Kuntadi dan ceritanya .

Hari demi hari Aziel jalani dengan ceria , dalam kehangatan dan kedaimaian yang ada di dalam padepokan Wasesa Segara membuat Aziel lupa akan waktu yang setiap saat berputar .

tak terasa sudah 2 minggu Aziel berada di padepokan Wasesa Segara .

ia pun teringat bahwa ia belum mengunjungi pak Kasim.

"karena terbawa suasana di padepokan ini aku sampai lupa kalau aku berjanji pada pak Kasim akan datang saat aku memiliki waktu senggang" gumam Aziel sambil menatap langit yang bertabur bintang .

"ziel , apakah kau sedang memikirkan sesuatu ?" kali ini Kuntadi yang mendatangi Aziel .

"hey Kun , tumben melintas disini , kukira tadi Cahyo karena Cahyo yang sering menggangguku" jawab Aziel .

"kebetulan saja aku ingin lewat sini , padepokan ini terlalu luas untuk kita yang hanya 4 orang hihi" ujar Kuntadi .

"iya , padepokan ini luas sekali , aku sampai tak habis fikir tempat seluas ini hanya di tinggali oleh beberapa orang saja" saut Aziel.

"mengapa belum istirahat ziel ? Apakah ada yang sedang mengganggu fikiranmu ?" tanya Kuntadi karena ia melihat Aziel murung.

"tidak Kun , hanya tiba-tiba teringat pak Kasim , seorang bapak yang mengantarku kesini , kamu ingat kan ?" jawab Aziel .

"ooo bapak itu , ada apa dengannya ? Apakah kamu masih mempunyai urusan yang belum terselesaikan dengan bapak itu ziel ?" tanya Kuntadi berusaha untuk mencairkan suasana .

"bukan itu , aku hanya memikirkan hendak mengunjunginya sabtu sore nanti , karena aku berjanji pada pak Kasim akan selalu mengunjunginya ketika aku ada waktu senggang" jawab Aziel .

"oooalah , kalau begitu kunjungi saja ziel , mempererat silaturahmi hehe" ujar Kuntadi .

"iya Kun , rencanaku seperti itu" jawab Aziel .

"lalu mengapa kamu belum istirahat Kun ?" Aziel kembali melanjutkan perbincangannya.

"aku sedang ingin berkeliling malam hari ini , mungkin karena aku kurang kegiatan seharian ini , makanya aku susah untuk memejamkan mata" jawab Kuntadi.

"haha apakah jika kurang lelah kamu seperti ini ?" tanya Aziel .

"ya ziel , aku jika kurang bergerak pada siang dan sore hari mataku enggan tertutup ketika malam , jadi sengaja berjalan mengitari padepokan ini , lumayan agar badanku terasa letih hehe" jawab Kuntadi .

"baiklah kalau begitu , jika kamu masih ingin mengitari padepokan silahkan Kun , maaf karena menyapaku malah kamu terhenti disini" ujar Aziel .

"ah tidak ziel , aku juga senang berbincang , tapi aku tidak sembarang memilih orang untuk berbincang" jawab Aziel .

"wah , mengapa seperti itu Kun ? , bukankah berbincang itu dengan siapa saja ?" tanya Aziel .

"ya memang sih berbincang bisa dengan siapa saja , tapi aku punya pengalaman pahit karena terlalu senang berbincang kepada sembarang orang , karena tanpa sadar kita terlarut dalam perbincangan itu dan akhirnya kita membuka sejarah hidup kita kepada orang lain" jawab Kuntadi .

"eeemmm apakah aku boleh tahu lebih dalam ? Karena aku masih belum bisa paham sepenuhnya Kun" Aziel masih bingung dengan pernyataan Kuntadi .

"jadi begini ziel , ku ceritakan saja garis besarnya kepadamu" ujar Kuntadi

"humm" Aziel mengangguk serius mendengarkan Kuntadi .

"aku pernah dikecewakan oleh seorang teman , awalnya aku hanya bercerita , tetapi karena aku terlarut dalam perbincangan tersebut akhirnya aku menceritakan apa yang harusnya kupendam sendiri"

"persoalan apa itu Kun ?" Aziel semakin antusias mendengar cerita Kuntadi .

Melihat Aziel yang antusias , dan menurut penilaian Kuntadi Aziel adalah sosok yang polos dan tidak mungkin menceritakan persoalan orang lain , akhirnya Kuntadi pun memberanikan diri untuk bercerita.

"aku berasal dari keluarga miskin , ayahku hanya seorang buruh tani , ibuku juga kerap membantu ayahku menggarap sawah dan ladang juragan di desaku . dan awal kisah kekecewaanku adalah ketika aku menduduki sekolah menengah pertama . disaat itu sudah bisa membedakan mana wanita yang cantik dan mana yang kurang cantik" ujar Kuntadi .

