Milikku

Kamar Anggun.

Galang berbaring ditempat tidur Anggun masih menggunakan kemeja putih dan celana panjang,Anggun ingin membangunkan tapi tak berani,apa mungkin kebiasaan Galang tidur dengan pakaian seperti itu?Anggun risih melihatnya, tapi Anggun ragu ingin bertanya atau membangunkannya,alhasil Anggun hanya ikut berbaring disamping Galang dengan guling sebagai pembatas.

Galang yang merasa gerah dia dengan mata masih terpejam menanggalkan kemejanya,Galang tak menyadari bila tidur bukan dikamarnya,Anggun yang melihat hanya menutup mulut,dan berteriak saat Galang hendak menanggalkan celana panjangnya.

Galang terkejut kemudian reflek memakai kembali celananya,"Ada apa?kenapa?",tanya Galang bingung,seperti orang linglung,karena kaget nyawa belum penuh.

"Kakak mau ngapain?",tanya Anggun rasa terkejut masih ada.

Galang mengerjapkan mata,melihat sekeliling,ini ternyata bukan kamarnya,Galang hanya memamerkan deretan giginya,"Aku gerah",ucap Galang.

Anggun membulatkan matanya,"Kak itu...

Galang menyadari bila dia tak memakai baju,otomatis sesuatu yang dia sembunyikan selama ini dilihat oleh Anggun.

Galang pasrah dan duduk diatas tempat tidur,"Ini gambar wajahmu",ucap Galang menunjuk dada sebelah kiri.

"Iya tau,tapi kenapa?",tanya Anggun baru tau,iya kan tidak mungkin Anggun melihat Galang telanjang dada seperti ini kalau bukan sekarang.

"Karena aku mencintaimu",jawab Galang enteng.Anggun terkejut,Anggun menatap Galang tak percaya,"Jangan-jangan kejadian di cafe Reza,kamu yang merencanakan ya",tuduh Anggun.

Galang menggeleng cepat,"Tidak Anggun,itu benar-benar kecelakaan",ujar Galang jujur.

"Terus itu apa?,maksudnya apa?",tanya Anggun tak percaya.Bisa sajakan Galang berambisi untuk memilikinya sehingga membuat tato wajahnya.

"Aku sudah sejak lama menyukaimu",ucap Galang.

"Aku?",tanya Anggun menunjuk dirinya sendiri.

Galang mengangguk,Galang menyukai Anggun saat Siska mengajak main kerumahnya,rasa suka Galang kepada Anggun lambat laun menjadi cinta,benih-benih itu muncul saat Anggun sering berkunjung dirumahnya,Gadis seragam abu-abu itu menjelma menjadi sosok yang cantik,dan mendebarkan hati. Galang sudah mantap ingin mengutarakan rasa cintanya kepada Anggun,dengan kesiapan yang matang pertama dia sudah bekerja,kedua dia sudah cukup umur dan ketiga dia tampan,dengan kepercayaan diri Galang akan mengutarakan cintanya namun sayang saat kata cinta belum terucap Galang dipatah kan oleh curhatan Anggun kepada Siska yang sedang mempunyai crush,hingga dia berani menutup pintu hatinya untuk lelaki lain.

Galang sering menguping pembicaraan Anggun dan Siska,berharap bila Anggun sudah membuka hatinya namun nihil,puncaknya saat Anggun mengatakan kepada Siska bila akan menunggu lelaki itu hingga sang lelaki menatap dan berbalas cintanya,Galang kecewa dan sedih bukan terhadap Anggun tapi pada dirinya sendiri yang tak segera mengutarakan cintanya membuat gadis pujaannya menyukai lelaki lain.

Dengan sadar Galang melukis dadanya dengan wajah wanita pujaannya,wujud rasa cintanya dia mematri gambar Anggun ditubuhnya.

Setidaknya walau tak bisa memiliki orangnya,bisa memiliki gambar wajahnya.

"Aku menjadi sekertarismu pasti ulahmu juga",tebak Anggun.

"Iya,sebenarnya papa yang ingin menjadikanmu sekertaris namun aku beralaskan mengatakan bila Siska yang menjadi sekertarisku dia tak akan mendengar arahanku,secara aku kakak kandungnya,yang ada dia manja serta malas-malasan,makanya tukar posisi saja dengan Anggun",jujur Galang.

"Siska tau tentang ini?",tanya Anggun.

Galang menggeleng,"Tak ada yang tau,aku menyimpannya sendiri,kurang lebih selama sepuluh tahun",ucap Galang.

Anggun lebih terkejut lagi,ternyata selama itu dan Anggun sama sekali tak menyadari perasaan kakak sahabatnya itu,Galang sangat rapih menyembunyikan perasaannya dari dirinya bahkan dari adik kandungnya.

