Kembalinya Sang Jenius

"Apa?!" teriak bocah itu, suaranya bergetar dengan kekagetan yang tak terbendung.

Bocah itu tercengang melihat apa yang ada di depannya. Tak lain dan tak bukan, bocah itu adalah Lei Nan. Dia takjub dengan pemandangan yang begitu nyata, seolah-olah segala yang dilihatnya adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Dengan perlahan, dia mengangkat tangannya, jari-jarinya menyentuh permukaan benda di hadapannya. Sensasi itu begitu nyata, setiap sentuhan terasa begitu hidup.

"Hahaha, ini menakjubkan," ucap Lei Nan dengan riang, tangannya terangkat tinggi, hampir seperti ingin merangkul seluruh dunia dalam kegembiraannya.

Namun, ketika dirinya terlalu larut dalam euforia, tatapannya tertuju pada kedua lengannya yang penuh dengan tato rumit. Rasa kebingungan segera melandanya. Bagaimana mungkin tato-tato ini ada di tubuhnya? Pikirannya berputar, mencari jawaban. Namun, sebelum dia bisa merenungkannya lebih lanjut, tiba-tiba ingatan yang kuat menghantam otaknya dengan keras, seperti badai yang datang tanpa peringatan.

"Akh...," erang Lei Nan, menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerang kepalanya. Rasa sakit itu begitu hebat hingga membuatnya hampir kehilangan kesadaran.

Berbagai ingatan mulai membanjiri pikirannya, datang silih berganti, menghantam otaknya tanpa ampun. Kejadian itu berlangsung selama beberapa menit, terasa seperti selamanya bagi Lei Nan, hingga akhirnya rasa sakit itu berangsur-angsur mereda, meninggalkan dirinya terengah-engah.

"Huf-huf, Metode Kultivasi Dewa Petir Kehancuran," batin Lei Nan sambil membaca ingatan yang baru saja memasuki pikirannya. Suara hatinya penuh dengan keheranan dan kekaguman.

"Hahaha, dewa ternyata tidak membenciku, metode ini begitu menakjubkan!" ucap Lei Nan dengan suara penuh kegembiraan yang tak terbendung.

Metode Kultivasi Dewa Petir Kehancuran memungkinkan penggunanya melakukan hal-hal yang bahkan tidak bisa dibayangkan oleh manusia biasa. Teknik ini mengandung jurus pemusnah massal yang sangat kuat, dan dalam ingatan Lei Nan, dia mengetahui adanya satu metode khusus yang dinamakan Transformasi Tubuh Petir.

Dengan teknik ini, kultivator dapat mengubah tubuh mereka menjadi elemen petir, meningkatkan kecepatan, kekuatan serangan, dan kemampuan bertahan. Yang paling menakjubkan, ketika penggunanya menggunakan teknik ini, tingkat kultivasinya akan langsung naik tiga tingkat.

"Hahaha, ini benar-benar menakjubkan," batin Lei Nan, terlalu senang hingga wajahnya selalu dihiasi senyum lebar.

Saat menyusuri ingatannya lebih dalam, Lei Nan menemukan satu Skill Khusus yang membuatnya tercengang. Skill itu dinamakan Mata Petir. Skill ini menggunakan energi petir untuk meningkatkan persepsi dan penglihatan, memungkinkan kultivator melihat melalui ilusi dan mendeteksi serangan tersembunyi.

Skill ini sangat membantu bagi siapa pun yang memilikinya. Yang lebih menakjubkan lagi, mata ini masih bisa berevolusi. Lei Nan merasa metode ini begitu mengerikan dan belum pernah dia dengar sebelumnya.

Dia tidak yakin apakah metode ini dibuat oleh manusia, karena setahunya, tidak pernah sekalipun ada teknik yang bisa meningkatkan kultivasi sampai tiga tingkatan.

Namun, ketika dirinya terlalu senang dengan apa yang dia dapatkan, dia menyadari bahwa tubuhnya sekarang tidak memiliki energi sama sekali. Seperti seseorang yang pertama kali memulai perjalanan kultivasi, Lei Nan merasa tubuhnya kosong dari energi.

Bisa dikatakan, Lei Nan sekarang sama seperti saat pertama kali dia berkultivasi. Namun, di sisi lain, dia akan bisa melakukan metode kultivasi Dewa Petir Kehancuran, dan itu memberinya harapan besar.

Dalam ingatan Lei Nan, untuk menggunakan Teknik Penyerapan Petir, ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengaktifkannya. Cara pertama adalah dengan pergi ke lokasi yang sering terkena petir, seperti puncak gunung atau tempat yang sering dilanda badai.

Cara kedua adalah dengan melakukan Meditasi di Bawah Petir Kesengsaraan, di mana petir ini akan mulai muncul di ranah inti emas dan seterusnya. Cara terakhir adalah dengan menggunakan Artefak Penyerapan, yaitu alat atau kristal khusus yang membantu dalam menyerap energi petir dari lingkungan sekitar.

Ketika kebingungan bagaimana dirinya menemukan tempat seperti itu, Lei Nan mendongak ke atas dan tersenyum senang. Benar sekali, tempat ini penuh dengan energi petir, bahkan tempat ini dijuluki Lembah Petir.

"Hahaha, dewa masih menyayangiku," ucap Lei Nan perlahan, kemudian dia duduk dalam posisi lotus, siap untuk memulai kultivasinya.

Saat menyusuri ingatannya untuk melakukannya, metode ini hampir sama seperti kultivasi pada umumnya. Namun, energi yang ditarik hanya energi petir. Lei Nan mencoba memfokuskan pikirannya dengan penuh konsentrasi.

Perlahan-lahan, petir-petir di atas Lei Nan mulai bergemuruh, menciptakan lautan petir di sekelilingnya. Petir itu perlahan turun menghantam tubuh Lei Nan dengan kekuatan dahsyat.

Duar!

"Ark... Aku harus bertahan, jika tidak tubuhku akan hancur berkeping-keping," batin Lei Nan, mencoba kembali memfokuskan pikirannya yang mulai kacau.

Duar!

Duar!

Di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman utama keluarga Lei yang tersembunyi, terlihat seorang pria tua yang tiba-tiba membuka matanya. Energi petir memancar dari matanya dengan intens.

"Orang gila mana yang berkultivasi di Lembah Petir," gumam pria tua itu, lalu kembali menutup matanya, berusaha tenang.

Kembali ke Lei Nan, tubuh bocah itu sekarang terlihat gosong. Di sana-sini, luka bakar menghiasi sekujur tubuhnya, tampak sangat mengerikan. Kejadian itu berlangsung berjam-jam hingga akhirnya...

Boom!

Boom!

Boom!

Terdengar ledakan enam kali dari tubuh Lei Nan, menandakan dirinya sudah mencapai ranah Penyerapan Energi tahap enam. Dia mencoba berdiri dengan perlahan, lalu menutup matanya sejenak untuk mengumpulkan kekuatan. Ketika membuka matanya kembali, muncul zirah petir di sekujur tubuhnya, dan matanya bersinar dengan petir biru yang mempesona.

"Hahaha, ini benar-benar menakjubkan. Aku bahkan sekarang berada di Ranah Penyerapan Energi akhir," ucap Lei Nan dengan penuh kegembiraan.

Yang paling menakjubkan dari semua itu adalah matanya. Dengan mata barunya, dia bisa melihat gerakan sekecil apapun di sekitarnya. Bahkan, dia bisa melihat hingga kejauhan tiga kilometer dari tempatnya berada.

Perlahan, dia mencoba mengangkat lengannya. Tato di lengannya mulai bersinar biru terang. Kemudian, dia mencoba mengeluarkan jurus yang ada dalam ingatannya.

"Tombak Petir," batin Lei Nan, dan dari genggamannya muncul petir berbentuk tombak. Jurus ini memungkinkan penggunanya menciptakan senjata berbentuk tombak dari energi petir. Tombak itu bisa dilempar atau digunakan dalam pertempuran jarak dekat, memberikan kerusakan besar pada musuh.

Lei Nan mencoba melemparkan tombak itu ke tebing lembah, dan apa yang terjadi berikutnya...

Boom!

Tebing itu hancur berkeping-keping. Namun, segera Lei Nan merasa lemas setelah mengeluarkan tombak itu. Jurus ini membutuhkan qi yang sangat banyak hanya untuk mempertahankannya agar tidak hilang. Tapi, senyum ceria masih menghiasi wajah Lei Nan.

"Hahaha, ini menakjubkan. Dengan metode ini, aku bahkan bisa menjadi orang terkuat di kekaisaran ini," batin Lei Nan senang, penuh semangat.

Namun yang tidak di sadari Lie Nan, metode yang ada di tanganya akan menjadi ancaman bagi seluruh alam, dan dirinya akan menjadi incaran seluruh dunia jika sampai kekuatanya terungkap.

Namun, dia perlahan kembali memfokuskan pikirannya dan mulai mengumpulkan energinya kembali, bertekad untuk terus memperkuat dirinya.

"Hmmm, tapi siapa sosok Dewa Petir itu, kenapa teknik sekuat ini bisa samapai di sini, kenapa harus aku yang mendapatkanya?"batin Lei Nan penasaran pada saat itu.

Di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman keluarga Shu, terlihat Lei Wei dan Shu Ming yang sedang menikmati teh di sebuah paviliun yang indah.

"Sayang, bagaimana? Apakah dirimu sudah mendapatkan kabar?" tanya Shu Ming dengan lembut, sambil menyeruput teh dari cangkirnya.

"Hahaha, tenanglah sayang, tidak lama lagi kita akan mendengar kabar dari kematian lalat itu," jawab Lei Wei dengan senyum mesum, sambil menikmati pemandangan di depanya.

...Ilustrasi Armor Lei Nan segel pertama ...

Terpopuler

Comments

Minote 105g

Minote 105g

wajahnya kok dibuat mirip aku sich 😂😂🤣

2024-11-16

0

Dwi Andrianto

Dwi Andrianto

" sayang, bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan kabar?" jgn kebanyakan pake kata "DIRIMU". analisa kembali apakah kata "DIRIMU" cocok atau tidak dgn kata yg selanjutnya.

2024-11-17

0

nanonano

nanonano

mantap

2024-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 Rencana Pembunuhan
2 Lembah Petir
3 Dewa Petir Lei Tang
4 Kembalinya Sang Jenius
5 Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6 Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7 Jenius Keluarga Feng
8 Ayah Lei Nan
9 Pavilium Dagang
10 bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11 Bab 11 Awal Pertandingan
12 Pertandingan 1
13 Pertandingan 2
14 pertandingan 3
15 Lei Nan dan Lei Wei
16 Pertandingan Menuju Final
17 Final
18 Pertarungan Terakhir
19 Perdebatan
20 Rahasia
21 8 Pisau Usang
22 Tes Masuk
23 Tes Terakhir
24 Masuk Aula Informasi
25 Serigala Hutan
26 Kematian Feng Hao
27 Misi Selesai
28 Besi Naga Es
29 Terobosan
30 Sang Matahari Hitam
31 Aula Tukar
32 Kitab Pisau Terbang Qi
33 Keberangkatan
34 Makam Kaisar Petir
35 Serangan Iblis Surgawi
36 Kaisar Petir
37 Pertararungan
38 Kekuatan Baru
39 Kristal Petir
40 Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41 Tempat yang tidak di ketahui
42 Pendekar Bangau Es
43 Perdebatan
44 Pemuda sombong
45 Han Rong
46 Saudara
47 Penginapan
48 Wanita aneh
49 Melanjutkan perjalanan
50 Sampai di Kota Angrek
51 Dimulainya Lelang
52 Lelang I
53 Lelang II
54 Lelang III
55 Bertemu kembali dengan Yi Hua
56 Pertarungan dengan Pangeran Shen
57 Kebenaran
58 Iblis Surgawi
59 Guru Besar Yao Bai
60 Pertemuan dengan Zhang Wei
61 Alam Roh
62 Memasuki Alam Roh
63 Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64 Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65 Melawan Raja Roh Ular
66 Telur Roh
67 Keluar Dari Alam Roh
68 Pengawas tim Lei Nan
69 Yu Kai
70 Keukatan Lei Nan
71 Bandit Singa Merah
72 Pertemuan Kembali
73 Mei Ling
74 Masa Lalu Yang Kelam
75 Keputusan
76 Keberangkatan
77 Mahluk Demonic
78 Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79 Bertemu Yao Bai
80 Pemimpin Demonic
81 Melawan Makluk Demonic
82 Sosok Pemimpin Demonic
83 Memulai pelatihan
84 Kembali Ke Pavilium
85 Pil Langit
86 Kembali ke Aula Informasi
87 kembali ke Aula Informasi
88 Tiba Di Aula Informasi
89 Pertandingan Perebutan Tahta
90 Formasi Sembilan Petir
91 Orang Tua Misterius
92 1 Bulan Kemudian
93 Hari Keberangkatan
94 Tuan Muda Clan Surgawi
95 Lubang Hitam
96 Melawan Ribuan Moster
97 Terobosan
98 Melanjutkan Perjalanan
99 Lei Yu
100 Tubuh Dewi Petir
101 Ibukota Kekaisaran Qin
102 Penginapan
103 Hari Turnamen
104 Sekte Sembilan Guntur
105 Sekte Bambu
106 Melawan Keturunan Qin
107 Hasil Yang Mengejutkan
108 Sosok Misterius
109 Peta Misterius
110 Kompetisi kedua
111 Pertandingan 2
112 10 Besar
113 Jiu Yang
114 kecurangan
115 Serangan
116 Sosok Pemimpin
117 Kekuatan Kristal
118 Mundur
119 Murid
120 Hari Pertama
121 1 Bulan
122 Cahaya di Ujung Tebasan
123 Pertemuan kembali
124 Menuju Perguruan Lonceng Emas
125 Memperbaiki Segel
126 penyerangan di mulai
127 kedatangan sosok bertopeng
128 Kembalinya sosok di masa lalu
129 Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130 Bangkitnya Sesuatu
131 Api Emas yang Terbangun
132 pengumuman
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Rencana Pembunuhan
2
Lembah Petir
3
Dewa Petir Lei Tang
4
Kembalinya Sang Jenius
5
Cerita Satu Tahun Yang Lalu
6
Pertandingan Jenius Kota Bulan Perak
7
Jenius Keluarga Feng
8
Ayah Lei Nan
9
Pavilium Dagang
10
bab 10 Menyerap Rumput Petir 1000 tahun
11
Bab 11 Awal Pertandingan
12
Pertandingan 1
13
Pertandingan 2
14
pertandingan 3
15
Lei Nan dan Lei Wei
16
Pertandingan Menuju Final
17
Final
18
Pertarungan Terakhir
19
Perdebatan
20
Rahasia
21
8 Pisau Usang
22
Tes Masuk
23
Tes Terakhir
24
Masuk Aula Informasi
25
Serigala Hutan
26
Kematian Feng Hao
27
Misi Selesai
28
Besi Naga Es
29
Terobosan
30
Sang Matahari Hitam
31
Aula Tukar
32
Kitab Pisau Terbang Qi
33
Keberangkatan
34
Makam Kaisar Petir
35
Serangan Iblis Surgawi
36
Kaisar Petir
37
Pertararungan
38
Kekuatan Baru
39
Kristal Petir
40
Keluar Dari Makam Kaisar Petir
41
Tempat yang tidak di ketahui
42
Pendekar Bangau Es
43
Perdebatan
44
Pemuda sombong
45
Han Rong
46
Saudara
47
Penginapan
48
Wanita aneh
49
Melanjutkan perjalanan
50
Sampai di Kota Angrek
51
Dimulainya Lelang
52
Lelang I
53
Lelang II
54
Lelang III
55
Bertemu kembali dengan Yi Hua
56
Pertarungan dengan Pangeran Shen
57
Kebenaran
58
Iblis Surgawi
59
Guru Besar Yao Bai
60
Pertemuan dengan Zhang Wei
61
Alam Roh
62
Memasuki Alam Roh
63
Pertarungan Dengan Roh Singa Emas
64
Bertemu dengan Roh 10.000 tahun
65
Melawan Raja Roh Ular
66
Telur Roh
67
Keluar Dari Alam Roh
68
Pengawas tim Lei Nan
69
Yu Kai
70
Keukatan Lei Nan
71
Bandit Singa Merah
72
Pertemuan Kembali
73
Mei Ling
74
Masa Lalu Yang Kelam
75
Keputusan
76
Keberangkatan
77
Mahluk Demonic
78
Sampai Ke Pulau Teratai Putih
79
Bertemu Yao Bai
80
Pemimpin Demonic
81
Melawan Makluk Demonic
82
Sosok Pemimpin Demonic
83
Memulai pelatihan
84
Kembali Ke Pavilium
85
Pil Langit
86
Kembali ke Aula Informasi
87
kembali ke Aula Informasi
88
Tiba Di Aula Informasi
89
Pertandingan Perebutan Tahta
90
Formasi Sembilan Petir
91
Orang Tua Misterius
92
1 Bulan Kemudian
93
Hari Keberangkatan
94
Tuan Muda Clan Surgawi
95
Lubang Hitam
96
Melawan Ribuan Moster
97
Terobosan
98
Melanjutkan Perjalanan
99
Lei Yu
100
Tubuh Dewi Petir
101
Ibukota Kekaisaran Qin
102
Penginapan
103
Hari Turnamen
104
Sekte Sembilan Guntur
105
Sekte Bambu
106
Melawan Keturunan Qin
107
Hasil Yang Mengejutkan
108
Sosok Misterius
109
Peta Misterius
110
Kompetisi kedua
111
Pertandingan 2
112
10 Besar
113
Jiu Yang
114
kecurangan
115
Serangan
116
Sosok Pemimpin
117
Kekuatan Kristal
118
Mundur
119
Murid
120
Hari Pertama
121
1 Bulan
122
Cahaya di Ujung Tebasan
123
Pertemuan kembali
124
Menuju Perguruan Lonceng Emas
125
Memperbaiki Segel
126
penyerangan di mulai
127
kedatangan sosok bertopeng
128
Kembalinya sosok di masa lalu
129
Pertarungan Dengan Pendekar Inti Emas Akhir
130
Bangkitnya Sesuatu
131
Api Emas yang Terbangun
132
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!