Bab 19 Berpisah?

Apartemen Seokjin. Pagi hari.

Dami bangun lebih cepat daripada Seokjin. Saat terbangun, Dami merasa ada hal yang menindihnya. Ternyata semalaman ini, Seokjin terus memeluknya dalam tidur.

“Oppa, bangunlah. Ini sudah pagi.” Ucap Dami, sambil menyingkirkan tangan suaminya.

“Ya, Chagiya, sebentar lagi, ya.” Sahut Seokjin masih memejamkan mata. Lalu kembali memeluk Dami.

“Ya sudah, Oppa minggir dulu, aku ingin membuat sarapan.”

“Nanti setelah kita melakukan ritual pagi.”

“Tu-tunggu... Oppa...”

Seokjin mengabaikan Dami. Dirinya tiba-tiba berpindah ke samping kanan Dami. Dan membaringkan tubuhnya lagi.

“Oppa, aku menyuruh mu minggir, bukan berpindah tempat.”

Seokjin tidak menjawab Dami, malah mulai menciumi wajahnya.

“Chagiya, aku ingin menjenguk anak ku.”

Dami yang mengerti setelah mendengar keinginan suaminya itu. Tersenyum dan mengangguk. Dan terjadilah ritual pagi pasangan itu.

“Akh! Oppa pelan-pelan...”

“Ya... Chagiya baiklah. Maaf J Junior... Appa membangunkan mu.”

Mereka melakukan hubungan suami istri itu cukup lama, hingga beberapa ronde. Dan setelah selesai Seokjin langsung memeluk Dami dengan erat.

“Chagiya... aku harap kamu tidak akan meninggalkan ku lagi seperti kemarin-kemarin.” Ucap Seokjin.

Saat Seokjin mengatakan hal itu, tanpa sadar berhasil membuat tetesan bening dari matanya lolos begitu saja. Seokjin yang mengingat betapa kacaunya dia saat mengira Dami telah tiada dan meninggalkannya sendiri, satu tahun silam.

“Ya, Oppa. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu.”

Beberapa saat kemudian. Setelah cukup bermesraan, Dami dan Seokjin bergegas ke kamar mandi. Membersihkan diri. Setelah itu, Dami bersiap dan langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Lalu di susul oleh Seokjin.

“Ya, Ny.Kim. bukankah sudah ku katakan kamu tidak perlu memasak, hemz.” Ucap Seokjin, memeluk Dami dari belakang.

“Tapi, Oppa. Aku hanya ingin makan cookies buatan ku sendiri.”

“Ah, ternyata istriku ini sedang mengidam. Baiklah aku akan membantu mu membuatnya.”

Sesuai yang di katakan nya, Seokjin membantu Dami membuat cookies. Dan beberapa makanan lain yang juga di inginkan Dami.

“Ishh, Oppa, biar aku saja.”

“Tidak, tidak. Aku akan membantu mu membuat adonan ini.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan mengambil cetakan nya dulu.”

“Tidak perlu, aku sudah mengambilnya.”

“Aishh, kalau begitu apa gunanya aku di sini.” Gerutu Dami.

“Eh, hehehe.... baiklah kalau gitu, ini.” Ucap Seokjin yang menyerahkan adonan cookies nya.

Setelah perdebatan kecil itu, mereka berdua pun melanjutkan membuat cookies nya, hingga cookies tersebut selesai.

“Bagaimana Oppa? Apa cookies nya berhasil.”

“Sangat berhasil. Kamu memang istri ku yang paling hebat.” Ucap Seokjin mengacungkan jempolnya.

Mendapatkan pujian dari Seokjin. Membuat Dami bahagia. Dirinya segera memakan cookies yang mereka buat. Dan benar apa kata Seokjin, cookies mereka berhasil dan sangat enak. Dami memakan hampir setengah dari yang mereka buat. Setelah merasa puas memakannya, Dami memasukkan sisanya kedalam toples.

Setelah selesai merapikan semua peralatan di dapur. Dami dan Seokjin bergegas pergi ke rumah Appa Seokjin. Sesuai rencana Seokjin semalam.

Perjalananan ke rumah Appa Seokjin cukup jauh. Di pertengahan jalan, hujan turun dengan deras. Untung saja mereka berdua sampai di sana dengan selamat.

“Oppa..., apa kamu yakin?”

“Tentu saja, Chagiya. Sudah. Jangan takut.”

“Aigo, sudah jangan takut. Tetaplah di samping ku.” Ujar Seokjin sambil terus menyakinkan Dami. Dan menuntunnya untuk berjalan masuk ke dalam.

Dami mulai tenang. Dirinya pun mengikuti Seokjin masuk ke dalam rumah Appa Seokjin. Namun... seketika Dami merasa sakit hati. Setelah mendengar apa yang sedang di bicarakan di dalam sana.

“YAK BRENGSEK! Bukankah sudah ku bilang, Aku tidak akan menikah lagi!”

“Apa kamu tidak punya sopan santun!”

“Appa juga sudah bilang, tidak menerima alasan apapun! Sudah di tentukan dua hari lagi kamu akan menikah dengan Sunny!”

Appa Seokjin bahkan tak melihat ke arah Dami sama sekali, saat mengatakan semua itu.

Dan Dami yang sudah tidak bisa menahan tangisnya, memilih untuk pergi dari sana sendiri. Seokjin yang melihat Dami berlari keluar. Langsung mengejarnya.

...........................................

...****************...

......................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!