"Jadi bagaimana?",tanya Galang kepada Anggun sebab sudah memberitahu perasaan yang sebenarnya.

"Bagaimana apanya?",tanya balik Anggun.

"Aku mencintaimu,maukah kamu menerima cinta ku?",tanya Galang.

Anggun tertawa,membuat Galang sedikit kesal,"Kenapa tertawa?,aku serius",ucap Galang.

"Kak Galang aneh,kita kan sudah menjadi suami istri",ujar Anggun.

"Tapi kamu belum mencintai ku Anggun",ucap Galang mendadak menatap Anggun serius.

"Kita jalani dulu,kita fokus untuk dia dulu ya",ucap Anggun sambil mengusap perutnya.

Galang menghela nafas,kemudian mengangguk,"Baiklah",ucap Galang.Galang sadar,Anggun pasti butuh waktu juga untuk menerima semua ini karena semua terjadi begitu cepat untung saja Anggun mau dinikahi kalau tidak?Galang pasti akan kecewa untuk kesekian kalinya,Galang akan menunjukan cintanya kepada Anggun,toh tidak ada salahnya bukan Anggun sudah menjadi istrinya,menjadi miliknya seutuhnya walau dari kejadian yang tak disangka.

Mereka berdua memutuskan untuk istirahat sebab besok pagi mereka akan berangkat bekerja.

Pagi hari.

Galang segera berlari ke kamar mandi,mengeluarkan sesuatu yang bergejolak didalam perut,"Hoek,hoek",

Anggun terbangun,"Siapa",gumam Anggun dan baru teringat,Anggun menghampiri Galang.

Galang terlihat sangat lemas sebab memuntahkan cairan kuning yang sangat pahit.

"Kakak baik-baik saja?",tanya Anggun.

Galang tersenyum sambil mengangguk,"Anggun bantu",Ucap Anggun membantu Galang menuju tempat tidur,Galang merasa lemas,Anggun mengambilkan segelas air dan menyodorkan untuk Galang,"Terimakasih",ucap Galang menenggak air putih pemberian Anggun.

Namun belum sampai satu menit,Galang berlari kembali ke kamar mandi,Anggun hanya bingung harus apa,setelah memapah kembali Galang kembali ketempat tidur,Anggun akan keluar meminta tolong kepada Mama Pras,"Mau kemana?",lirih Galang memegang tangan Anggun.

"Mau minta tolong sama mama,siapa tau punya obat atau apa untuk meringankan sakitmu,"ucap Anggun.

"Disini saja aku butuh kamu bukan mama",lirih Galang.

"Tapi kak Galang lemas banget,enggak tega Anggun melihatnya",ucap Anggun.

Galang menggeleng dengan tetap memegang tangan Anggun dengan mata terpejam,"Aku panggilkan Dokter saja kalau begitu",ucap Anggun.

"Tidak perlu,nanti juga reda,tunggu sebentar saja",ucap Galang menatap Anggun.

Anggun mengerutkan dahi,"Dari mana kakak tahu?",tanya Anggun.

"Kemarin pagi juga seperti ini,aku kira aku meriang atau masuk angin ternyata karena ada sesuatu milik ku yang sedang berkembang diperutmu",ujar Galang tersenyum,dia menyadari bila dia mengalami hamil simpatik saat Anggun mengaku hamil.

"Milik mu?",tanya Anggun bingung.

"Ya,milik ku",jawab Galang kembali memejamkan mata untuk meredakan mual.

Anggun berpikir sejenak,Aneh?masa sih karena dia hamil bisa membuat Galang seperti ini,Anggun memperhatikan Galang yang terpejam.

Kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

Tak berselang lama pintu kamar Anggun diketuk,"Masuk",ucap Anggun,Galang mengerjap.

Seorang Dokter masuk bersama papa Pras dan Mama Pras,"Siapa yang sakit?",tanya Mama Pras.

"Kak Galang dari tadi muntah-muntah sampai lemas tak bertenaga,Anggun khawatir jadi menghubungi Dokter keluarga",ujar Anggun menoleh kearah Galang yang sudah bersender.

"Jadi ini yang perlu diperiksa nona Anggun atau suami?",tanya Dokter.

"S-suami saya Dok",ucap Anggun aneh saat mengatakan suami,sedangkan Galang tersenyum senang sebab diakui oleh Anggun walaupun hanya kepada Dokter keluarga,setidaknya sudah diakui.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

👏👏👏 Galang yg ngalamin hamil simpatik..👍👍

2024-10-18

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Jodoh rahasia Allah..Kalo sudah Jodoh tidak akan kemana.Kata om Ona Sutra ASAM DI GUNUNG,GARAM DI LAUT,DI DLM KUALI BERTEMU JUA..😂😂😂

2024-10-18

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

wooww ternyata oh Ternyata..Tapi sejak kapan?? kan dia pacarannya sama Eliana dari lama,atau sejak kejadian malam itu kah?? Waahh galang,Ku pikir yg papa Fras liat tadi tatto namanya Anggun,Eh ternyata tatto wajahnya Anggun,So sweett..😍😍🥰🥰🥰🥰

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertunangan
2 Pura-pura tak melihat
3 Selingkuh
4 Menolak percaya
5 Rencana
6 pesta
7 Tak terjadi apa-apa.
8 Pengakuan mengejutkan.
9 Benar-benar Hamil.
10 Canggung
11 Milikku
12 Tunangan berulah.
13 Memohon
14 Memaafkan
15 Cemburu
16 salah paham
17 Hamil anakku
18 lamaran dadakan.
19 pesta pernikahan dan pesta tunangan
20 pengganggu
21 Jangan ganggu aku.
22 Cobaan.
23 Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24 Cinta seperti apa?
25 Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26 Guna-guna vs pesona Siska
27 Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28 Tragedi salah kamar
29 Honeymoon
30 candaan.
31 wanita dari masalalu
32 Wanita masalalu
33 Buaya betina
34 cinta lama
35 Gagal
36 Silahturahmi cinta pertama.
37 lahirnya pewaris
38 Istri vs cinta pertama.
39 Latihan Ala Jihan.
40 Kecewanya seorang Siska.
41 Maaf
42 Damai
43 Twins.
44 kelahiran baby twins.
45 Bahagia yang sempurna.
46 Calon suami Jihan
47 Gao?
48 Calon suami koma?,aku harus apa?
49 Gao sadar
50 Lanjutkan
51 Pembalasan Jihan.
52 Alasan pergi
53 bukan penitipan anak
54 Menyalahkan.
55 butuh alasan.
56 Hanya melanjutkan hidup.
57 Kerusuhan Jihan
58 Bertemu saudara
59 Cemburu
60 Menjemput yang berharga
61 perhatian wujud cinta
62 Ungkapan perasaan ala Jihan.
63 Balasan.
64 Hidup dengan damai.
65 Semua bahagia
66 Kehidupan Ken.
67 Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68 keinginan.
69 Bertemu
70 Pelajaran dari Jihan.
71 Keputusan
72 Hukuman untuk Kenzo
73 Status mode awal.
74 Surprise
75 Kejutan yang membuat terkejut.
76 Akhir yang bahagia.
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Pertunangan
2
Pura-pura tak melihat
3
Selingkuh
4
Menolak percaya
5
Rencana
6
pesta
7
Tak terjadi apa-apa.
8
Pengakuan mengejutkan.
9
Benar-benar Hamil.
10
Canggung
11
Milikku
12
Tunangan berulah.
13
Memohon
14
Memaafkan
15
Cemburu
16
salah paham
17
Hamil anakku
18
lamaran dadakan.
19
pesta pernikahan dan pesta tunangan
20
pengganggu
21
Jangan ganggu aku.
22
Cobaan.
23
Bentuk dan wujud cinta yang beda.
24
Cinta seperti apa?
25
Takut kehilangan atau takut jadi janda?
26
Guna-guna vs pesona Siska
27
Guna-guna vs Pesona Siska part 2.
28
Tragedi salah kamar
29
Honeymoon
30
candaan.
31
wanita dari masalalu
32
Wanita masalalu
33
Buaya betina
34
cinta lama
35
Gagal
36
Silahturahmi cinta pertama.
37
lahirnya pewaris
38
Istri vs cinta pertama.
39
Latihan Ala Jihan.
40
Kecewanya seorang Siska.
41
Maaf
42
Damai
43
Twins.
44
kelahiran baby twins.
45
Bahagia yang sempurna.
46
Calon suami Jihan
47
Gao?
48
Calon suami koma?,aku harus apa?
49
Gao sadar
50
Lanjutkan
51
Pembalasan Jihan.
52
Alasan pergi
53
bukan penitipan anak
54
Menyalahkan.
55
butuh alasan.
56
Hanya melanjutkan hidup.
57
Kerusuhan Jihan
58
Bertemu saudara
59
Cemburu
60
Menjemput yang berharga
61
perhatian wujud cinta
62
Ungkapan perasaan ala Jihan.
63
Balasan.
64
Hidup dengan damai.
65
Semua bahagia
66
Kehidupan Ken.
67
Pura-pura hamil(Sofia+Kenzo)
68
keinginan.
69
Bertemu
70
Pelajaran dari Jihan.
71
Keputusan
72
Hukuman untuk Kenzo
73
Status mode awal.
74
Surprise
75
Kejutan yang membuat terkejut.
76
Akhir yang bahagia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!