Aziel menjalani hari-harinya dengan ceria , membantu pak Kasim mencari kayu bakar dan merawat padi di sawah menjadi kegiatan sehari-hari Aziel.
suatu siang selesai melaksanakan shalat dzuhur , Aziel dan pak Kasim duduk beristirahat sambil menghilangkan dahaga .
*glug glug
"alhamdulillah , waah air disini memang segar , sangat berbeda dengan air yang sudah dalam kemasan" ujar Aziel .
"beginilah disini , dengan suasana yang masih asri dan terjaga , air dan tanaman disini pun tak luput dari perawatan" saut pak Kasim sambil tersenyum melihat sekitar.
"apakah air yang mengalir dan tumbuhan yang ada dihutan juga dijaga dan dirawat pak ?" tanya Aziel .
"tentu saja nak Aziel , masyarakat desa tidak ada yg membuang sampah atau kotoran di tempat air gunung yang mengalir , ada tempat air mengalir yang lain yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci , tapi tidak ditempat aliran air dari gunung mengalir , lalu tumbuhan di hutan pun masyarakat desa tidak menebang secara sembarangan , kami membutuhkan kayu bakar pun tidak harus menebang pohon , kami manfaatkan kayu yang memang sudah rapuh dan tumbang atau jatuh terlepas dari pohonnya" jawab pak pak Kasim .
"waaah masyarakat desa ini sangat peduli dengan lingkungan , hal yang sangat jarang ditemukan di wilayah kota pak" ujar Aziel .
"ya mungkin di kota sudah tidak ada pepohonan dan lingkungannya sudah padat , makanya masyarakat di kota pun tidak ada semangat untuk menjaga lingkungan , jika terlihat hijau dan udaranya sejuk pasti orang di kota pun akan sejuk hati dan pikirannya" jawab pak Kasim sambil tersenyum lebar .
"pak Kasim , maaf saya potong dulu untuk pembahasan ini , tapi apakah di desa ini ada tempat anak-anak menambah wawasan keagamaan ? seperti tempat mengaji beserta guru mengajinya ?" tanya Aziel memotong pembahasan soal alam sekitar dan manusia .
"oooo ada , anak-anak disini biasa mengaji di mushola yang berada di tengah-tengah desa . itu tempat mengaji anak-anak , bila ingin ke masjid ada di bagian depan desa ini , mungkin nak Aziel sudah lihat ada masjid sewaktu nak Aziel tiba di desa ini" jawab pak Kasim .
"iya pak kalau masjid saya lihat ketika saya memasuki desa , lalu pukul berapa biasa anak-anak mengaji pak ? dan siapa nama yang mengajarkan mengaji pak ?" tanya Aziel .
"biasanya setelah shalat maghrib anak-anak akan pergi ke mushola , dan yang mengajarkan mereka mengaji bernama Ustadz Danar nak Aziel" jawab pak Kasim .
"apakah saya bisa ikut dengan anak-anak untuk belajar mengaji pak ?" tanya Aziel .
"nak Aziel mau belajar mengaji ? boleh saja kalau nak Aziel mau belajar , tetapi biasanya yang sudah seumuran nak Aziel ini mengajinya bukan pada Ustadz Danar" jawab pak Kasim .
"lalu dimana pak tempat yang harus saya datangi untuk belajar mengaji ?" tanya Aziel .
"nanti bapak antar ke tempat Kiyai Ismajati , beliau seorang kiyai hebat dan menjadi panutan masyarakat Giriasem" jawab pak Kasim .
"benarkah pak ? saya jadi merasa terhormat bisa belajar agama dengan seorang kiyai hebat dan menjadi panutan masyarakat Giriasem ini" ujar Aziel .
"ya nak Aziel , murid kiyai Ismajati banyak , adapun beberapa yang memang tinggal dengan beliau untuk mendalami ilmu agama , syariat dan bertirakat di tempat kiyai Ismajati dengan tujuan satu yaitu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah SWT" ujar pak Kasim .
"lalu kapan saya bisa kesana pak ? saya merasa tidak sabar" ujar Aziel dengan penuh semangat .
"haha nak Aziel , jiwa muda memang selalu bersemangat dan nak Aziel pergunakan semangat untuk jalan yang baik , selesai shalat isya nanti bapak antar ke tempat kiyai Ismajati" pak Kasim tertawa senang karena penilaiannya dari pertama Aziel datang ternyata tidak salah .
senja pun berganti malam , selepas shalat isya pak Kasim menghampiri Aziel yang sedang duduk di dipan depan rumah pak Kasim .
"nak Aziel , sudah selesai shalat isya ?" tanya pak Kasim .
"alhamdulillah sudah pak , saya sedang menunggu bapak selesai shalat hehe" jawab Aziel tersenyum lebar .
"nampak senang sekali nak Aziel , apa karena akan bapak antar ke tempat kiyai Ismajati ?" tanya pak Kasim tersenyum .
"iya pak , mari pak antar saya ke tempat kiyai Ismajati , apakah bapak sudah siap?" ujar Aziel .
"ayo kalau begitu , kita menuju tempat Kiyai Ismajati" ujar pak Kasim .
"ayo pak" Aziel gembira karena pak Kasim mengerti apa yang dia inginkan .
tiba di sebuah padepokan , Aziel terbelalak melihat tulisan yang melengkung besar di gapura pintu masuk padepokan .
"Wasesa Segara , waaahhh apa ini nama padepokannya ?" Aziel bergumam .
"ada apa nak Aziel ?" tanya pak Kasim .
"eehh tidak pak hehe tidak ada apa-apa pak" jawab Aziel terbata karena masih terpukau dengan gapura yang melintang di depannya .
"ayo masuk , selagi murid yang dari luar padepokan belum datang , supaya nak Aziel tidak gugup" ujar pak Kasim sambil mengajak Aziel segera masuk kedalam .
"baik pak" jawab Aziel.
"Assalamualaikum" ucap salam pak Kasim dan Aziel serentak bersamaan .
"walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" terdengar beberapa murid menjawab salam pak Kasim dan Aziel , terlebih kebetulan Kiyai Ismajati sudah duduk di tempatnya di kelilingi sebagian murid yang tinggal bersama Kiyai Ismajati .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Lanjutkan Thorrrrr
2025-01-22
0
Jimmy Avolution
ayo thor
2024-08-05
0
Fatkhur Kevin
lanjut Thor
2024-07-11
1