Bab 16 Sebuah Foto

Setelah pulang dari taman di sore hari, malamnya Yoongi izin pergi keluar sebentar untuk mengurus masalahnya. Sedangkan Dami memilih berjalan-jalan keluar dan sekalian mampir ke minimarket.

Berbeda dengan Seokjin yang memilih untuk minum (alkohol) di bar, sepulang dari taman tadi. Seokjin melakukannya berharap saat dirinya mabuk, dia bisa melupakan sedikit rasa rindunya dan rasa sakitnya di tinggal Dami.

“Yeorobun, ini sudah malam, aku akan pulang duluan.” Ucap Seokjin yang telah mabuk.

Di sisi Dami. Dami yang baru saja keluar dari minimarket, dikagetkan oleh lelaki yang langsung memeluknya dari belakang.

“Tu-tuan, maaf, tolong lepaskan aku.” Ucap Dami pada lelaki tersebut yang saat ini sedang mabuk. Tercium dari bau alkohol yang kuat darinya.

“Chagiya, kamu kemana saja? Aku yakin kamu pasti masih hidup.”

“Tuan, aku tidak mengenalmu.” Dami mendorong lelaki itu yang tak lain adalah Seokjin dengan kuat.

Dami yang melihat Seokjin mengeluarkan air mata. Dami yang orangnya gak tegaan, memilih membantu Seokjin dan memutuskan untuk mengantarnya pulang. Kebetulan saat itu Dami melihat kartu akses apartemen milik Seokjin yang terjatuh.

Setelah usaha yang cukup kuat, Dami pun sampai dan memilih untuk membantu Seokjin hingga ke dalam apartemen.

“Omo... berat sekali.”

Niat ingin membaringkan Seokjin di sofa, malah membuat Dami ikut terjatuh ke dalam pelukan Seokjin.

“Tu-tunggu... perasaan apa ini? Kenapa aku merasa seperti sangat mengenalnya.” Batin Dami.

Dami segera menepis perasaannya, dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Seokjin.

*Kalau mimin mah, malah peluk balik, hehehe.*

“Chagiya, jangan tinggalkan aku lagi. Aku mohon.” Rajau Seokjin.

Namun baru saja ingin keluar dari sana, tiba-tiba Seokjin menarik Dami kembali, langsung menggendongnya, dan membawa Dami ke kamar dimana dulu Dami tidur berdua bersama dengan Seokjin.

Meski dengan perlawanan, Seokjin tetap saja berhasil membawa Dami ke kamar tidurnya. Dami berhenti memberontak ketika memasuki kamar. Dami merasa familiar dengan setiap sudut ruangan tersebut.

“Eoh! Apa aku pernah ke sini? Sepertinya aku tau kamar ini.” Gumam Dami.

Mata Dami masih menjelajahi kamar, dan tanpa aba-aba apapun Seokjin malah langsung meletakan Dami ke atas tempat tidur dan langsung mencium bibir ranum Dami.

Dami melawan pun, percuma. Dirinya kalah kuat dibanding Seokjin. Maka akhirnya Dami pasrah, dan malah menikmati cumbuan dari Seokjin. Seokjin tidak melepaskan ciumannya sampai tiba-tiba dirinya terjatuh lemas tepat di atas Dami.

Dami bersusah payah mendorong tubuh Seokjin yang kini menindihnya, agar jatuh ke sampingnya. Setelahnya, Dami bergegas ingin keluar dari sana. Namun....

“Eoh! Apa ini? Kenapa ada fotoku bersama dengannya?”

Sebuah album foto terjatuh dari meja di samping tempat tidur dan memperlihatkan sebuah foto Dami bersama Seokjin di sana. Dami mulai melihat beberapa foto kenangan lainnya. Fotonya bersama Seokjin yang tertata rapi di satu bingkai itu.

Seketika air mata Dami mengalir bersamaan dengan ingatannya yang mulai kembali satu persatu.

“Oppa mian~he..., pasti kamu sangat terluka.”

“Tidak... tidak, aku harus meminta penjelasan pada Yoongi Oppa.” Ujar Dami sambil menghapus air matanya.

Setelahnya, Dami langsung menaruh album foto tersebut dan memilih untuk kembali ke rumah Yoongi, untuk meminta penjelasan pada Yoongi.

Dami berjalan kembali ke rumah Yoongi sambil terus memikirkan apa yang telah terjadi selama ini. Sampai akhirnya Dami sampai di rumah Yoongi.

“Chagiya, kamu dari mana saja?” Tanya Yoongi yang terlihat cemas sejak pulang tadi.

Yoongi cemas dan khawatir. Kenapa? Tentu saja karena saat Yoongi pulang, dirinya tak mendapati Dami di mana pun di rumah itu.

“Hentikan semuanya Yoon! Hentikan kebohongan ini! Aku sudah ingat semuanya!”

Deg! Yoongi terdiam begitu mendengar perkataan Dami. Dami sudah mengingat semuanya? Lalu apa semuanya akan kembali ke asalnya, apa Dami benar-benar akan kembali ke Seokjin hyung? Yoongi benar-benar diam saat kebohongannya selama ini terungkap.

“Tu-tunggu apa maksudmu, Chagiya?” Dalihnya.

“Ka-kau... kau berbohong tentang semuanya!”

“Ya. Kau benar! Terus apa mau mu!”

“Akhiri semuanya!”

“Ti-tidak... tidak! Kamu tidak boleh berkata seperti itu!”

“Aku akan pergi, dan aku mohon jangan temui aku lagi!”

Mendengar perkataan Dami itu, benar-benar membuat Yoongi naik pitam dan langsung mendorong Dami sampai tangannya terluka, akibat tersungkur di lantai.

“Aku katakan sekali lagi. Kamu tidak boleh pergi kemana pun!”

Setelah berkata demikian, Yoongi langsung menyeret Dami ke kamar dan menguncinya di dalam sana.

“Oppa! Aku mohon biarkan aku pergi! Aku mohon!”

“Sudah ku bilang, aku tidak akan membiarkanmu pergi kemana pun! Kalau sampai kamu melangkahkan kaki dari sini! Kamu terima sendiri akibatnya!”

Setelah Yoongi memperingati Dami. Dia memilih untuk kembali ke ruang tengah. Sedangkan Dami hanya bisa terisak sedih di dalam kamar, sambil terus menahan rasa sakit dari luka di tangannya.

“Seokjin Oppa, maafkan aku....”

...........................................

...****************...

......................

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!