Kiyai Sukmoadji .

Fenomena yang dialami oleh kiyai Ismajati membuat beliau tak bisa memejamkan mata hingga waktu subuh tiba .

sepanjang malam kiyai Ismajati terbayang-bayang oleh kejadian yang baru saja beliau alami .

Setelah melaksanakan shalat subuh kiyai Ismajati langsung memberi pesan kepada muridnya bahwa hari ini tidak perlu menunggu kehadirannya saat sarapan dan makan siang .

"Cahyo , Danu , Kuntadi , Aziel , nanti tidak perlu menunggu kehadiranku saat sarapan dan makan siang , kalian langsung saja laksanakan sarapan dan makan siang jika sudah waktunya" ujar kiyai Ismajati.

para murid pun saling menoleh satu sama lain kebingungan.

"tidak usah bingung. ini karena saya ada keperluan lain , saya harus menemui rekan seperguruanku" lanjut kiyai Ismajati.

"baik mbah" jawab serentak para murid .

kiyai Ismajati pun bergegas meninggalkan mushola menuju kediamannya .

"putriku Syifa , hari ini abi akan menemui rekan seperguruan abi , jadi jika Danu dan yang lainnya hendak melaksanakan sarapan tolong tetap disiapkan ya nak" kiyai Ismajati berpesan kepada putrinya.

"apakah abi pergi dalam waktu yang lama ?" tanya Syifa .

"tidak , hanya sekedar bersilaturahmi sekaligus ada yang ingin abi bicarakan dengan seperguruan abi" jawab kiyai Ismajati.

"baiklah abi" ujar Syifa.

kiyai Ismajati pun segera bergegas karena perjalanan menuju tempat rekannya tersebut lumayan memakan waktu diperjalanan .

2 jam 25 menit pun berlalu , kiyai Ismajati pun tiba di padepokan milik rekannya , "assalamualaikum" kiyai Ismajati mengucap salam kepada rekannya yang sangat kebetulan rekannya tersebut sedang berada di pendopo , jadi kiyai Ismajati pun langsung menghampiri dan merangkul rekannya tersebut.

"saudaraku , sudah cukup lama kita tidak bertemu dan bersilaturahmi , bagaimana dengan keadaanmu" sapa kiyai Ismajati.

"kau lah yang terlalu terbawa suasana untuk mengasingkan diri , aku dengan rekan yang lain masih sering bertemu" jawab rekan kiyai Ismajati.

"kiyai Sukmoaji , memang belum berubah sampai sekarang hahaha" ujar kiyai Ismajati memandang wajah kiyai Sukmoaji sambil menggelengkan kepalanya .

kiyai Sukmoadji adalah salah satu rekan kiyai Ismajati , dahulu mereka bersama menempa ilmu dengan 3 rekan lainnya. namun hanya kiyai Ismajati dan kiyai Sukmoadji lah yang bisa lulus mencapai tingkat atas dari 5 orang tersebut .

"hahaha , bagaimana kabarmu Is ? dan bagaimana pondokmu ?" saut kiyai Sukmoadji .

"alhamdulillah kabarku baik-baik saja , dan pondokku juga berjalan sesuai harapanku" jawab kiyai Ismajati

"syukur Alhamdulillah, lalu bagaimna Syifa ? sekarang pasti dia sudah menjadi remaja wanita" kiyai Sukmoadji menanyakan Syifa.

"alhamdulillah, syifa tumbuh menjadi anak yang baik , shaleha , sangat persis dengan almarhumah uminya" jawab kiyai Ismajati.

"aku akan potong pembicaraan reuni ini Dji , ada hal yang ingin dan harus aku rundingkan bersamamu" lanjut kiyai Ismajati memotong pembahasan umum ketika reuni tersebut .

"baiklah , kau memang tidak berubah , selalu ingin mengupas inti dari sesuatu yang kau tuju . lantas perihal apa yang hendak kau rundingkan bersamaku ?" tanya kiyai Sukmoadji .

"adji , kau ingat Titisan Raja yang pernah guru ceritakan itu ?" ujar kiyai Ismajati .

"Titisan Raja ? ya , aku ingat , dan kita pun sempat mengupas perihal tersebut dengan guru , memangnya ada apa ?" saut kiyai Sukmoadji penasaran .

"apakah benar Titisan Raja itu benar ada ? dan apakah benar adanya tentang keistimewaan dan kemampuan orang yang menjadi titisan raja tersebut ?" tanya kiyai Ismajati bersemangat membahas persoalan itu.

