Cerita Satu Tahun Yang Lalu

"Huf...., akhirnya energiku sudah kembali stabil," batin Lei Nan sambil menarik napas dalam-dalam.

Lei Nan perlahan mendongak, memandang langit yang dipenuhi awan petir. Pemandangan itu masih bisa terlihat dengan jelas, mengingatkannya akan kekuatan besar yang baru saja dia rasakan. Metode kultivasi ini memang sangat kuat, bahkan bisa membuatnya naik beberapa tingkat dalam sekejap. Namun, dia sadar betul bahwa menyerap semua kekuatan itu dengan tergesa-gesa hanya akan menghancurkan fondasinya.

Lei Nan teringat kembali pada pengalamannya dengan kedua lengannya yang kini penuh dengan tato rumit. Kelumpuhanya dulu terjadi karena dia terpaksa menggunakan teknik yang melampaui batas tubuhnya. Jika bukan karena situasi mendesak, dia tidak akan pernah melakukan hal berbahaya seperti itu.

"Huf..., dengan kekuatanku sekarang, kemungkinan aku bisa dengan mudah mengalahkan kultivator di ranah Penyerapan Energi dengan sedikit usaha," batin Lei Nan, merasakan kebanggaan yang mengalir dalam dirinya.

Namun, tiba-tiba udara dingin merayapi tubuhnya, membuatnya gemetar. Lei Nan mendongak dan menyadari bahwa tubuhnya telanjang, tanpa sehelai kain pun menutupi dirinya. Rasa malu segera menyelimutinya.

"Dingin sekali, akh sial, kemana pakaianku," ucap Lei Nan mengumpat pelan sambil melihat sekeliling.

Pandangan Lei Nan tertuju pada jubah yang dikenakan oleh pembunuh yang mengejarnya sebelumnya. Dengan cepat, dia mengambil jubah itu dan mengenakannya. Dia memeriksa sekitar, memastikan tidak ada yang melihat kejadian memalukan itu. Setelah yakin tidak ada saksi mata, Lei Nan meninggalkan tempat itu, meninggalkan mayat pembunuh di belakangnya.

Tanpa Lei Nan sadari, jauh di dalam lembah, dari gua yang gelap, terlihat sepasang mata merah menyala dari kegelapan. Pancaran mata merah itu begitu kuat, mampu membuat siapa pun yang melihatnya merasa takut.

"Hohoho, bocah itu sudah pergi. Cepat atau lambat, dirimu akan kembali kesini, nak, dan aku akan menunggumu, dan tuan pasti senang melihat dirimu yang sekarang," gumam sosok misterius itu, sebelum mata merah itu menghilang di kegelapan gua.

Kita belum tahu siapa sosok dari dalam gua itu, yang pasti sosok itu memiliki kekuatan yang amat kuat karena berani tinggal di kedalaman Lembah Petir, yang bahkan seseorang di ranah inti emas akan berpikir dua kali untuk hanya singah disana.

Lei Nan berjalan perlahan, merasa lega karena akhirnya tiba di depan pintu lembah. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitarnya, dia melanjutkan perjalanannya menuju kota. Kali ini, Lei Nan memasuki gerbang kota dengan kepala tegak, tidak seperti sebelumnya.

Di depan gerbang kota, terlihat dua penjaga yang berjaga dengan waspada.

"Tunjukkan identitasmu," ucap salah satu penjaga dengan tegas.

Penjaga lainnya, yang tampaknya mengenali Lei Nan, segera berbisik kepada temannya, "Hei, cepat buka gerbangnya, dia adalah tuan muda Lei Nan."

Mendengar itu, penjaga pertama terkejut dan segera mempersilahkan Lei Nan untuk masuk. Penjaga yang sebelumnya menghentikan Lei Nan, masih bingung dan bertanya, "Hei, bukankah dia adalah tuan muda yang cacat itu?"

"Ssst..., diam kau. Jika bukan karena tuan muda Lei Nan, mungkin keluargaku sudah musnah," jawab penjaga itu dengan tegas.

"Apa maksudmu?" tanya penjaga pertama, masih kebingungan.

"Ais.., baiklah, lebih tepatnya 1 tahun lalu," jawab penjaga itu sambil menghela napas panjang.

*****

Satu tahun yang lalu, di suatu kamar di kediaman Lei, ada seorang wanita dan beberapa pria berjubah.

"Nyonya, mari ikut kami," ucap seorang pria dengan nada memaksa.

"Cukup! Aku sudah tidak ingin kembali ke keluarga," jawab wanita itu dengan suara tegas.

"Maaf, nyonya, ini perintah kepala keluarga," ucap pria itu, segera membuat wanita itu pingsan dengan sentuhan ringan.

