"Assholaaa tu khoirum minannaum" terdengar lantunan adzan subuh yang di kumandangkan oleh murid kiyai Ismajati .
Aziel yang terlihat sudah berada di mushola dan sedang berwudhu , kiyai Ismajati pun menyapa Aziel dengan hangat "alhamdulillah , apakah istirahatmu cukup Aziel ?" tanya Kiyai Ismajati.
"alhamdulillah cukup kiyai , eh mbah , maaf saya belum terbiasa dengan panggilan itu mbah" jawab Aziel sambil menundukkan kepala .
kiyai Ismajati pun tersenyum dengan hangat "hehe tidak apa-apa, nanti juga terbiasa , setelah shalat subuh jangan langsung kembali ke tempat tidur ya , hendaklah ikut mengaji di mushola" ujar kiyai Ismajati.
"baik mbah" jawab Aziel .
"ayo , segera untuk qabliyah subuh sebelum berjamaah" lanjut kiyai Ismajati.
"baik mbah" jawab Aziel sambil mengangguk .
setelah melaksanakan qabliyah subuh , para murid pun melaksanakan shalat subuh berjamaah yang di pimpin oleh kiyai Ismajati , lantunan ayat suci Alquran terdengar merdu dan menenagkan hati .
seusai shalat dan berdzikir kiyai Ismajati pun membalikkan badan menghadap murid-muridnya "alhamdulillah kita semua masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah subuh di pagi hari ini , selanjutnya mari kita bertadarus dan melantunkan shalawat kepada Rasulullah SAW" ujar kiyai Ismajati sembari mengajak muridnya bertadarus dan bershalawat.
murid-murid pun bergegas mengambil Al-Qur'an dan membuka surat yang akan dibaca bersama .
"betapa indahnya jika di pagi hari bisa terus menemukan kegiatan dan pemandangan seperti ini , pengalaman yang sangat berharga dan sulit kutemukan di lingkunganku dulu" gumam Aziel .
"ada apa ziel ? apa ada yang kau fikirkan ?" tanya Cahyo
"ah tidak Yo , hanya terkagum saja melihat pemandangan ini" jawab Aziel .
"Aziel , apakah nak aziel sudah bisa mengaji ? kalau belum bisa membaca ayat Al-Quran nak Aziel bisa sambil mengikuti yang lainnya" potong kiyai Ismajati.
"bbbaik mbah , untuk sementara ini saya akan mengikuti yang lain" jawab Aziel gugup .
"baiklah ayo kita mulai , Danu tolong pimpin" ujar Kiyai Ismajati meminta Danu memimpin pengajian .
"baik mbah" jawab Danu .
tak terasa pengajian pun selesai dan cahaya matahari pun mulai memasuki mushola .
"setelah ini usahakan untuk shalat sunnah 2 rakaat ya" ujar kiyai Ismajati
"baik mbah" jawab serentak para murid
"Yo , yang dimaksud kiyai Ismajati sunnah 2 rakaat itu shalat apa ?" tanya Aziel berbisik kepada Cahyo
"ooo , shalat dhuha Ziel , biasanya mbah mengajarkan kita untuk menyempatkan dhuha 2 rakaat" jawab Cahyo .
"oh shalat dhuha , baiklah Yo" ujar Aziel.
Aziel dengan pengetahuan agama yang minim mengharuskan ia banyak bertanya agar tidak salah menafsirkan apa yang diucapkan guru atau temannya .
tidak ada rasa malu , dan terus bertanya , itulah Aziel . membuat orang-orang sekitarnya pun senang karena melihat Aziel memiliki keinginan belajar yang besar. termasuk kiyai Ismajati , beliau selalu tersenyuk ketika Aziel melontarkan pertanyaan padanya .
"Ziel ..." suara Danu memanggil Aziel yang sedang duduk di depan mushola .
"ya Danu , ada apa" jawab Aziel sembari berdiri dan menghampiri Danu.
"ziel bisakah aku meminta bantuanmu ?" tanya Danu .
"tentu saja bisa , apa yang harus ku lakukan ?" jawab Aziel
"alhamdulillah , bantu aku menyiapkan sarapan , karena 20 menit lagi sudah waktunya sarapan , cukup membawa sarapan saja ke pendopo itu" ujar Danu sambil menunjuk ke arah pendopo tempat biasa kiyai Ismajati dan para murid berkumpul .
"baiklah Dan" jawab Aziel dengan semangat .
sembari membawa lauk untuk sarapan , Aziel bertanya kepada Danu "Danu , siapa yang memasak ini semua ?" tanya Aziel .
"yang memasak ini anak dari kiyai Ismajati , tapi kita pun murid kiyai Ismajati sering membantunya memasak" jawab Danu.
"anak kiyai Ismajati ? aku belum melihatnya dari pertama aku datang" ujar Aziel .
"jelas kamu tidak akan melihat , karena seorang shaleha seperti mbak Syifa tidak mungkin menunjukkan dirinya didepan laki-laki" jawab Danu .
"mbak Syifa ? shaleha ? perempuan ?" tanya Danu penasaran .
"ya iya , anak bungsu kiyai Ismajati seorang perempuan , kenapa ? sepertinya kamu terkejut haha" ujar Danu menertawakan Aziel yang penasaran .
"ya aku sedikit terkejut , karena aku baru mengetahuinya" jawab Danu .
"ayo kita selesaikan dulu ini , setelah sarapan baru kita berbincang" ujar Danu.
"baiklah" jawab Aziel .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Syifa anak Kyai Ismajati..
2025-01-23
0