Syifa Qothrunnada

Dengan mata terbelalak , setelah meregangkan badan Aziel terkejut karena teman-teman beserta gurunya sudah ada di depan kamarnya .

"ya mbah" jawab Aziel sembari berjalan menghampiri guru dan teman-temannya.

dengan wajah kebingungan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya .

"Aziel , apakah kamu tidak merasakan sesuatu ?" tanya kiyai Ismajati.

"tidak mbah , sejak jam 12 menjalankan shalat sunnah hajat lalu melanjutkan amalan dan ini baru saja selesai mbah" jawab Aziel .

"ziel , mbok sing eling ziel , mosok kamu gak merasakan apa-apa" ujar Cahyo tak sengaja sedikit menggunakan bahasa daerah .

"aku tidak merasakan apa-apa Yo , sebetulnya apa yang sedang terjadi ?" jawab Aziel sembari menanyakan kebingungannya.

*apakah getaran tadi dampak dari tenaga dalam dengan kekuatan yang besar yang selama ini bersemayam di tubuh Aziel ? dan sesak nafas yang muncul secara tiba-tiba itu apakah dari tekanan energi yang dahsyat yang ada di dalam tubuh Aziel ? aku sungguh tak menyangka bisa sampai seperti itu , tetapi mengapa Aziel malah tidak merasakan apa-apa?* gumam kiyai Ismajati dalam hatinya .

Danu , Kuntadi dan Cahyo , terlebih kiyai Ismajati heran melihat Aziel yang memang sepertinya benar-benar tidak merasakan apa yang sudah terjadi.

"sudah sudah tidak perlu dibahas , yang penting Aziel dalam keadaan baik-baik saja" ujar kiyai Ismajati memotong pembicaraan muridnya .

"Yasudah , kalian bisa kembali ke tempat tidur kalian masing-masing" Lanjut Kiyai Ismajati.

"baik mbah" jawab para murid .

Cahyo , Kuntadi dan Danu pun melangkah kembali ke tempat tidurnya masing-masing .

sementara itu kiyai Ismajati menghampiri Aziel .

"Aziel .." kiyai Ismajati memanggil Aziel .

"ya mbah" jawab Aziel .

"mengapa wajahmu terlihat kebingungan , apa yang sedang kau pikirkan nak ?" tanya kiyai Ismajati sembari membuka pembicaraan.

"bukan hal penting mbah , hanya saja beberapa hari ini murid Aziel merasa ada yang aneh dan tidak seperti biasanya" jawab Aziel .

"mengapa kau mengubah kosa katamu ? tidak perlu memakai kata murid , kalian semua yang ada disini kuanggap sebagai anakku" ujar kiyai Ismajati.

"tidak apa-apa mbah , hanya saja kurang pantas jika menggunakan kata Aku dan Saya ketika berbicara dengan mbah" jawab Aziel .

"yaaa kalau begitu cukup sebut namamu saja , tidak perlu menggunakan kata murid" ujar kiyai Ismajati sambil tersenyum .

"apa yang mengganggumu nak ?" coba ceritakan , barangkali aku selaku gurumu bisa menjadi pendengar yang baik atau mungkin bisa memberi solusi jika memang itu suatu permasalahan" Lanjut kiyai Ismajati.

"sebetulnya seperti yang Aziel katakan di awal mbah , ini bukan hal penting namun tidak dipungkiri hal itu mengganggu Aziel , ditambah dengan kejadian barusan , yang lain bahkan sampai mbah pun merasakan hal yang sama tetapi mengapa Aziel tidak merasakan apapun dan terasa normal saja" jawab Aziel memberi sedikit cerita singkat kepada gurunya .

"hal apa saja , selain kejadian malam ini ? mari kita berbincang di depan kediamanku sembari bersantai , nanti akan kuminta Syifa agar membuat teh hangat" ajak kiyai Ismajati kepada Aziel .

mendengar nama Syifa Aziel pun tanpa ragu menerima ajakan kiyai Ismajati,

"baik mbah dengan senang hati" jawab Aziel dengan wajah ceria .

"Alhamdulillaaaah ... duduklah nak , usahakan pikiranmu bebas dan tidak terbebani" ujar kiyai Ismajati tersenyum melihat Aziel .

"baik mbah" jawab Aziel .

"Syifaa , naaak ... Syifaaa" kiyai Ismajati memanggil putrinya .

"maaf mbah sepertinya mbak syifa sudah tidur , tidak perlu dibangunkan , jika mbah ingin meminum teh biar Aziel saja yang membuatnya" ujar Aziel kepada gurunya .

"iya , sepertinya Syifa melanjutkan istirahatnya , jika kamu tidak keberatan , masuk saja ke pawon nak Aziel" ujar kiyai Ismajati .

"baik mbah" jawab Aziel .

Aziel pun menuju pawon untuk membuat teh.

"ini mbah teh nya" Aziel datang membawa 2 gelas teh .

"terimakasih , duduklah , lalu ceritakan apa yang mengganggumu" ujar kiyai Ismajati.

"baik mbah , sebenarnya sudah 2 malam ini Aziel merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya mbah" jawab Aziel .

"lalu ? hal apa itu ?" tanya kiyai Ismajati.

"malam kemarin Aziel sewaktu sedang mengerjakan amalan Aziel merasa badan ini menjadi sangat segar dan sangat bertenaga , memang itu bukan hal yang luar biasa namun Aziel merasakan seperti ada yang berbeda di badan Aziel , selain menjadi segar dan lebih bertenaga tapi ada hal lain yang berbeda namun tidak bisa diungkapkan mbah , Aziel bingung apa yang harus diungkapkan dengan apa yang Aziel rasakan" Aziel menjelaskan apa yang ia rasakan kemarin saat ia mengerjakan amalan .

