Pukul 07:35, Seokjin sudah kembali ke kamar dan berbaring di samping Dami. Tidak lama kemudian, Dami terbangun dan mulai membuka mata nya. Begitu membuka matanya, dirinya sudah melihat lelaki tampan tersenyum di depannya.
“Selamat, pagi Nyonya Kim Seokjin, bagaimana? Apa tidurmu nyenyak?” Ucap Seokjin.
“Ehh, Oppa sudah bangun? Apa Oppa lapar? Mau aku buatkan sarapan?” Tanya Dami.
“Tidak perlu Sayang, kamu bersiaplah. Biar aku yang membuat sarapan.” Ucap Seokjin.
“Aigo... benar-benar lelaki idaman.” Ucap Damu sambil bangun.
Cup! Entah ada angin apa Dami langsung mengecup bibir Seokjin, dan bergegas, masuk ke kamar mandi.
“E-eoh! Apa dia sudah menerima ku.” Batin Seokjin sambil terus memegangi bibirnya dengan tersenyum.
Tidak butuh waktu lama untuk Dami bersiap. Setelah itu bergegas makan bersama suami mu.
“Makanlah yang banyak, Yaebo. Kalau sudah aku ada kejutan untukmu.” Ujar Seokjin.
*Yaebo, salah satu panggilan sayang untuk pasangan yang telah menikah.*
“Kejutan apa, Oppa? Ini masih pagi loh.” Ujar Dami.
“Sudah makan dulu saja. Oh iya, kamu tidak lupa, kan, kalau hari ini kita sudah ada janji dengan dokter kandungan?” Ucap Seokjin.
“Tentu saja aku ingat soal itu, bagaimana mungkin aku akan lupa, Oppa.”
“Baguslah, aku sudah bilang pada pihak rumah sakit, kalau kita akan ke sana setelah aku, mengurus beberapa hal di agensi.”
“Oppa, kamu benar-benar lelaki pengertian. Aku merasa sangat beruntung mempunyai suami seperti mu.”
Seokjin hanya tersenyum mendengar perkataan Dami, dan melanjutkan sarapannya, begitu pula Dama. Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun menyelesaikan sarapannya.
Setelah selesai sarapan, Seokjin mengeluarkan dua buah kertas tiket dengan tujuan Hawai.
“Tiket Hawai? Oppa, apa maksudnya ini?” Tanya Dami bingung.
“Lalu bagaimana menurutmu, Sayang? Apa kamu suka?” Ujar Seokjin.
“Tentu saja, Oppa! Pergi ke hawai adalah salah satu impian ku.” Ujar Dami senang dengan kejutan suaminya.
“Hah, aku lega mendengarnya.”
“Lalu kapan kita akan ke sana, Oppa?” Tanya Dami antusias.
“Besok siang kita jalan, Sayang.” Ujar Seokjin tersenyum.
“Benarkah? Terima kasih, Oppa.”
Seokjin tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya, begitu melihat Dami sangat menyukai kejutan yang dia siapkan.
“Sama-sama, Sayang.” Ucap Seokjin.
Beda halnya dengan Yoongi dan Jasmine, saat ini mereka sedang beradu pendapat satu sama lain, di studio milik Yoongi.
“Jasmine, kita akhiri semuanya! Aku sudah muak dengan semua ini!” Ujar Yoongi.
“Jangan pernah kau ucapkan hal seperti itu!”
“Apa kau lupa? Apa kau lupa, dengan resiko yang akan di terima oleh semua member mu, jika mengakhiri hubungan ini?” Ujar Jasmine.
“Kenapa kau selalu melibatkan member ku! Jasmine, apa kau tidak bisa mengasihani ku sedikit? Wanita yang aku cintai sedang hamil anak ku.”
“Cih! Persetanan dengan itu! Bahkan, jika wanita itu mati sekali pin, aku tidak peduli! Intinya kau tetap menjadi milik ku!”
“Jaga mulut sialan mu itu! Aku tidak akan segan menamparmu, walaupun kamu seorang wanita.
“Terserah! Pokoknya, kita tidak akan berpisah, Min Yoongi! Camkan ucapan ku!” Ujar Jasmine lalu keluar dari studio milk Yoongi.
“Brengsek!”
“Wanita sialan!”
“Kalau saja ini tidak menyangkut semua member, tidak mungkin aku menerima tawaran bangsat mu!”
Umpat Yoongi pada Jasmine sebelum Jasmine keluar dari studionya.
Hal yang di debatkan oleh Yoongi dan Jasmine, adalah sebuah rahasia, yang hanya mereka berdua yang mengetahuinya. Namun, yang tidak mereka sadari, ada satu member yang mendengar perdebatan mereka itu, saat ingin masuk ke studio milik Yoongi.
...........................................
...****************...
......................
Pukul 09:45, Dami dan Seokjin sampai di hybe (agensi BTS). Dami menunggu Seokjin di ruang tunggu agensi, sesuai permintaan Seokjin.
“Sayang, tunggu di sini ya. Aku akan menyelesaikan beberapa hal, sekaligus meminta libur untuk kita ke hawai.” Ujar Seokjin.
“Baiklah, Oppa. Tapi apa boleh aku melihat-lihat sekitar? Karena bosan rasanya kalau hanya duduk.” Ucap Dami.
“Ya, boleh, tidak masalah, tapi jangan sampai keluar gedung, akan susah nanti untuk mencari Dami, di luar gedung.” Ujar Seokjin.
“Baiklah, Oppa. Sudah sana. Setelah ini kita masih harus ke rumah sakit.” Ujar Dami.
Seokjin pun mengangguk sambil tersenyum, tak lupa dia juga mencium kening Dami lalu pergi ke ruangan Pd-nim.
Sedangkan Dami, mulai berkeliling di dalam gedung. Sampai dirinya tak sengaja melihat sepasang kekasih yang sedang berciuman di sebuah lorong.
“Ma-maaf, aku tidak bermaksud menggangu. Silahkan kalian lanjutkan.” Ujar Dami, gugup lalu berbalik arah.
Sepasang kekasih itu adalah Yoongi dan Jasmine.
“Da-dami! Sial! Yak, Dami, tunggu. Aku bisa jelaskan!” Ujar Yoongi yang berlari mengejar Dami.
“Cihh! Benar-benar wanita penggangu!” Kesal Jasmine.
Dami hanya bisa berjalan cepat, karena dirinya tak bisa berlari mengingat kondisinya yang akan merasa pengap jika harus berlari. Meski sudah berjalan cukup jauh dari sana, Yoongi berhasil mengejar Dami dan langsung menyudutkannya di depan pintu, yang kebetulan adalah studio miliknya.
“Apa lagi sih, Yoon?” Ujar Dami.
“Aku mau jelasin, yang tadi kamu lihat itu-“
“Tunggu, kenapa harus di jelasin? Lagi pula itu bukan urusan ku.” Potong Dami.
“Jangan bohong, Dami-a. Aku tahu kamu itu cemburukan.” Ujar Yoongi yakin.
“Cemburu?”
“Cemburu untuk apa? Kamu bukan siapa-siapa ku, Yoon. Jadi untuk apa aku cemburu?” Ujar Dami, sambil menatap Yoongi.
“Dami-a, aku mohon jangan bicara seperti itu. Aku sedih mendengarnya.”
Saat berbicara dengan Yoongi. Tiba-tiba saja terdengar suara Seokjin yang sedang memanggil-manggil nama Dami. Yoongi yang mendengarnya itu langsung membuka pintu studionya dan mendorong Dami ke dalam studionya.
“Min Yoongi! Menyingkir lah! Suami ku sedang mencari ku.”
“Berhenti memanggilnya seperti itu!” Bentaknya.
“Kau benar-benar sudah gila, Yoon. Lebih baik kau menyingkir! Aku ingin keluar!” Ucap Dami sambil mendorong tubuh Yoongi dan bergegas ingin keluar.
Baru saja ingin membuka pintu, tiba-tiba saja Yoongi memeluk Dami dari belakang.
“Yoon, aku mohon, jangan seperti ini. Aku ingin menghampiri suami ku.”
“Apa aku sudah menanam luka yang sangat dalam padamu? Apa benar-benar tidak ada kesempatan untuk kita bersama kembali?”
“Yo-yoon...”
“Dengarkan aku, aku akan menyelesaikan semuanya, dan akan ku pastikan kamu kembali padaku.” Ucap Yoongi lalu melepaskan pelukannya dan membiarkan Dami untuk pergi.
Dami terdiam lalu melihat ke belakang, dan melihat Yoongi menunduk sambil mengeluarkan air mata. Saat itu, hati Dami terasa begitu hancur melihatnya.
Namun..., Dami tetap pergi keluar untuk menghampiri Seokjin yang masih terus memangil namanya. Dami keluar dari studio Yoongi, dan bergegas menghampiri suaminya yang terlihat mulai panik saat mencarinya.
“Oppa!” Seru Dami.
“Yaebo! Astaga, kamu dari mana saja? Aku mencari mu dari tadi.”
“Oppa mianhae, tadi perutku sakit, jadi aku ke toilet.” Bohong Dami.
*Mian-hae, yang berarti minta maaf.*
“Perutmu sakit? Kenapa? Apa sekarang masik sakit? Kajja, kita ke rumah sakit sekarang. Sekalian kita periksa apa ada masalah dengan kandungan mu.” Ujar Seokjin panik.
“Tenanglah, Oppa. Tidak perlu khawatir, sekarang aku sudah tidak apa-apa. Iya, ayo kita ke rumah sakit, aku takut dokternya sudah menunggu, Oppa.”
“Ahh, syukurlah. Yasudah, ayo kita pergi.” Ujar Seokjin lalu menggandeng Dami dan membawanya pergi dari sana.
...........................................
...****************...
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments