"Bagaimana penampilan ku?" tanya Candy riang dan semangat.
"Kamu ingin aku menjawab apa?" Bisma menatap jengah saat mendengar pertanyaan yang sama untuk ke tujuh kalinya.
"Eummh ... cantik?" Candy menyarankan jawaban.
Ingin sekali Bisma membenturkan kepalanya di setir mobil karena frustasi harus memberi jawaban yang sama pula untuk ke sekian kali, pria itu menarik dalam nafasnya.
"Ya kau cantik, beautiful, yeppeo, hermoso. Ada lagi, Tuan Putri?" Bisma menarik ujung bibirnya, hingga giginya yang berbaris rapih membuatnya tampak menawan.
"Sempurna!" Gadis dengan rambut tergerai itu mengedipkan sebelah matanya. "Aku ngampus dulu, babay ...!"
Candy melangkah memasuki area kampus dengan berani dan percaya diri. Jika sebelumnya dia berpenampilan seperti Candu dengan khas nerd nya, kini Candy mengenakan celana cargo milo, serta kaos pink flamingo oversize, ditambah lagi dengan balutan gelang hitam mungil di pergelangan tangannya, memberikan kesan fresh dan strong. Rambut hitamnya kini di ombre, berpadu dengan cokelat gelap, memberi kesan tegas pada wajahnya.
Semua mata nyaris menatapnya, heran, terperangah, kagum. Beragam ekspresi tersemat kala melihat wajah cantik nan unik.
Kemana tatapan jijik kalian beberapa hari yang lalu? relung hati Candy menggerutu.
Candy nyaris sampai di ambang pintu kelasnya. Namun, langkahnya terhenti paksa kala seorang lelaki tampan menarik lembut jemarinya.
"Candu?" Pria tampan itu menelisik dengan tatapan lembut.
Alis Candy nyaris menyatu, berusaha mengingat siapa gerangan pria yang tampak begitu familiar. Mata gadis itu membulat sempurna kala memori singkat kembali melintas di isi kepalanya.
Dia kan, pria yang ada di pesawat kemarin?! batin Candy.
"Namanya William, pewaris IL Group satu-satunya. Sejak kelas dua SMA, pria itu mengejar cinta adikmu, dialah pria yang menjadi penyebab Candu dibully. Semenjak cinta nya ditolak adikmu, pria itu terkenal menjadi playboy hingga kini." jelas Bisma melalui alat komunikasi yang terhubung dengan Candy.
"Ya? Ada apa, Will?" Dengan rasa jijik, Candy menepis tangan William.
"Ah, maaf ... aku lancang ya? Hmm ... sebelum kelas mu di mulai, bisa kah kita bicara sebentar?"
"Di?"
"Cafe sebrang kampus?"
Candy mengangguk. "Ayo."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ini sudah semuanya, Mbak?" tanya William ketika pelayan menyajikan banyak hidangan manis di atas meja.
"Sudah, Mas Willi." Jawab pelayan sembari tersenyum manis pada pelanggan setia di cafe itu.
Pelayan dengan seragam merah, berlalu meninggalkan dua muda mudi yang terlihat canggung.
"Kenapa memesan sebanyak ini?" Sorot mata Candy yang dingin menembus dada William, pria itu tersenyum kikuk.
"Karena kamu menyukai semua nya," jawab William.
Sejak kapan Candu suka makanan manis? Anak itu kan paling benci makanan manis karena takut bobotnya naik. Apa ini merupakan salah satu drama yang ia mainkan sejak dulu? Candy bermonolog dalam hati.
Demi menghindar dari kecurigaan pria yang duduk di hadapannya, Candy melahap beberapa makanan yang tersaji. Gadis itu tersenyum kala rasa manis melumer lezat di dalam mulutnya, Candy memang sangat menyukai segala makanan manis.
William tersenyum senang kala melihat gadis yang ia suka melahap dengan semangat makanan yang ia belikan.
"Kamu ingin membicarakan apa?" tanya Candy saat netra mereka beradu.
