Hawai, Pukul 08:20 malam hari.
Seokjin datang ke salah satu restoran yang di mana sudah ada seorang wanita cantik yang terlihat sedang menunggunya.
“Chagiya, kamu sudah datang?” Ujar wanita itu, saat melihat Seokjin berjalan ke arahnya.
“Sunny, mau apa kau kesini! Kita sudah tidak ada urusan apa-apa.” Ujar Seokjin pada wanita itu.
Wanita itu bernama, Lee Sunny. Sunny pernah menjalin hubungan yang cukup lama dengan Seokjin. Namun sayang di saat Seokjin melamarnya, Sunny lebih memilih untuk pindah keluar negeri dan melanjutkan karirnya yang sebagai model.
“Chagiya, maafkan aku. Aku benar-benar menyesal, Oppa.” Ucap Sunny.
“Maaf, Sunny. Penyesalan mu sudah tidak ada arti nya lagi. Aku sudah menikah.” Ujar Seokjin.
“Mworago? Yak, Chagiya, jangan bercanda. Aku tau kesalahan yang aku lakukan dulu itu fatal. Tapi, jangan bercanda seperti itu.” Ujar Sunny.
*Mworago, yang artinya apa yang kamu bicarakan.*
“Apa wajah ku terlihat sedang bercanda? Jadi, aku mohon, jangan ganggu kehidupan ku lagi.” Ucap Seokjin mulai dingin pada Sunny.
“Chagiya..., kenapa kamu jahat sekali?”
“Jahat? Kalau kau bilang aku jahat, lalu bagaimana dengan mu? Apa kau lupa bagaimana kamu membuang ku dan lebih memilih karir mu?”
Mendengar jawaban telak Seokjin, membuat Sunny terdiam dan berfikir sejenak.
“Eoh..., baiklah. Tapi sebelum itu, bisakah kamu menuruti satu permintaan ku dulu.” Ucap Sunny.
“Apa? Katakan, jangan membuang-buang waktu ku.”
“Temani aku makan malam. Setelah itu aku akan menghilang dari hidup mu.” Ujar Sunny.
“Tidak..., tidak istri ku sudah menunggu ku di rumah.” Tolak Seokjin.
“Ayolah, hanya untuk malam ini. Jika tidak, aku akan memberi tahu istri mu, kalau kamu masih ada hubungan dengan ku.” Ancam Sunny.
“Cih, benar-benar licik!”
“Baiklah, aku akan menemani mu makan malam. Tapi, berjanjilah jangan pernah datang kehidupan ku lagi.” Ujar Seokjin.
“Baiklah, kau tenang saja.” Ucap Sunny.
Seokjin yang tidak punya pilihan lain, akhirnya duduk dan menemani mantan kekasihnya itu untuk makan malam. Pukul 10:15, Sunny dan Seokjin telah selesai makan malam. Seokjin segera bersiap untuk pulang, namun sebelum itu, dia izin ke toilet sebentar.
Di penginapan.
Terlihat Dami sedang mondar mandir, karena menunggu suaminya yang tak kunjung pulang.
“Yak, Chagiya! Tidak bisakah kau diam? Aku pusing melihat mu mondar mandir seperti itu.” Ucap Yoongi.
“Apa aku belum pernah menampar mulut mu itu? Berhenti lah memanggilku seperti itu!” Kesal Dami, karena di panggil sayang oleh mantannya.
“Cih, wanita satu ini!”
“Baiklah. Tapi ada apa dengan mu, kenapa dari tadi kau kelihatan seperti sedang panik?” Tanya Yoongi.
“Bagaimana tidak panik! Suami ku belum pulang, dan ini sudah larut malam!”
“Aigo, hanya karena itu? Yak, apa kau tinggal di jaman batu? Kamu hanya perlu menghubunginya.” Ucap Yoongi menggelengkan kepala.
“Eoh! Benar juga. Tumben otak mu jalan.”
“Wah, wanita satu ini! Untung aku masih sangat mencintai mu!”
“Cih, cinta-cinta! Makan tuh cinta!” Ucap Dami sambil melempar bantal sofa pada Yoongi.
