Ruang latihan.
Yoongi yang baru saja sampai di ruang latihan, segera bergabung dengan kelima member lainnya.
“Wah, Hyung. Wajah mu terlihat sangat senang, ada apa?” Tegur Namjoon.
“Eoh? Apa sangat terlihat?”
Para adiknya itu hanya mengangguk.
“Gue juga tidak tau, yang jelas gue hanya merasa lebih bahagia saja sekarang.” Ujar Yoongi sambil tersenyum-senyum.
“Aigo, gue ikut senang juga melihat mu, Hyung. Hyung udah bisa lepasin semuanya, dan tidak larut dalam kesedihan lagi.” Ucap Hoseok yang ikut tersenyum.
“Ehm, jangan-jangan Yoongi Hyung sudah mempunyai kekasih yang lain?” Goda Taehyung.
“Yak! Taehyung~ssi, itu sangat tidak mungkin, hubungannya sama Jasmine saja belum beres.” Ucap Jimin terkekeh.
“Hust! Sudah... sudah, lihat Seokjin Hyung udah datang.” Ucap Jungkook yang melihat Seokjin memasuki ruang latihan.
Seokjin yang baru saja tiba langsung duduk di samping para member, dengan wajah yang masam, berbeda dengan Yoongi.
“Hyung, ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiran mu?” Tanya Jungkook.
“Aku sedang kesal dengan Appa ku, dia terus memaksa ku untuk menikahi Sunny.” Ujar Seokjin.
“Wah, benarkah? Apa, paman selalu seenaknya seperti itu?” Tanya Taehyung.
“Yak, taehyung~ssi, jaga bicaramu sedikit.” Tegur Jimin.
“Jimin~a, tidak apa. Apa yang dibilang Taehyung juga tidak salah.” Ujar Seokjin sambil menggeleng pelan.
“Lalu bagaimana Hyung? Apa jawabanmu?” Tanya Hoseok.
“Tentu saja aku menolak.”
“Kenapa, Hyung gak setuju saja? Menurutku itu pilihan yang cukup bagus.” Ucap Yoongi santai.
“Aku berbeda dengan mu Yoongi~a! Sekalinya aku mencintai seseorang, maka seterusnya aku akan tetap mencintainya.” Ucap Seokjin.
“Huft..., yeorobun, sudahlah. Lebih baik sekarang kita mulai latihannya.” Ucap Namjoon cepat sebelum kedua hyung tertua nya itu bertengkar lagi.
*yeorobun artinya "semuanya (orang)" Kata yeorobun, sama artinya dengan pengucapan kata "guys" dalam bahasa Inggris.*
Mendengar ucapan sang leader, membuat semuanya berhenti berbicara lagi dan bersiap untuk latihan.
Skip Malam Hari.
Yoongi baru saja menyelesaikan latihannya dan bergegas pulang ke rumahnya. Begitu Yoongi tiba, dirinya mendapati Dami yang sedang bersantai di ruang tengah.
“Aku pulang..., eoh, Chagiya, kamu belum tidur?”
“Eh, kamu sudah pulang? Aku belum bisa tidur, karena ini tempat baru.” Jelas Dami.
“Mandi gih sana, aku akan buatkan makan malam untuk mu.” Ujar Dami.
“Baiklah, Chagiya, aku pergi mandi dulu kamu tunggu sebentar, ya.” Ucap Yoongi berlalu pergi.
Yoongi bergegas masuk ke kamar mandi dan dengan cepat menyelesaikannya. Sebab, Yoongi tidak ingin Dami menunggunya terlalu lama. Setelah selesai, Yoongi malah ikut duduk di samping Dami di sofa.
“Loh? Chagiya, kenapa kamu malah duduk disini? Aku mau buat makan malam untukmu.”
“Tidak perlu, aku tidak lapar. Aku hanya merindukan mu.” Ujar Yoongi langsung memeluk Dami.
“Aish, tapi kan Oppa harus makan. Bagaimana kalau nanti kamu sakit, hemz?”
“Aku sudah makan, Chagiya, jadi biarkan aku memelukmu seperti ini.”
“Aigo, baiklah. Tapi Oppa, besok temani aku ke taman ya, aku bosan di rumah.”
“Baiklah, Chagiya. Kebetulan besok aku tidak ada jadwal.”
Dami dan Yoongi terus berbicara satu sama lain. Karena keasikan bercerita membuat mereka berdua tanpa sadar tertidur di atas sofa.
Skip Pagi hari.
Sesuai janjinya, Yoongi menemani Dami pergi berjalan-jalan ke taman di pagi harinya. Saat ini Dami dan Yoongi sedang duduk di bangku yang ada di taman.
“Chagiya, aku pergi beli air dulu, ya.”
“Kamu mau pergi beli air, kalau gitu-“
“Iya, sekalian aku juga mau cari cemilan untuk mu kok.” Potong Yoongi cepat.
“Heheh, tau aja.” Ucap Dami sambil nyengir.
Setelah Yoongi pergi untuk membeli minuman dan cemilan untuk Dami. Dami melihat ada seorang anak kecil yang sedang menangis tidak jauh dari tempatnya duduk. Dami segera menghampiri anak kecil itu.
"Aigo, gadis kecil jangan menangis, ini makanlah.” Ucap Dami yang memberikan permen lolipop yang ada di sakunya.
Di sisi lain, Seokjin yang saat ini juga berada di taman, tanpa sengaja melihat seorang wanita yang sangat mirip Dami dari belakang. Sontak dia berjalan menghampiri wanita tersebut.
“Yeobo... Yeobo!” Panggilnya sambil menerobos puluhan orang yang sedang menikmati pemandangan di taman tersebut.
Akhirnya Seokjin mencapai wanita tersebut, dirinya segera menepuk bahu wanita tersebut.
“Chagiya.”
Seokjin terlihat kecewa saat wanita itu berbalik kearah nya. Wanita itu bukanlah Dami sang istri.
"Ah, maaf nona, aku kira kamu istriku." Ucapnya lalu berbalik dan memilih pergi.
Sedangkan Dami saat ini telah pergi dari bangku taman bersama Yoongi.
"Jadi bagaimana, Chagiya? Apa kamu senang?" Tanya Yoongi saat berjalan pulang.
"Ya, Oppa. Kajja kita pulang."
"Baiklah. Kajja." Ujar Yoongi tersenyum melihat Dami bahagia.
...........................................
...****************...
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments