Pertandingan 2

Seluruh arena tertelan dalam keheningan yang mencekam. Penonton yang tadinya riuh dengan sorakan dan teriakan kini terdiam, terpaku pada pemandangan yang baru saja mereka saksikan.

Han Fei, seorang jenius yang memegang peringkat kelima di Kota Bulan Perak, tergeletak tak berdaya di arena. Lei Nan, yang selama ini dikenal dengan kabar kelumpuhan pada tangannya, berdiri tegap di tempat yang sama.

Pertarungan itu berakhir dalam satu serangan singkat, yang membuat banyak orang mempertanyakan apa yang mereka ketahui tentang Lei Nan.

"Bagaimana mungkin? Bukankah Lei Nan seharusnya lumpuh?" tanya seorang penonton dengan nada penuh ketidakpercayaan.

"Ini tak mungkin terjadi. Lei Nan menyerang dengan tangan yang katanya lumpuh!" sahut penonton lainnya, matanya terbuka lebar karena kaget.

Di antara penonton, di barisan VIP, Shu Peng terdiam dalam kebingungan. Dia mengerutkan alis, berusaha memahami situasi yang baru saja terjadi. "Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah Wei sudah mengirim pembunuh untuk menghabisinya?" dia berbicara pada dirinya sendiri, suaranya nyaris tak terdengar.

Sementara itu, perwakilan dari Sekte Sembilan Guntur hanya tersenyum sinis, pandangannya dingin. "Anak seperti Lei Nan bukanlah sesuatu yang istimewa. Banyak di sekte kami yang jauh lebih kuat," pikirnya, meremehkan kejadian yang baru saja berlangsung.

Di sisi lain, Lei Wei yang juga berada di arena, tampak tercengang. Ia tahu betul mengenai kekuatan Han Fei karena mereka pernah bertarung sebelumnya. Bahkan dirinya sendiri tidak yakin bisa mengalahkan Han Fei dengan satu serangan seperti itu. Yang lebih mengejutkan baginya adalah kenyataan bahwa tangan Lei Nan, yang selama ini dikabarkan lumpuh, digunakan untuk menyerang Han Fei.

Pembawa acara, yang tersadar dari keterkejutannya, akhirnya mengumumkan hasil pertarungan. "Eh… Baiklah, pemenang pada pertandingan kali ini adalah Tuan Muda Lei Nan," teriaknya, mencoba memecah keheningan yang melanda arena.

"Woah…" sorak-sorai penonton mulai terdengar kembali, menggema di seluruh arena. Mereka menyaksikan Lei Nan yang perlahan turun dari arena. Pandangan seluruh peserta kini tertuju padanya. Mereka yang tadinya meremehkan Lei Nan mulai berpikir ulang tentang kekuatan sebenarnya dari pemuda itu.

Ayah Lei Nan, yang duduk di barisan VIP, hanya bisa tersenyum kecil. Senyuman itu adalah sesuatu yang langka dan jarang terlihat. Ia merasa yakin dengan informasi yang diberikan bawahannya tentang pertarungan antara Lei Nan dengan Feng Tian.

"Oke, baiklah sekarang kita langsung ke pertandingan berikutnya. Mari kita panggil nomor 9 dan 10," teriak pembawa acara, mencoba menjaga semangat penonton tetap tinggi.

Dari kerumunan peserta, maju dua orang yang segera membuat penonton kembali bersemangat. Mereka adalah pemegang peringkat kedua dan ketiga jenius Bulan Perak, Lei Kang dan Lei Wei.

"Woah… Lihat, bukankah itu Tuan Muda Lei Kang dan Tuan Muda Lei Wei," ucap salah satu penonton dengan penuh antusias.

"Benar… Aku tidak menyangka pertandingan kali ini akan menghadirkan mereka berdua," tambah penonton lainnya, semakin bersemangat.

Lei Kang, pemegang peringkat kedua, dan Lei Wei, peringkat ketiga, sudah dua tahun tidak bertarung. Sekarang, mereka akan membuktikan siapa yang terkuat di antara mereka.

"Hahaha, hei Lei Kang, lebih baik kau menyerah saja. Aku tidak ingin jika seranganku tidak sengaja membunuhmu," ucap Lei Wei dengan percaya diri, suaranya menggema di arena.

"Apa kau kira, dirimu bisa mengalahkanku?" balas Lei Kang dengan sinis, mempersiapkan dirinya untuk pertarungan.

Keduanya bersiap dengan kuda-kuda mereka, perlahan tubuh mereka dialiri listrik yang mengelilingi sekujur tubuh mereka. Keluarga Lei terkenal dengan teknik petirnya, sehingga mereka berdua memiliki teknik yang sama. Keheningan kembali menyelimuti arena saat kedua lawan bersiap.

