Dengan mata terbelalak , setelah meregangkan badan Aziel terkejut karena teman-teman beserta gurunya sudah ada di depan kamarnya .
"ya mbah" jawab Aziel sembari berjalan menghampiri guru dan teman-temannya.
dengan wajah kebingungan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya .
"Aziel , apakah kamu tidak merasakan sesuatu ?" tanya kiyai Ismajati.
"tidak mbah , sejak jam 12 menjalankan shalat sunnah hajat lalu melanjutkan amalan dan ini baru saja selesai mbah" jawab Aziel .
"ziel , mbok sing eling ziel , mosok kamu gak merasakan apa-apa" ujar Cahyo tak sengaja sedikit menggunakan bahasa daerah .
"aku tidak merasakan apa-apa Yo , sebetulnya apa yang sedang terjadi ?" jawab Aziel sembari menanyakan kebingungannya.
*apakah getaran tadi dampak dari tenaga dalam dengan kekuatan yang besar yang selama ini bersemayam di tubuh Aziel ? dan sesak nafas yang muncul secara tiba-tiba itu apakah dari tekanan energi yang dahsyat yang ada di dalam tubuh Aziel ? aku sungguh tak menyangka bisa sampai seperti itu , tetapi mengapa Aziel malah tidak merasakan apa-apa?* gumam kiyai Ismajati dalam hatinya .
Danu , Kuntadi dan Cahyo , terlebih kiyai Ismajati heran melihat Aziel yang memang sepertinya benar-benar tidak merasakan apa yang sudah terjadi.
"sudah sudah tidak perlu dibahas , yang penting Aziel dalam keadaan baik-baik saja" ujar kiyai Ismajati memotong pembicaraan muridnya .
"Yasudah , kalian bisa kembali ke tempat tidur kalian masing-masing" Lanjut Kiyai Ismajati.
"baik mbah" jawab para murid .
Cahyo , Kuntadi dan Danu pun melangkah kembali ke tempat tidurnya masing-masing .
sementara itu kiyai Ismajati menghampiri Aziel .
"Aziel .." kiyai Ismajati memanggil Aziel .
"ya mbah" jawab Aziel .
"mengapa wajahmu terlihat kebingungan , apa yang sedang kau pikirkan nak ?" tanya kiyai Ismajati sembari membuka pembicaraan.
"bukan hal penting mbah , hanya saja beberapa hari ini murid Aziel merasa ada yang aneh dan tidak seperti biasanya" jawab Aziel .
"mengapa kau mengubah kosa katamu ? tidak perlu memakai kata murid , kalian semua yang ada disini kuanggap sebagai anakku" ujar kiyai Ismajati.
"tidak apa-apa mbah , hanya saja kurang pantas jika menggunakan kata Aku dan Saya ketika berbicara dengan mbah" jawab Aziel .
"yaaa kalau begitu cukup sebut namamu saja , tidak perlu menggunakan kata murid" ujar kiyai Ismajati sambil tersenyum .
"apa yang mengganggumu nak ?" coba ceritakan , barangkali aku selaku gurumu bisa menjadi pendengar yang baik atau mungkin bisa memberi solusi jika memang itu suatu permasalahan" Lanjut kiyai Ismajati.
"sebetulnya seperti yang Aziel katakan di awal mbah , ini bukan hal penting namun tidak dipungkiri hal itu mengganggu Aziel , ditambah dengan kejadian barusan , yang lain bahkan sampai mbah pun merasakan hal yang sama tetapi mengapa Aziel tidak merasakan apapun dan terasa normal saja" jawab Aziel memberi sedikit cerita singkat kepada gurunya .
"hal apa saja , selain kejadian malam ini ? mari kita berbincang di depan kediamanku sembari bersantai , nanti akan kuminta Syifa agar membuat teh hangat" ajak kiyai Ismajati kepada Aziel .
mendengar nama Syifa Aziel pun tanpa ragu menerima ajakan kiyai Ismajati,
"baik mbah dengan senang hati" jawab Aziel dengan wajah ceria .
"Alhamdulillaaaah ... duduklah nak , usahakan pikiranmu bebas dan tidak terbebani" ujar kiyai Ismajati tersenyum melihat Aziel .
"baik mbah" jawab Aziel .
"Syifaa , naaak ... Syifaaa" kiyai Ismajati memanggil putrinya .
"maaf mbah sepertinya mbak syifa sudah tidur , tidak perlu dibangunkan , jika mbah ingin meminum teh biar Aziel saja yang membuatnya" ujar Aziel kepada gurunya .
"iya , sepertinya Syifa melanjutkan istirahatnya , jika kamu tidak keberatan , masuk saja ke pawon nak Aziel" ujar kiyai Ismajati .
"baik mbah" jawab Aziel .
Aziel pun menuju pawon untuk membuat teh.
"ini mbah teh nya" Aziel datang membawa 2 gelas teh .
"terimakasih , duduklah , lalu ceritakan apa yang mengganggumu" ujar kiyai Ismajati.
"baik mbah , sebenarnya sudah 2 malam ini Aziel merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya mbah" jawab Aziel .
"lalu ? hal apa itu ?" tanya kiyai Ismajati.
"malam kemarin Aziel sewaktu sedang mengerjakan amalan Aziel merasa badan ini menjadi sangat segar dan sangat bertenaga , memang itu bukan hal yang luar biasa namun Aziel merasakan seperti ada yang berbeda di badan Aziel , selain menjadi segar dan lebih bertenaga tapi ada hal lain yang berbeda namun tidak bisa diungkapkan mbah , Aziel bingung apa yang harus diungkapkan dengan apa yang Aziel rasakan" Aziel menjelaskan apa yang ia rasakan kemarin saat ia mengerjakan amalan .
"lalu selanjutnya ?" tanya kiyai Ismajati.
"dan malam ini Aziel sangat bingung dengan kejadian barusan , Kuntadi , Cahyo dan Danu bahkan mbah pun merasakan apa yang mereka rasakan , dan yang lebih membingungkan Aziel mendengar tanah yang bergetar dan sesak nafas yang tiba-tiba saja terjadi , itu membuat Aziel bingung karena selama di dalam kamar Aziel tidak merasakan apa-apa, sungguh kejadian yang sangat membingungkan" Aziel lanjut menjelaskan hal yang membuatnya bingung .
"ya , untuk malam yang pertama mungkin ada energi yang masuk kedalam tubuhmu berkat amalan yang kau kerjakan , namun yang kedua memang sulit dijelaskan karena diantara kita semua disini merasakan hal yang sama bahkan putriku Syifa juga merasakannya , kecuali kamu nak Aziel , jujur saja aku pun bingung , bukan hanya kamu saja nak" ujar kiyai Ismajati.
"ya mbah , mungkin suatu saat nanti akan ada jawabannya , karena tidak ada persoalan yang tidak memiliki jawaban hehe" ujar Aziel sembari tersenyum lebar .
"haha kamu sepertinya mempunyai sifat legowo , bisa menerima dan menunggu waktu yang sudah ditentukan" ujar kiyai Ismajati yang juga ikut tersenyum .
"mungkin saja mbah , karena Aziel merasa hanya biasa-biasa saja" jawab Aziel .
"minumlah teh nya selagi hangat nak" ujar kiyai Ismajati.
"baik mbah , Aziel minum tehnya" jawab Aziel .
"minum saja , kan kamu sendiri yang membuatnya haha" ujar kiyai Ismajati tertawa senang melihat sikap dan karekter Aziel yang lugu , menjaga sopan santun dan menghargai orang yang lebih tua darinya.
selagi kiyai Ismajati dan Aziel asyik bercerita menceritakan pengalamannya satu sama lain , Syifa tak sengaja terbangun dari tidurnya dan menperhatikan ayahnya dengan heran karena baru kali ini ayahnya bisa sedekat itu dengan muridnya , selama kiyai Ismajati mendirikan padepokan Syifa belum pernah melihat ayahnya bisa sedekat itu dengan para muridnya apalagi terlihat sangat lepas dan seperti tak ada hubungan antara murid dan guru , terlihat seperti temannya yang sedang menemani berbincang.
#tumben abi mau berbincang di waktu begini , dan tumben sekali mau berbincang dengan muridnya dengan santai begitu# gumam Syifa dalam hati.
*kreeek*
Syifa pun membuka pintu dan menghampiri ayahnya.
"abi , mengapa di waktu begini abi masih berbincang ? apakah abi tidak istirahat ?"
Syifa berdiri di depan pintu bertanya pada ayahnya .
mata Aziel terbuka lebar dan terkesima dengan Syifa yang tiba-tiba muncul.
Aziel sampai tak mengedipkan matanya karena baru pertama ini melihat Syifa .
"syifa , abi sepertinya menunggu waktu subuh saja , tidak nyaman rasanya jika tidur diwaktu begini" jawab kiyai Ismajati.
saat kiyai Ismajati menjawab pertanyaan putrinya pun Aziel masih terpaku melihat Syifa yang pada saat itu lupa mengenakan cadarnya .
tak sadar kiyai Ismajati pun melihat Aziel seakan terpukau melihat bidadari syurga .
"syifa , segeralah masuk , sepertinya dirimu lupa mengenakan cadar nak" ujar kiyai Ismajati mengingatkan putrinya.
"astaghfirullah, aku lupa abi , maafkan aku" syifa berlari kedalam .
"26 tahun aku mendirikan padepokan ini , mungkin sudah ratusan orang yang menjadi muridku , baru kamu saja yang melihay wajah putriku , sebab syifa sejak kecil sudah menggunakan cadar , bukan aku yang menyuruhnya namun keinginannya sendiri , mungkin karena melihat almarhumah ibunya makanya dia juga ingin menggunakan cadar" celetuk kiyai Ismajati menceritakan putrinya kepada Aziel .
"innalilahi wa innailaihi rojiun , maaf mbah Aziel tidak bermaksud membuat mbah mengingat masa lalu" jawab Aziel dengan polos .
#ya Allah ternyata kiyai Ismajati dan Syifa sudah ditinggalkan lebih dulu oleh orang tercintanya# gumam Aziel dalam hati .
"nak Aziel..." kiyai Ismajati memanggil Aziel yang terlihat sedang berfikir karena mengalihkan pandangannya ke bawah .
"eh iya mbah , maaf Aziel melamun" jawab Aziel .
"haha , ya begitulah , Syifa sudah ditinggalkan ummi nya sejak Syifa berumur 2 tahun , dan sekarang Syifa sudah berumur 24 tahun , Syifa Qothrunnada namanya , alhamdulillah ia patuh padaku dan mewarisi sifat umminya yang lembut dan penyayang" ujar kiyai Ismajati.
tak terasa perbincangan itu membawa mereka berdua ke waktu subuh .
Adzan pun sudah berkumandang , kiyai Ismajati pun mengajak Aziel bergegas untuk ke mushola.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Wahh Aziel kayaknya berjodoh dengan Syifa, pak Kyai pun juga tidak keberatan sepertinya..
2025-01-23
0
Nuri Maulidia
wh sprny seru klw bkin crt lg ygemng asli kturunn ap gt
2024-07-29
1