Pertandingan Menuju Final

"Baiklah kita sudah selesai dengan pertandingan terakhir, bagi 5 peserta silahkan mengambil undian yang akan langsung akan masuk final."ucap pembawa acara.

Satu persatu 5 peserta itu mengambil bola yang ada dalam kotak dan akhirnya bola itu di dapatkan oleh Feng Tian yang langsung memasuki final.

Dan sekarang yang bertanding kali ini akan ada Lei Nan dan Yi Hua berikutnya seorang pendekar pengelana bernama Bai Yi dengan lawanya bernama Ji Bei.

Pertandingan Pertama akan di lakukan antara Bai Yi dan Ji Bei dahulu, segera mereka berdua memasuki arena.

Pertarungan antara Bai Yi dan Ji Bei dimulai dengan suasana yang penuh ketegangan. Penonton menahan napas, menyaksikan kedua pendekar itu mempersiapkan diri mereka dengan serius. Bai Yi, seorang pendekar pengelana dengan reputasi yang mengesankan, mengambil posisi dengan kuda-kuda jurus harimaunya. Tubuhnya terlihat siap untuk melompat kapan saja, otot-ototnya tegang dan siap meledak dengan tenaga yang dahsyat.

Di sisi lain, Ji Bei, seorang pria gundul dengan tongkat panjang sebagai senjatanya, berdiri dengan sikap tenang namun waspada. Tongkatnya berkilauan di bawah sinar matahari, mencerminkan kesiapannya untuk menghadapi segala serangan yang datang.

"Mulai!" seru pembawa acara, memberikan aba-aba yang ditunggu-tunggu oleh penonton.

Dengan kecepatan kilat, Bai Yi melesat maju, tubuhnya bergerak dengan kelincahan yang menyerupai harimau yang sedang berburu mangsanya. Cakar-cakar imajiner seolah terbentuk dari tangannya, siap untuk mencabik-cabik pertahanan lawannya.

Ji Bei, dengan gerakan yang tampak sederhana namun penuh perhitungan, mengayunkan tongkatnya untuk menangkis serangan Bai Yi. Dentingan keras terdengar saat tongkatnya bertemu dengan kekuatan tangan Bai Yi, menciptakan percikan yang menerangi arena.

"Ha!" teriak Bai Yi, melanjutkan serangannya dengan serangkaian pukulan cepat dan kuat. Setiap gerakannya diiringi dengan suara gemuruh, menambah kesan bahwa ia adalah seekor harimau yang benar-benar hidup.

Namun, Ji Bei tidak kalah cepat. Dengan ketenangan yang mengesankan, ia mengelak dan menangkis setiap serangan Bai Yi dengan tongkatnya, mengarahkan serangan balik yang tidak kalah mematikan. Setiap ayunan tongkatnya diiringi dengan suara angin yang memotong, menunjukkan betapa tajam dan kuatnya senjata itu.

Penonton terpaku, mata mereka mengikuti setiap gerakan kedua pendekar itu dengan penuh antusiasme. Mereka hampir tidak berani berkedip, takut melewatkan momen penting dari pertarungan yang menegangkan ini.

Bai Yi tidak menyerah. Dengan semangat yang membara, ia terus melancarkan serangan bertubi-tubi, menguji ketahanan Ji Bei. Namun, Ji Bei tetap tenang, menangkis setiap serangan dengan keahlian yang tak terbantahkan. Tongkatnya bergerak seperti bayangan, selalu berada di tempat yang tepat untuk menahan pukulan Bai Yi.

Pertarungan berlangsung sengit. Kedua pendekar itu saling mengukur kekuatan dan kecepatan lawan mereka, mencari celah untuk melancarkan serangan pamungkas. Waktu seolah berjalan lambat ketika dua sosok di arena terus beradu kekuatan dan strategi.

Akhirnya, Bai Yi melihat celah. Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, ia melompat ke udara, memutar tubuhnya untuk melancarkan serangan dari sudut yang tak terduga. Namun, Ji Bei yang berpengalaman sudah siap menghadapi serangan itu. Ia mengayunkan tongkatnya dengan kekuatan penuh, menangkis serangan Bai Yi dan membuatnya terlempar beberapa langkah ke belakang.

Penonton bersorak, terkesima dengan ketangkasan dan kekuatan kedua pendekar itu. Namun, pertarungan belum usai. Bai Yi dan Ji Bei kembali bersiap, mata mereka berkilat penuh semangat dan determinasi.

"Mari kita akhiri ini," kata Ji Bei dengan suara tenang namun tegas.

Bai Yi mengangguk, menyadari bahwa momen penentuan telah tiba. Kedua pendekar itu melesat maju sekali lagi, kali ini dengan kekuatan dan kecepatan yang lebih besar. Pertarungan mencapai puncaknya, dengan kilatan cahaya dan suara dentingan senjata yang memenuhi arena.

Setelah beberapa saat yang menegangkan, sebuah serangan akhirnya menentukan hasil pertarungan. Ji Bei, dengan gerakan yang begitu cepat sehingga hampir tak terlihat, berhasil memukul Bai Yi dengan tongkatnya, menjatuhkan Bai Yi ke tanah.

Penonton terdiam sejenak, sebelum akhirnya meledak dengan sorakan. Pertarungan yang luar biasa itu telah mencapai akhirnya, dan Ji Bei keluar sebagai pemenang. Bai Yi, meski kalah, berdiri kembali dengan martabat, mengakui kekalahan dengan kepala tegak.

"Pertandingan ini dimenangkan oleh Ji Bei!" seru pembawa acara, diikuti oleh sorakan penonton yang menggemuruh.

Dengan demikian, Ji Bei melangkah ke babak berikutnya, sementara Bai Yi menerima kekalahannya dengan lapang dada.

Akhirnya giliran Lei Nan dan Yi Hua akhirnya mereka memasuki arena dengan pandangan penonton yang menantikan pertandingan ini.

Karena Lei Nan memiliki kekuatan yang sangat hebat sedangkan lawanya Yi Hua tak kalah hebatnya yang mengalahkan musuhnya hanya mengunakan beberapa gerakan.

Keduanya memasuki arena dengan langkah yang mantap, disambut sorakan penonton yang sudah tak sabar menantikan pertandingan ini. Lei Nan, dengan reputasi kekuatannya yang luar biasa, berdiri tegap dan siap dengan kuda-kudanya. Meskipun lawannya kali ini adalah seorang perempuan, dirinya tidak menunjukkan keraguan sama sekali.

Di sisi lain, Yi Hua yang dikenal mengalahkan lawan-lawannya dengan hanya beberapa gerakan, berdiri dengan tenang namun penuh kepercayaan diri. Matanya yang tajam menatap langsung ke arah Lei Nan, menunjukkan bahwa ia tidak akan mengalah begitu saja.

"Baiklah, pertandingan dimulai!" seru pembawa acara dengan suara menggelegar.

Lei Nan baru saja hendak maju ketika Yi Hua mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Lei Nan berhenti. "Tunggu," katanya dengan suara lembut namun tegas, yang terdengar jelas di seluruh arena.

Semua mata tertuju pada Yi Hua. Lei Nan berhenti di tempatnya, terkejut oleh interupsi yang tak terduga ini. Seluruh penonton di arena juga terdiam, penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Yi Hua.

"Aku tidak ingin membuang-buang waktu dengan pertarungan yang panjang," kata Yi Hua dengan tenang. "Mari kita selesaikan ini dengan satu serangan terakhir. Siapa pun yang berdiri setelahnya adalah pemenangnya."

Penonton terkejut mendengar usulan Yi Hua. Mereka berbisik satu sama lain, bertanya-tanya apakah ini adalah strategi yang cerdik atau kesombongan yang tak berdasar.

Lei Nan mengernyitkan keningnya, mencoba mencerna kata-kata Yi Hua. "Kau yakin?" tanyanya, nada suaranya menunjukkan rasa ingin tahunya.

Yi Hua mengangguk perlahan, matanya tetap fokus pada Lei Nan. "Ya, aku yakin," jawabnya dengan tegas.

Lei Nan menghela napas, menyadari bahwa ini adalah kesempatan untuk menguji kekuatan sejati mereka. "Baiklah," katanya akhirnya. "Satu serangan terakhir. Siapa pun yang bertahan berdiri, dia pemenangnya."

Penonton kembali menahan napas, menantikan momen yang menegangkan ini. Lei Nan dan Yi Hua mengambil posisi masing-masing, memusatkan seluruh energi mereka pada serangan terakhir ini.

Udara di sekitar mereka seolah bergetar dengan intensitas kekuatan yang sedang mereka kumpulkan. Lei Nan memfokuskan seluruh kekuatannya ke dalam tinjunya, sementara Yi Hua menyiapkan serangan dengan gerakan yang anggun namun mematikan.

"Siap?" tanya Yi Hua, suaranya terdengar tenang namun penuh kekuatan.

Lei Nan mengangguk, matanya berkilat dengan semangat juang yang membara. "Siap," jawabnya dengan mantap.

"Mulai!" teriak pembawa acara.

Dengan kecepatan yang sulit diikuti mata, Lei Nan dan Yi Hua melesat maju, masing-masing mengarahkan serangan terakhir mereka. Tinjunya Lei Nan, yang penuh dengan energi listrik, bertemu dengan serangan Yi Hua yang tampak sederhana namun mengandung kekuatan yang luar biasa.

Boom!

Ledakan energi yang dahsyat terjadi di tengah arena, menciptakan gelombang kejut yang membuat penonton mundur beberapa langkah. Asap tebal dan debu berterbangan, menutupi pandangan semua orang.

Setelah beberapa saat, asap mulai menghilang, dan pemandangan yang muncul membuat semua orang terdiam. Di tengah arena, Lei Nan dan Yi Hua berdiri berhadapan. Namun, hanya satu dari mereka yang masih berdiri tegak.

Lei Nan terhuyung mundur, kelelahan namun tetap berdiri dengan teguh. Di sisi lain, Yi Hua tergeletak di tanah, meskipun masih sadar, ia tidak bisa bangkit kembali.

Penonton bersorak gemuruh, terkesima dengan hasil pertarungan yang luar biasa ini. Pembawa acara segera maju dan mengumumkan hasilnya, "Pemenangnya adalah Lei Nan!"

Di salah satu kursi penonton ada seorang kakek yang melihat semua pertandingan itu dan dirinya hanya bisa menepuk jidatnya dan dengan tramisi suaranya berbicara.

"Hua'er sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan?"ucap kakek itu.

"Diamlah kakek."balas Yi Hua dan kemudian dia sadar dan berdiri seperti tidak ada hal yang terjadi dan segera meningalkan arena.

Terpopuler

Comments

Driyanto Kriswan

Driyanto Kriswan

Hi ha. Strategi unik Yo Hua... /Tongue/

2024-07-31

4

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

MC kalah kuat kayaknya Yihua mengalah....

2024-07-28

3

Pura2 pingsan untuk menarik perhatian.... dasar perempuan 😂😂

2024-07-27

5

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!