Lembah Petir

Saat berjalan-jalan, Lei Nan tidak menyadari bahwa ia sudah berada di daerah yang sepi, jauh dari pemukiman penduduk, tepatnya dekat dengan tembok kota Dimana disana hanya ada pemukiman yang sudah di tingalkan karena kejadian satu tahun lalu.

"Ais... aku tidak menyadari jika sudah sampai di sini saja," ucap Lei Nan mengingat tempat ini.

Tiba-tiba, sebuah suara misterius terdengar dari kegelapan, "Hihihi, aku tidak menyangka dirimu akan berjalan ke arah kematianmu sendiri."

Lei Nan terkejut dan mencari-cari sumber suara itu,"Siapa!" teriaknya dengan panik, matanya menyapu sekeliling.

Dari bayangan gelap muncul sosok kurus dengan topeng hitam menghiasi wajahnya, dan di bajunya terukir gambar tengkorak bertanduk. Benar orang itu tidak lain pembunuh dari Iblis Surgawi.

"Siapa dirimu?" tanya Lei Nan dengan waspada, mencoba menilai situasi.

"Hihihi, aku hanya orang lewat," jawab orang itu sambil mengeluarkan pedang dari balik bajunya, membuat niatnya yang jahat semakin jelas.

Melihat senjata tersebut, Lei Nan tahu bahwa orang di depannya bermaksud buruk kepadanya. Segera ia berbalik dan berlari, memanfaatkan

kultivasinya yang berada di ranah Penyerapan Energi tahap delapan yang masih ada. Meskipun kedua lengannya lumpuh, kekuatannya masih cukup untuk membuatnya bergerak dengan cepat.

Dengan kecepatan luar biasa, Lei Nan berlari menuju tembok kota, mencoba menghindari serangan pedang dari pembunuh itu. Namun, serangan terakhir dari pembunuh itu berhasil menyabet punggung Lei Nan, membuatnya terjatuh dengan keras ke tanah.

"Sial, kenapa ada pembunuh yang mengejarku," batin Lei Nan sambil menahan rasa sakit. Dagu Lei Nan berdarah karena terjatuh, tetapi ia tidak memperdulikan itu dan segera mencoba bangkit kembali.

Ketika ia melihat ke depan, matanya menangkap sebuah lubang kecil di tembok kota, tempat dimana keluarnya air. Dengan cepat, Lei Nan merangkak menuju lubang itu, meskipun ukurannya lebih kecil dari tubuhnya.

"Akh, sial, lubang ini sangat kecil, ini pilihan terakhirku,ark..." gumam Lei Nan sambil berusaha mendorong tubuhnya melalui lubang yang sempit itu.

Tak!

Dengan dorongan kuat, bahu Lei Nan patah, namun ia tidak menunjukkan tanda-tanda putus asa. Terus berjuang, akhirnya Lei Nan berhasil keluar dari lubang itu, meskipun pembunuh yang mengejarnya masih mengejarnya.

"Hihihi, ini sangat menarik, aku tidak sabar mengacak-ngacak isi perutmu," ucap pembunuh itu sambil menjilat pedangnya.

Di Kejauhan Lei Nan melihat sebuah hutan yang tak jauh dari kota, dengan cepat dirinya segera menuju kesana untuk bersembunyi dari kejaran pembunuh, namun dirinya tidak menyadari jika itu akan mempermudah pembunuh mengejarnya.

"Huf, huf, sial, aku harus cepat menjauh dari pembunuh itu," ucap Lei Nan sambil berlari menuju hutan yang lebat di dekat kota.

Namun, saat berlari, tiba-tiba sebuah pedang terbang ke arahnya, mengarah langsung ke kepalanya. Namun Lei Nan, dengan ketajaman insting seorang kultivator tahap Penyerapan Energi, mampu memiringkan kepalanya tepat waktu, menghindari serangan mematikan itu.

Namun, gerakan mendadaknya membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke tanah.

"Akh.., Sial kenapa aku harus jatuh saat ini."batin Lei Nan berusaha bangkit kembali.

Di depannya, ia melihat sebuah pintu masuk lembah yang penuh dengan awan petir yang mengerikan, berkilat-kilat dengan energi yang menakutkan.

Dengan napas tersengal-sengal, Lei Nan menyadari bahwa ia telah memasuki wilayah yang dikenal dengan nama Lembah Petir.

Lembah Petir adalah area terlarang yang bahkan seorang kultivator ranah Pembentukan Akar Suci akhir tidak berani memasukinya, karena dahulu kala ada cerita jika ada seseorang yang berada di ranah inti emas yang memasukinya dan sampai sekarang tidak pernah teerdengar lagi kabarnya apakah kultivator itu mati atau mungkin masih hidup.

Lembah petir juga merupakan salah satu area terlarang di kekaisaran Qin, yang dahulu kala banyak kultivator kuat yang merebutkan tempat itu sampai ada seorang kultivaor kuat yang menghancurkan segala kekuatan yang menginginkan tempat itu, bekas dari pertempuran itu bisa di lihat dimana awan petir yang sampai sekarang tidak pernah hilang meskipun kejadiann itu sudag 1000 tahun yang lalu.

"Hihihi, akhirnya aku mendapatkanmu. Cukup sampai di sini bermain-mainnya," suara pembunuh itu terdengar semakin dekat, disertai dengan langkah-langkah yang mengancam.

Lei Nan berdiri dan berlari ke arah lembah, mengetahui bahwa ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Pembunuh itu tidak ketinggalan, dengan pedangnya yang memancarkan cahaya gelap, mengejar Lei Nan dengan penuh keganasan.

Lembah itu tampak seperti tempat yang tidak ramah bagi siapapun yang memasukinya. Tebing-tebing curam mengelilinginya, dan langit di atasnya dipenuhi dengan awan gelap yang terus-menerus menggelegar dengan petir. Namun, Lei Nan tidak memiliki pilihan lain. Dengan sekuat tenaga, ia mencoba mendaki bukit kecil yang berada di lembah itu.

"Nak, sudah cukup kau berlari," suara pembunuh itu terdengar marah saat tiba-tiba muncul di belakang Lei Nan.

Lei Nan berbalik, mundur dengan hati-hati, namun tidak menyadari bahwa di belakangnya ada anak tangga yang membuatnya tersandung dan jatuh. Ia mencoba mendorong tubuhnya mundur dengan kakinya, sampai ia tidak menyadari bahwa dirinya telah berada di tengah-tengah altar.

"Hihihi, kasihan sekali dirimu bocah," kata pembunuh itu sambil mengangkat pedangnya, siap untuk menghabisi Lei Nan.

Lei Nan, dengan napas terengah-engah dan tubuh penuh luka, masih memiliki kekuatan untuk bertanya, "Sebenarnya, siapa yang memberikan perintah untukmu?" teriaknya dengan suara serak.

Pembunuh itu hanya tertawa kecil, lalu memiringkan kepalanya dan melepaskan topengnya, menampilkan wajah yang penuh dengan senyum menyeramkan.

"Hihihi, dirimu tidak menyadari jika keluargamu sendiri yang menginginkan hidupmu," ucapnya dengan nada puas.

"Apa?! Siapa yang sebenci itu kepadaku? Jangan-jangan..." batin Lei Nan, mulai menyusun potongan-potongan puzzle yang tersebar dalam benaknya.

Sambil mundur ke belakang, ia terus mencoba menghindar dari pembunuh itu.

Pembunuh itu, merasa permainannya sudah cukup, mengayunkan pedangnya dengan ganas. Mengarah lansung ke perut Lei Nan.

Jleb!

“Hihihi, lihatlah semua maha karya ini.”ucap Pembunuh itu dengan senyum seramnya.

Namun yang tidak di sadari pembunuh itu darah Lie Nan yang menetes dari tubuhnya mulai menggenangi altar tempat ia terbaring, segera altar itu bergetar dengan keras.

"Apa yang terjadi?" suara pembunuh itu tiba-tiba berubah menjadi ketakutan ketika altar di bawah Lei Nan mulai bergetar hebat.

DUAR!

DUAR!

Petir yang menyambar-nyambar mulai memusatkan energinya di atas altar.

Gumpalan awan hitam pekat yang dipenuhi petir hitam dan merah berkumpul di atas mereka, menciptakan pemandangan yang sangat menakutkan.

"Sial, kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan?" ucap pembunuh itu dengan gemetar, tubuhnya terpaku oleh ketakutan yang mendalam.

DUAR!

DUAR!

Petir dari awan di atas altar dengan cepat menyambar tubuh Lei Nan. Cahaya menyilaukan menghancurkan tubuhnya, namun seketika tubuh Lei Nan muncul kembali, dengan kedua lengannya kini ditutupi tato rumit yang memancarkan Cahaya merah dan hitam yang misterius.

"Apa yang terjadi dengan bocah ini?" pembunuh itu tergagap, ketakutan melandanya semakin dalam.

Tubuh Lei Nan perlahan terangkat ke udara, rambut hitam legamnya berkibar tertiup angin. Matanya terbuka dan memancarkan cahaya merah yang mengintimidasi. Dengan tatapan dingin, ia mengangkat tangannya mengarah ke pembunuh itu.

Dengan satu gerakan cengkram, tiba-tiba tubuh pembunuh itu terpelintir hebat.

KRAK!

KRAK!

KRAK!

"Aaaah! Cepat bunuh aku!" jerit pembunuh itu, meringis

kesakitan saat tulang-tulangnya hancur perlahan, mulai dari kaki hingga ke tubuhnya.

Lei Nan hanya berdiri diam, dengan tatapan dingin, membiarkan proses penghancuran itu berlangsung. Tubuh pembunuh itu terus hancur, sampai akhirnya mencapai lehernya.

DUAR!

Petir meledakkan kepala pembunuh itu, menghancurkannya seketika. Lei Nan menatap kosong, perlahan-lahan matanya kembali normal. Awan gelap yang mengelilingi altar mulai berangsur menghilang.

Tubuh Lei Nan akhirnya jatuh ke tanah, pingsan di atas altar yang kini dipenuhi dengan bekas pertempuran. Di atas altar itu, ia terbaring tak sadarkan diri, dengan tubuh yang telah diberkahi kekuatan misterius yang baru.

Hanya waktu yang akan menjawab bagaimana nasib Lei Nan selanjutnya, dan kekuatan apa yang kini tertanam dalam dirinya.

...Ilustrasi pembunuh Iblis Surgawi...

Terpopuler

Comments

Dwi Andrianto

Dwi Andrianto

"kamu tidak menyadari jika keluargamu sendiri yg menginginkan kematianmu"

2024-11-17

0

Fajar Ayu Kurniawati

Fajar Ayu Kurniawati

.

2024-11-29

0

Dwi Andrianto

Dwi Andrianto

"siapa kamu" bukan "siapa dirimu"

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!