Bab 18 Kembali Bersama

Dami berlari keluar begitu saja setelah mendengar ucapan dokter yang mengatakan bahwa dirinya hamil. Dami bahkan tak berbalik saat namjoon memanggilnya, dia terus saja berlari. Hingga Namjoon menyusulnya.

Di sisi lain, terlihat semua member, kecuali, Namjoon sedang berkumpul di dorm. Termasuk Seokjin yang juga membawa Sunny ke sana. Lebih tepatnya Sunny mengikutinya ke sana.

“Hyung, tumben bawa tuh orang ke sini?” Ucap Jungkook, yang melihat Seokjin datang bersama Sunny.

“Hei, kau! Memangnya kenapa kalau Seokjin membawa calon istrinya ke sini?” Ujar Sunny nyolot pada Jungkook.

“Calon istri!?”

Ucap semua member yang terkejut dengan ucapan Sunny, yang mengklaim dirinya adalah calon istri Seokjin.

“Hyung..., dia sudah gila, kan?” Ucap Taehyung.

“Haiss, sudahlah Tae, yang dia katakan itu memang benar. Jadi jangan membahasnya lagi.” Ucap Seokjin.

“Jadi, Hyung akan menikah lagi?” Ucap Hoseok.

“Hah... iya aku akan menikah lagi.”

Tanpa mereka sadari, semua percakapan mereka tentang pernikahan Seokjin tersebut membuat seseorang di balik pintu terdiam. Yah, Dami seketika terdiam saat mendengar pengakuan Seokjin yang menikah lagi.

“Hosh... hosh... Noona, kenapa lari mu cepat sekali!” Ujar Namjoon tersengal-sengal.

Ucapan Namjoon seketika berhasil membuat semua member melihat kearah Dami saat ini.

“Eoh? Noona! Syukurlah Noona masih hidup.” Seru Taehyung.

“Noona!”

“Wah, luar biasa, aku pikir Noona telah menghadap-Nya.”

Ucap mereka yang tak percaya dengan kehadiran Dami di sana.

“Sa-sayang..., apa benar itu kamu? Ini bukan ilusi lagi, kan?”

“Dia kembali! Dasar Yoongi bodoh!” Batin Sunny kesal.

“Ah-ah..., maaf, sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat. Kalau gitu silahkan di lanjutkan.” Ucap Dami lalu pergi dari sana.

“Hyung! Kenapa kau diam saja! Cepat susul Noona. Dia itu sedang hamil anak mu!” Ujar Namjoon yang melihat Seokjin masih terpaku di tempatnya.

Seokjin yang tersadar pun langsung mengejar Dami.

“Chagiya, dengarkan aku dulu!” Ujar Seokjin yang berhasil menyusul dan langsung menarik tangan Dami.

“E-eoh? Ada apa? Kenapa Oppa mengejar ku? Kembalilah, calon istrimu pasti mencari mu.” Ujar Dami yang segera menepis tangan Seokjin.

“Chagiya, aku bisa jelaskan. Kita bicarakan semuanya di rumah, ya?”

“Bicarakan soal apa? Tentang pernikahan mu? Atau tentang perceraian kita?”

“Yak, Sayang apa maksudmu? Perceraian? Sudahlah. Kajja kita pulang saja. Mari bicarakan semuanya di rumah.” Ucap Seokjin yang langsung menarik Dami ke mobilnya.

Tidak butuh waktu lama, Dami dan Seokjin sampai ke rumah mereka. Dami masih saja terlihat menghindar dari Seokjin.

“Sayang, kamu kemana saja? Kalau kamu masih hidup, kenapa tidak langsung menemui ku?”

“Oppa, bisa tunjukan kamar tamu? Aku lelah.”

“Sayang apa maksud mu? Kamu masih Nyonya di rumah ini.”

“Sekarang, iya, masih. Tapi nanti tidak lagi. Jadi aku harus membiasakan diri. Oppa tenang saja, aku tidak akan meminta cerai sampai anak ini lahir.”

“Tidak! Tidak akan ada perceraian!”

“Cih... bukannya kau sendiri yang mengatakannya dengan jelas? Apa kamu kira aku tuli?”

“Baiklah, aku minta maaf. Tapi aku mohon percayalah, aku tidak akan menikahi siapapun. Dan tidak akan menceraikan mu.”

“Ya... ya, terserah padamu saja. Aku lelah ingin tidur.” Ucap Dami sambil berjalan ke kamar mereka.

“Loh, Oppa, kenapa masih diam disitu? Aku bilang kajja aku ingin tidur.”

“E-eoh? Ya, Yeobo. Suami tampan mu segera menyusul.” Ujar Seokjin segera menyusul Dami.

Dami dan Seokjin sudah sampai di dalam kamar tidur mereka.

“Ny.Kim, apa benar yang di bilang Namjoon?”

“Soal apa? Soal Anak? Oppa tidak tuli, kan? Bukannya tadi aku juga sudah bilang?”

“Ja-jadi... itu benar? Wah, aku bangga dengan diriku.”

“Bangga? Bangga gimana maksud, Oppa?”

“Yah, bangga karena sekali tembak langsung jadi.” Ucap Seokjin tersenyum-senyum.

“Yak, Oppa. Ah, sudahlah, aku mau tidur.”

“Ya. Ny.Kim, tidurlah. Karena besok kita akan menemui Appa ku. Dia harus tau soal ini, agar dia tidak lagi terus-terusan memaksaku menikah.”

Dami mengangguk. Lalu berbalik dan tidur membelakangi Seokjin.

“Suami mu disini. Bukankah tidak sopan kalau cara tidurmu seperti itu.” Ujar Seokjin lalu menarik Dami ke pelukannya.

Disisi lain, Yoongi yang sejak tadi berada didalam kamar saat Dami datang ke dorm. Sekarang sedang mengamuk di sana.

“Argh! Brengsek!” Ujar Yoongi,yang terus-terusan membanting barang apa saja yang ada di dekatnya.

“Yak, Hyung!”

“ARGH!”

“HYUNG! Sudah! Lupakan Noona.” Seru Jungkook sambil memeluk Yoongi untuk menahannya.

“DIAM BRENGSEK! KAU TIDAK TAU APA-APA!” Bentak Yoongi yang mendorong Jungkook dengan keras.

“Kau sudah keterlaluan, Hyung!” Ucap Jungkook lalu berdiri dan meraih kerah Yoongi.

“Sini kau sialan! Biarkan Noona bahagia, Hyung!” Ucapnya lagi dan mendaratkan bogem mentah ke Yoongi.

“Heh brengsek! Hanya aku yang boleh membahagiakannya!” Ucap Yoongi mengusap sudut bibirnya. Lalu bangkit dan membalas pukulan Jungkook.

“Yak, Hyung!”

Yoongi dan Jungkook akhirnya adu pukul. Member yang melihat mereka, telah berusaha memisahkan keduanya. Namun, semuanya gagal. Dan di saat yang tepat, Namjoon kembali setelah meminta izin untuk Seokjin.

“Astaga, Hyung! Apa kau sudah gila! Berhenti mengamuk seperti itu! Jungkook~a, kau juga berhentilah!” Ujar Namjoon.

Keduanya seketika berhenti. Yoongi terdiam beberapa saat. Sebelum akhirnya memilih pergi dari sana.

“Yak, Hyung!” Panggil Jungkook.

“Jungkook~a, sudah. Biarkan Yoongi hyung pergi menenangkan pikirannya.” Ucap Hoseok.

“Aku jadi takut, jangan sampai Yoongi hyung nekat melakukan hal aneh.” Ucap Taehyung.

...........................................

...****************...

......................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!