Seokjin terus mengendarai mobilnya, sampai akhirnya mereka berdua sampai di salah satu pusat perbelanjaan.
“Kajja, Nyonya. Kamu mau beli apa?”
*Kajja, yang berarti ayo atau mari.*
“Aku bingung Oppa. Hm... apa boleh aku beli beberapa baju?” Ucap Dami.
“Kenapa tidak sekalian dengan butiknya.” Ucap Seokjin serius dengan ucapannya.
“Jangan mengada-ngada, Oppa.
“Eh! Oppa itu bagus.” Ucap Dami sambil berjalan ke arah salah satu butik.
“Sayang cepat, kenapa lama sekali?” Ujar Seokjin yang telah menunggu Dami di depan kasir.
“Ya, Oppa. Tunggu sebentar aku bingung mau beli yang mana.” Ucap Dami yang terjebak dengan dua potong baju, yang menarik perhatiannya.
“Ambil saja semuanya, kalau perlu dengan mbanya sekalian.” Ujar Seokjin.
“Aisshh, Yak Oppa.” Ucap Dami yang langsung buru-buru mengambil dua potong baju itu.
“Kajja, kamu mau beli apa lagi?” Tanya Seokjin, setelah keluar dari butik.
“Sudah Oppa, ini sudah cukup.”
“Oppa, tiba-tiba saja aku ingin jalan di pasar malam. Apa boleh?” Tanya Dami.
“Pasar pagi, pasar siang, atau pasar sore sekali pun boleh, Sayang.” Ujar Seokjin.
“Aish, Oppa ini.” Ujar Dami, yang tersipu malu oleh tingkah suaminya.
“Oppa, terima kasih banyak ya, sudah membelikan ku pakaian.” Ucap Dami saat meletakkan paper bag di kursi belakang.
“Iya, Sayang. Sama-sama. Apa kamu tidak mau mencium ku, sebagai ucapan terimakasih, gitu?” Ujar Seokjin, membantu Dami memakai sabuk pengaman.
“Tidak Oppa. Aku belum mau menciummu.” Tolak Dami.
“Jidat bagaimana?”
“Tidak, Oppa.”
“Yasudah, bagaimana kalau pipi?”
“Tidak, Oppa.”
“Ya sudah, bagaimana kalau bibir? Aku benar-benar tidak masalah dengan itu." Kekeh Seokjin.
“Aisshh, Oppa kan aku sudah bilang tidak.” Tegas Dami.
Karena mendapatkan penolakan yang cukup tegas dari sang istri, Seokjin tetap mengendarai mobilnya ke arah pasar malam, yah... walaupun dengan sedikit cemberut.
Tidak butuh waktu lama, Dami dan Seokjin sampai di pasar malam, mereka juga segera membeli jajanan dan makannya di sana.
“Apa kamu sudah kenyang Nyonya Kim Seokjin?” Tanya Seokjin.
“Seharusnya aku yang bilang begitu. Bagaimana bisa Oppa makan dengan porsi tiga orang sendiri seperti itu.” Ujar Dami, dengan takjub dengan kemampuan makan suaminya.
“Tentu saja, aku ini kan raja mukbang, tapi sekarang aku sakit perut, hehehe. Kamu tunggu disini sebentar ya. Aku ke toilet. Ingat jangan kemana-mana.”
“Aisshh, yaudah gih sana. Aku tunggu di sini.”
Seokjin pun bergegas mencari toilet, setelah mendengar ucapan Dami. Namun sialnya saat Seokjin kembali, dia tidak melihat Dami ditempat tadi.
Seokjin mulai berkeliling dan tetap tidak menemukan Dami sampai akhirnya, Seokjin memikirkan tentang ucapan Yoongi. Seokjin langsung bergegas ke dorm.
Skip Dorm.
Seokjin segera membuka pintu dan langsung menghampiri Yoongi, yang sedang duduk bersama Hoseok dan Jungkook.
“Min Yoongi, cepat katakan dimana istriku!” Teriak Seokjin.
“Apa kau gila? Apa maksudmu! Kenapa bertanya padaku, soal istri mu?"
“Tidak usah berpura-pura, Min Yoongi! Aku tau kamu yang membawa istriku!”
“Hyung, kamu ini kenapa? Dari tadi Yoongi Hyung ada bersamaku dan Jungkook.” Ujar Hoseok.
“Hoseok Hyung benar. Lagi pula apa alasan Yoongi Hyung membawa noona?” Ucap Jungkook.
“Kalian berdua diam lah! Dan tidak usah ikut campur!” Bentak Seokjin.
“Yak! Hyung, apa Dami hilang?!” Tebak Yoongi, yang melihat tingkah Seokjin.
“Apa kau gila! Kalau kau tidak becus menjaganya! Lebih baik kembalikan dia padaku!” Teriak Yoongi.
