Final

Dan akhirnya Lei Nan akan menghadapi Ji Bei untuk nanti akhirnya bisa melawan Feng Tian.

Setelah beristirahat beberapa saat, Lei Nan dan Ji Bei memasuki arena. Seluruh arena bersorak riuh, menantikan siapa yang akan maju ke final untuk melawan Feng Tian. Aura tegang menyelimuti sekeliling, membuat setiap napas terasa berat. Penonton, dengan mata yang berkilat penuh antusiasme, tidak ingin melewatkan momen penting ini.

Lei Nan, yang baru saja memenangkan pertarungan sengit melawan Yi Hua, berdiri tegap dengan ketenangan yang khas. Otot-ototnya tampak siap, namun matanya tetap fokus dan waspada. Di sisi lain, Ji Bei, dengan tongkat panjangnya yang berkilauan, tampak tenang dan penuh percaya diri. Ketenangan Ji Bei memperlihatkan pengalaman dan keahlian yang mumpuni.

"Baiklah, kita akan memulai pertandingan ini!" seru pembawa acara dengan semangat, suaranya menggema di seluruh arena.

Keduanya segera mengambil posisi masing-masing. Lei Nan dengan kuda-kuda yang kokoh, sementara Ji Bei mengayunkan tongkatnya dengan perlahan, mengukur setiap gerakan Lei Nan.

"Mulai!" teriak pembawa acara, memberikan aba-aba yang ditunggu-tunggu.

Lei Nan melesat maju, tinjunya dipenuhi energi listrik yang berderak. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah Ji Bei. Namun, Ji Bei yang berpengalaman mampu menghindari serangan itu dengan gesit. Tongkat panjangnya bergerak cepat, menangkis setiap pukulan Lei Nan dengan akurasi yang sempurna.

Dentuman keras terdengar setiap kali tongkat Ji Bei bertemu dengan tinju Lei Nan. Percikan listrik dari Lei Nan dan kilatan cahaya dari tongkat Ji Bei menciptakan pemandangan yang menakjubkan di tengah arena. Penonton terpaku, mata mereka mengikuti setiap gerakan dengan penuh konsentrasi.

Lei Nan terus menekan, mencoba mencari celah dalam pertahanan Ji Bei. Namun, Ji Bei tetap tenang dan terfokus. Ia menangkis setiap serangan dengan kekuatan yang tidak kalah hebatnya. Gerakan tongkatnya seolah menari di udara, menciptakan pola yang sulit diprediksi.

Setelah beberapa saat bertarung sengit, Lei Nan menyadari bahwa pendekatan agresifnya tidak membuahkan hasil. Ia memutuskan untuk mengubah strategi. Dengan gerakan yang cepat, ia melompat mundur, menjaga jarak untuk sejenak.

Ji Bei mengangkat alisnya, menyadari perubahan taktik Lei Nan. "Kau mulai berhati-hati, Lei Nan," katanya dengan suara tenang.

Lei Nan tersenyum tipis. "Kau lebih tangguh dari yang kukira, Ji Bei," jawabnya sambil mengatur napasnya.

Pertarungan kembali berlanjut. Lei Nan mulai menggunakan gerakan yang lebih terukur, menguji pertahanan Ji Bei dengan serangan yang lebih strategis. Ia mencari celah, mengandalkan kelincahan dan kecerdikannya untuk mengatasi lawannya.

Ji Bei, dengan ketenangan yang tidak tergoyahkan, terus menangkis dan mengelak. Tongkatnya bergerak seperti bayangan, selalu berada di tempat yang tepat untuk menghalau serangan Lei Nan. Namun, Lei Nan tidak menyerah. Dengan tekad yang kuat, ia terus menekan, mencari momen yang tepat untuk melancarkan serangan pamungkas.

Penonton terdiam dalam ketegangan, mengikuti setiap gerakan dengan penuh perhatian. Mereka tahu bahwa momen penentuan akan segera tiba. Kedua pendekar itu, meski lelah, tetap berdiri teguh, menunjukkan kekuatan dan keahlian yang luar biasa.

Akhirnya, momen itu datang. Lei Nan melihat celah kecil dalam pertahanan Ji Bei. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia melesat maju, tinjunya mengarah langsung ke dada Ji Bei. Ji Bei, yang menyadari bahaya, berusaha menangkis serangan itu dengan tongkatnya. Namun, Lei Nan sudah siap. Dengan gerakan cepat, ia memutar tubuhnya, menghindari tongkat Ji Bei dan melancarkan pukulan keras ke arah lawannya.

