Lei Nan dan Lei Wei

Setelah pertandingan antara Yi Hua dan pria besar itu selesai suasana kembali tenang dan pertandingan di lanjutkan seperti biasanya dan akhirnya pertandingan sudah memasuki yang terakhir.

"Baiklah Tuan muda Lei Nan dan Tuan muda Lei Wei silahkan memasuki arena." ucap pembawa acara.

Seluruh penonton besrsorak saat kedua peserta itu memasuki arena karena mereka tahu kekuatan dua peserta itu sebelumnya.

"Hahaha, Lei Nan lebih baik kau menyerah saja aku tidak ingin jika tidak sengaja membunuhmu."cemoh Lei Wei dengan wajah sombongnya.

"Lei Wei, sudah cukup kata-katamu lebih baik kau membuktikan dengan tinjumu."ucap Lei Nan dengan tenang.

Lei Wei yang mendengarnya geram dan akhirnya berusaha tenang, akhirnya mereka bersiap-siap dengan kuda-kuda mereka.

Perlahan aliran petir mengelilingi tubuh mereka dan segera setelah aba-aba di berikan.

"Mulai!"ucap pembawa acara.

Boom!

Tinju mereka saling bertabrakan menciptakan kilatan petir disana sini yang membuat orang-ornag kagum dengan apa yang terjadi.

Pertarungan antara Lei Nan dan Lei Wei segera memanas. Kedua sosok itu berdiri tegak di tengah arena, dikelilingi oleh kilatan petir yang menderu-deru di sekeliling mereka. Setiap gerakan yang mereka buat menghasilkan percikan listrik yang menerangi arena, membuat penonton terpukau oleh kekuatan yang ditampilkan.

Lei Wei mengayunkan tinjunya dengan penuh tenaga, menciptakan suara ledakan saat tinjunya bertemu dengan pertahanan Lei Nan. Namun, Lei Nan dengan tenang menangkis serangan itu, matanya tetap fokus pada lawannya.

"Jangan terlalu percaya diri, Lei Wei," kata Lei Nan dengan suara tenang. "Kekuatanmu belum cukup untuk mengalahkanku."

Lei Wei menggeram, merasa terhina oleh kata-kata Lei Nan. Ia melancarkan serangan bertubi-tubi, mencoba mematahkan pertahanan Lei Nan dengan serangan kilat yang cepat dan kuat. Setiap serangan yang dilepaskan Lei Wei mengandung kekuatan besar, cukup untuk membuat tanah di sekitar mereka bergetar.

"Sialan bagaimana dia tiba-tiba sekuat ini."batin Lei Wei kesal.

Namun, Lei Nan tetap tenang. Ia mengelak dan menangkis dengan keanggunan yang luar biasa, seolah setiap gerakannya telah direncanakan dengan sempurna. Kilatan petir yang mengelilingi mereka semakin intens, menciptakan pemandangan yang menakjubkan di tengah arena.

Penonton terpaku, mata mereka tidak lepas dari pertarungan sengit ini. Mereka tidak berani berkedip, takut melewatkan momen penting dari pertarungan yang luar biasa ini.

Tiba-tiba, Lei Nan melihat celah. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia melompat ke udara, menghindari serangan Lei Wei yang kuat. Dari ketinggian, ia melancarkan serangan balasan, menurunkan tinjunya dengan kekuatan penuh ke arah Lei Wei.

Lei Wei, yang tidak siap menghadapi serangan dari udara, mencoba mengelak, namun terlambat. Tinjunya Lei Nan mengenai dadanya dengan keras, membuat Lei Wei terhuyung ke belakang.

Penonton bersorak, kagum dengan kecepatan dan ketepatan serangan Lei Nan. Namun, Lei Wei tidak menyerah begitu saja. Meski terluka, ia berdiri kembali, matanya dipenuhi dengan kemarahan.

"Kau kuat, Lei Nan, tapi kau mengunakan teknik iblis." kata Lei Wei dengan suara serak. "Tapi aku belum selesai, aku akan membuatmu tidak bisa berkultivasi lagi agar teknik iblis itu menghilang."

Lei Wei mengumpulkan seluruh kekuatannya, menghasilkan aliran listrik yang semakin intens di sekeliling tubuhnya. Dengan teriakan keras, ia melancarkan serangan terakhirnya, perlahan bola listrik berwarna merah keluar dari tanganya.

Benar jurus ini merupakan jurus yang sebelumnya digunakan Lei Wei untuk mematahkan tangan Lei Kang. Lei Nan yang melihatnya masih tenang.

Lei Nan dan Lei Wei berdiri saling berhadapan, udara di sekitar mereka dipenuhi dengan percikan listrik yang menari-nari. Penonton menahan napas, menyaksikan dengan penuh perhatian pertarungan yang kini mencapai klimaksnya.

Lei Wei menggenggam bola listrik berwarna merah di tangannya, kekuatannya terasa menggetarkan tanah di bawah mereka. Mata Lei Wei menyala penuh determinasi, siap untuk melancarkan serangan yang mematikan.

"Kau akan menyesal telah menantangku, Lei Nan," ucap Lei Wei dengan suara yang penuh ancaman.

Lei Nan, dengan ketenanganya, tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan. Tato-tato di tangannya bersinar lebih terang, menciptakan bola listrik yang hampir sama seperti milik Lei Wei. Namun, kilauan bola listrik itu sebagian besar tersembunyi di balik jubahnya, membuat para penonton tidak menyadari persiapan Lei Nan.

"Silakan coba, Lei Wei. Mari kita lihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang," balas Lei Nan dengan tenang.

Dengan teriakan keras, Lei Wei melancarkan serangan, melemparkan bola listrik merah itu ke arah Lei Nan. Kilatan merah melesat cepat, menerangi arena dengan cahaya yang menyilaukan. Penonton berseru, sebagian dari mereka bersorak sementara yang lain terdiam dalam ketegangan.

Lei Nan menunggu hingga detik terakhir sebelum bergerak. Dengan kecepatan yang mengagumkan, ia melompat ke udara, menghindari serangan Lei Wei. Di saat yang sama, ia melemparkan bola listriknya sendiri, yang bersinar dengan warna biru terang, ke arah Lei Wei.

Dua bola listrik itu bertemu di tengah udara, menciptakan ledakan yang mengguncang arena. Kilatan cahaya yang dihasilkan begitu terang hingga membuat sebagian penonton menutup mata mereka. Suara ledakan itu menggema di seluruh arena, menciptakan suasana yang penuh dengan kekaguman dan ketegangan.

Boom!

"Akh......"terdengar suara teriakan yang memilukan.

Perlahan asap tebal itu mulai menghilang dan di sana bisa terlihat pemandangan yang memilukan kondisi Lei Wei sangat mengerikan lengan kananya kehilangan empat jarinya karena serangan barusan atau lebih tepatnya hangus menjadi abu.

Seluruh penonton terdiam, bahkan perwakilan Sekte Sembilan Guntur terkejut dengan apa yang barusan terjadi seluruh orang tidak mengetahui berapa kuat sosok Lei Nan sekarang.

Namun mereka lupa jika Lei Nan merupakan mantan jenius nomor satu di kota bulan perak ini.

"Tidak jariku..., kau-kau iblis"ucap Lei Wei emosi.

Harus di ketahui keluarga Lei mengandalkan teknik tangan kosong jadi kehilangan jari merupakan pukulan berat bagi Lei Wei.

Ayah Lei Wei dengan geram mengepalkan tanganya ini juga merupakan penghinaan bagi dirinya.

Lei Nan dengan dingin memandang Lei Wei di matanya tidak ada sedikitpun rasa kasian pada sosok Lei Wei.

Degan perlahan dia menuju luar arena meningalkan pandangan mengerikan di arena itu, penonton merasa takut dengan sosok Lei Nan sekarang. Namun sebelum itu dirinya berhenti dan berbicara kepada Lei Wei.

"Lei Wei, aku tahu jika dirimu yang mengirimkan pembunuh itu, namun aku harus berterima kasih padamu jika bukan karena kau mungkin aku tidak akan berada di sini."ucap Lei Nan.

Seluruh orang terkejut dan segera memandang sosok Lei Wei, Lei Wei sendiri wajahnya berkeringat dingin.

"Apa maksudmu? Kau hanya ingin menghindar karena mengunakan teknik iblis."ucap Lei Wei marah.

Lei Nan hanya diam dan melanjutkan jalanya, di sisi lain Shu Ming yang melihanya hanya bisa menangis.

"Apakah aku salah meningalkanya, bahkan aku juga berencana membunuhnya."batin Shu Ming.

Di sisi lain Lei Hu tersenyum melihat sepak terjang anaknya itu, dirinya sangat ingin mengucapkan selamat pada Lei Nan namun itu mungkin belum saatnya.

Penonton bersorak, kagum dengan keterampilan dan ketenangan yang ditunjukkan oleh Lei Nan. Pertarungan ini akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik dalam turnamen Kota Bulan Perak.

"Pertandingan ini dimenangkan oleh Tuan Muda Lei Nan!" seru pembawa acara, suaranya menggema di seluruh arena.

Yi Hua yang melihat sosok Lei Nan merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat dan segera wajahnya memerah karena malu.

"Apa yang kau pikirkan.."batin Yi Hua kesal pada dirinya sendiri.

Di bawah arena segera seluruh peserta membukakan jalan untuk Lei Nan banyak diantara mereka yang takut saat memandang mata Lei Nan.

Terpopuler

Comments

Ajna dillah

Ajna dillah

sikat

2025-02-17

0

4wied

4wied

kalimat yg sama lagi

2025-01-18

1

Atuk

Atuk

🌟🌟🌟🌟🌟

2024-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!