Aziel ..!!

Hari demi hari dilalui oleh Aziel di Padepokan Wasesa Segara.

tak terasa sudah 2 bulan Aziel menimba ilmu di padepokan itu. seketika ia mengingat dan bertanya-tanya bagaimana keadaan orangtuanya , karena bagaimanapun mereka adalah orangtuanya .

terlihat Aziel sedang melamun di bawah pohon mangga yang bersampingan dengan mushola.

dari arah lain Kuntadi yang hendak menuju pendopo menghampiri Aziel yang sedang termenung menatap langit.

"ziel..." sapa Kuntadi sambil menepuk pundak Aziel .

"eh , Kuntadi . hendak kemana ?" tanya Kuntadi tersadar dari lamunannya .

"awalnya aku hendak ke pendopo , tetapi melihatmu sedang termenung aku berfikir untuk menghampirimu , apa yang sedang kau pikirkan ziel ?" jawab Kuntadi dan bertanya kepada Aziel .

"tidak ada kok Kun , hanya sepintas aku mengingat orangtuaku saja" jawab Aziel .

"ooohh , mengapa tidak meminta izin untuk pulang dan melihat keadaan orangtuamu ?" ujar Kuntadi memberi saran kepada Aziel .

"tidak perlu Kun , aku yakin mereka baik-baik saja" jawab Aziel sambil tersenyum .

"kenapa kamu bisa begitu yakin ? sedangkan kamu saja belum melihat secara langsung" ujar Kuntadi .

"yaaaa seharusnya dengan status dan kehidupan sehari-harinya mereka baik-baik saja" jawab Aziel.

"sepertinya benar dugaanku , kamu anak dari keluarga berkecukupan" ujar Kuntadi .

"mengapa kamu bisa mempunyai dugaan seperti itu ?" Aziel bertanya seakan Kuntadi sedang bergurau .

"yaaaa dari awal datang ke padepokan ini memang sudah terlihat , wajah wajah sepertimu ini sangat meyakinkan bahw kamu berasal dari keluarga berkecukupan" ujar Kuntadi .

"mengapa dengan wajahku ? apakah ada yang salah dengan wajahku ?" tanya Aziel .

"tidak ada yang salah , hanya saja wajah sepertimu ini tidak memancarkan kesusahan , ditambah lagi dari awal kamu datang tujuan kamu adalah memepelajari arti sebuah hidup . tidak seperti aku yang memang berasal dari keluarga tak mampu dan datang kemari pun hanya bermodalkan badan dan pakaian yang aku kenakan pada saat itu" ujar Kuntadi .

"oh iya Kun , kamu sudah pernah lihat wajahnya mbak syifa belum ?" Aziel mengalihkan pembicaraan , berusaha agar tidak membicarakan hal yang berhubungan dengan materi dan apalah itu sebagainya . karena Aziel tidak senang membahas hal seperti itu .

"ah kamu mengalihkan pembicaraan , untuk apa menanyakan itu?" ujar Kuntadi kesal karena Aziel mengalihkan pembicaraan.

"aku penasaran bagaimana wajah mbak syifa , sepertinya sangat cantik bukan ?" saut Aziel yang sedang berlagak belum pernah melihat syifa .

"ya aku tidak tahu , mbak syifa kan pakai cadar , jadi mana aku tahu" jawab Kuntadi.

"kukira kamu sudah pernah melihat mbak syifa tidak menggunakan cadar" ujar Aziel sambil tersenyum membayangkan betapa cantiknya paras Syifa .

"aneh-aneh saja kamu ini , perempuan yang memakai cadar tidak akan pernah melepas cadarnya" ujar Kuntadi

#syifa , aku sungguh tak menyangka ada paras secantik itu dibalik cadar yang polos tanpa corak# gumam Aziel dalam hati.

Aziel tersenyum-senyum sendiri , memandang awan yang seakan berjalan diatasnya , tak ada lain Aziel sedang bergumam dalam hati dan membayangkan Syifa .

melihat sikap Aziel yang aneh dan terlihat seperti orang kasmaran , ditambah Aziel juga tidak membalas percakapannya Kuntadi pun langsung menepuk pundak Aziel .

"weeee , aaaapa yang sedang kamu pikirkaaan ? kamu memang terlihat sangat aneh , seperti orang kasmaran , jangan-jangan kamu menyukai mbak syifa ?"

"membuat kaget saja menepuk seperti itu , jangan sok tahu kamuu , bagaimana mungkin aku menyukai mbak Syifa , wajahnya saja tidak ada yang tahu kecuali ayahnya , kiyai Ismajati , lalu bagaimna aku bisa menyukainya , aneh-aneh saja kamu Kuuun" jawab Aziel menutupi agar tak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan .

"masuk akal , tapi rasa suka itu tidak bisa hanya karena melihat paras ziel .. rasa suka , apalagi cinta , itu bisa timbul kapan saja dan tanpa melihat fisik lawan jenisnya , itu cinta yang tulus karena Allah" ujar Kuntadi seolah dia paham soal cinta .

"sepertinya kalau soal cinta kamu lebih berpengalaman ya Kun" jawab Aziel .

"sedikit banyak aku mempelajari apa yang sudah aku lewati" ujar Kuntadi.

waktu pun berjalan dengan cepat , tanpa sadar waktu sholat pun tiba , Aziel bergegas untuk mengumandangkan Adzan .

#sudah 2 bulan 8 hari aku berada disini , banyak pelajaran yang kudapat di padepokan ini terutama perihal agama , tak disangka dan tak terasa aku sudah menghabiskan waktu yang bukan sebentar disini. Namun aku harus bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaanku selama ini perihal energi dan kejadian yang tak kurasakan sementara yang lain merasakannya# gumam Aziel dalam hati .

Malam pun tiba , para murid pun sudah berada di tempat tidurnya masing-masing .

Aziel yang juga melaksanakan shalat hajat dan melanjutkan mengerjakan amalan duduk bersila dengan penuh konsentrasi .

Ketika Aziel sedang berkonsentrasi penuh mengerjakan amalan , tiba-tiba angin bertiup sangat kencang namun itu terjadi hanya didalam kamar Aziel , semua berhamburan tersapu angin yang berputar di kamar Aziel , gelas , hingga lampu tempel yang berbahan minyak tanah pun terjatuh .

Aziel masih melanjutkan amalannya , karena ia berfikir suara dan hembusan angin yang terjadi adalah ilusi dan hanya godaan untuk membatalkan dirinya mengerjakan amalan .

Peristiwa itu tak berlangsung lama , hanya beberapa menit saja , namun seisi kamar Aziel sudah berantakan dan sampai ada salah satu buku yang biasa ia baca terbakar oleh lampu tempel berbahan minyak yang jatuh itu .

Aziel mulai merasa tak nyaman ketika ia merasakan ada kepulan asap di dalam kamarnya , sesak yang ia rasakan membuatnya terpaksa membuka mata dan membatalkan amalannya .

"astaghfirullah" Aziel terkejut dengan keadaan kamarnya .

Kepulan asap yang semakin menebal dan mulai keluar dari celah-celah jendela kamar Aziel membuat Aziel sesak nafas dan tak berdaya .

#kok seperti bau asap ? pukul segini ada yang sedang membakar apa?# Cahyo bergumam dalam hati .

seketika Cahyo pun keluar dari kamarnya dan melihat sekitar mencari dimana berpusatnya asap itu .

ketika sedang memperhatikan sekitar , mata Cahyo berhenti dan membesar ketika melihat asap itu berasal dari kamar Aziel .

tanpa berpikir apapun Cahyo langsung berlaaaari menuju kamar Aziel sembari berteriak manggil Danu dan Kuntadi.

"Danuuuuu ..!!! Kuntadiiii..!!! Kamar Aziel kebakaraaaan !!!" teriak Cahyo panik melihat asap yang begitu tebal keluar dari kamar Aziel .

Danu dan kuntadi yang masih terjaga pun terkejut dan bergegas keluar dari kamarnya .

"innalilahi ..!! Aziel !" Kuntadi berlari secepat mungkin menuju kamar Aziel .

tak melewatkan Danu pun terlihat lari tunggang langgang menuju kamar Aziel .

Cahyo yang tiba lebih dulu di depan kamar Aziel tanpa pikir panjang langsung menerjang kedalam karena ia melihat kobaran api masih belum terlalu besar hanya saja asapnya memang sudah menutupi pengelihatan .

#masih bisa , akan ku terobos !!" Cahyo menerobos kedalam .

Melihat cahyo menerobos , danu dan kuntadi pun ikut menerobos asap tebal itu .

"mari gotong Aziel terlebih dahulu keluar !!!" Teriak Kuntadi .

Aziel pun berhasil dibawa keluar oleh ketiga temannya itu .

"ziel , Aziel .. !!! Sadar ziel !!! Danu , ambilkan air hangat dari pawon !!!" Teriak Kuntadi .

"azieeell , eling Ziel eliiing" Cahyo yang panik sudah meneteskan air mata takut terjadi apa-apa pada Aziel .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Yahhh Aziel pingsan kena asap kebakaran atau kena aura positif negatif..ruh titisan raja

2025-01-23

0

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

arti teman

2024-07-11

1

Teteh Lia

Teteh Lia

Kuntadi 👍

2024-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!