"Ibu, dimana ibu!" teriak seorang pemuda berumur 15 tahun, berlari masuk ke dalam kamar.

"Sial, sepertinya ada seseorang yang akan menuju tempat ini," ucap pria itu dengan panik.

Mereka segera meninggalkan kamar itu, namun saat akan pergi, pintu tiba-tiba terbuka lebar.

"Kalian siapa? Dan apa yang kalian lakukan kepada ibuku?" ucap bocah itu, yang tak lain adalah Lei Nan.

"Cepat, kita pergi!" ucap pemimpin kelompok itu dengan cepat, bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Dengan gerakan cepat, mereka melarikan diri. Namun, saat sampai di dekat gerbang kota, mereka terkejut melihat seorang bocah yang sudah berdiri tepat di depan mereka.

"Sialan bocah ini, hey cepat buat dia pingsan," ucap pemimpin mereka dengan marah.

"Baik, tuan," jawab salah satu pria, maju ke depan.

Dengan cepat, pria itu menyerang Lei Nan. Namun, dengan ketangkasan yang luar biasa, Lei Nan menghindari setiap serangan. Kejadian itu berulang-ulang hingga akhirnya pria itu semakin marah dan berniat membunuh Lei Nan.

"Paman, kau lamban sekali," ucap Lei Nan dengan nada mengejek.

Deg

"Apa!" ucap pria itu semakin marah, mengangkat lengannya ke atas. Muncul energi yang sangat besar di atasnya, tidak menyadari bahwa Lei Nan adalah anak dari nyonyanya.

Pemimpin mereka yang menyadari situasi itu segera membuka matanya lebar-lebar. "Hei, kau cepat berhenti!" teriaknya, namun pria itu tidak mendengarkannya.

Di daerah itu penuh dengan pemukiman, dan mereka yang awalnya berniat bersembunyi sekarang diketahui oleh bocah ini. Bola energi itu segera mengarah ke Lei Nan, namun dari pandangannya, bola itu terlihat sangat lambat dan dengan mudah dihindari.

"Paman, seranganmu lambat sekali," ucap Lei Nan melihat bola energi yang melewatinya.

Namun, saat melihat ke arah mana bola itu pergi, Lei Nan terkejut. Di sana ada seorang gadis kecil yang sudah menangis ketakutan. Lei Nan menyadari bahwa dia tidak akan sempat menyelamatkan gadis itu dengan cepat. Dengan tekad kuat, dia mencoba menahan serangan itu.

"Ark...., aku tidak mampu menahan ini. Aku terpaksa menggunakannya," ucap Lei Nan, menutup matanya. Dari tubuh Lei Nan, terdengar ledakan yang keras.

Boom!

Boom!

Dalam sekejap, Lei Nan mencapai ranah Pembentukan Akar Suci tahap awal. Namun, suara tulang yang retak terdengar sangat nyaring.

Krak!

"Ark..., aku harus menahannya, jika tidak, bola energi ini akan menghancurkan tempat ini," batin Lei Nan sambil menahan sakit. Kedua lengannya sudah sangat rusak, namun dia masih bisa bergerak, mungkin karena tekadnya yang sangat kuat. Harus diketahui bahwa seseorang yang memaksakan trobosan harus rela kehilangan fungsi salah satu bagian tubuhnya, dan sekarang kedua tangan Lei Nan yang menjadi lumpuh.

Boom!

Ledakan besar terjadi, membuat seluruh penduduk di sana terbangun. Sedangkan Lei Nan terhempas ke rumah penduduk di sekitar.

Segera pria sebelumnya ingin menghentikan pria sebelumnya, yang ingin membunuh Lei Nan dengan tinjunya segera menhabisi pria itu.

"Sial ayo kembali dan bawa mayat sampah itu."ucap pria itu pergi melihat jika Lei Nan masih hidup segera dia pergi di ikuti pria lainya.

"Tidak, jangan bawa ibu..." ucap Lei Nan akhirnya, lalu pingsan. Perlahan, ranahnya kembali turun ke Ranah Penyerapan Energi tahap delapan.

*****

"Kenapa kau yakin dengan cerita itu?" tanya penjaga pertama, masih penasaran.

"Karena bocah perempuan itu adalah anakku," jawab penjaga itu singkat, dengan tatapan mata sedih saat melihat punggung Lei Nan.

Terpopuler

Comments

spooky836

spooky836

tak paham langsung cerita apa 1 thun lps.

2025-03-19

0

Sutikno 23

Sutikno 23

ternyata bantu anaknya

2024-10-11

0

Atuk

Atuk

⭐⭐⭐⭐⭐

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!