Tanpa basa basi lagi, Dami segera mengambil ponselnya. Dan segera mengirim pesan kepada Seokjin. Namun, balasan yang di dapatnya membuat Dami sangat terkejut.
Isi pesan Dami dan Seokjin.
📱“Oppa, kau dimana? Kenapa sampai sekarang belum pulang?”
📱“Eoh, apa kau istrinya? Perkenalkan aku Lee Sunny, kekasih Seokjin.”
📱“Yak, jangan bercanda!”
📱“Kalau tidak percaya silahkan datang ke restoran XX12B.”
Yoongi yang sejak tadi memperhatikan Dami, tersadar dan mulai khawatir dengan ekspresi wajah Dami yang tiba-tiba berubah.
“Dami~a, ada apa? Kenapa dengan ekspresi wajahmu?”
“Oppa..., apa kau mengenal wanita yang bernama, Sunny?” Ujar Dami masih menatap ponselnya.
“Apa Sunny yang kamu maksud itu, kekasih nya Seokjin hyung yang dulu?” Jawab Yoongi tanpa pikir panjang.
Mendengar jawaban Yoongi, membuat Dami benar-benar tersulut emosi. Dami segera meletakkan ponselnya, lalu meraih tasnya dan bergegas pergi.
“Yak, kamu mau kemana! Ini sudah malam! Dami~a!” Teriak Yoongi saat melihat Dami pergi begitu saja.
Yoongi yang penasaran dengan sikap Dami, memilih untuk membuka ponsel milik Dami dan terlihat panik setelah membaca pesan yang baru saja di kirim oleh Seokjin.
“Brengsek!” Umpat Yoongi dan langsung bergegas menyusul Dami.
Di Restoran.
Terlihat Seokjin yang baru saja kembali dari toilet, dan bergegas ingin pulang. Namun, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya.
“Tunggulah sampai hujan reda, baru Oppa pulang?” Ujar Sunny memainkan ponselnya.
“Tidak-tidak! Ini sudah sangat malam. Istriku pasti sudah mencari ku.” Ujar Seokjin.
“Oppa! Jadi ini urusan yang kamu maksud?!” Seru Dami.
“Yae-yaebo! Bagaimana bisa kamu ada di sini?” Ujar Seokjin terkejut melihat Dami.
“Sialan!” Umpat Seokjin, begitu teringat bahwa dia meninggalkan ponselnya saat pergi ke toilet tadi.
“Apa aku mengganggu waktu kencan kalian? Apa kalian sedang berbicara tentang masa lalu!”
“Sayang, aku mohon dengar penjelasan ku dulu.”
“Tidak perlu menjelaskan apa-apa, Oppa! Nikmati saja waktu kalian berdua, aku hanya ingin memastikan saja.” Ujar Dami.
“Yak, brengsek! Lebih baik kembalikan dia padaku! Cih, tidak ku sangka, ternyata kau lebih brengsek daripada aku!” Ucap Yoongi.
“Diam lah! Aku tahu ini bagian dari rencana mu!” Ucap Seokjin, menyalahkan Yoongi.
“Rencana ku? Cih, kau masih bisa menyalahkan orang lain? Luar biasa.” Ujar Yoongi tersenyum miring sambil bertepuk tangan.
“Oppa, selesaikan saja dulu masa lalu mu, aku tidak mau menjalani rumah tangga dengan seseorang yang masih terikat dengan masa lalunya.”
Setelah mengucapkan itu, Dami melepaskan cincin pernikahannya dan memilih untuk pergi dari sana. Seokjin yang melihat itu segera mengejar Dami dan langsung memeluknya.
“Sayang aku mohon, dengarkan penjelasanku terlebih dahulu.”
“Apa ucapanku kurang jelas? Selesaikan dulu urusan mu dengan wanita masa lalu mu.” Ujar Dami.
“Sayang..., ta-tapi....”
“Oppa mianhae, untuk saat ini aku ingin sendiri dulu.” Ucap Dami yang langsung melepas pelukan Seokjin dan langsung memberhentikan taxi dan masuk ke dalamnya.
