Hari pertama Aziel berada di padepokan Wasesa Segara , Aziel terlihat sedang duduk bersama beberapa murid kiyai Ismajati .
tak lama kemudian Kiyai Ismajati pun datang menghampiri murid-muridnya tersebut .
"waaah sedang berbincang apa terlihat serius sekali" ujar kiyai Ismajati sambil menyapa murid-muridnya.
"Mbah , kami sedang memberi arahan kepada Aziel , karena Aziel menanyakan kegiatan apa saja yang harus dilakukan di padepokan ini" jawab salah satu murid kiyai Ismajati .
"ooo begitu , Alhamdulillah kalau begitu adanya , ingat ya , merangkul dan peduli kepada sesama , jangan pernah membedakan terhadap sesama , karena manusia terutama muslim seperti kita silaturahmi lah yang menguatkan tali persaudaraan , silaturahmi lah yang menjaga ikatan persaudaraan antar umat beragama" ujar kiyai Ismajati tersenyum lebar senang melihat murid-muridnya berkumpul dan bisa merangkul orang baru seperti Aziel .
"baik Mbah , kami ingat pesan Mbah" ujar seorang murid .
"kalian lanjutkan pembicaraan kalian , Danu , Cahyo , Kuntadi jangan lupa untuk mengamalkan amalan rutin ya" lanjut kiyai Ismajati sembari mengingatkan muridnya .
"Baik mbah" jawab serentak ketiga murid kiyai Ismajati.
"apakah sebutan Mbah tadi di tujukan kepada kiyai Ismajati?" tanya Aziel bingung .
"ya , kiyai Ismajati lebih senang dipanggil Mbah , beliau tidak mau dipanggil kiyai karena seakan terlalu membanggakan gelar kiyai nya" jawab Kuntadi .
"betul , kiyai Ismajati sangat rendah hati , bahkan jika sedang berada di luar daerah pun beliau tidak memberitahu bahwa beliau seorang kiyai , menurutnya gelar kiyai terlalu sakral dan hanya untuk orang-orang yang sudah bersih hatinya" saut Cahyo .
"begitulah kiyai Ismajati, beliau selalu merasa belum pantas menerima gelar itu , sungguh jiwa rendah hati yang dahsyat" saut Danu .
Aziel mengangguk mendengar murid-murid kiyai Ismajati menilai gurunya .
"ternyata masih ada orang yang memiliki sifat rendah hati walaupun beliau di agungkan oleh masyarakat sekitar , sungguh berjiwa mulia" Aziel bergumam dalam hati .
"ziel , sampai disini dulu pembicaraan kita , esok kita lanjut kembali , karena sudah larut malam saatnya kami melakukan amalan yang diperintahkan oleh mbah" ujar Danu .
"iya ziel , kita amalan dulu , kamu kan belum diberi amalan oleh mbah , jadi kamu malam ini istirahat lebih awal saja" saut Cahyo .
"baiklah , silahkan lanjutkan kegiatan kalian , terimakasih sudah mau berbincang dan memberi arahan kepadaku" ucap Aziel sambil menundukkan kepala memberi tanda hormatnya kepada murid-murid kiyai Ismajati.
"tidak perlu canggung begitu , kita kan seumuran , jadi rileks saja ziel" saut Kuntadi .
"kami beranjak dulu dari sini , beristirahatlah ziel , ayo kita ke mushola" lanjut kuntadi sembari mengajak cahyo dan danu .
Danu , Cahyo dan Kuntadi pun beranjak pergi ke mushola . Sementara Aziel masih duduk bersandar di papan depan tempat tidurnya .
"sungguh pengalaman luar biasa , aku bisa dapat teman sekaligus keluarga baru disini , Desa Giriasem , desa ini lah yang membuat aku merasa seperti berada di lingkungan keluarga , sangat jauh berbeda dengan keadaan dan situasi saat berada dirumah , disini jauh lebih nyaman dan tentram , dan aku bisa merasakan kehangatan yang muncul dari dalam hati setiap orangnya , aku sangat bersyukur bisa tiba ditempat ini" Aziel bergumam terharu karena perjalanannya tidak sia-sia .
sambil menatap bulan yang sedang terang malam itu , Aziel terpukau dengan pemandangan langit yang indah dipenuhi bintang . Tak henti Aziel mengucap rasa syukur dan tak terasa air mata pun menetes karena terharu dengan apa yang sudah ia dapatkan .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Fatkhur Kevin
up
2024-07-11
1