Pertandingan 1

Pertandingan itu dimulai dengan atmosfer yang penuh semangat dan kegembiraan, seiring sorak sorai para penonton yang memenuhi tribun arena. Di tengah arena yang luas, seorang pria berbadan besar berdiri tegap, tampak percaya diri dengan pedang besar yang tergantung di punggungnya. Dengan gerakan yang kuat dan mantap, ia mengayunkan pedangnya ke depan, memecah udara dengan desingan tajam.

Di hadapannya, lawannya yang tampak lebih kecil namun lincah, menatap dengan tatapan tajam dan penuh konsentrasi. Pria itu mengangkat kipas yang dipegangnya dengan elegan, bersiap menghadapi serangan yang datang. Saat pedang besar itu mendekat, dengan kelincahan yang mengagumkan, ia menepis serangan tersebut dengan kipasnya, membuat pedang besar itu terpental ke samping.

Penonton bersorak kegirangan, sorak-sorai mereka menggema di seluruh arena. "Woah… ayo kalahkan dia!" teriak mereka, memberikan semangat pada kedua petarung yang sedang bertarung dengan penuh semangat.

Pertarungan berlanjut dengan intensitas yang semakin meningkat. Kedua petarung saling melancarkan serangan, menguji keterampilan dan kekuatan masing-masing. Setiap serangan dibalas dengan serangan yang lebih kuat, menciptakan pemandangan yang memukau. Pertarungan itu begitu sengit dan berlangsung lama, hingga akhirnya pria berbadan besar itu mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk melancarkan serangan terakhir.

Dengan gerakan penuh kekuatan, ia mengayunkan pedang besar itu, menciptakan siluet seekor beruang raksasa yang muncul dari tebasan pedangnya. Siluet beruang itu meluncur dengan cepat menuju lawannya, menghantamnya dengan kekuatan yang luar biasa, membuat lawannya terbang dan terhempas jauh ke belakang. Penonton bersorak keras, merayakan kemenangan pria berbadan besar itu.

Setelah pertarungan sengit tersebut, pertandingan berikutnya segera dilanjutkan. Dan sampai akhirnya Kali ini, dua gadis muda naik ke atas podium. Salah satunya membawa cambuk yang panjang, sementara yang lain memegang pedang panjang yang indah, dengan gagang yang berukir rumit dan elegan.

"Woah, lihat itu putri Shu Ming, lihat wajah cantiknya itu," sorak seorang penonton, mengagumi kecantikan gadis yang dikenal sebagai putri Shu Ming.

"Tapi lihatlah gadis itu, bahkan gadis itu lebih cantik dibandingkan putri Shu Ming," balas penonton lain, menunjuk ke arah gadis yang menjadi lawan Shu Ming.

Shu Ming mendengar komentar tersebut dan menunduk dengan wajah memerah karena marah. Ia telah lama dikenal sebagai kecantikan nomor satu di Kota Bulan Perak ini, namun kini muncul seorang gadis misterius yang tampaknya lebih menawan daripada dirinya.

"Hei nona, lebih baik kau menyerah saja. Aku tidak ingin melukai wajahmu itu," ucap Shu Ming dengan nada meremehkan, berharap bisa membuat lawannya merasa takut.

Namun, gadis itu tetap diam, tidak memberikan tanggapan apapun. Sikap acuh tak acuh dari lawannya semakin membuat Shu Ming marah. Dengan kemarahan yang membara, Shu Ming segera melancarkan serangan dengan cambuknya. Ia menyerang gadis itu dengan gerakan cepat dan bertenaga, mengayunkan cambuknya dengan penuh amarah.

Namun, gadis itu dengan wajah dingin dan penuh konsentrasi, menghindari setiap serangan dengan mudah. Gerakannya begitu lincah dan teratur, membuat penonton terkesima melihat kelincahannya.

"Ak… jangan kau menghindar terus," ucap Shu Ming dengan frustrasi, merasa serangannya tidak berarti apa-apa.

"Hmm, baiklah. Aku akan mulai menyerang," ucap gadis itu dengan tenang, tiba-tiba berhenti di tempat.

Shu Ming melihat kesempatan itu dan tersenyum penuh keyakinan. Ia mengeluarkan jurus terkuatnya, serangan api yang terkenal dari keluarga Shu. Dengan penuh keyakinan, ia melancarkan serangan tersebut, berniat mengakhiri pertarungan dengan satu serangan mematikan.

"Cambuk Teratai Api!" teriak Shu Ming dengan penuh kekuatan.

"Tebasan Bulan," ucap gadis itu dengan pelan namun penuh kekuatan.

Ledakan dahsyat terjadi saat kedua serangan itu bertabrakan. Asap tebal segera menutupi arena, membuat penonton menahan napas, menunggu hasil pertarungan tersebut.

"Hei, lihat! Asapnya mulai memudar," ucap seorang penonton, menantikan hasil pertarungan.

Saat asap sepenuhnya menghilang, terlihat sosok gadis yang berdiri tegak, sementara Shu Ming tergeletak tak sadarkan diri. Penonton terkejut dan segera riuh, menyaksikan kejadian tak terduga tersebut.

"Woah… lihat! Yang tidak sadarkan diri ternyata putri Shu Ming," teriak penonton dengan penuh kekaguman dan keheranan.

Keributan terjadi di seluruh arena. Gadis yang tak dikenal ini dengan mudah mengalahkan salah satu jenius kota ini. Di antara kerumunan, Shu Peng, ayah Shu Ming, terkejut melihat putrinya terbaring tak sadarkan diri di arena.

"Hmm, gadis ini sangat kuat," pikir Lei Nan yang juga menyaksikan pertarungan itu dengan penuh perhatian.

Dengan tenang, gadis itu turun dari arena, mengabaikan seluruh pandangan yang tertuju padanya. Penonton masih bersorak menyambut kemenangannya. Pembawa acara segera mengumumkan hasil pertandingan.

"Baiklah, pemenang pertandingan kali ini adalah nona Yi Hua," ucap pembawa acara dengan suara lantang.

Sorak sorai penonton semakin keras. Banyak yang bertaruh atas kemenangan gadis bernama Yi Hua itu. Pertandingan berikutnya segera dilanjutkan dengan pengumuman peserta baru.

"Baiklah, sekarang nomor 7 dan nomor 8, silakan menaiki arena," ucap pembawa acara, mempersilakan peserta berikutnya.

Arena kembali tenang. Dari kerumunan peserta, dua orang berjalan menuju arena. Salah satunya mengenakan jubah panjang, sementara yang lainnya memakai pakaian mewah dengan wajah sombong.

"Hei, bukankah itu Tuan Muda Han Fei?" ucap seorang penonton dengan penuh penasaran.

"Iya, benar itu Tuan Muda Han Fei. Tapi siapa lawannya itu?" tanya penonton lain, penasaran dengan sosok berjubah yang menjadi lawan Han Fei.

Di antara kerumunan peserta, banyak yang mengenali sosok berjubah itu. Tak lain adalah Tuan Muda dari keluarga Lei, yaitu Lei Nan.

Di atas arena, dengan wajah sombongnya, Tuan Muda Han Fei menatap sinis pada Lei Nan. "Hei Tuan Muda Lei Nan, lebih baik kau menyerah saja. Aku tidak ingin melukai orang cacat hari ini," ucap Han Fei sambil menyalurkan qi-nya, berusaha memprovokasi Lei Nan.

Penonton riuh mendengar ucapan Tuan Muda Han Fei. "Hei, apa kau dengar?" tanya seorang penonton dengan suara tertahan.

"Iya, aku juga mendengarnya. Barusan Tuan Muda Han Fei menyebutkan bahwa orang berjubah itu adalah Tuan Muda Lei Nan," jawab penonton lain dengan penuh keheranan.

Seluruh arena terdiam. Banyak yang mengenal siapa Lei Nan dahulu. Namun, sejak kejadian setahun lalu yang misterius, orang-orang jarang mendengar nama Lei Nan lagi. Kini, sosok itu muncul kembali di atas arena.

Namun, Lei Nan tetap diam, tidak merespons provokasi Han Fei. Tindakan ini membuat Han Fei marah. Ia segera melancarkan serangan.

"Sialan, Tombak Angin!" teriak Han Fei, meluncurkan serangan bertubi-tubi ke arah Lei Nan.

Serangan itu mengarah tepat ke kepala Lei Nan. Namun, dengan gerakan cepat, Lei Nan menghindarinya dengan mudah, membuat Han Fei semakin kesal.

"Apa?! Dasar, apa kau hanya bisa menghindar," ucap Han Fei dengan marah.

Lei Nan hanya terdiam dan perlahan menatap Han Fei dengan tatapan tajam.

Deg*

Jantung Han Fei tiba-tiba berdetak kencang saat melihat mata Lei Nan yang bersinar tajam dari balik jubahnya. Tiba-tiba, sosok Lei Nan menghilang dari pandangan Han Fei.

"Dimana dia?!" teriak Han Fei, mencari sosok Lei Nan ke segala arah.

Namun, beberapa saat kemudian, pandangan Han Fei menjadi gelap dan ia jatuh tak sadarkan diri. Tubuh Han Fei tergeletak di tanah, sementara sosok Lei Nan muncul di belakangnya, telah memukul leher Han Fei dengan tepat.

Seluruh penonton terdiam. Bahkan peserta lain pun tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Lei Nan, yang telah lama menghilang, kini muncul kembali dan mengalahkan Han Fei dengan mudah.

Terpopuler

Comments

Suwoyo woyok

Suwoyo woyok

sdh lm tdk baca novelton ini ada yg seru lanjut thorr

2024-11-21

0

Atuk

Atuk

Up

2024-10-04

0

kamir

kamir

kereen

2024-08-25

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!