“Kenapa selalu berakhir seperti ini, Tuhan.” Batin Dami.
Melihat kepergian Dami yang seperti itu, tentu saja Seokjin dan Yoongi tidak tinggal diam dan segera mengikuti mobil yang Dami tumpangi.
Di satu sisi, terlihat kendaraan yang Dami naiki melaju dengan cepat, namun mimik wajah supir terlihat sangat panik. Dami yang melihat supir tidak juga memelankan laju mobil pun mulai khawatir, apalagi jalanan saat ini sangat licin akibat hujan yang belum berhenti.
“Pak, bisa pelan-pelan?” Tanya Dami yang khawatir.
Namun, jawaban sang supir membuat Dami menjadi panik.
“Nona, pegangan yang kencang.” Jawab supir dengan nada panik.
“Memangnya ada apa, Pak?” Tanya Dami dan melakukan hal yang di minta sang supir.
Belum sempat menjawab, tiba-tiba saja mobil yang Dami naiki hilang kendali dan terbalik di jalanan. Terlihat mobil tersebut sudah hancur di bagian depan, dan sedikit lagi terjatuh ke jurang.
Seokjin dan Yoongi yang melihat kendaraan Dami mengalami kecelakaan. Langsung menepikan mobil mereka dan bergegas turun menolong Dami, yang terluka di bagian kepala dan terus saja mengalirkan darah segar dari sana.
Melihat kondisi sang istri begitu tragis, membuat Seokjin terjatuh lemas ke tanah. Sedangkan Yoongi dengan cepat membuka pintu belakang mobil dan segera menggendong tubuh Dami keluar dari sana.
“Apa yang sudah aku perbuat, sialan!!” Gumam Seokjin sambil mengutuk dirinya sendiri.
“Yak, cepat hubungi ambulance! Apa kau ingin melihat Dami mati kehabisan darah!” Teriak Yoongi yang telah berlumuran darah Dami.
Beberapa saat kemudian, ambulance tiba. Dan segera membawa Dami ke rumah sakit terdekat. Mengingat kondisi Dami yang sedang hamil, dan saat ini mengalami kecelakaan yang membuatnya hampir kehabisan darah.
Dami segera di bawa ke ruang operasi karena kondisinya yang terluka cukup parah. Sedangkan Seokjin hanya bisa terus menangis menyesali apa yang telah di perbuatannya.
Kondisi Dami semakin kritis, Dokter dan tenaga medis lainnya bergegas ingin menyelamatkan Dami dan juga bayinya. Namun, tindakan mereka di gagalkan oleh seseorang yang datang dari balik tirai operasi.
“Pindahkan dia kesini!” Ucapnya sambil menunjuk ranjang kosong yang ada di depannya.
“Tidak boleh, Tuan! Kondisi pasien sangat kritis.” Ujar salah satu perawat.
“Saya tidak peduli! Jika kalian tidak melakukannya saya akan ledakan rumah sakit ini!” Ancamnya.
Dengan penuh keraguan para tenaga medis pun memindahkan Dami ke ranjang yang di bawa oleh pria itu.
Bukan hanya di dalam ruangan operasi, diluar ruangan pun terlihat ricuh. Oleh Seokjin dan Yoongi yang bertengkar.
“Cih! Aku benar-benar tidak menyangka, lelaki yang selalu di banggakan malah bisa membuat dia seperti ini.” Sindir Yoongi.
“Diam lah! Apa kau pikir aku mau ini semua terjadi? Aku tau aku salah, dan aku menyesal.” Ujar Seokjin.
Mendengar ucapan Seokjin membuat Yoongi benar-benar emosi, dan langsung menarik kerah baju milik Seokjin.
“Jika terjadi sesuatu pada Dami! Aku harap kau meninggalkannya, dan jangan pernah menemuinya lagi!” Ujar Yoongi.
“Tidak..., tidak! Aku sangat mencintainya. Aku tidak akan melepaskannya!”
“Brengsek!” Ujar Yoongi yang mengeratkan cengkeramannya pada kerah Seokjin.
...........................................
...****************...
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments