Desa Giriasem
seketika tiba di desa tersebut Aziel bertanya kepada masyarakat yang ada disana , kebetulan ada yang sedang berjalan sambil memanggul kayu bakar di depan Aziel . "Assalamualaikum pak , permisi pak maaf mengganggu ini desa apa pak ?" tanya Aziel.
"walaikumsalam, ini desa Giriasem nak , apakah anak sedang menuju suatu tempat di Giriasem ? ujar bapak sambil bertanya balik .
"ooo Giriasem , tidak pak saya sedang berkelana , perkenalkan pak nama saya Aziel" ujar Aziel sembari memperkenalkan diri .
"apakah di jaman sekarang masih ada orang yang berkelana ? tapi lebih baik kita bicara di rumah , tempat bapak tidak jauh dari sini , mari" bapak tersebut mengajak Aziel ke rumahnya agar bisa berbicara dengan santai .
setibanya di rumah Aziel dipersilahkan untuk duduk dan beristirahat sejenak . Aziel pun meluruskan kedua kakinya dan menggerakannya perlahan menghilangkan pegal di kakinya .
si bapak pun keluar membawa gelas dan kendi berisi air minum .
"maaf ya nak , bapak hanya bisa menyuguhkan air putih , sekiranya bisa melegakan dahaga" ujar bapak itu .
"tidak perlu repot-repot pak , kehadiran saya malah membuat bapak repot dan tidak bisa langsung beristirahat" jawab Aziel dengan karena merasa tidak enak sudah mengganggu .
"tidak nak , bapak tidak merasa direpotkan , lagipula hanya suguhan air putih , tapi anak bilang anak sedang berkelana , di jaman sekarang sudah tidak ada orang yang berkelana nak , paling hanya 1 atau 2 orang saja dan itu pun sudah jarang sekali" tanya si bapak heran .
"saya hanya mencari jati diri pak , saya ingin menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang arti hidup" jawab Aziel
"ooalah mencari jati diriii , lalu setelah dari desa ini anak akan melanjutkan perjalanan kemana ?" tanya si bapak merasa simpati .
"saya belum tahu pak , saya masih bingung akan melanjutkan perjalanan kemana , sebetulnya tujuan saya mencari pesantren pak , tapi saya belum menemukannya" jawab Aziel .
melihat Aziel yang polos dan ramah tersebut , si bapak pun tidak ragu untuk mengajak Aziel tinggal dengannya .
"setelah kita berbincang , bapak belum memperkenalkan diri , perkenalkan nak nama bapak Kasim" ujar pak Kasim sambil mengulurkan tangannya .
Aziel pun tersenyum lebar , karena dia merasakan sesuatu yang beda dari kehidupan sebelumnya yang ia jalani , kedamaian , itulah yg pertama ia rasakan ketika pak Kasim mengajak ia berjabat tangan memperkenalkan dirinya.
"nak Aziel , jika nak Aziel berkenan , tinggallah beberapa waktu disini , sembari mencari dan menunggu ketetapan hati nak Aziel akan melanjutkan perjalanan kemana" ujar pak Kasim .
Aziel terbelalak kaget karena mendengar ucapan pak Kasim .
"pak , apakah bapak tidak takut menerima orang dari luar yang bahkan bapak belum mengenalnya , bapak tidak menanyakan asal saya dari mana dan tidak ragu jika saya berlatar belakang buruk" jawab Aziel heran dengan sikap pak Kasim .
"nak Aziel , darimanapun datangnya nak Aziel bapak tidak memikirkan itu karena nak Aziel punya kepribadian yang baik , menjaga etika terhadap orang yang lebih tua , untuk soal latar belakang bapak hanya berfikir adapun latarbelakang nak Aziel buruk , itu kan sebelumnya , sebelum nak Aziel menginjakkan kaki di desa Giriasem ini , dan bapak tidak ingin tahu latarbelakang nak Aziel , menilai seseorang bukan dari apa yang ia pernah lakukan , tapi apa yang saat ini sedang ia lakukan" jawab pak Kasim dengan bijak .
mata Aziel berkaca-kaca, terharu masih bisa mendengar kata-kata dari seorang yang bijak seperti pak Kasim . "baik pak kalau begitu , jika bapak memperbolehkan saya untuk tinggal disini saya akan menuruti apa kata bapak" ujar Aziel sambil mencium tangan pak Kasim sebagai bentuk rasa hormat dan terimakasih kepada pak Kasim .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Azeil Dewantara berkelana mencari jati diri di Giriasem
2025-01-22
0
Jimmy Avolution
terus
2024-08-05
0
Fatkhur Kevin
lanjut
2024-07-11
1