"ya menurut yang disampaikan guru begitu adanya , itu memang ada , dan pasti ada , tapi entah siapa orangnya yang diberkahi dan terpilih , memangnya ada apa Is ? sepertinya kau berambisi sekali tentang Titisan Raja" jawab kiyai Sukmoadji.

"simpan dulu pertanyaanmu , biarkan aku bertanya dulu" saut kiyai Ismajati.

"hmmmmm" kiyai Sukmoadji semakin heran .

"adji , apakah kau ingat , titisan raja memiliki kemampuan untuk memancarkan auranya , dan aura itu berwarna apa ? aku hanya takut salah menafsirkan" lanjut Kiyai Ismajati.

"ya memang menurut sejarah dan pengetahuan dari guru kita seperi itu Is , titisan raja bisa menunjukan auranya karena ia memiliki aura yang berbeda dengan yang lain , dan aura itu berwarna keemasan disertai bercak kilauan-kilauan yang indah" jawab kiyai Sukmoadji .

"tak salah lagi , itu yang aku lihat semalam , aura yang mengelilingi padepokanku , dan bersumber dari salah satu muridku" kiyai Ismajati semakin mantap keyakinannya perihal titisan raja .

sontak mata kiyai Sukmoadji terbelalak karena terkejut , "tunggu tunggu , apa maksudmu ini Is , aku masih belum paham dengan pernyataanmu barusan" kiyai Sukmoadji semakin penasaran .

"jadi begini Dji , ada murid baru di padepokanku , dia belum genap 1 bulan berada di padepokan , setelah kurasa dia bisa menerima amalan kuberi lah dia amalan , karena niat dan tujuan muridku ini mencari jati diri dan menemukan arti hidup sesungguhnya" ungkap kiyai Ismajati.

"lalu , apa yang terjadi setelah itu ?"

"ini terjadi baru saja tadi malam , aku sedang terjaga karena sedang melaksanakan amalan , tetapi aku terganggu karena ada energi yang sangat kuat seakan memberitahu keberadaan energi itu , lantas aku keluar dari kediamanku , aku terkejut karena melihat aura warna keemasan yang mengitari seluruh padepokanku" ungkap kiyai Ismajati .

"lalu ? coba jangan kau hentikan begitu pembicaraanmu Is , membuat penasaran saja" saut kiyai Sukmoadji semakin penasaran.

"sabar , tenggorokanku kering , kau tidak sempat menyuruhku minum akhirnya kuminum saja tanpa tawaranmu" ujar kiyai Ismajati

"astaghfirullah , memang sama sekali tak berubah , lanjutkan pembahasannya" kiyai Sukmoadji tak sabar ingin mendengar pernyataan kiyai Ismajati.

"kulihat aura keemasan itu mengitari padepokanku , lalu ku susuri karena ingin tahu dari mana asalnya , aku pun terhenti di depan kamar salah satu muridku , awalnya tak percaya namun itu nyata kulihat dengan mata dan kepalaku sendiri . aura itu muncul dari seorang murid baru yang belum genap 1 bulan berada di padepokanku , dan aku yakin di sela-sela ia melakukan amalan aura itupun keluar dan aku semakin yakin bahwa muridku ini belum menyadari hal itu" ungkapan lanjutan kiyai Ismajati.

kiyai Sukomadji pun tak sadar matanya tak berkedip karena mendengar siapa yang mengeluarkan aura tersebut .

"Is , menurutku ini perlu kita gali lebih dalam lagi , dan kau pun harus memberi perhatian lebih kepada muridmu itu , yang maksudnya adalah kau perhatikan dan amati terus dia , untuk sekarang ini mari kita coba ingat-ingat dan gali lagi perihal Titisan Raja" ujar kiyai Sukmoadji .

mereka pun berunding membahas apa yang pernah gurunya sampaikan tentang Titisan Raja . dengan seksama dan penuh antusias terlihat dari pancaran wajah kedua kiyai itu . karena selama mereka menempa ilmu sampai sekarang ini mereka mempunyai padepokan baru ini kali pertama mendengar dan melihat langsung ciri-ciri dari yang namanya Titisan Raja .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Titisan Raja - keturunannya mungkin tetapi karena sudah keturunan jauhhh jadi tidak diperhatikan orang..

2025-01-23

0

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

titisan raja mana

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!