ujar Papa Pras,Galang mengangguk dan Anggun menunduk malu.
"Dan satu lagi kalau ingin melakukan itu,pintu tolong dikunci ,silahkan lanjutkan,"ucap Papa Pras sebelum pergi dan menutup kembali pintu kamar anak semata wayangnya.
Sepeninggal papa Pras,keadaan menjadi canggung.
"Aku temui papa dulu",ucap Galang akan beranjak.
"Kak",panggil Anggun,Galang menoleh.
"Apa mau melanjutkan yang tadi?",tanya Galang,Anggun berdecak pertanyaan macam apa itu.
"Ck,bukan,pakai baju dulu",ucap Anggun sambil memalingkan wajah karena menahan malu.
Galang mengangguk,Anggun masih menunggu Galang yang sepertinya sudah tidak badmood lagi,Dia mengecek ponselnya tanpa aba-aba Galang mencium pipi istrinya membuat Anggun terkejut,Galang tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya yang lucu.
"Aku temui papa dulu",ucap Galang.
Anggun mengangguk,"Papa mu itu nak",gumam Anggun sambil mengusap perut ratanya.
Pagi hari
Galang dan Anggun sepakat untuk tidak menjebloskan Eliana ke penjara,memaafkan itu bukankah baik.
Hari ini Ken dan Eliana juga melangsungkan akad walaupun hanya menikah di KUA,membuat Ken bahagia.Niatnya hari ini juga Ken akan memboyong Eliana untuk tinggal dinegara orang.
Sebelum itu Ken berniat mengucapkan terimakasih untuk terakhir kali terhadap Galan dan Anggun,sebelum keduanya bertolak ke negara orang seperti syarat bebasnya Eliana untuk menjauhi kehidupan Galang dan Anggun.
Sedangkan dikediaman Anggun drama pagi,baru dimulai,"Aku lemas",lirih Galang setelah muntah-muntah.
"Mau sampai kapan",lirih Galang seperti sudah tak sanggup.
"Aku juga tidak tau,mungkin sampai anaknya lahir",ujar Anggun,karena keterangan Dokter kemarin seperti itu,Galang merasa tenaganya habis.
Galang mendekati Anggun,memegang perut rata Anggun.,"Sayang,papa sangat-sangat menyayangimu,tak perlu dibuat seperti ini mama mu juga akan tau bila papa ini sangat mencintainya,papa juga sudah mengakui bila mama mu itu cinta pertama papa,tolong sudahi ini bila ini terjadi sampai delapan bulan kedepan mungkin papamu ini tak akan bisa menikmati malam pertama dengan mama mu",ucap Galang frontal membuat Anggun memukul lengan Galang.
Anggun baru kali ini melihat Galang yang berantakan bicara yang asal namun kenapa Galang terlihat lebih tampan,bibirnya,hidung mancungnya,kulit bersihnya, sempurna,Anggun menggelengkan kepalanya.
"Mau minum air lemon dan madu?",ranya Anggun.
Galang mengangguk kemudian meletakan kepala yang berdenyut dipangkuan Anggun,Anggun meraih ponsel dan membuat pesan untuk asisten rumah tangga nya.
Anggun mengelus kepala Galang,Galang menikmati usapan lembut dikepalanya,membuat rasa gejolak diperut berangsur reda.
Ponsel Galang berdering dan tertera nama my love,Anggun yang meraihnya,"Kak",Anggun menyodorkan ponsel milik Galang.Galang terkejut dan bangun,Galang lupa untuk menghapus nomor Eliana,Galang menatap wajah Anggun.
"Maaf ini belum aku ganti",ucap Galang.
Anggun mengangguk sambil tersenyum dan akan beranjak pergi,Galang menahan tangan Anggun,"Jangan marah,aku akan menggantinya,tidak,bukan mengganti tapi menghapusnya",ucap Galang panik,rasa mual hilang menjadi rasa takut bila istrinya marah.
"Tidak apa-apa kak,semua butuh proses kan,seperti aku yang juga butuh proses untuk menerima kakak sebagai suami ku",ucap Anggun tenang,Galang melepas tangan Anggun ada rasa sedikit kecewa namun ponselnya berbunyi lagi dan masih nomor yang sama.
"Angkatlah mungkin penting",ucap Anggun kemudian keluar kamar.
Sebenarnya Anggun pun juga merasakan hal yang sama sebab Galang tadi berkata dia cinta pertamanya namun nomor kontak mantan tunangannya masih my love,hati Anggun mendadak kesal dan tidak terima,apakah dia cemburu?,entahlah.
Ternyata bukan El yang menghubungi melainkan Kenzo,mereka berdua ingin mengucapkan terimakasih,Ken dan El juga ingin bertemu untuk terakhir kali namun Galang beralasan tidak bisa sebab ada hal yang tidak bisa ditinggalkan hari ini.
Anggun masuk kedalam kamar membawa secangkir minuman teh lemon hangat dicampur madu,dan meletakan dinakas.
Anggun tak mendapati Galang,mungkin sudah pergi menemui Eliana,Anggun pun pergi ke kantor sendiri,hatinya mendadak kacau rasa tak terima menggelayuti.
Galang yang dari ruangan papa Pras untuk mengambil kunci mobil hadiah pernikahan dari papa mertuanya untuk dirinya dan juga istrinya tentunya,tak mendapati istrinya dikamar,hanya sebuah cangkir berisi teh.
Galang menghubungi kontak Anggun,dan masih tertera nama"Sekertaris Anggun".Galang segera mengganti kontak nama itu menjadi"My Wife".Seperti ini kan lebih baik.
Galang menghubungi istrinya namun hanya berdering,tak kunjung diangkat,"Apa dia marah atau cemburu?,tidak mungkin kalau cemburu,Anggun saja masih butuh waktu untuk menerimaku,tapi kenapa pergi tak pamit dengan ku,atau jangan-jangan...
Galang berpikir pasti Kenzo menghubungi Anggun untuk bertemu,Galang segera melajukan mobilnya menuju perusahaannya,Galang setelah sampai segera menuju ruangannya,namun tetap Anggun tak ada.
Galang berpikir sejenak kemudian menghubungi adiknya,"Istriku bersama mu?",tanya Galang.
"Tidak ada",ucap ketus Siska.
"Siska,aku tau pasti Anggun bersama mu kan?,kalian dimana?,cepat katakan aku akan menyusul",ucap Galang padahal pikirannya tertuju Anggun menemui El dan Kenzo.
"Tidak perlu,sana pergi temui Eliana saja,"ucap Siska ketus namun membuat Galang lega sebab Galang yakin Anggun pasti dengan adiknya serta menceritakan apa yang terjadi,tapi tunggu dulu",Menemui Eliana?,siapa?",batin Galang.
"Siska siapa yang kamu maksud?",tanya Galang.
"Sudahlah kak,kalau kakak terpaksa menikahi Anggun setidaknya jangan buat dia...",
"Halo,halo,Siska",ucap Galang ternyata dimatikan sepihak.Galang panik luar biasa salah paham karena kurangnya komunikasi itu sering terjadi.
Galang mengusap wajah kasarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Kunci atau gak nya pintu, Harusnya di ketok dulu,apalagi kamar itu adalah kamar PASUTRI, Gak sopan banget,walaupun ortu sendiri..
2024-10-18
0