Boom!

Pukulan Lei Nan mengenai sasaran, membuat Ji Bei terhuyung mundur. Penonton berseru kaget, melihat Ji Bei yang biasanya tenang kini kehilangan keseimbangan. Namun, Ji Bei tidak menyerah. Meski terluka, ia mencoba berdiri kembali, menunjukkan semangat juang yang luar biasa.

Lei Nan, dengan napas yang terengah-engah, melihat lawannya dengan penuh penghargaan. "Kau kuat, Ji Bei," katanya dengan suara serak.

Ji Bei tersenyum lemah. "Kau juga, Lei Nan," jawabnya sambil berusaha tetap tegak.

Namun, tubuh Ji Bei tidak bisa lagi menahan luka yang diterimanya. Dengan langkah yang goyah, ia akhirnya jatuh ke tanah, tidak mampu melanjutkan pertarungan.

Penonton meledak dengan sorakan gemuruh, mengakui kemenangan Lei Nan yang telah berjuang dengan keras.

Pembawa acara segera maju dan mengumumkan hasilnya, "Pemenangnya adalah Lei Nan!"

Akhirnya, pertandingan final akan dilaksanakan sore nanti. Peserta diberi waktu istirahat untuk memulihkan qi mereka, mengumpulkan energi dan kekuatan untuk menghadapi babak terakhir ini. Lei Nan berjalan menuju tempat istirahat, merasa letih namun penuh tekad. Ia tahu bahwa tantangan terbesar masih menantinya—Feng Tian, pendekar yang sudah dikenal karena kekuatannya yang luar biasa.

Di tempat istirahat, Lei Nan duduk bersila, mencoba menenangkan pikirannya. Ia memejamkan mata, memusatkan pikiran pada aliran qi dalam tubuhnya. Perlahan-lahan, energi dalam dirinya mulai pulih, mengalir kembali dengan kekuatan yang semakin besar. Ingatan akan pertarungan-pertarungan sebelumnya terlintas di benaknya, namun ia segera mengesampingkannya, fokus pada tujuan yang ada di depan mata.

Sementara itu, Feng Tian juga berada di tempat istirahat, mempersiapkan diri untuk pertarungan yang akan datang. Meskipun terlihat tenang, matanya memancarkan keteguhan dan keyakinan. Ia tahu bahwa Lei Nan adalah lawan yang tangguh, namun ia juga yakin pada kekuatannya sendiri.

Meskipun dirinya tidak yakin mengingat dua Minggu yang lalu Lei Nan berada cukup jauh dengan kekuatanya sekarang.

Sore itu, suasana di arena semakin tegang. Penonton mulai memenuhi tempat duduk, tidak sabar menantikan pertarungan final yang akan menentukan siapa yang akan menjadi juara sejati. Sorakan dan bisikan penonton menciptakan suasana yang penuh antisipasi.

Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba. Pembawa acara naik ke atas panggung, suaranya yang lantang menarik perhatian semua orang. "Para hadirin, saat ini kita akan menyaksikan pertandingan final yang akan menentukan juara turnamen Kota Bulan Perak! Silakan menyambut Lei Nan dan Feng Tian!"

Sorakan penonton membahana saat Lei Nan dan Feng Tian memasuki arena. Kedua pendekar itu berdiri berhadapan, saling menatap dengan penuh tekad. Meskipun berbeda dalam gaya bertarung dan kekuatan, mereka memiliki satu tujuan yang sama—menjadi juara.

Pembawa acara mengangkat tangannya, memberikan isyarat untuk memulai. "Pertandingan final dimulai sekarang!"

Lei Nan dan Feng Tian segera mengambil posisi. Lei Nan dengan kuda-kudanya yang kokoh, sementara Feng Tian berdiri dengan sikap yang tenang namun siap menyerang. Aura di sekitar mereka terasa penuh dengan kekuatan yang siap meledak kapan saja.

Lei Nan berdiri tegap, napasnya perlahan menjadi tenang saat ia memusatkan pikiran pada pertarungan yang akan datang. Kilatan listrik yang mengelilingi tubuhnya semakin kuat, memancarkan energi yang hampir terasa oleh penonton yang duduk di barisan terdepan. Di seberang arena, Feng Tian memegang pedangnya dengan mantap. Aura pedang yang pekat dan mematikan membungkus dirinya, memberikan perasaan bahwa ia siap menebas apa pun yang menghalangi jalannya.

