Mulai Belajar .

Sore pun tiba , adzan Ashar pun berkumandang . melihat Kuntadi menyerukan Adzan dengan sangat merdu , membuat Aziel pun ingin bisa menyerukan Adzan dengan indah tak ingin kalah dari Kuntadi .

"adzanmu merdu sekali Kun" ujar Aziel menyanjung Kuntadi.

"alhamdulillah jika kau senang mendengarnya , aku yang menyerukan tidak merasa seperti itu hehe" jawab Kuntadi .

"jangan terlalu merendah , memang kenyataannya merdu kok" ujar Aziel .

selang beberapa menit kemudian kiyai Ismajati datang dan Kuntadi bersiap menyerukan iqomah.

Setelah selesai melaksanakan shalat ashar para murid pun menyiapkan meja-meja kecil untuk para murid yang datang untuk belajar mengaji .

semua di tata dan di susun rapih . Aziel pun turut serta membantu .

satu persatu murid berdatangan , hingga akhirnya mushola pun sudah penuh terisi dan dimulailah pengajian .

melihat Danu , Kuntadi dan Cahyo turut membantu kiyai Ismajati mengajar , membuat Aziel terpaku melihat pemandangan tersebut .

"di usianya yang sama denganku , mereka sudah bisa mengajari anak-anak lain mengaji , sungguh aku sudah tertinggal jauh , aku yang selama ini membuang-buang waktu harus kubayar disini , aku pun pasti bisa seperti mereka" Aziel bergumam semangat melihat teman-temannya tersebut .

"shadaqallahul adzim" serentak diucapkan anak-anak yang mengaji tanda sudah selesai pengajian hari ini .

"sungguh diluar dugaan , aku berfikir bisa ikut bergabung belajar mengaji ternyata aku tidak mendapat bagian saking banyaknya murid mengaji disini" gumam Aziel .

para murid pun perlahan keluar dari mushola dan meninggalkan padepokan.

Aziel langsung bergegas membantu Danu , Cahyo dan Kuntadi untuk membereskan mushola .

"ziel , mengapa tadi tidak ikut bergabung di dalam ? malah diluar seperti orangtua yang menunggu anaknya mengaji hahah" ujar Cahyo .

"bisa saja kamu Yo , aku tadi hendak ikut bergabung , namun kulihat di mushola sudah penuh , dan aku tidak mendapat bagian untuk belajar dengan kalian atau mbah , banyak sekali muridnya" jawab Aziel .

"ya begitulah ziel , anak-anak disini gemar dan tekun mengaji , selain diajarkan orangtuanya untuk mengaji mereka pun memang senang belajar agama" ujar Cahyo .

"alhamdulillah , luar biasa ya" jawab Aziel .

"ah Cahyo mengajar tadi tidak fokus , karena ada Ningsih datang" celetuk Danu mengejek Cahyo .

"wah wah , Danu suka mengada-ada , aku tidak melihat ada Ningsih kok" jawab Cahyo wajahnya memerah malu.

"kalau tidak lihat wajahnya tidak perlu sampai memerah dooong" lanjut Kuntadi ikut meledek Cahyo.

"hahahahah" Cahyo tertawa karena sudah terlanjur malu .

kiyai Ismajati pun tersenyum lebar melihat murid-muridnya bercengkrama tertawa bersama menandakan hati mereka tidak gundah dan merasa susah .

"eh tapi kok aku gak lihat mbak Syifa ? memangnya dia tidak ikut mengajar ?" tanya Aziel penasaran karena tidak melihat syifa putri kiyai Ismajati.

"nahh ziel , kamu mikirin mbak Syifa ya ? kayaknya sejak menyiapkan sarapan kamu penasaran dengan mbak Syifa" saut Danu tersenyum lebar meledek aziel .

"tidaak , aku kira mbak Syifa juga ikut serta mengajar mengaji" jawab Aziel memerah wajahnya .

"eliiing eling azieeel , itu mbak Syifaaa , anaknya kiyai Ismajati , aku juga heran kenapa kamu penasaran , wong mbak Syifa pake cadar , tertutup semua tanpa ada celah sedikitpun" saut Cahyo meledek Aziel .

"yeeee yang penasaran siapa , aku hanya mengira mbak Syifa ikut mengajar cahyo , ayo bereskan ini , sebentar lagi gelap" jawab Aziel .

"lah laaah , ngeles saja ziiiel ziel" saut Cahyo sambil meledek .

tanpa mereka sadar kiyai Ismajati tertawa tipis melihat mereka saling meledek .

"sungguh suasana hangat dan menyenangkan" gumam kiyai Ismajati.

maghrib pun tiba , kali ini Cahyo yang mengumandangkan Azdan.

Aziel tak menyangka , dibalik wajah lucu Cahyo yang berbadan gempal dan cara berbicara yang mengundang tawa , Cahyo pun merdu ketika mengumandangkan Adzan .

"waaahh si cahyo juga memiliki suara yang merdu saat adzan" gumam Aziel .

kiyai Ismajati dan muridnya pun melaksanakan shalat maghrib berjamaah .

setelah selesai melaksanakan shalat maghrib Aziel meminta teman-temannya untuk mengajarkan ia mengaji .

"Danu , Kun , Yo , ajari aku mengaji dong" ujar Aziel .

"apakah kau sudah hafal huruf Hijaiyah?" tanya Danu

"aku hafal , hanya belum bisa lancar membaca Alquran" jawab Aziel .

"sudah tahu tajwid ?" kembali Danu bertanya .

"belum paham semua sih , hanya sebagian seperti idhgam , ikhfa, iklab begitu saja hehe" jawab Aziel malu .

"tidak apa-apa , kau sudah memilik dasar , hanya tinggal meningkatkan saja , mari kalau begitu , kita sama-sama belajar" ujar Danu mengatur bahasa agar Aziel tidak berkesan sedang diajari .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Aziel belajarlahh mengaji semoga jadi orang hebat..

2025-01-23

0

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

studi

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!