Boom*

Mendadak, dalam sekejap mata, kedua sosok itu menghilang dari pandangan penonton. Yang terdengar hanyalah suara ledakan petir saat tinju mereka saling bertabrakan, menciptakan kilatan-kilatan cahaya yang memukau. Penonton terpana, sulit mengikuti gerakan mereka yang begitu cepat.

Boom*

"Woah… Ayo kalahkan dia!" sorak penonton, semakin bersemangat menyaksikan pertarungan sengit itu.

Namun, di tengah pertarungan yang berlangsung cepat, Lei Kang merasa ada yang aneh. Ia merasakan kekuatan Lei Wei jauh lebih besar daripada yang ia ingat. Lei Wei terus mendesaknya dengan serangan-serangan kuat, membuat Lei Kang berada dalam posisi sulit.

Boom*

"Baiklah, mari kita akhiri pertarungan yang membosankan ini," ucap Lei Wei dengan tenang, membuka tangannya. Tiba-tiba, muncul bola petir berwarna merah dari tangannya.

Keluarga Lei yang menonton terkejut melihat pemandangan itu. Mereka tahu betul tentang jurus tersebut, Bola Kematian, salah satu jurus tersulit dan paling mematikan di keluarga Lei. Jurus ini dinamai demikian karena dapat menyebabkan luka dalam yang serius, bahkan kematian.

Lei Kang, yang berada di arena, terkejut melihat Lei Wei berhasil mempelajari jurus itu. Meskipun bola petir itu tidak sepenuhnya sempurna seperti dalam contoh buku, Lei Kang yakin bahwa jurus itu sangat kuat.

"Terimalah seranganku," ucap Lei Wei, menerjang ke arah Lei Kang dengan bola petir merahnya.

Lei Kang mencoba memblok serangan tersebut dengan jurus andalannya, namun serangan Lei Wei mengenai Lei Kang dengan kekuatan penuh.

Boom!

"Akh…" teriak seseorang dari kumpulan debu di arena. Suaranya menyayat hati dan membuat seluruh penonton terkejut.

Perlahan, debu yang memenuhi arena mulai menghilang, memperlihatkan pemandangan yang mengerikan. Terlihat Lei Kang terkapar dengan kedua lengannya patah dan darah mengalir dari mulutnya, sementara Lei Wei berdiri dengan wajah sinis.

"Kurang ajar," geram salah satu perwakilan yang menemani Lei Hu, ayah Lei Kang. Sementara di sisi lain, ayah Lei Wei, yang merupakan tetua kedua keluarga Lei, hanya tersenyum puas.

Lei Wei perlahan turun dari arena, meninggalkan pandangan ngeri dari seluruh penonton. Berbeda dengan Lei Nan yang wajahnya sudah gelap karena marah. Ia tidak percaya salah satu orang yang berbuat baik padanya dibuat tidak berdaya di depannya.

Lei Wei menyadari pandangan Lei Nan dan hanya tersenyum sinis, berbicara kepadanya dengan nada mengejek. "Berikutnya dirimu yang akan aku buat seperti itu. Namun bukan hanya tanganmu, seluruh tubuhmu akan aku hancurkan," ucap Lei Wei kepada Lei Nan.

Lei Nan hanya terdiam, bukan karena marah, tetapi karena tidak percaya bahwa sesama anggota keluarga bisa saling menyakiti dengan kejam seperti itu.

Seluruh arena sekali lagi diselimuti keheningan. Ketegangan meningkat, dan penonton merasakan aura dingin yang mengalir di antara mereka. Mereka menanti pertandingan berikutnya dengan hati berdebar, tak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Lei Nan berjalan perlahan ke arah bangkunya, duduk dengan tenang sambil memandang arena. Pikirannya dipenuhi oleh berbagai macam emosi.

Di saat yang sama, Lei Wei berjalan dengan angkuh, menunjukkan keunggulannya kepada semua orang di sekitar. Senyumnya penuh kepuasan dan arogansi. Dia merasa tidak ada yang bisa menghalanginya, tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya.

Namun, di dalam hati kecilnya, Lei Wei tahu bahwa Lei Nan adalah ancaman yang nyata. Ada sesuatu yang berbeda tentang Lei Nan, sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Tetapi dia menepis perasaan itu, yakin bahwa kekuatannya cukup untuk mengatasi apapun yang datang.

Terpopuler

Comments

4wied

4wied

ini perwakilan dr sekte perekrut yg sangat absurb....
terlalu memandang segala sesuatu dgn picik

2025-01-18

1

Atuk

Atuk

🌟🌟🌟🌟🌟

2024-10-04

1

Asiyah Asiyah

Asiyah Asiyah

hub mc dg ayahnya krg dkt..ini sdh bbrp episode tp tdk prnh ada pembicaraan diantara ayah anak

2024-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!