"Aku bingung memulai nya dari mana. Karena ini topik yang sensitif. Tapi, aku sang-"
"To the point saja, waktu ku mahal!" sinis Candy.
"Itu ... tentang kamu dan ... Tomas. Apa semua itu benar?" tanya William dengan suara bergetar.
"Tergantung." Candy menyilangkan kedua tangan nya di dada.
"Maksudnya?" alis William terangkat satu.
"Tergantung versi mana yang sudah kau dengar. Coba jelaskan, apa yang sudah kau dengar?" pinta Candy.
"Ku dengar dari Tantry, kamu bermabuk-mabuk ria di villa Tomas. Lalu, kalian melakukan HS. Apa itu benar? Apa Tomas alasanmu menolak perasaanku selama ini?"
"Apa menurutmu aku adalah perempuan yang seperti itu? Memang benar, kejadian menjijikkan itu sudah terjadi. Tapi, itu bukan karena suka sama suka seperti yang di gembor-gemborkan. Mereka menjebak ku!"
"Mereka?" kening William berkerut.
"Tomas dan Tantry," jawab Candy dingin.
"What? tunggu tunggu, Tantry? Tantry sahabat baikmu?"
"Sahabat baik tai kucing!" umpat Candy, sontak membuat William terbelalak.
"Dan ... tentang perasaan mu ... tidak ada kaitannya dengan si brengsek Tomas. Aku hanya ingin lulus dengan mendapatkan nilai yang terbaik saat itu," lanjut Candy.
"Saat itu?" William menghela panjang nafasnya. "Lalu, bagaimana saat ini?"
Candy menggigit ujung bibirnya, ingin rasanya dia meludah wajah pria playboy yang masih mengejar cinta adiknya.
"Saat ini? Hah, sorry. Aku gak gila laki-laki, makanya, aku gak mau punya laki-laki yang gila perempuan," ketus Candy.
"Lantas, untuk apa di bawah rintik hujan waktu itu, kamu memintaku untuk menunggu mu, Candu?! Kamu senang mempermainkan aku? Begitu?!" cecar William.
Hah? Candu begitu? Adikku yang gila belajar itu? Akh, Candu, drama apa sih yang kau mainkan? Candy bertanya-tanya di dalam hati.
"Jawab!" bentak William, membuat gadis cantik itu terperanjat.
Apasih sialan?! untung saja Cafe ini belum ada pengunjung selain kami berdua, bikin malu aja! batin Candy.
"Itu hanya permintaan asal-asalan dari gadis puber. Astaga!" jawab Candy asal.
William menatap Candy lekat, gadis itu enggan menatap.
"Sudahlah, setengah jam lagi kelasku di mulai. Aku pergi dulu." Pamit Candy, gadis itu beranjak dari duduknya.
"Pftt ... ha ... ha ... ha ...!" William tergelak, menepuk-nepuk tangannya dengan riuh.
Mata Candy mengerjap, gadis itu kembali duduk, gelak tawa William membuatnya gelisah.
Apa sih? Apa aku melewatkan sesuatu? Gadis itu berdebar.
"Akh, ha ... ha ... kau bisa menipu semua orang, tapi, tidak dengan ku. Wajahmu boleh serupa dengan Candu. Namun, dari tatapan, cara bicara, berjalan dan tersenyum ... jelas kalian adalah orang yang berbeda. Benar begitu kan, Candy?" William menyeringai.
Mendengar ucapan William, nyawa Candy bak terlepas dari raga, lututnya lemas dan bergetar. Semua pikiran buruk berkecamuk membuatnya ingin meringkuk.
A-aku ketahuan?! jerit Candy di dalam hati.
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Nendah Wenda
lanjut
2024-08-14
1
Anonim
w a d u u u u u u hhhhhhh
2024-08-08
1
Reni
eeee kok bisa Wiliam membedakan jng2 beneran cinta sama candu dia sampai tau betul perbedaannya
2024-08-07
2