CC18

Felitha membuka matanya perlahan, mengedarkan pandangan ke sekitar, kepalanya pusing bukan main. Gadis bermata sembab itu menelisik ruangan bernuansa merah yang membuatnya bergidik ngeri. Matanya terbelalak kala melihat pria bertelanjang dada dengan tatto memenuhi punggung. Jantungnya lemas saat pria itu berbalik badan dan menatap tajam.

"EMMHH ...!" jerit Felitha tanpa kata. Gadis itu mengerjap kala sadar mulutnya dililit kain ketat, tangannya terikat bergelantungan di besi penyangga.

Felitha meronta-ronta saat pria itu menatapnya dengan tatapan mesum. Dengan mulut tertutup kain, gadis itu menjerit sekuat hati ketika tangan pria itu membuka tali pinggang dengan brutal.

Apa ini ulah Tantry? Karena aku meminta uang ku? Tidak, ini tidak boleh terjadi! Lebih baik aku mati dari pada harus mengalami nasib yang sama seperti Candu! batin Felitha dengan tubuh gemetar ketakutan dan segala pikiran buruk yang berkecamuk.

"Hentikan, Bisma. Kau benar-benar terlihat seperti pria mesum. Lihatlah gadis itu, hampir saja dia buang air kecil di celana!"

Pupil Felitha bergetar saat melihat seseorang yang ia kenal, duduk santai sambil mengunyah apel hijau.

C-candu?! jerit gadis ber-cardigan hijau di dalam hati.

Ah, aku terlalu mendalami peran. Batin Bisma sembari mengikat kembali tali pinggangnya.

"Lepaskan kain itu dari mulutnya," perintah Candy.

Gesit Bisma menuruti perintah Candy. Sedangkan Felitha, nyaris bagai ikan terdampar yang baru saja mendapatkan air, nafasnya naik turun.

Candy menghampiri gadis dengan tangan menggantung, menjambak kasar rambut Felitha yang sudah membasah. "Kau ingin langsung bicara jujur, atau ... perlu aku siksa terlebih dahulu?!"

"J-jangan, Candu. Aku ... akan cerita semuanya," lirih Felitha.

Candy melepas kasar rambut Felitha, lalu kembali duduk di sofa.

Bisma segera membuka ikatan tangan Felitha, gadis itu langsung tersungkur, terkulai lemas. Tenaganya nyaris habis karena belum ada satupun makanan yang masuk ke lambungnya.

"Kemari lah, habiskan semua makanan ini." Candy menunjuk aneka donat yang tersaji di meja sofa dengan ujung bibirnya.

Felitha merangkak, kakinya tak kuasa untuk berdiri. Tangannya lekas menyambar tiga keping donat dan memakannya rakus.

"Hey, santai, tidak akan ada yang mengambil donat itu darimu," ucap Candy. "Semua donat itu milikmu." Candy mendelik saat tangan Bisma hampir mencomot sekeping donat.

Pria itu lekas menarik kembali tangannya dan meninju udara.

Begitu selesai makan, Felitha membuka suara, mulai bercerita.

"Ini semua bermula dari Tantry, Can. Aku benar-benar tak bermaksud menjelekkan nama mu. Aku terpaksa -- Tantry memegang aib keluarga ku."

"Aib? Aib apa?"

Felitha terlihat ragu untuk bercerita, membuat Candy memutar malas matanya.

"Hey, aku tidak peduli tentang aib mu. Hanya saja, aku perlu tau untuk menyingkirkan kuman kuman membandel ...!" tegas Candy.

Felitha menghela panjang nafasnya. "Tepat satu tahun yang lalu di mana tubuhku belum membengkak seperti ini, di mana saat kita masih sangat akrab, kau tau kan ... aku merupakan seorang model lepas dan juga seorang influencer yang memiliki cukup banyak followers. Aku juga memiliki sahabat karib yang merupakan model terkenal. Aku benar-benar menikmati waktuku saat itu, meskipun saat itu aku sedang menghadapi masalah yang cukup menguras energi. Namun, hari-hari ku cukup terhibur berkat berinteraksi dengan para followers setia, mereka benar-benar memberiku semangat hidup. Sampai suatu hari, Tantry menyeret ku ke gedung olahraga dan menunjukkan beberapa video yang membuat ku terkejut setengah mati. Dia mengancam akan menyebarkan semua video itu jika aku tidak mau berhenti dari dunia model dan influencer."

"Dan akhirnya ...?" Candy menelisik dengan tatapan tajam.

"Dan ... akhirnya aku menuruti apa yang dia mau, semuanya," lirih Felitha dengan berderai air mata.

"Memangnya video apa, sampai-sampai kau harus bertindak bodoh seperti itu?!" sinis Candy.

Felitha menarik dalam nafasnya, menghembuskan dengan sesak. "Video perselingkuhan ayah ku, video aku dan ibu melabrak ayah dan selingkuhan nya, video aku dan ibu di usir ayahku, dan ...."

"Dan ..?!" desis Candy.

"Video pelecehan seksual yang dilakukan Tomas terhadapku," suara Felitha bergetar.

"A-apa? Kau juga di perkosa Tomas?!" suara Candy pun tak kalah bergetar.

PRANG ...! Suara pecahan kaca memekak telinga.

*

*

*

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

ternyata banyak korban thomas

2024-08-14

2

Reni

Reni

eeee siapa ini yg ngintip ?? Wiliam kah

2024-08-07

1

Truely Jm Manoppo

Truely Jm Manoppo

Gila ya si Thomas ... wahhh harus suruh grandma Candy utk menghancurkan lato2nya.

2024-07-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!