"lalu selanjutnya ?" tanya kiyai Ismajati.

"dan malam ini Aziel sangat bingung dengan kejadian barusan , Kuntadi , Cahyo dan Danu bahkan mbah pun merasakan apa yang mereka rasakan , dan yang lebih membingungkan Aziel mendengar tanah yang bergetar dan sesak nafas yang tiba-tiba saja terjadi , itu membuat Aziel bingung karena selama di dalam kamar Aziel tidak merasakan apa-apa, sungguh kejadian yang sangat membingungkan" Aziel lanjut menjelaskan hal yang membuatnya bingung .

"ya , untuk malam yang pertama mungkin ada energi yang masuk kedalam tubuhmu berkat amalan yang kau kerjakan , namun yang kedua memang sulit dijelaskan karena diantara kita semua disini merasakan hal yang sama bahkan putriku Syifa juga merasakannya , kecuali kamu nak Aziel , jujur saja aku pun bingung , bukan hanya kamu saja nak" ujar kiyai Ismajati.

"ya mbah , mungkin suatu saat nanti akan ada jawabannya , karena tidak ada persoalan yang tidak memiliki jawaban hehe" ujar Aziel sembari tersenyum lebar .

"haha kamu sepertinya mempunyai sifat legowo , bisa menerima dan menunggu waktu yang sudah ditentukan" ujar kiyai Ismajati yang juga ikut tersenyum .

"mungkin saja mbah , karena Aziel merasa hanya biasa-biasa saja" jawab Aziel .

"minumlah teh nya selagi hangat nak" ujar kiyai Ismajati.

"baik mbah , Aziel minum tehnya" jawab Aziel .

"minum saja , kan kamu sendiri yang membuatnya haha" ujar kiyai Ismajati tertawa senang melihat sikap dan karekter Aziel yang lugu , menjaga sopan santun dan menghargai orang yang lebih tua darinya.

selagi kiyai Ismajati dan Aziel asyik bercerita menceritakan pengalamannya satu sama lain , Syifa tak sengaja terbangun dari tidurnya dan menperhatikan ayahnya dengan heran karena baru kali ini ayahnya bisa sedekat itu dengan muridnya , selama kiyai Ismajati mendirikan padepokan Syifa belum pernah melihat ayahnya bisa sedekat itu dengan para muridnya apalagi terlihat sangat lepas dan seperti tak ada hubungan antara murid dan guru , terlihat seperti temannya yang sedang menemani berbincang.

#tumben abi mau berbincang di waktu begini , dan tumben sekali mau berbincang dengan muridnya dengan santai begitu# gumam Syifa dalam hati.

*kreeek*

Syifa pun membuka pintu dan menghampiri ayahnya.

"abi , mengapa di waktu begini abi masih berbincang ? apakah abi tidak istirahat ?"

Syifa berdiri di depan pintu bertanya pada ayahnya .

mata Aziel terbuka lebar dan terkesima dengan Syifa yang tiba-tiba muncul.

Aziel sampai tak mengedipkan matanya karena baru pertama ini melihat Syifa .

"syifa , abi sepertinya menunggu waktu subuh saja , tidak nyaman rasanya jika tidur diwaktu begini" jawab kiyai Ismajati.

saat kiyai Ismajati menjawab pertanyaan putrinya pun Aziel masih terpaku melihat Syifa yang pada saat itu lupa mengenakan cadarnya .

tak sadar kiyai Ismajati pun melihat Aziel seakan terpukau melihat bidadari syurga .

"syifa , segeralah masuk , sepertinya dirimu lupa mengenakan cadar nak" ujar kiyai Ismajati mengingatkan putrinya.

"astaghfirullah, aku lupa abi , maafkan aku" syifa berlari kedalam .

"26 tahun aku mendirikan padepokan ini , mungkin sudah ratusan orang yang menjadi muridku , baru kamu saja yang melihay wajah putriku , sebab syifa sejak kecil sudah menggunakan cadar , bukan aku yang menyuruhnya namun keinginannya sendiri , mungkin karena melihat almarhumah ibunya makanya dia juga ingin menggunakan cadar" celetuk kiyai Ismajati menceritakan putrinya kepada Aziel .

"innalilahi wa innailaihi rojiun , maaf mbah Aziel tidak bermaksud membuat mbah mengingat masa lalu" jawab Aziel dengan polos .

#ya Allah ternyata kiyai Ismajati dan Syifa sudah ditinggalkan lebih dulu oleh orang tercintanya# gumam Aziel dalam hati .

"nak Aziel..." kiyai Ismajati memanggil Aziel yang terlihat sedang berfikir karena mengalihkan pandangannya ke bawah .

"eh iya mbah , maaf Aziel melamun" jawab Aziel .

"haha , ya begitulah , Syifa sudah ditinggalkan ummi nya sejak Syifa berumur 2 tahun , dan sekarang Syifa sudah berumur 24 tahun , Syifa Qothrunnada namanya , alhamdulillah ia patuh padaku dan mewarisi sifat umminya yang lembut dan penyayang" ujar kiyai Ismajati.

tak terasa perbincangan itu membawa mereka berdua ke waktu subuh .

Adzan pun sudah berkumandang , kiyai Ismajati pun mengajak Aziel bergegas untuk ke mushola.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Wahh Aziel kayaknya berjodoh dengan Syifa, pak Kyai pun juga tidak keberatan sepertinya..

2025-01-23

0

Nuri Maulidia

Nuri Maulidia

wh sprny seru klw bkin crt lg ygemng asli kturunn ap gt

2024-07-29

1

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!