“Apa maksud ucapan Yoongi Hyung? Wah, kalian berdua menutupi sesuatu, dari kami, ya?” Ujar Jungkook.
“Jeon Jungkook! Sudah ku bilang diam!” Bentak Seokjin.
“Dan kau, Min Yoongi! Urus saja kekasih jalang mu! Dan jangan berharap lagi pada istriku!”
Situasi semakin panas, di antara keduanya, Hoseok dan Jungkook pun tidak bisa menahan mereka lagi. Beruntung Jimin, Taehyung, dan juga Dami, tiba-tiba masuk ke dalam.
“Hei ada apa ini? Kenapa kelihatan serius sekali?” Ujar Jimin.
“E-eoh, Oppa! Kok kamu bisa di sini?” Ujar Dami yang kaget melihat kehadiran suaminya di sana.
“Dami, kamu habis dari mana? Apa kamu tidak apa-apa?” Ucap Yoongi ingin mendekati Dami namun langsung di halangi oleh Seokjin.
“Min Yoongi, diam lah di tempat mu! Jangan sesekali berani untuk mendekatinya!” Ujar Seokjin, memberikan peringatan.
“Dan Kamu, kamu kemana saja? Bukannya sudah aku bilang untuk tunggu di tempat tadi!” Ujar Seokjin, pada istrinya.
“Hyung, jangan marah pada noona dulu, aku dan Jimin melihat noona sendirian makanya kami mengajaknya.” Jelas Taehyung.
“Ya, ucapan Tae bener, kami mengajaknya jalan-jalan sebentar di pasar malam, dan noona baru ingat kalau dia sedang menunggumu. Pas kami kesana, orang yang di toilet bilang kamu sudah pergi.” Tambah Jimin.
Mendengar penjelasan dari kedua adiknya membuat Seokjin sedikit lebih tenang.
“Sayang, apa benar yang di ucapkan mereka berdua?” Tanya Seokjin, memastikan kembali.
“Heheh, iya, Oppa. Maafkan aku sudah membuat mu khawatir.” Ujar Dami terkekeh.
“Yasudah kalau memang begitu.”
“Sekarang kita pulang, apa kamu lelah? Mau aku gendong?”
“Aishh, tidak usah Oppa. Lagian kenapa buru-buru, aku masih ingin di sini.” Tolak Dami.
Belum sempat Seokjin menjawab tiba-tiba Namjoon keluar dari kamar dan memanggil seokjin.
“Eoh, Hyung kebetulan sekali. Ikut aku sebentar. Ada yang mau aku bicarakan.” Ujar Namjoon, saat melihat Seokjin.
“Ada apa? Apa penting?”
“Menurutku ini penting untukmu.” Ucap Namjoon.
“Baiklah tunggu sebentar.”
“Sayang, tunggu sebentar di sini, ya. Aku bicara sama Namjoon sebentar.” Ujar Seokjin, pada Dami.
“Baiklah, Oppa.”
Setelah mendengar perkataan Dami, Seokjin langsung ikut dengan Namjoon, mereka masuk ke dalam kamar Namjoon. Sedangkan Dami, menunggu Seokjin bersama ke-5 member termasuk Yoongi. Setelah beberapa saat....
“Hyung, aku ingin keluar sebentar sama Hoseok Hyung.” Ujar Jungkook.
“Noona, kamu tidak masalahkan kalau kami tinggal?” Ujar Hoseok.
“A-ah, iya, Oppa tidak apa-apa.” Ujar Dami.
“Hyung, titip Noona, aku mau ke kamar.” Ujar Taehyung.
“Hooh sama, aku juga ingin istirahat.” Ujar Jimin.
“Ehm, pergilah, biar Dami, aku yang temenin.” Ujar Yoongi, saat mendengar ke empat adiknya pamit pergi dari sana.
Ke empat member pun pergi meninggalkan Dami dan Yoongi berdua di ruangan tersebut. Melihat Dami yang sendirian Yoongi memutuskan untuk menghampirinya dan mengajak Dami berbicara.
...........................................
...****************...
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments
™βτ$💜𝐀⃝®M¥🌹Ara⑨⑺
Loh, kok mereka kok ninggalin Dami berdua dengan Yoongi? Seokjin juga kok mau ninggalin Dami dengan Yoongi.
2024-07-11
0
❤️⃟Wᵃf🍁Ꮮιͣҽᷠαͥnᷝαͣ❣️🌻͜͡ᴀs
duh kenapa nih yoongi mau ngajak bicara mau ngomongin hal apalagi sama dami
2024-07-11
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
eh kenapa di tinggal sendirian dami aisss kalian ya gimana kalau si Yoongi macam macam sama dami
2024-07-11
0