Perdebatan

Lei Nan berdiri di atas arena, dikelilingi oleh sorakan dan tatapan kagum. Ia tersenyum bangga, melihat ayahnya, Lei Hu, yang tersenyum penuh kebanggaan pada anak satu-satunya itu. Namun, sorakan orang-orang terhenti ketika sebuah siluet terbang menuju arena. Pria itu mendarat dengan anggun dan berbicara dengan dingin kepada Lei Nan.

"Nak, kau bisa memberikan teknik yang barusan kau pakai? Aku berjanji akan memberikan apa pun yang kau inginkan," ucap pria itu yang tak lain adalah perwakilan Sekte Sembilan Guntur.

Lei Nan terkejut mendengar kalimat pertama yang keluar dari mulut pria di depannya. Tidak ada ucapan selamat, melainkan permintaan yang menurutnya aneh. Lei Nan dengan sopan berbicara kepada perwakilan Sekte Sembilan Guntur itu.

"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa memberikan teknik saya," ucap Lei Nan dengan sopan.

Namun, wajah Tuan Li tiba-tiba menjadi gelap. Dengan sinis, ia berbicara kepada Lei Nan.

"Aku bisa saja menghancurkan seluruh keluargamu," ucapnya dengan pelan.

Meskipun suaranya pelan, itu masih terdengar di seluruh arena karena keadaan yang hening. Lei Nan hanya terdiam. Seluruh orang terkejut dengan apa yang diucapkan oleh perwakilan Sekte Sembilan Guntur itu. Nona Gu sendiri hanya diam dan tidak menghentikan tindakan Tuan Li sama sekali.

Ayah Lei Nan, Lei Hu, yang mendengarnya hanya diam dan tidak menunjukkan reaksi sama sekali. Namun, tetua di belakangnya sudah mengepalkan tangan begitu kuat, merasa ini adalah sebuah tantangan. Kepala keluarga Shu, Shu Peng, hanya tersenyum melihat apa yang terjadi di depannya. Ia tidak menyangka hal ini terjadi.

Kembali di tengah arena, suasana semakin tegang, namun Lei Nan masih dengan pendiriannya.

"Mohon maaf, Tuan. Saya tidak bisa menyerahkan teknik ini karena ini sama dengan nyawaku sendiri," ucap Lei Nan meyakinkan pria di depannya.

"Hmmm, aku yakin dirimu tidak ingin melihat keluargamu hancurkan?" ucap Tuan Li.

Namun, Lei Nan masih dengan pendiriannya berbicara kepada Tuan Li itu.

"Maaf tu—" ucap Lei Nan yang terpotong.

"Cukup! Kau sudah menghina aku dengan menolak permintaanku," ucap Tuan Li yang tiba-tiba mengumpulkan qi di tangannya.

Dengan gerakan cepat, Tuan Li mencoba menyerang Lei Nan. Namun, Lei Nan yang sudah kelelahan hanya bisa pasrah menerima serangan itu. Belum sempat serangan itu mengenainya—

Boom!

Beberapa detik berlalu, namun Lei Nan tidak merasakan serangan itu. Perlahan dirinya membuka mata, dan apa yang pertama kali dirinya lihat adalah seorang pria tua dengan jubah putih yang berada di depannya. Seluruh podium hening melihat sosok yang baru saja muncul di atas arena. Di seberang pria tua itu, di dinding terdapat lubang yang perlahan menampakkan Tuan Li yang terlempar keluar.

"Siapa kau berani menyerang Sekte Sembilan Guntur?!" teriak Tuan Li dengan marah.

"Hahaha, itu aku, Yi Feng," ucap pria tua itu.

"Aku tidak peduli namamu, kau berani menyerang Sekte Sembilan Guntur, hanya kematian yang menantimu," ucap Tuan Li yang emosi.

Tuan Li segera mengumpulkan qi-nya dan mencoba menyerang kembali pria tua itu. Namun, belum sempat ia melakukannya, muncul sosok di depan Tuan Li.

Tuan Li yang melihatnya terkejut. Belum sempat ia berbicara, dirinya terkejut kembali saat orang di depannya berbicara.

"Maaf, saya tidak mengenal Tuan Yi Feng," ucap orang itu yang tak lain adalah Nona Gu.

"Apa yang kau lakukan, Gu Lin?" ucap Tuan Li marah.

"Kau diam, apa kau tidak mengenal Pendekar Bulan Sabit Yi Feng?" ucap Gu Lin menggunakan transmisi suara ke Tuan Li.

Deg!

Jantung Tuan Li segera berdetak lebih cepat. Siapa yang tidak tahu sosok Pendekar Bulan Sabit Yi Feng? Dirinya tahu betul sosok itu. Hanya beberapa orang yang mengenalnya karena sosok itu sangat ditakuti di kekaisaran ini. Maka dari itu, informasinya sangat dijaga. Dirinya adalah salah satu orang yang tahu mengenai pendekar ini.

Dengan cepat, mereka berdua membungkuk dengan hormat ke arah pria tua bernama Yi Feng itu.

"Mohon maaf atas kelancangan hamba sebelumnya, Tuan Yi Feng," ucap Tuan Li.

Seluruh podium terdiam, tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar. Seorang perwakilan Sekte Sembilan Guntur meminta maaf pada seseorang. Seluruh pandangan kini mengarah kepada pria tua itu. Namun, pria tua itu hanya tersenyum.

"Hahaha, untung saja kau meminta maaf kepadaku sebelum aku membuat perhitungan kepada Sekte Sembilan Guntur," ucap Yi Feng.

Deg!

Ucapan pria tua itu segera membuat seluruh podium terdiam. Mereka tidak menyangka pria tua itu ingin membuat perhitungan kepada Sekte Sembilan Guntur.

"Mohon maaf, Tuan, atas kelancangan hamba," ucap sekali lagi Tuan Li.

Yi Feng menatap mereka dengan mata tajam, senyumnya menghilang. "Ingat ini, Sekte Sembilan Guntur. Tidak ada yang bisa menyentuh muridku tanpa konsekuensi," ucapnya tegas, suaranya menggema di seluruh arena.

Lei Nan, yang mendengar itu, merasa terkejut. "Muridku?" pikirnya dalam hati. Ia tidak pernah bertemu atau berlatih dengan pria tua ini sebelumnya. Namun, ia memutuskan untuk tetap diam dan mengikuti arus.

Yi Feng berbalik menghadap Lei Nan. "Kau telah menunjukkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa, anak muda. Mulai hari ini, kau adalah muridku," ucapnya sambil menepuk bahu Lei Nan dengan lembut.

Lei Nan menatap Yi Feng dengan mata terbelalak. "Terima kasih, Tuan Yi Feng," ucapnya sambil membungkuk hormat, meskipun dirinya tidak tahu siapa sebenarnya pria di depanya ini.

Tuan Li segera terkejut dan gemetar ketakutan karena dirinya hampir membunuh murid moster di depanya ini.

"Hahaha, baiklah aku akan pergi dahulu, nanti aku akan menemui kembali dirimu nak."ucap Yi Feng yang tiba-tiba menghilang dari tempat itu.

Akhirnya tempat itu kembali tenang namun kejadian barusan akan menyebar kemana-mana dan mungkin akan menjadi berita panas di kekaisaran ini.

Kemudian hadiah di bagikan kepada tiga pemenang, namun pemberian itu di lakukan pembawa acara karena perwakilan Sekte Sembilan Guntur sudah meningalkan tempat itu.

Kemudian seluruh orang keluar dari podium setelah hari sudah menunjukan malam hari di kediaman Lei, Lei Nan sudah kembali ke kediamanya dan langsung di sambut Ming.

Namun belum sempat dirinya akan beristirahat segera dirinya waspada saat merasakan hawa keberadaan seseorang di kamarnya.

"Siapa dirimu?"ucap Lei Nan.

Dalam pojok kamarnya perlahan muncul seseorang berpakaian warna hitam dan tiba-tiba memberi hormat kepada Lei Nan.

Melihatnya Lei Nan segera terkejut belum sempat dirinya akan bertanya orang berjubah itu berbicara.

"Mohon maaf tuan muda, kepala keluarga memperintahkan hamba untuk membawa anda menemuinya."ucap orang berjubah itu yang ternyata pria.

Lei Nan terkejut, jika yang dimaksuk kepala keluarga adalah kepala keluarga Lei yang tak lain ayahnya, namun kenapa ayahnya yang menurutnya tidak pernah sekalipun mengangapnya itu ingin menemuinya.

...Ilustrasi Yi Feng...

Terpopuler

Comments

Edi Kurniawan

Edi Kurniawan

author saran aja jangan gunakan kata (dirimu )terdengar geli2 gimana gitu,lebih enak menggunakan kata (kamu)

2024-12-22

1

Atuk

Atuk

⭐⭐⭐⭐⭐

2024-10-05

0

kamir

kamir

josss

2024-08-25

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!