Aziel masih terlihat bingung , tapi Aziel masih terlihat antusias mendengar cerita Kuntadi .

Kuntadi pun melanjutkan ceritanya

"aku tertarik pada seorang gadis , dia memiliki paras cantik , kulit kuning langsat , rambut panjang terurai , mata besar yang indah , hidung yang lucu karena tidak terlalu mancung , tingginya kira-kira sebahuku" ujar Kuntadi sambil tersenyum membayangkan wanita idamannya.

Aziel terpaku melihat ekspresi Kuntadi , yang biasanya terlihat dingin dan diam , malam itu Aziel melihat kuntadi tersenyum berseri-seri karena membayangkan wanita idamannya .

namun seketika wajah Kuntadi berubah sedih ketika ia melanjutkan ceritanya .

"namun semua itu hanya sebatas impian , karena hanya bisa kulihat dan tak akan bisa kumiliki , gadis itu adalah anak dari saudagar dimana tempat ayahku bekerja , sangat tidak mungkin aku memilikinya , sampai pada akhirnya aku hanya bisa memendam dan ternyata berdampak buruk bagi keluargaku"

"mengapa bisa berdampak buruk Kun ?" tanya Aziel masih dengan antusias tinggi .

"ya , aku bercerita kepada salah seorang temanku soal aku menyukai anak dari majikan ayahku , kami dekat , biasa bermain bersama , tapi satu waktu itu membuat aku menutup diri dan memutuskan untuk tidak banyak bicara apalagi berbincang" jawab Kuntadi menatap Aziel

"humm humm" Aziel masih antusias menperhatikan Kuntadi sambil menganggukkan kepalanya .

"entah dalam keadaan sadar atau tidak , entah dengan sengaja atau tidak sengaja , temanku menceritakan persoalanku yang menyukai anak majikan ayahku , hingga sampai ke telinga majikan ayahku , dan dia pun murka , karena anak semata wayangnya disukai oleh lelaki dari kalangan bawah" lanjut Kuntadi bercerita.

"wah ? Lalu lalu apa yang terjadi setelah itu ?" Aziel semakin antusias

"ya akhirnya semua berimbas ke keluargaku , majikan memarahi ayahku , berpesan pada ayahku agar mendidikku dengan benar , jangan sekali-sekali bermimpi bisa memiliki anak dari saudagar kaya , ayahku pun memberiku nasihat , dan singkatnya ayahku diberhentikan dari tempatnya bekerja dan dikucilkan di desa" Kuntadi melanjutkan cerita .

"mengapa bisa sampai separah itu ya ? sebenarnya apa yang menjadi masalah saudagar itu ? Aku sampai tak habis fikir" Aziel pun geram dan berkomentar .

"aku pun tak menyangka bisa sampai separah itu dampaknya , namun itulah kenyataannya , mungkin karena perbedaan kasta yang begitu jauh dan saudagar itu merasa terhina bila anaknya disukai oleh pria yang berasal dari golongan bawah , sekarang ayah dan ibuku dikucilkan dan akhirnya ayah dan ibuku kembali ke desa tempat kakekku berada" sambung Kuntadi .

Aziel tercengang karena Kuntadi mempunyai kisah pilu di masa lalunya yang sampai melibatkan keluarganya.

*ternyata itu yang membuatnya bersikap dingin kepada semua orang , sangat tak disangka* Aziel bergumam dalam hati .

"apakah teman yang lain mengetahui ceritamu ini Kun ?" tanya Aziel .

"tidak , aku hanya bercerita kepadamu saja , kepada yang lain aku ragu dan enggan bercerita , tapi entah mengapa kamu berbeda , mungkin kamu orang yang bisa jadi pendengar setia hehe" ujar Kuntadi.

"jangan memuji berlebihan Kun , tapi aku memang senang mendengar orang bercerita" jawab Aziel .

"yasudah kalau begitu , sepertinya sudah mulai larut , aku akan kembali ke tempatku , kamu juga pasti akan mengerjakan amalan kan ?" ujar Kuntadi berpamitan kepada Aziel .

"oh iya , aku hampir lupa , baiklah kalau begitu , tidak usah segan atau malu untuk bercerita ya" Jawab Aziel .

Aziel yang mendapat ilmu baru dari cerita Kuntadi , berfikir bahwa memang seharusnya tidak perlu kita menceritakan tentang hidup orang lain , yang mungkin terlihat dan terdengar sepele nyatanya malah membawa petaka akibat menceritakan persoalan orang lain .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Aziel, kamu mendapatkan arti hidup dengan sendirinya bahwa tidak perlu menceritakan keadaan orang lain kalau orang itu sedang berkeluh kesah kepada kita, justru kita harus menjadi pendengar dan berikan masukan supaya semangat kembali.

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!