Tanda tanya besar.

Sementara Cahyo menemani dan menunggu Aziel sadar Danu dan Kuntadi memadamkan api yang belum sempat membesar . beruntunglah api hanya menyisakan noda hitam di sebagian kamar Aziel .

selang beberapa menit kemudian Aziel pun siuman .

"alhamdulillaaaaaaahh ..." ucap syukur keluar dari mulut Cahyo .

"apakah aziel sudah sadar ?" saut Kuntadi.

"ya , aziel sudah sadar" jawab Cahyo .

Aziel masih terpaku menatap lurus ke langit , seketika ia pun melirik ke arah teman-temannya , terlihat cahyo yang matanya bengkak karena menangisinya , dan kuntadi yang terlihat matanya berkaca-kaca.

"alhamdulillah kamu sudah sadar ziel , apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamarmu ?" tanya Cahyo .

"sabar dulu Cahyo , beri aziel minum dahulu baru ajak dia bicara" potong Kuntadi .

sementara cahyo dan kuntadi panik dan berada di dekat aziel , danu justru terdiam di depan pintu kamar aziel tak menghiraukan aziel sudah sadar atau belum .

*glegg gleg*

Aziel meneguk segelas air .

"sudah cukup Yo" ujar Aziel menyingkirkan gelas yang di pegangi cahyo dari mulutnya .

"tarik nafas , tenangkan dahulu dirimu baru hendaklah ceritakan apa yang terjadi ziel" ujar kuntadi .

"sejujurnya aku tak tahu mengapa bisa jadi seperti ini , tetapi yang aku rasakan ketika aku mengerjakan amalan ada angin yang berhembus kencang dan aku mendengar suara pecahan gelas dan suara seisi kamar berhamburan , namun kukira hanya ilusi karena godaan ketika mengerjakan amalan , namun ketika aku mencium bau asap dan nafasku terasa sesak aku membuka mata kamarku sudah penuh dengan asap" Aziel berusaha menjelaskan keada cahyo dan kuntadi .

"ziel , kamu itu eling , kalo sudah ada suara begitu itu langsung hentikan saja amalan dan selamatkan dirimu" ujar cahyo memarahi aziel karena panik .

"tidak usah memarahiku seperti mbok mbok begitu Yo" jawab Aziel sembari tertawa .

"masih sempat-sempatnya tertawa , kita semua khawatir !" ujar cahyo .

"iya iya maaf membuat khawatir , dan terimakasih sudah menolongku Yo , Kun" Aziel meminta maaf sekaligus berterimakasih pada cahyo dan kuntadi .

"he Danu , kemari , aziel sudah sadar , apa yang kamu lakukan terdiam disitu ?" ujar Cahyo kepada Danu yang terpaku di depan pintu kamar aziel .

"ah , iya maaf , apakah Aziel sudah siuman ? sykurlah" jawab Danu .

danu pun menghampiri aziel , cahyo dan kuntadi.

"bagaimana keadaanmu ziel ?" tanya Danu .

"alhamdulillah baik-baik saja Dan , terimakasih sudah membantu Dan" jawab aziel tak lupa juga berterimakasih pada danu .

saking seriusnya berbincang , keempat murid kiyai Ismajati itu sampai tak sadar bahwa ada kiyai Ismajati juga disana namun beliau menjaga jarak karena belum tiba di depan pintu kamar aziel beliau sudah tak mampu berjalan karena terkejut .

setelah lega mengetahui aziel baik-baik saja kiyai Ismajati pun melangkah menghampiri keempat muridnya itu.

"assalamualaikum" kiyai Ismajati mengucap salam .

"walaikumsalam" keempat muridnya pun menjawab salam sembari menoleh kebelakang .

"tidak perlu , kalian duduk saja" ujar kiyai Ismajati karena melihat muridnya hendak berdiri untuk mencium tangannya .

"baik mbah" jawab murid-muridnya.

"Aziel , bagaimana keadaanmu ?" tanya kiyai Ismajati.

"Alhamdulillah mbah aziel baik-baik saja" jawab Aziel.

"syukur Alhamdulillah kalau begitu , yasudah jangan terlalu lama berbincang disini , jika ingin berbincang di pendopo saja , tapi jika ingin istirahat segera kembali ke tempat masing-masing , dan Aziel bisa beristirahat di tempat yang lain .

"baik mbah" jawab para murid .

Kiyai Ismajati semakin heran dengan kejadian yang terjadi selama Aziel berada di padepokannya . kiyai Ismajati pun tak luput dari pertanyaan besar yang membelenggu pikirannya.

"ziel , kamu untuk sementara ini istirahat saja di kamarku , kita bisa berbagi kasur , besok baru membereskan kamarmu" ujar Cahyo .

"iya Yo , terimakasih ya" jawab Aziel tersenyum .

akhirnya para murid kembali ke tempatnya masing-masing dan kiyai Ismajati pun kembali ke kediamannya .

"ayo masuk ziel..." Cahyo mempersilahkan aziel masuk ke dalam kamarnya .

"iya Yo , Assalamualaikum" jawab Aziel sembari mengucap salam memasuki kamar Cahyo .

"walaikumsalam" cahyo pun menjawab salam Aziel .

"ayo ziel... Anggap saja ini kamarmu , toh kamar kita semua bentuknya sama haha" ujar Cahyo.

"haha iya Yo ... Bentuk kamar kita sama semua" jawab aziel tertawa .

"malam ini kita istirahat , besok saja baru kita berbincang ziel .." ujar Cahyo.

"iya Yo , aku juga sudah letih , ingin berbaring hehe" jawab Aziel .

"ayo , kita berbagi kasur saja" ujar cahyo .

"iya Yo" jawab Aziel .

Aziel berbaring namun mata masih belum ingin terpejam , ia termenung menatap langit-langit kamar.

aziel bertambah bingung dan semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya dibalik semua kejadian yang dia alami semenjak dia ada di padepokan Wasesa Segara .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Aziel, mungkin keluargamu adalah keturunan raja namun sudah jauhhh

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!