Di Hawai, penginapan Dami dan Seokjin.
Pukul 08:00, malam hari.
Dami baru saja selesai mandi, begitu pula dengan Seokjin.
“Oppa, pakai bajumu.”
Pinta Dami yang baru keluar dari kamar mandi, dan melihat Seokjin yang masih mengenakan jubah mandinya.
“Tidak mau. Nanti juga ujung-ujungnya akan di buka lagi.” Ujar Seokjin.
“Tu-tunggu... apa ma-maksud, Opp-“
Ucapan Dami terpotong oleh Seokjin yang tiba-tiba mendorong tubuhnya pelan hingga terjatuh di atas kasur.
“O-oppa..., Oppa mau apa?” Tanya Dami gugup.
“Aku ingin, dan kali ini aku mohon jangan menolaknya!”
Dami yang belum siap untuk hal itu, berusaha untuk bangun namun Seokjin terus menahannya.
“Oppa, aku belum siap. Aku mohon jangan sekarang.” Mohon Dami.
“Aku tidak peduli, Sayang. Aku hanya ingin meminta hak ku dan kamu hanya perlu melakukan tugas mu sebagai istriku.” Ujar Seokjin menahan kedua tangan Dami.
Dami yang mendengar ucapan Seokjin, membuatnya berfikir kembali, memang benar, sudah beberapa bulan mereka menikah, Seokjin tidak pernah memaksanya untuk berhubungan sekali pun.
Namun, akhir-akhir ini Dami menyadari bahwa dirinya lah yang memberikan lampu hijau untuk suaminya. Dami, menarik napas panjang. Dan memilih menuruti kemauan Seokjin.
“Akh! Oppa, pelan-pelan.” Jerit Dami.
“Aish, istriku cerewet sekali.” Ucap Seokjin yang langsung melumat bibir Dami agar tidak berisik.
Dami dan Seokjin bermain cukup panas. Satu jam kemudian, setelah permainan panas mereka. Dami memilih segera membersihkan tubuhnya, namun lain halnya dengan Seokjin.
“Yak Oppa, bersihkan dulu badan mu!”
“Tidak mau, aku hanya ingin minum. Kita masih harus melanjutkan ke ronde ke-2.” Ucap Seokjin meneguk air.
Di sisi lain, terlihat Yoongi baru saja tiba di Hawai. Namun Yoongi masih bingung karena tidak mengetahui dimana tempat Dami dan Seokjin menginap.
“Aku harus mencari mereka ke mana?”
“Aiss, kenapa tidak ada yang mau memberi tahu ku!”
Ucap Yoongi frustasi di lobby bandara.
Skip pagi hari, penginapan Dami dan Seokjin.
Langit terlihat begitu cerah pagi ini, sinar matahari masuk di sela-sela jendela. Dami terbangun oleh sinar itu. Dami yang terbangun terlebih dahulu daripada suaminya. Dan melihat Seokjin yang masih tertidur pulas di sampingnya.
Setelah membersihkan diri, dan Seokjin masih terjaga dalam mimpinya. Dami memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri, karena bosan di dalam kamar.
“Oppa, apa kau masih lelah?” Bisik Dami.
“Ehm....” Sahut Seokjin tanpa membuka matanya.
“Aish, yasudah aku izin keluar sendiri ya, Oppa. Sekalian membeli sarapan.”
“Iya, Chagiya, hati-hati.” Ujarnya tetap menutup matanya.
Karena telah mendapatkan izin suaminya, Dami segera bersiap-siap untuk pergi sendiri.
Pada saat yang bersamaan, terlihat Yoongi sedang menyantap sarapan di salah satu restoran yang tak jauh dari tempat penginapan Dami dan Seokjin.
“Dimana Dami sebenarnya? Aku benar-benar pusing.” Ucapnya sambil meminum minumannya.
Setelah selesai sarapan, Yoongi langsung bergegas mencari keberadaan Dami kembali.
“Apakah ada di taman?” Gumam Yoongi.
“Tolong bawa saya ke taman.” Pinta Yoongi pada asistennya.
“Apa Anda yakin, Tuan?”
“Tentu saja. Dia sangat suka ke taman, apalagi di waktu pagi hari.” Ucap Yoongi yakin.
Yoongi terus melihat ke luar kaca mobil, memandangi jalan dangan harapan dapat menemukan Dami, di antara pejalan kaki. Sedangkan sosok yang di carinya terlihat, di sebuah toko donat sedang menunggu pesanan nya selesai.
“Eh, donat ku sudah jadi?” Tanya Dami, lalu pergi dari sana.
Pada saat yang sama, Yoongi akhirnya sampai di sebuah taman, dirinya sedikit berjalan-jalan. Dengan harapan yang sama, bisa menemukan Dami.
“Eh! Toko donat? Dami, suka sekali donat.” Ujar Yoongi, berjalan masuk ke sana.
“Wah, dia pasti sangat senang kalau aku ajak ke sini.” Ucapnya saat melihat dalam toko donat.
“Tolong ambilkan yang Chocolat dan juga tiramisu.” Pinta Yoongi.
“Ini Tuan pesanannya. Terimakasih, jangan lupa datang kembali.” Kata Kasir.
“Ya, terimakasih.” Ucap Yoongi, lalu keluar dari toko donat.
“Aish, kemana lagi aku harus mencarinya.” Ujar Yoongi, kembali menelusuri jalan di taman.
“Wah, benar-benar indah, di sini. Aku kira akan sangat panas.” Kagum Yoongi saat menelusuri taman.
Di sisi lain, Dami sangat senang bisa berjalan-jalan di taman. Dia sedikit meloncat-loncat senang, dengan beberapa belanjaan di tangannya.
“Dudududu, hari ini sangat indah, memang tepat aku meminta izin buat keluar.” Ujar Dami senang.
“E-eoh? Aku menemukannya, Dami~a!” Seru Yoongi, yang melihat sosok yang mirip Dami.
“Ya.” Ujar Dami, saat mendengar seseorang memanggil namanya.
“Astaga!” Kaget Dami saat melihat orang yang memanggilnya ternyata adalah Yoongi.
“Yak, diam di situ!”
“Yak! Dami~a jangan lari.”
Dami yang melihat Yoongi, memilih untuk berjalan lebih cepat lagi. Namun Yoongi berlari dan langsung menarik tangannya.
“Dami~a, kamu tidak bisa lari dari ku.” Ujarnya.
“Apa lagi sih, Oppa? Kenapa Oppa bisa ada di sini, apa Oppa mengikuti ku?” Tanya Dami, yang tidak bisa berlari lagi.
“Tidak tuh. A-aku..., Aku sedang liburan. Ya, liburan! Dan tidak sengaja saja melihat mu.” Bohongnya.
“Oh iya, mana suami tua mu? Tumben dia membiarkan mu jalan sendirian.” Ucap Yoongi mencari tahu.
“Yak, Oppa berhenti memanggil suami ku seperti itu!”
“Ya, baiklah. Dimana Seokjin hyung, aku ingin menumpang tinggal bersama selama di sini.” Ucap Yoongi santai.
“Min Yoongi! Apalagi yang kau rencanakan?” Tanya Dami curiga, yang mendengar ucapan tak masuk akal dari mantannya.
“Astaga, kamu mencurigai ku?”
“Aku sudah lelah mengejar mu. Aku hanya ingin menumpang tidak ada hal lain. Aku hanya memesan hotel untuk semalam, dan aku kecopetan tadi.” Jelas Yoongi.
“Apa kau yakin, Oppa. Kalau sampai kau berbohong, aku akan langsung menendang bokong mu seperti biasa.” Ujar Dami sedikit mengancam.
“Sial! Dia terlihat menggoda kalau sedang marah.” Batin Yoongi.
“Yak! Min Yoongi, jawab!”
“Ya, Dami. Astaga kenapa kamu jadi galak sekali.”
“Yasudah, ayo ikuti aku.”
Yoongi segera mengikuti Dami, sampai akhirnya mereka berdua sampai di tempat penginapan. Dan melihat Seokjin sedang duduk di atas sofa, sambil memainkan ponselnya.
“Yaebo, aku sudah kembali. Kajja, kita makan bersama.” Ujar Dami sambil memeluk Seokjin dari belakang sofa.
“Sayang, kamu kesambet setan mana? Tumben sekali memanggilku dengan sebutan itu.” Ucap Seokjin, yang tidak menyadari kehadiran Yoongi.
“Wah, brengsek! Apa kalian harus seperti itu saat ada orang lain di sini?” Ujar Yoongi, yang masuk ke dalam.
“Lah, Sayang, kamu nemu copet pasar senen dimana?”
“Dih, ganteng gini di kata copet pasar senen.”
“Aku ketemu Yoongi Oppa, dijalan. Dia bilang ingin ikut tinggal di sini sampai dia pulang.” Jujur Dami.
“Dih, kok aku rada curiga ya, sama nih orang. Dia lagi gak pura-pura baik buat ngerebut kamu, kan?”
“Aku anak baik, Hyung. Aku sudah di rukiyah sebelum kemari.”
“Ck! Gini amat merjuangin ayang dan buah hati.” Batin Yoongi.
“Dih, yaudah, boleh. Mumpung kita belum ada suster buat jaga kamu. Dan kebetulan nanti malam aku ada urusan sebentar.” Ujar Seokjin memberikan izin untuk Yoongi tinggal.
“Tunggu, Hyung. Kamu mau aku jadi penjaga Dami saat kamu keluar?” Tanya Yoongi tak percaya.
“Iya, kenapa? Kamu udah gak ada niatan untuk ngerebut dia lagi, kan?”
“Eitss, tenang aja, Hyung. Aku beneran gak ada niatan buat ngerebut lagi kok. Aku lagi mager soalnya, jadi malas buat ngejar-ngejar orang.”
“Kok aku jadi curiga dengan Yoongi Oppa, apa aku salah?” Gumam Dami.
“Asik, di tinggal berdua sama ayang, sabar Yoon, jangan nafsu. Kita rebut pelan-pelan.” Batin Yoongi.
“Oppa, kita bukan di korea saat ini, kenapa kamu bisa ada urusan di sini?” Tanya Dami pada suaminya.
“I-itu, kebetulan teman ku tinggal di dekat sini. Dan dia mengajak ku ketemu nanti malam.” Ucap Seokjin tergagap.
“Aku ingin mengajak mu, tapi takut nanti pulang kemalaman dan kamu saat ini sedang hamil-“
“Ehm, baik lah aku percaya. Yasudah aku masuk kamar dulu, mau istirahat. Kamu makan lah.” Potong Dami, sambil berjalan ke kamar karena moodnya berubah menjadi jelek.
...........................................
...****************...
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments