Kegiatan Padepokan

Permisi mbah , sarapan sudah siap di pendopo" Danu menghampiri kiyai Ismajati di halaman dekat gapura padepokan.

"ya terimakasih Danu , ajak yang lain untuk sarapan , apakah Syifa masih di dapur ?" ujar kiyai Ismajati menanyakan anaknya .

"mbak Syifa sudah tidak ada di pawon mbah , mungkin sudah kembali kedalam" yang dimaksud Danu kedalam adalah kerumah pribadinya kiyai Ismajati.

"haha sekarang kamu menyebut dapur pun pawon , kamu sudah mulai terbiasa dengan bahasa daerah sini , yasudah ajak yang lain untuk sarapan" ujar kiyai Ismajati yang tertawa melihat perkembangan Danu selama di padepokan.

melihat semua murid sudah berkumpul di pendopo untuk sarapan , takut menunggu terlalu lama kiyai Ismajati pun segera menghampiri mereka .

"sudah berkumpul semua ?" tanya kiyai Ismajati yang baru datang ke pendopo .

"sudah mbah" jawab Cahyo .

"kalau begitu ayo mulai sarapan , Aziel , nah beginilah suasana disini , saya harap Aziel bisa menerima apa yang ada di pagi hari ini teruntuk sarapan ya begini adanya" ujar kiyai Ismajati sembari menjelaskan tentang di padepokannya .

"baik mbah , ini sudah lebih dari cukup , saya tidak mempermasalahkan soal makanan" jawab Aziel .

"syukurlah kalau begitu , nikmati saja yang ada ya , semua akan terasa nikmat jika kita mensyukurinya , ayo segera ciduk nasi dan lauknya" ujar kiyai Ismajati mengajak untuk memulai sarapan .

"baik mbah" jawab Aziel .

menikmati hidangan yang tersedia , ditemani kicauan burung dan suasana pedesaan yang masih sangat kental , Aziel merasa nyaman dan tentram , sesekali kata takjub keluar dari mulutnya "Subhanallah" . suatu bentuk rasa syukur karena takjub dengan Kuasa Allah.

setelah selesai menyantap hidangan sarapan , Danu dan yang lainnya merapihkan piring dan lauk untuk dibawa ke pawon . Aziel pun membantu tanpa harus diminta .

setelah semua selesai , kiyai Ismajati masih belum beranjak dari pendopo , murid yang lain pun masih duduk mendekati gurunya tersebut.

"nak Aziel , selain ingin belajar tentang agama dan mengerti tentang arti hidup , apa lagi yang nak aziel cari ?" tanya kiyai Ismajati.

"untuk saat ini belum terfikirkan yang lain mbah , saya masih ingin belajar agama dan mencari arti tentang hidup saja dulu" jawab Aziel .

"baiklah kalau begitu , saya akan jelaskan kegiatan di padepokan ini . walaupun mungkin teman-temanmu sudah memberitahu tapi akan saya perjelas lagi. setelah sarapan ini biasanya murid-murid melanjutkan hafalan surat-surat, tetapi ada juga yang sambil bekerja diluar sampai pukul 4 sore. dengan catatan tidak melupakan kewajibannya untuk menghafal surah , dilanjutkan setelah maghrib mengaji bersama dan membaca shalawat . setelah isya semua murid mulai menghafal surah kembali , jam 9 atau jam 10 ada yang sudah istirahat karena jam 12 mengamalkan amalan yang saya beri . masing-masing amalan berbeda , tidak semua sama . kurang lebih begitulah kegiatan disini . jika nak Aziel ingin bekerja silahkan tetapi jika nak Aziel ingin fokus dengan kegiatan disini pun tak jadi masalah" ujar kiyai Ismajati menjelaskan tentang kegiatan di padepokannya.

"baik mbah , akan saya pikirkan kembali untuk persoalan bekerja atau tidaknya" jawab Aziel .

"yaaa , rileks saja , tidak perlu ada yang di khawatirkan disini" ujar kiyai Ismajati sambil tersenyum lebar .

"oh iya mbah , ada yang ingin saya tanyakan , tetapi saya takut salah jika saya menanyakannya" ujar Aziel .

"tanyakanlah nak Aziel , insyaaAllah tidak akan menjadi masalah" ujar kiyai Ismajati.

"baik mbah , saya ingin bertanya mbah , apakah murid di padepokan ini hanya Danu , Kuntadi dan Cahyo , dan mungkin sekarang ini ditambah dengan saya ? maaf mbah bukan bermaksud lain hanya sekedar bertanya" tanya Aziel .

"hahaha jadi kamu belum menanyakan ini kepada cahyo , kuntadi dan danu ya ? yaaa untuk saat ini murid yang tersisa tinggal kalian berempat , dikarenakan sudah banyak yang lulus dan memulai kehidupan baru di luar sana , terakhir yang lulus dari padepokan ini ada 23 orang , mereka adalah orang-orang yang lebih dulu datang kesini sebelum cahyo , kuntadi dan danu , setelah 2 bulan cahyo , kuntadi dan danu disini mereka yang 23 orang itu lulus dan memulai kehidupannya di luar sana . kurang lebih begitulah ceritanya Aziel" jawab kiyai Ismajati sambil tertawa .

"ooo begitu mbah , maaf mbah saya fikir hanya kami berempat saja yang disini hehe" ujar Aziel sambil memegang kepala bagian belakang karena sedikit malu .

"yaa untuk sementara ini hanya kalian saja yang tinggal di padepokan ini , kalau yang hanya belajar mengaji nanti nak Aziel bisa melihat sendiri ba'da ashar" jawab kiyai Ismajati tersenyum lebar .

"apakah setelah ashar ada yang datang untuk belajar mengaji mbah ?" tanya Aziel .

"yaa , anak-anak warga desa Giriasem khususnya yang sudah akhir baligh akan belajar mengaji disini , yang masih kecil akan diajari oleh Ustadz Danar di masjid" jawab kiyai Ismajati

" ooo begitu mbahh, apakah saya boleh ikut bergabung nanti setelah ashar mbah ?" tanya Aziel bersemangat .

"silahkan saja , tidak ada yang melarang , tapi biasanya murid yang tinggal denganku disini ikut serta mengajar mereka yang datang belajar ba'da ashar nanti hehehe" jawab kiyai Ismajati tertawa tipis .

" benarkah ? waaahh ternyata kalian sudah bisa mengajar , tolong ajari aku juga lah" ujar Aziel menatap Danu , Kuntadi dan Cahyo .

"ya kamu bisa minta tolong mereka untuk mengajarimu mengaji nak Aziel , sekarang sampai disini dulu karena saya harus melihat putri saya di dalam apakah dia sudah sarapan atau belum" ujar kiyai Ismajati sembari berpamitan kepada muridnya .

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

kirain mau nanyain putrinya

2025-01-23

0

Fatkhur Kevin

Fatkhur Kevin

up up

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Kuasa Tuhan
2 Desa Giriasem
3 Wasesa Segara
4 Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5 Bersyukur
6 Penasaran
7 Kegiatan Padepokan
8 Mulai Belajar .
9 Murid Kiyai Ismajati
10 Amalan Malam pertama
11 Kuntadi dan ceritanya .
12 Aura Keemasan.
13 Kiyai Sukmoadji .
14 Terjadi Lagi.
15 Syifa Qothrunnada
16 Aziel ..!!
17 Tanda tanya besar.
18 Cemeti Rogo Sukmo
19 Ego dan Kepemimpinan
20 Seorang Titisan Raja .
21 Sifat Seorang Raja .
22 Memasuki Alam Bawah Sadar .
23 Puasa Hari Pertama .
24 Kasmaran.
25 Takdir Besar
26 Rasa.
27 Hari ke Tujuh .
28 Penutup .
29 Pengertian Ilmu Rasa .
30 Sedikit Tegang.
31 Berbaik sangka.
32 Berawal dari sebuah pohon .
33 Kesalahpahaman yang Nyata .
34 Benci dan Amarah .
35 Mengkaji diri .
36 Syifa dan Cintanya .
37 Kerenggangan.
38 Menerima kenyataan.
39 Ketetapan Syifa .
40 Ungkapan isi hati.
41 Penyesalan Danu.
42 Undur diri .
43 Tahap kedua Aziel .
44 Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45 Aksi perdana .
46 Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47 Jin yang Menuntut Balas.
48 Jum'at Tenang .
49 Pengakuan seorang Kiyai.
50 Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51 41 Hari .
52 Hati yang Lembut .
53 Dukun ???
54 Sebuah Teka-teki.
55 Penyamaran.
56 Penyelamatan Berhasil .
57 Rencana Selanjutnya.
58 Kehadiran sosok baru .
59 Menggali Informasi.
60 Tertunda.
61 Tamu tak diundang .
62 Penyelesaian .
63 Jawaban Kegelisahan Aziel.
64 Pulang .
65 Tak Disangka .
66 Arya Pandu.
67 Rasa Bangga Seorang Ayah .
68 Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69 Tahap Penyesuaian.
70 Pengelihatan Batin.
71 Persiapan matang .
72 Aura Pekat .
73 Permohonan Sudarmo
74 Tentang Sarwaji .
75 Menunggu Tamu tak Diundang.
76 Keputusan Tepat .
77 Amanat Baru.
78 Kitab Stambul/Stanbul.
79 Teror Baru .
80 Kun Fayakun .
81 Undangan .
82 Teman Lama .
83 Kebaikan.
84 Kebodohan Terakhir.
85 Saudara ?
86 Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87 Penganut Kepercayaan.
88 Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89 Keangkuhan .
90 Pamit.
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Kuasa Tuhan
2
Desa Giriasem
3
Wasesa Segara
4
Sambutan hangat Kiyai Ismajati
5
Bersyukur
6
Penasaran
7
Kegiatan Padepokan
8
Mulai Belajar .
9
Murid Kiyai Ismajati
10
Amalan Malam pertama
11
Kuntadi dan ceritanya .
12
Aura Keemasan.
13
Kiyai Sukmoadji .
14
Terjadi Lagi.
15
Syifa Qothrunnada
16
Aziel ..!!
17
Tanda tanya besar.
18
Cemeti Rogo Sukmo
19
Ego dan Kepemimpinan
20
Seorang Titisan Raja .
21
Sifat Seorang Raja .
22
Memasuki Alam Bawah Sadar .
23
Puasa Hari Pertama .
24
Kasmaran.
25
Takdir Besar
26
Rasa.
27
Hari ke Tujuh .
28
Penutup .
29
Pengertian Ilmu Rasa .
30
Sedikit Tegang.
31
Berbaik sangka.
32
Berawal dari sebuah pohon .
33
Kesalahpahaman yang Nyata .
34
Benci dan Amarah .
35
Mengkaji diri .
36
Syifa dan Cintanya .
37
Kerenggangan.
38
Menerima kenyataan.
39
Ketetapan Syifa .
40
Ungkapan isi hati.
41
Penyesalan Danu.
42
Undur diri .
43
Tahap kedua Aziel .
44
Perjalanan spiritual yang sesungguhnya .
45
Aksi perdana .
46
Calon Untuk Kirana si Putri Sulung.
47
Jin yang Menuntut Balas.
48
Jum'at Tenang .
49
Pengakuan seorang Kiyai.
50
Teror Makhluk tak Kasat Mata.
51
41 Hari .
52
Hati yang Lembut .
53
Dukun ???
54
Sebuah Teka-teki.
55
Penyamaran.
56
Penyelamatan Berhasil .
57
Rencana Selanjutnya.
58
Kehadiran sosok baru .
59
Menggali Informasi.
60
Tertunda.
61
Tamu tak diundang .
62
Penyelesaian .
63
Jawaban Kegelisahan Aziel.
64
Pulang .
65
Tak Disangka .
66
Arya Pandu.
67
Rasa Bangga Seorang Ayah .
68
Sedikit Aksi dari Kiyai Ismajati.
69
Tahap Penyesuaian.
70
Pengelihatan Batin.
71
Persiapan matang .
72
Aura Pekat .
73
Permohonan Sudarmo
74
Tentang Sarwaji .
75
Menunggu Tamu tak Diundang.
76
Keputusan Tepat .
77
Amanat Baru.
78
Kitab Stambul/Stanbul.
79
Teror Baru .
80
Kun Fayakun .
81
Undangan .
82
Teman Lama .
83
Kebaikan.
84
Kebodohan Terakhir.
85
Saudara ?
86
Sedulur Papat , Kalimo Pancer .
87
Penganut Kepercayaan.
88
Pertemuan awal dengan Seno Sudjiwo.
89
Keangkuhan .
90
Pamit.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!