Saat aba-aba dimulai, kedua pendekar itu tidak langsung menyerang. Mereka saling mengamati, mencari kelemahan dan tanda-tanda awal serangan. Lei Nan melangkah maju dengan hati-hati, matanya tak lepas dari gerakan Feng Tian. Feng Tian merespons dengan mengangkat pedangnya sedikit, sikap tubuhnya berubah menjadi lebih agresif.

Dengan gerakan yang tiba-tiba, Lei Nan melesat maju. Tinju berlapis listriknya mengarah lurus ke dada Feng Tian. Namun, Feng Tian bergerak dengan kecepatan luar biasa, menghindari serangan itu dan melancarkan serangan balik dengan pedangnya. Kilatan pedang itu berbahaya, namun Lei Nan berhasil menangkisnya dengan lengan berlapis energi listrik.

Pertarungan semakin memanas. Setiap serangan Lei Nan disambut dengan serangan balik dari Feng Tian, dan setiap tebasan pedang Feng Tian dihalau oleh kekuatan listrik Lei Nan. Dentuman keras dan percikan energi memenuhi arena, menciptakan pemandangan yang spektakuler bagi penonton yang terpaku pada setiap gerakan mereka.

"Dirinya semakin kuat, bagaimana mungkin?"batin Feng Tian terkejut karena dirina bisa tahu kekuatan Lei Nan dari beberapa bertukaran serangan barusan.

Setelah beberapa saat bertarung tanpa henti, Lei Nan menyadari bahwa serangan langsung tidak akan cukup untuk mengalahkan Feng Tian. Ia mengubah taktik, mulai bergerak lebih strategis, mencoba mengelabui Feng Tian dengan gerakan yang tidak terduga. Feng Tian, dengan mata yang tajam, tetap waspada, menangkis setiap serangan yang datang.

Namun, Lei Nan tidak menyerah. Dengan kelincahannya, ia berhasil menemukan celah kecil dalam pertahanan Feng Tian. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia melancarkan serangan bertubi-tubi, memaksa Feng Tian untuk mundur beberapa langkah. Penonton berseru kagum melihat serangan yang begitu cepat dan penuh tenaga.

Feng Tian, meskipun terdesak, tetap tenang. Ia menangkis serangan Lei Nan dengan ketenangan yang mengagumkan, memanfaatkan setiap kesempatan untuk melancarkan serangan balik. Pedangnya berkilat, menciptakan garis cahaya yang memotong udara dengan presisi.

Lei Nan menyadari bahwa waktu untuk mengakhiri pertarungan ini semakin dekat. Dengan tekad yang kuat, ia memusatkan seluruh energinya, mempersiapkan serangan pamungkas. Ia melompat tinggi, tinjunya dipenuhi energi listrik yang berderak. Feng Tian mengangkat pedangnya, siap menghadapi serangan tersebut.

Saat Lei Nan melancarkan pukulan terakhirnya, Feng Tian dengan cepat bergerak, menghindari serangan itu dengan gerakan yang halus. Ia memutar tubuhnya, pedangnya berayun dengan kecepatan luar biasa, mengarah ke sisi Lei Nan yang terbuka.

Namun, Lei Nan sudah memperkirakan gerakan itu. Dengan kelincahan yang luar biasa, ia memutar tubuhnya, menghindari tebasan pedang Feng Tian dan melancarkan pukulan keras ke arah dada lawannya.

Boom!

Serangan Lei Nan mengenai sasaran dengan tepat, membuat Feng Tian terhuyung mundur. Penonton berseru kaget melihat Feng Tian yang biasanya tidak terkalahkan kini berada dalam posisi sulit.

Namun anehnya Feng Tian hanya tersenyum dan itu di sadari Lei Nan dan tiba-tiba aura yang di keluarkan Feng Tian semakin kuat dan segera seluruh arena terdiam saat merasakan ranah Feng Tian yang tiba-tiba naik di ranah pembentukan akar suci.

Deg*

Terpopuler

Comments

Sang M

Sang M

dancokk. host sampah memalukan. gak ada Dominasi skip aja. dewa petir kehancuran apa,,,!!!!! lwlucon...

2024-12-26

1

Atuk

Atuk

⭐⭐⭐⭐⭐

2024-10-04

0

Dewa Kagas

Dewa Kagas

sepatutnya ada lagi perlawanan yg menentukan kedudukan 2-4 lah thor

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!