"silahkan masuk pak" sambut salah satu murid Kiyai Ismajati .
"baik , terimakasih" jawab pak Kasim .
pak Kasim dan Aziel pun masuk dan menghampiri tempat Kiyai Ismajati duduk .
"assalamualaikum kiyai" ucap salam pak Kasim sambil mencium tangan Kiyai Ismajati .
"walaikumsalam , kalau tidak salah ini pak Kasim ?" jawab Kiyai Ismajati sambil menyapa pak Kasim .
"benar kiyai , saya Kasim , bagaimana kabar kiyai , saya berharap kiyai sehat dan baik-baik saja" ujar pak Kasim .
"Alhamdulillah pak Kasim , seperti yang pak Kasim lihat berkat doa dan Kuasa Allah saya masih diberi kesehatan" jawab Kiyai Ismajati.
"syukur alhamdulilah kiyai saya turut senang mendengarnya" jawab pak Kasim .
"ada keperluan apa pak Kasim kemari , setelah beberapa bulan pak Kasim jarang bersilaturahmi ke tempat ini" ujar Kiyai Ismajati .
"mohon maaf sebelumnya kiyai , dua bulan terakhir saya mengistirahatkan diri setelah kepergian anak saya , dan seminggu ini saya baru bisa beraktivitas kembali seperti biasa" jawab Pak Kasim .
*ya Allah ternyata dibalik senyum pak Kasim yang ramah dan selalu terlihat tenang beliau sedang mengalami masa sulit ditinggalkan oleh anak tercinta* Aziel berbicara dalam hati seakan terkejut dengan pernyataan pak Kasim.
"yah memang berat kehilangan keluarga yang kita cintai dan sayangi , akan tetapi tidak baik jika kita terlarut dalam kesedihan tersebut pak Kasim , tapi alhamdulillah pak Kasim sudah bisa menerima apa yang sudah tersirat dan di takdirkan oleh Allah SWT , lalu siapa pemuda yang pak Kasim bawa ? apakah sanak saudara pak Kasim ?" ujar Kiyai Ismajati sambil bertanya pemuda yang datang bersama pak Kasim .
"nak Aziel , kemari , bapak perkenalkan dengan kiyai Ismajati" pak Kasim memanggil Aziel agar mendekat .
Aziel pun mendekat dan mengucap salam sambil mencium tangan Kiyai Ismajati "Assalamualaikum kiyai" .
"walaikumsalam, silahkan" Kiyai Ismajati menjawab salam Aziel .
"perkenalkan Kiyai , ini nak Aziel , saya bertemu nak Aziel ini ia sedang berkelana hingga tiba di desa Giriasem ini Kiyai" ujar pak Kasim sambil memperkenalkan Aziel kepada Kiyai Ismajati .
"ya kiyai , nama saya Aziel , untuk sementara ini saya tinggal bersama pak Kasim di rumah beliau" sambung Aziel.
"ooo nak Aziel , saya Ismajati , sepintas saya mendengar nak Aziel berkelana , apa yang sedang nak Aziel cari dalam berkelana ?" tanya Kiyai Ismajati .
"saya mencari jati diri Kiyai , karena banyak yang mengganjal di hati saya Kiyai terutama persoalan arti hidup" jawab Aziel .
"ternyata masih ada pemuda yang resah dengan arti hidup sesungguhnya , ya memang banyak pertanyaan dan banyak pernyataan tentang arti hidup , tapi insyaaAllah nak Aziel bisa menemukan jawabannya" ujar kiyai Ismajati .
"maaf memotong pembicaraan kiyai dengan nak Aziel , saya hanya menyampaikan bahwa maksud saya membawa nak Aziel kesini adalah agar nak Aziel bisa belajar dan mendapat jawaban atas pertanyaan yang membelenggu hatinya Kiyai" ujar pak Kasim di sela-sela pembicaraan kiyai Ismajati dan Aziel .
"kalau begitu tinggallah disini nak Aziel , sambil memperdalam soal agama , nak Aziel juga barangkali bisa mendapatkan pencerahan disini" ujar kiyai Ismajati sambil tersenyum .
"terimakasih kiyai telah menerima saya disini , akan tetapi saya tidak mempunyai apa-apa kiyai , saya tidak mempunyai uang untuk menukar sandang pangan selama saya disini" sambung Aziel sambil memberitahu tentang kondisinya.
"tidak perlu memikirkan soal itu , kalau soal sandang pangan yang terpenting nak Aziel mau menerima apa yang saya beri , karena murid saya disini memakai apa yang saya pakai , dan makan apa yang saya makan juga , soal kebutuhan lain nak Aziel bisa sambil bekerja serabutan di desa ini , ada saudagar yang masih butuh pekerja untuk mengolah lahan padinya , mulai pagi hingga sore nak Aziel bisa bekerja disana" jawab Kiyai sambil tersenyum .
"Alhamdulillah, baik kiyai terimakasih banyak telah sukarela menerima saya untuk tinggal dan belajar di tempat kiyai" ucap Aziel sambil mencium tangan Kiyai Ismajati.
Aziel pun diterima dengan baik oleh kiyai Ismajati dan para muridnya .
senyum bahagia terpancar dari raut wajah Aziel seperti merasakan hadir di sebuah keluarga yang hangat .
begitupun juga dengan pak Kasim , beliau sangat senang karena Aziel diterima oleh kiyai Ismajati dengan baik dan lapang.
tak sadar air mata pak Kasim pun menetes terharu karena melihat Aziel seperti melihat almarhum anaknya yang telah mendahului dirinya .
"pak Kasim ? Bapak meneteskan air mata" tak sadar Aziel sudah berada di depan pak Kasim sambil memegang pundak pak Kasim .
"ah nak Aziel , bapak terharu saja nak , tidak apa-apa , segeralah bergabung dengan yang lain nak Aziel" ujar pak Kasim sambil tersenyum .
"pak Kasim , apa saya masih boleh mengunjungi pak Kasim jika saya ada waktu senggang?" tanya Aziel .
"tentu saja boleh nak Aziel , pintu rumah bapak walaupun hanya rumah kayu selalu terbuka untuk nak Aziel" jawab pak Kasim dengan senang .
"baiklah kalau begitu , karena saya akan tetap mengunjungi pak Kasim setiap saya ada waktu senggang" ujar Aziel tersenyum lebar .
pak Kasim pun memeluk Aziel sambil menepuk punggung Aziel "yang betah ya nak , belajar jangan setengah-setengah , harus sampai selesai" .
"baik pak , terimakasih sudah mendukung sampai sejauh ini pak Kasim" tak terasa air mata Aziel pun menetes terharu karena seperti memiliki sosok ayah yang sedang memperhatikannya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Fatkhur Kevin
haruuuu
2024-07-11
1