Ayah Lei Nan

Malam yang tenang mulai menyelimuti Kota Bulan Perak. Angin malam berhembus lembut, membawa keharuman bunga malam yang mekar di taman-taman kota. Lampu-lampu jalan bersinar temaram, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Namun, di dalam kediaman keluarga Lei, ada percakapan yang menggetarkan hati seorang ayah.

Di sebuah ruangan terlihat seorang pria paruh baya, yang tidak lain adalah kepala keluarga Lei, duduk di ruangannya yang tenang, menikmati secangkir teh hangat. Wajahnya yang tegas menunjukkan kerutan-kerutan halus tanda usia dan beban yang dipikulnya. Pandangannya tertuju pada cangkir teh di tangannya, pikirannya melayang jauh memikirkan nasib putranya, Lei Nan. Di tengah keheningan itu, tiba-tiba muncul sosok bertopeng dari balik kegelapan.

"Tuan Lei Hu, saya kembali," ucap sosok bertopeng itu dengan suara yang tenang namun penuh hormat.

Lei Hu mengangkat pandangannya perlahan, matanya yang tajam menatap sosok itu dengan seksama. "Kau sudah kembali ternyata. Bagaimana dengan bocah itu?" tanyanya, ada nada kekhawatiran yang samar di balik suaranya.

"Dirinya terlihat baik-baik saja, tuan. Namun, saya mendapatkan berita bahwa tuan muda selama satu hari tidak kembali ke kediamannya. Setelah itu, tuan muda kembali dengan sosok yang baru," jawab sosok bertopeng itu.

Lei Hu mengerutkan keningnya, menandakan kebingungan dan ketidakpercayaan. "Apa maksudmu dengan sosok yang baru?" tanyanya dengan nada penasaran.

"Saat saya mengawasi tuan muda seperti yang diperintahkan, saya melihat tuan muda sedang bertarung dengan tuan muda dari keluarga Feng, Feng Tian," jawab sosok bertopeng itu dengan tegas.

Lei Hu tertawa kecil, tidak percaya. "Kau jangan bercanda. Bagaimana mungkin bocah itu akan bertarung dengan seseorang, bahkan itu bocah Feng Tian," ucapnya dengan nada skeptis.

"Maaf, tuan. Banyak saksi mata yang melihatnya, bahkan Penjaga Lou yang menghentikan pertarungan itu," jawab sosok bertopeng itu.

Lei Hu terdiam sejenak, merenung. "Jika itu benar, bagaimana mungkin? Aku bahkan sudah mencari sampai ke kekaisaran untuk menemukan obat yang dibutuhkan Lei Nan, tapi sampai sekarang aku belum menemukannya," ucapnya dengan nada putus asa.

Lei Hu adalah seorang pria dengan hati yang lembut, terutama jika berurusan dengan keluarganya. Meskipun setelah kejadian satu tahun lalu, dia tidak pernah menyerah mencari keberadaan istrinya. Namun, sejak mengetahui bahwa yang menculik istrinya adalah sosok yang tidak bisa dia lawan, dia hanya bisa diam menunggu waktu.

"Baiklah, tetap awasi dia. Aku tidak tahu siapa yang sebenarnya mengganggu keamanan kota sampai dirimu harus mengalihkan pengawasanmu kepada Lei Nan. Namun, aku bersyukur bocah itu sekarang baik-baik saja. Sekarang kau bisa pergi," ucap Lei Hu akhirnya.

"Baik, tuan. Hamba pamit," ucap sosok bertopeng itu, lalu menghilang kembali ke dalam kegelapan.

Setelah sosok bertopeng itu pergi, ruangan kembali sunyi. Lei Hu duduk dalam diam, merenungi informasi yang baru saja diterimanya. Pikiran tentang putranya, Lei Nan, yang bertarung melawan Feng Tian membuat hatinya bergejolak. Tiba-tiba, pintu ruangan itu terbuka perlahan. Seorang pria tua dengan langkah lambat memasuki ruangan, wajahnya penuh keriput namun matanya memancarkan kebijaksanaan yang dalam.

Lei Hu terkejut melihat sosok tua itu. "Ayah, ada apa sampai dirimu keluar dari tempat persembunyian?" tanyanya.

Pria tua itu adalah Lei Jian, ayah Lei Hu dan mantan kepala keluarga Lei. Meskipun usianya sudah sangat tua, dia masih memiliki aura yang kuat dan karisma yang membuat orang menghormatinya.

"Kau di sini rupanya. Aku ingin memberitahumu bahwa aku merasakan kekuatan yang sangat besar dari Lembah Petir," ucap Lei Jian dengan suara serak namun penuh kewibawaan.

Lei Hu mengangguk. "Aku juga merasakannya, Ayah. Namun, saat seseorang aku kirim ke sana untuk menyelidikinya, hanya ditemukan sebuah mayat di sebuah altar," jawab Lei Hu.

Pria tua itu menghela napas panjang. "Hmm... Aku tidak yakin. Tapi ya sudahlah, mungkin itu hanya perasaanku," ucapnya, lalu kembali memasuki ruangan tertutup di mana dia biasanya bermeditasi dan merenung.

Lei Jian sebenarnya merasakan dua kehadiran yang kuat, namun dia berpikir mungkin salah satu dari mereka telah hancur oleh petir. Perasaannya yang tidak biasa membuatnya ragu, tetapi dia memutuskan untuk mempercayai penjelasan anaknya.

"Baik, Ayah," ucap Lei Hu.

Setelah kepergian ayahnya, Lei Hu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela. Di sana, dia melihat keluar, menatap kota yang gemerlap di bawah sinar bulan. Matanya memancarkan kesedihan meskipun wajahnya tetap menunjukkan ketegasan. Dia merasakan beban yang berat di pundaknya, tanggung jawab untuk melindungi keluarga dan menemukan kembali kedamaian yang telah hilang.

"Maafkan ayah, nak. Jika saja ayah memiliki kekuatan saat itu, mungkin kejadian satu tahun yang lalu tidak akan terjadi," batin Lei Hu dengan penuh penyesalan.

Di tempat lain, di kediaman Lei Nan, terlihat bocah itu yang sedang bermeditasi di kamarnya. Meskipun di sekitarnya tidak ada energi petir, dia berusaha mencapai ketenangan batin. Meditasi membantunya menemukan keseimbangan dan fokus, meskipun pencerahan untuk naik ke tingkat berikutnya belum juga datang.

Ketenangan batin adalah salah satu metode kultivasi yang penting. Dalam keadaan tenang, seorang kultivator bisa lebih mudah mendapatkan pencerahan dan meningkatkan kekuatannya. Namun, pencerahan itu sendiri sangat bergantung pada keberuntungan dan kesiapan mental.

"Tuan, makan malam sudah siap," ucap Ming dari luar kamar.

Perlahan, Lei Nan membuka matanya. Untuk saat ini, dia belum mendapatkan pencerahan yang diharapkannya. Dia tahu bahwa dirinya harus naik tingkat secepat mungkin karena pertandingan Kota Bulan Perak akan segera diadakan. Meskipun dirinya ingin kembali ke Lembah Petir, tempat itu terlalu berbahaya.

Di sisi lain, ada pembunuh yang mengincarnya. Tempat itu sangat berbahaya, bahkan seorang kultivator dengan kekuatan tingkat inti emas pun tidak berani memasuki tempat itu. Oleh karena itu, Lei Nan memutuskan untuk mencoba keberuntungannya di pusat kota, mencari benda-benda kultivasi yang bisa membantunya.

Benda-benda kultivasi terdiri dari tanaman herbal, artefak, dan batu kristal. Batu kristal adalah yang paling mahal dan sulit ditemukan, tetapi Lei Nan harus mencobanya demi meningkatkan kekuatannya.

"Baik, aku segera ke sana," ucap Lei Nan beranjak dari duduk kultusnya.

Malam itu, hanya ada canda di antara Lei Nan dan Ming. Lei Nan sudah menganggap Ming seperti adiknya sendiri. Umur mereka hanya terpaut satu tahun, dan mereka sudah berteman sejak kecil. Dulu, kemanapun Lei Nan pergi, Ming selalu mengikutinya.

Setelah makan malam, Lei Nan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sejak kemarin, dia belum beristirahat dengan tenang. Namun, sebelum pergi, dia berbalik dan berbicara kepada Ming.

"Ming, kumpulkan semua tabunganku, dan besok siap-siap. Aku akan mengajakmu ke pusat kota," ucap Lei Nan.

"Baik, Tuan. Tapi apa yang mau Tuan perbuat di pusat kota?" tanya Ming dengan penasaran.

"Sudahlah, kau ikut saja besok," jawab Lei Nan kemudian pergi dari sana.

Malam semakin larut. Lei Nan berbaring di tempat tidurnya, matanya menatap langit-langit kamar. Pikirannya dipenuhi dengan rencana untuk hari esok. Dan akhirnya Lei Nan menutup matanya dan mencoba tidur.

...Ilustrasi Lei Hu (Ayah Lei Nan)...

Terpopuler

Comments

Atuk

Atuk

Up

2024-10-04

0

Suherman Qisya

Suherman Qisya

d awal crta katanya Cara kultivasinya hanya menyerap petir ko Cari sumberdaya lain kan aneh Harusnya k lembah petir aja kultivasi ngapain d kota bodoh amat ni mc

2024-09-28

3

Dar Mono

Dar Mono

ayo thor greget dikit lagi ceritany

2024-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!